Pintu Penjangkauan Jiwa-Jiwa Sudah Dibuka

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
2 Korintus 2:12-17

RHEMA HARI INI
2 Korintus 2:12 Ketika aku tiba di Troas untuk memberitakan Injil Kristus, aku dapati, bahwa Tuhan telah membuka jalan untuk pekerjaan di sana.

Suatu sore, Ari melihat seorang pria sedang duduk termenung, seperti penuh dengan beban berat. Hati Ari yang terusik memberanikan diri menghampiri pria tersebut dan bertanya, “Bapak sedang ada masalah, dari tadi saya perhatikan Bapak terus termenung.” Pria tersebut menghela nafas dan berkata, “Iya, bapak saya sedang sakit parah.” “Pak, bolehkah saya mendoakan bapak?” tanya Ari. Pria tersebut mengangguk. Ari sebenarnya sedikit gentar. Karena dari penampilannya, ia tahu bahwa pria besar tersebut bukanlah orang yang percaya Tuhan. Setelah beberapa hari, bapak tersebut datang menemui Ari. Dengan ketakutan Ari bertanya, “Bapak mau apa?” Pria itu menjawab, “Saya mau kenal Yesusmu. Beberapa hari yang lalu setelah kamu doakan bapak saya, saya pulang ke rumah dan menemukan bapak saya yang sudah kritis tiba-tiba menjadi sembuh. Bapak bercerita, sebelum sadarkan diri, ia didatangi seorang pria berjubah putih bernama Yesus dan menyembuhkannya.” Ketakutan Ari pun berubah menjadi sukacita. Karena ia mengetahui seisi keluarga pria yang ia doakan diselamatkan.

Hari-hari ini, hampir setiap hari kita mendengar kabar tentang jiwa-jiwa yang secara supranatural berjumpa dengan Tuhan dan diselamatkan. Lebih tepatnya, kita boleh melihat pintu sorga telah terbuka. Pintu penjangkauan jiwa-jiwa di gereja, bahkan di bangsa kita yang dulunya tertutup dan susah sekali untuk dijangkau, kini telah terbuka. Persis seperti yang dialami oleh Paulus ketika tiba di Troas dan mendapati bahwa Tuhan telah membuka jalan untuk pekerjaan di sana. Jiwa-jiwa menjadi begitu mudah percaya kepada Tuhan. Kita pun boleh melihat jiwa-jiwa berbondong-bondong datang pada Tuhan.

Inilah momen emas. Jadi, jangan lewatkan. Mari kita ikut ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan yang besar ini. Mari kita menjawab kerinduan hati Yesus untuk membawa sebanyak mungkin jiwa ke dalam Kerajaan-Nya. Beranilah bersaksi. Jadilah penuai jiwa. Jadilah pembawa lawatan yang menyukakan hati Tuhan dan menggenapi rencana-Nya untuk mujizat selamatkan jiwa di akhir zaman.

RENUNGAN
Tuhan telah membuka PINTU PENJANGKAUAN JIWA-JIWA di gereja bahkan di bangsa kita.

APLIKASI
1. Apa yang telah Tuhan bukakan untuk membawa lawatan terdahsyat di akhir jaman ini?
2. Sudahkah Anda bergerak untuk memberitakan Injil bagi jiwa-jiwa yang terhilang?
3. Jika belum, apa yang harus Anda antisipasi agar Anda dapat membawa sebanyak mungkin jiwa datang pada Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terima kasih untuk pintu sorga yang telah Engkau bukakan atas gereja dan bangsa kami. Kami rindu boleh menjadi bagian dari pembawa lawatan untuk menggenapi rencana-Mu. Urapi setiap kami, sehingga kami boleh terus memenuhi rencana-Mu, untuk menjadi pembawa lawatan di akhir zaman. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.