Persiapan untuk Kekekalan

Renungan Keluarga Allah
Selasa, 28 Juni 2016

BACAAN HARI INI

2 Korintus 5:1-10

RHEMA HARI INI

2 Korintus 5:1 Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediamaan kita di bumi ini dibongkar, Allah telah meyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.

Suatu hari seorang ibu yang mengunjungi Starbucks, sangat terkejut ketika mendapati bahwa anaknya bekerja sebagai pelayan di kedai kopi itu. Setelah diusut, ternyata ayahnya lah yang mendorong anaknya untuk mencoba sebuah pekerjaan yang membutuhkan kerendahan hati untuk melayani. Sebab selama ini anaknya tersebut terbiasa dilayani dan memberikan perintah. Sang ayah berkata, “Saya ingin dia berempati terhadap pekerjaan seorang pelayan. Sebab selama ini dia selalu berada di posisi yang dilayani. Bagaimana rasanya jika sebaliknya, dia yang harus melayani?” Sang ayah ingin anaknya dipersiapkan menjadi seorang pemuda yang ulet, gigih, pantang menyerah, pekerja keras dan berani menghadapi tantangan. Itu sebabnya sejak awal sang ayah melatih mental anaknya untuk menerima keadaan terburuk sebagai seorang pelayan: mendapat perlakuan tidak baik dari pembeli.

Sama seperti pemuda dalam kisah diatas yang dimasukkan oleh ayahnya dalam masa persiapan supaya ia siap terjun dalam tantangan yang lebih besar lagi dalam kehidupan yang sesungguhnya, demikian jugalah kita. Saat ini kita barulah ada di masa persiapan untuk masuk dalam sebuah kehidupan yang jauh lebih penting daripada kehidupan kita di dunia ini yang sekarang.

Hidup yang sesungguhnya adalah hidup setelah kita meninggalkan dunia ini. Kita mungkin hidup 60 tahun sampai 80 tahun di bumi, tapi kita akan menghabiskan tidak terhingga tahun-tahun kita di kekekalan. Hidup kita saat ini hanyalah pemanasan, persiapan untuk hidup yang sesungguhnya. Persiapan apa yang perlu kita lakukan? Salah satu persiapan yang perlu kita lakukan adalah mulai mengambil langkah melayani! Gaya hidup warga negara surga adalah melayani. Mereka melayani Tuhan, mereka melayani sesama mereka, bahkan Tuhanpun melayani mereka. Menjadi pelayan berarti menyediakan dirinya menjadi berkat bagi orang lain melalui pelayanannya. Melayani itu suatu pekerjaan yang mulia. Suatu pekerjaan yang bisa menjadi berkat bagi sesama, bahkan bagi diri kita sendiri. Sebagai orang percaya, marilah kita persiapkan hidup dalam kekekalan dengan mulai melayani sesama manusia. (ABU)

RENUNGAN

Secara ringkas, hidup adalah PERSIAPAN UNTUK KEKEKALAN

APLIKASI

  1. Langkah apa yang akan Anda ambil untuk mulai melayani sesama?
  2. Berkat apakah yang sudah Anda alami ketika Anda melangkah untuk melayani sesama?

DOA UNTUK HARI INI

Bapa, ajar kami untuk melihat ke sekeliling kami dan mulai melayani sesama kami. Kami percaya bahwa apa yang kami lakukan ini akan mempersiapkan diri kami untuk masuk dalam kekekalan bersama dengan Engkau. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Matius 14; Markus 6; Lukas 9