Pintu Penginjilan Yang Terbuka

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Yesaya 2:1-4

RHEMA HARI INI
Yesaya 2:2 Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana,

“Put, malam ini boleh aku nginap di rumahmu?” Pesan singkat itu diterima Puput dari Wulan, temannya. Malam itu, Wulan mengungkapkan beban di hatinya. Orangtuanya bertengkar hebat. Dalam kemarahannya, ibunya berkata pada ayahnya bahwa ia terpaksa mau menikah karena terlanjur mengandung Wulan. Ibunya sangat menyesal telah menikahi ayahnya, dan ayahnya tak mau kalah mengatakan bahwa keluarga ini adalah suatu kesalahan. Wulan begitu terpukul mendengarnya. Ia merasa sebagai anak yang tidak diharapkan dan membuat hidup orangtuanya berantakan. Rasanya ia ingin mati saja agar tidak menjadi beban kedua orangtuanya.

Puput tercenung mendengarnya, hatinya sangat iba pada Wulan. Ia ingin mengatakan bahwa bagi Yesus tidak ada anak yang lahir tanpa tujuan dan Yesus sangat mengasihi temannya. Namun ia tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya. Ia belum pernah menginjili. Ia hanya remaja yang bahkan belum terlibat pelayanan. Akhirnya, Puput memberanikan diri bertanya pada Wulan apakah temannya itu mau ia doakan. Wulan pun bersedia. Dengan bimbingan Roh Kudus, Puput mendoakan temannya. Setelah didoakan, Wulan merasa hatinya begitu lega. Seolah beban berat diangkat dari hatinya, bahkan ada sukacita yang tidak bisa ia jelaskan. Wulan lalu bertanya siapa itu Yesus yang telah membuat hatinya begitu damai. Ia ingin mengenal-Nya dan meminta Puput mengajaknya beribadah.

Sekarang ini, pintu penginjilan sudah terbuka. Pintu hati orang-orang yang tadinya tertutup untuk Tuhan Yesus, sekarang mulai terbuka. Orang yang tadinya begitu sulit diajak ke gereja akan begitu mudah kita undang. Akan banyak hati yang dilembutkan untuk menerima injil dan diselamatkan. Ini semua karena Tuhan bekerja membuka jalan dengan mujizat kesembuhan, keuangan, pemulihan keluarga, dan banyak mujizat spektakuler yang Dia kerjakan di tengah-tengah kita. Inilah saatnya panen raya dan banjir jiwa besar-besaran. Siapa pun kita, remaja, dewasa, umas, jangan sia-siakan momen open door dari Tuhan. Mulailah bergerak bersama-sama sebagai satu kesatuan gereja untuk masuk dalam mujizat selamatkan jiwa. (PF)
RENUNGAN
Sadarilah, PINTU PENGINJILAN sudah TERBUKA, sehingga akan terjadi BANJIR JIWA BESAR-BESARAN.

APLIKASI
1. Apakah Anda menyadari sekarang ini begitu banyak dan begitu mudah mujizat terjadi dalam gereja kita? Mengapa?
2. Adakah orang-orang yang ingin Anda selamatkan, tetapi hatinya tertutup untuk Tuhan Yesus? Buatlah daftar nama-nama mereka.
3. Langkah-langkah apa yang dapat Anda ambil untuk menginjili mereka?

DOA UNTUK HARI INI
“Kami mau mengucap syukur Tuhan atas semua kebaikan-Mu dalam hidup kami. Kami percaya, inilah saatnya pintu-pintu terbuka bagi kami. Pintu berkat, pemulihan, kesembuhan, dan keselamatan bagi jiwa-jiwa. Tolong kami Tuhan, nyalakan dan mampukan kami untuk mulai bekerja menuai jiwa-jiwa sebanyak mungkin bagi Kerajaan-Mu. Beri kami keberanian dan urapan untuk memberitakan injil. Terima kasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.