Pribadi Roh Kudus

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Yohanes 16:5-16

RHEMA HARI INI
Yohanes 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Satu tangan memegang pedang. Tangan lainnya mengangkat timbangan. Penutup mata melingkari bagian matanya. Ia dikenal sebagai Lady Justice, lambang sistem keadilan. Penutup matanya seolah memastikan bahwa ia akan mengambil keputusan sesuai fakta dan hukum yang berlaku. Tanpa memandang orang maupun status. Seperti itulah seorang hakim harus menunaikan tugasnya. Namun, suatu kali dalam suatu pengadilan, seorang hakim menghadapi sebuah dilema. Hatinya terusik. Jaksa penuntut sudah memaparkan bukti-bukti bahwa seorang nenek mencuri singkong. Faktanya berkata nenek itu bersalah. Masalahnya, nenek yang terlihat ringkih itu berkata bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, dan cucunya kelaparan.

Sambil menghela nafas, sang hakim menjatuhkan putusan denda sebesar satu juta rupiah atau penjara selama dua setengah tahun. Setelah itu ia melepaskan topi toganya, membuka dompet, dan sambil menaruh satu juta rupiah ke dalam topi tersebut, ia berkata, “Atas nama pengadilan ini, saya juga menjatuhkan denda kepada setiap orang di ruang sidang ini sebesar 50 ribu rupiah, karena menetap di kota ini, kota yang membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya.” Alhasil, nenek itu pulang dengan membawa kelebihan dua setengah juta rupiah setelah membayarkan dendanya.

Seperti hakim yang identik dengan hukum dan memegang kekuasaan tertinggi dalam ruang pengadilan, sering kalinya kita lupa bahwa Roh Kudus yang besar kuasanya adalah Pribadi yang nyata. Meski Dia identik dengan kuasa, tetapi Dia bukanlah semacam kuasa atau kekuatan. Alkitab pun mencatat bahwa Roh Kudus bisa berduka (Yes. 63:10, Mat. 12:31, Ef. 4:30). Hal ini berarti Dia memiliki perasaan. Karena itu, tidak seharusnya kita hanya menginginkan kuasa-Nya saja. Kasihi Roh Kudus dengan tulus. Bangun hubungan yang intim dengan-Nya. Saat kita manunggal dengan-Nya, kuasa Roh Kudus akan mengaktivasikan manusia roh kita, sehingga kita pun bisa melakukan perkara-perkara ajaib bersama-Nya.

RENUNGAN
ROH KUDUS adalah PRIBADI YANG NYATA dan punya perasaan sekaligus PRIBADI YANG PALING BERKUASA.

APLIKASI
1. Bagaimanakah pandangan Anda tentang Roh Kudus selama ini?
2. Mengapa Roh Kudus adalah pribadi yang memiliki perasaan?
3. Bagaimana Anda dapat memperlakukan Roh Kudus dengan lebih baik mulai dari sekarang?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih karena Engkau telah mengutus Roh Kudus ke dalam hidup kami, sehingga kami boleh hidup dalam kebenaran-Mu. Roh Kudus, kami mau semakin mengasihi dan mengenalmu lebih lagi dari hari ke hari. Bimbinglah kami, sehingga kami bisa hidup dengan selalu menyadari kehadiran dan keterlibatan-Mu dalam keseharian kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.