Pilihlah Cinta Tuhan

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Lukas 12:13-21

RHEMA HARI INI
Lukas 12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”

Pada jaman dulu, di daratan Tiongkok, sekelompok pemuda menyeberangi sungai dengan perahu. Dalam perjalannya, tiba-tiba arus sungai tersebut berubah menjadi deras dan ganas. Usaha mereka untuk mempertahankan perahu akhirnya gagal dan perahu tersebut terbalik. Dalam kondisi yang demikian, semua penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan berenang sekuat tenaga menuju ke tepi, namun ada seorang yang ketinggalan karena berusaha menyelamatkan uang-uangnya (jaman itu uang tiongkok kuno terbuat dari emas atau tembaga berbentuk sepatu). Mereka yang lebih dahulu sampai ke tepi berteriak kepada temannya yang tertinggal, “Ayo cepat! Buang saja uang itu. Apa gunanya uang kalau kamu mati tenggelam!” Orang itu mendengar teriakan temannya, namun hatinya masih merasa sayang untuk membuang uangnya. Ia masih berusaha berenang dengan membawa sejumlah uang yang dililitkan di pingganya. Namun usahanya sia-sia. Semakin ia berusaha, semakin berkurang tenaganya. Pada akhirnya ia mati tenggelam bersama uang-uang itu.

Sesungguhnya, itulah juga yang akan terjadi dalam hidup kita. Suatu kali kita harus memilih, apakah kita akan cinta Tuhan atau cinta uang. Kita tidak bisa memilih keduanya sekaligus, cinta Tuhan dan cinta uang, sebab keduanya adalah dua hal yang sangat bertolak belakang. Kalau kita cinta Tuhan, maka kita akan mengorbankan uang kita demi untuk menyenangkan hati Tuhan. Tetapi kalau kita cinta uang, maka kita akan mengorbankan Tuhan demi supaya kita bisa mendapatkan uang yang lebih banyak lagi. Dan seperti kisah diatas, kalau uang yang kita cintai, maka hidup kita akan terus terseret semakin dalam hingga akhirnya kita mati tenggelam secara memprihatinkan.

Hari ini, pilihlah untuk cinta Tuhan, bukan cinta uang. Ya, uang bisa membeli banyak hal dan bisa menyelesaikan banyak masalah, tetapi uang bukanlah segalanya. Uang bisa membeli kasur yang nyaman, tetapi tidak bisa membeli tidur yang nyenyak. Uang bisa membeli obat yang mahal, tetapi tidak bisa membeli kesembuhan. Uang bisa membeli makanan yang enak, tetapi tidak bisa membeli kenikmatan makan. Tuhanlah yang bisa. Ketika Tuhan bertahta dalam hati kita, maka damai sejahtera-Nya akan memerintah dalam hidup kita, kuasa-Nya akan nyata atas kita, dan segala perkara bisa kita kerjakan dengan ajaib dalam kuasa-Nya, sehingga apa yang bagi manusia terbatas, bagi kita anak-anak-Nya tidak ada yang terbatas dan mujizat-Nya selalu nyata dalam hidup kita.

RENUNGAN
Pada akhirnya kita HARUS MEMILIH untuk CINTA TUHAN atau CINTA UANG.

APLIKASI
1. Apakah yang Anda pilih, cinta Tuhan atau cinta uang?
2. Mengapa Anda memutuskan untuk cinta Tuhan/cinta uang?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya sampai selamanya Anda terus memilih untuk cinta Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, untuk selamanya kami mau memilih cinta Engkau. Sebab hanya Engkaulah satu-satunya yang dapat menjamin hidup kami. Langit, bumi dan segala isinya ini akan lenyap, tetapi hanya Engkaulah yang tinggal tetap. Biarlah hidup kami terus senantiasa mengandalkan Engkau sampai selama-lamanya. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.