PERTOLONGAN TUHAN JAUH LEBIH KUAT DARI PENINDASAN YANG KITA ALAMI

BACAAN HARI INI

Mazmur 116:1-19

RHEMA HARI INI

Mazmur 116:10 Aku percaya, sekalipun aku berkata: “Aku ini sangat tertindas.”

Joseph Ton lari dari negara asalnya, Romania, untuk belajar teologi di Oxford. Ketika ia bersiap-siap pulang ke negara asalnya setelah di wisuda, ia ceritakan rencana-rencananya kepada beberapa orang teman. Dengan terus terang mereka menyatakan kekhawatirannya, “Bagaimana jika nanti engkau ditahan di perbatasan? Apakah ada harapan engkau bisa berkhotbah di sana? ”tapi Joseph tetap pada pendiriannya, ia harus pulang untuk melayani Tuhan disana. Iapun kembali ke negaranya dan mulai berkhotbah, sampai satu saat ia ditangkap dan ditahan oleh oleh pemerintah setempat. Ketika diinterogasi oleh petugas, Joseph berkata, “Senjata anda itu bisa membunuh saya. Tapi sementara itu terjadi, kaset rekaman khotbah-khotbah saya akan dengan cepat tersebar ke seluruh penjuru negeri. Kalau anda membunuh saya, maka banyak orang semakin tertarik untuk mendapatkan kaset-kaset saya. Bagaimanapun saya tetap menang.” Akhirnya petugas itupun mengirim Joseph pulang kembali.

Penindasan adalah salah satu bentuk kekerasan yang berpotensi membuat pahit hati. Itulah yang terjadi pada bangsa Israel ketika mereka ada di negeri Mesir. Firaun menindas mereka dengan hebatnya untuk memahitkan hati bangsa Israel. Mereka menjalani hari-hari yang penuh dengan penderitaan tanpa mampu berbuat banyak. Sampai akhirnya Tuhan membangkitkan Musa untuk memimpin mereka keluar dari tanah perbudakan. Berkat pertolongan Tuhan yang jauh lebih kuat dibandingkan penindasan yang mereka alami, bangsa Israel akhirnya bebas dan mengalami pemulihan besar.

Berapa banyak dari kita yang saat ini hidup dengan kepahitan hati karena penindasan? Anak-anak remaja yang dibully oleh teman-temannya, baik secara fisik maupun lewat perkataan. Suami atau isteri yang tertindas oleh pasangannya yang terlalu dominan dalam rumah tangga. Atau karyawan yang ditindas rekan kantor yang lebih senior. Siapapun kita, dan bagaimanapun masalah kita, rhema hari ini mengingatkan kita untuk membuang kepahitan dari hidup kita. Kepahitan hati hanya akan MENGHALANGI kita untuk mengalami kemuliaan besar yang telah Tuhan janjikan. Buang jauh-jauh dan lepaskan pengampunan bagi setiap mereka yang sudah melukai kita. Pertolongan Tuhan pasti akan menyertai kita, pertolongan yang JAUH LEBIH KUAT dibandingkan penindasan yang kita alami. Dan kita akan melihat penggenapan Yesaya 60 terjadi dalam hidup kita.

RENUNGAN

Seberat apa pun situasi kita, tetaplah percaya bahwa PERTOLONGAN TUHAN JAUH LEBIH KUAT dibandingkan penindasan yang kita alami.

APLIKASI

1. Apakah saat ini Anda merasa sedang berada dalam suatu penindasan?
2. Apakah hati Anda menjadi pahit karenanya?
3. Bagaimana Anda akan membuang kepahitan hati supaya Anda bisa mengalami kemuliaan Tuhan tahun ini?

DOA UNTUK HARI INI

Bapa, terimakasih atas rhema-Mu pada malam hari ini. Kami tidak mau Bapa, kepahitan hati merintangi kami untuk mengalami kemuliaan-Mu dalam hidup kami. Tolonglah kami untuk mencabut kepahitan sampai ke akar-akarnya dari hati kami. Biarlah kami tetap bersuka cita sebab sebesar apapun penindasan yang kami alami, pertolongan-Mu tetap jauh lebih kuat bagi kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!