Posisi Keuangan Yang Benar Di Hadapan Allah

Renungan Keluarga Allah
Sabtu, 25 Februari 2017

BACAAN HARI INI

Maleakhi 3:6-12

RHEMA HARI INI

Maleakhi 3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!

Terbebas dari Hutang. Demikian tema khotbah di suatu gereja. Seorang bapak yang sejak masa mudanya seakan hidup hanya untuk membayar cicilan demi cicilan hutang bersemangat menghadirinya. Pada saat pendeta di mimbar mengatakan bahwa Tuhan berkuasa melepaskan hutang, ia mengaminkan dengan keras. Namun ketika sang pendeta mengingatkan tentang persepuluhan, ia terdiam. Jangankan mempersembahkan sepersepuluh dari penghasilannya, untuk kehidupan sehari-hari saja sering tidak cukup. “Nanti saja Tuhan,” katanya dalam hati, “kalau hutang-hutangku sudah lunas.”

Beberapa hari kemudian, ia membaca majalah rohani dan tertarik pada sebuah judul yang menyebutkan merek pasta gigi, Colgate. Ternyata itu adalah biografi seorang pemuda bernama William Colgate yang hidup sekitar dua ratus tahun yang lalu. Di sana ia membaca tentang kegagalan dan kesuksesan Colgate yang cinta Tuhan. Awalnya bapak itu merasa biasa saja, sampai matanya tertumbuk pada pernyataan bahwa Colgate melihat penggenapan janji Tuhan dalam persepuluhan. Bagaimana Tuhan membukakan tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadanya sampai berkelimpahan. Bahkan kisah hidup Colgate membuktikan bahwa semakin banyak ia memberi kepada Tuhan, Tuhan pun semakin memberkatinya.

Memang secara dunia, cara Tuhan kerap tidak masuk akal. Namun, cobalah Anda melihat semua itu sebagai perkara roh. Saat Anda mengembalikan persepuluhan, di alam roh, Anda sedang menutup celah bagi belalang pelahap untuk memakan penghasilan Anda. Langit tembaga di atas Anda dihancurkan dan Anda pun hidup di bawah langit terbuka. Selain itu, Anda tidak dapat berharap Tuhan mengeluarkan Anda dari hutang, sementara Anda tidak mentaati firman-Nya. Anda tidak dapat berkata bahwa setelah hutang-hutang Anda lunas, baru Anda bisa mulai memberikan persepuluhan. Itu bukanlah cara-Nya. Ketidaktaatan Anda, selain tidak berkenan di hadapan-Nya, juga membuat kapasitas Anda untuk membuat keputusan-keputusan bijak dalam keuangan Anda terlemahkan. Nomorsatukanlah Tuhan dalam segala hal, termasuk keuangan Anda, dan lihatlah bagaimana perkenanan-Nya dicurahkan dalam hidup Anda.

RENUNGAN

WAKTU TERBAIK untuk memulai persepuluhan adalah ketika kita berhutang, sebab hal itu memastikan POSISI KEUANGAN KITA BENAR di hadapan Tuhan

APLIKASI

  1. Sudahkah Anda tekun mengembalikan persepuluhan kepada Tuhan? Mengapa?
  2. Mengapa Anda perlu memastikan posisi keuangan Anda benar di hadapan Tuhan?
  3. Komitmen apa yang dapat Anda buat untuk memastikan posisi keuangan Anda benar di hadapan Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan, kami percaya cara yang Kau ajarkan kepada kami adalah cara yang terampuh, supaya kami bisa lepas dari jerat hutang yang selama ini terus menghimpit kami. Berikan kami kekuatan dan hati yang mau untuk melangkah dalam cara-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Yesaya 31-34