Pribadi Yang Menerima Perbedaan Kita

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
1 Samuel 16:1-13

RHEMA HARI INI
1 Samuel 16:7 Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

Menjadi berbeda tidak selalu menyenangkan. Meski dunia ini diwarnai dengan begitu banyak hal yang berbeda, tetapi lingkungan tempat kita tinggal tidak selalu menerima perbedaan yang ada. Kalau kita memiliki pemikiran atau perilaku yang berbeda, tidak jarang kita pun dicap sebagai orang aneh. Dalam film “I, Robot”, diceritakan tentang Sonny, android yang begitu berbeda dengan robot-robot setipenya. Sebagai sebuah mesin, ia memiliki perasaan dan emosi. Ia juga bisa bermimpi dan menggambar maha karya. Ia bahkan memiliki kehendak bebas. Akibatnya, ia bukan hanya dipandang sebagai anomali, tetapi sebuah ancaman besar. Saat hendak dimusnahkan, ia memandangi robot-robot lainnya dengan sedih dan berkata, “Mereka terlihat sepertiku … tapi tak satu pun dari mereka adalah aku. Benar kan, Dokter?”

Ya, ketika kita berbeda dengan orang-orang di sekeliling kita, kerap kali kita pun menjadi sosok yang disingkirkan dan terasing. Meski kita mencoba untuk menyamakan diri dengan yang lainnya hanya untuk sebuah penerimaan, rasa sepi itu tetap menghampiri. Mengapa tak ada seorang pun yang mau menerima kita apa adanya? Mengapa tak ada seorang pun yang bisa memahami isi hati kita? Sendiri maupun beramai-ramai, pada akhirnya sama saja.

Melanjutkan kisah di atas, Dokter yang menangani Sonny lalu menjawab, “Ya, Sonny. Kamu benar. Kamu itu unik.” Ternyata, meski Sonny merasa tertolak, ada orang-orang yang mengerti dan menerima perbedaannya. Begitu pula dengan kita. Seberapa pun kita berbeda dengan orang-orang di sekeliling kita, ada satu Pribadi yang begitu memahami kita. Tak peduli bagaimanapun orang lain menilai kita berdasarkan apa yang tampak di permukaan, Tuhan peduli pada isi hati kita yang terdalam. Biarlah apa yang Tuhan temukan dalam hati kita, menyenangkan hati-Nya. Biarlah kita menjadi seperti Daud, yang ditolak semua orang, bahkan oleh keluarga dan orangtuanya sendiri, tetapi dipilih oleh Tuhan. (MV.L)

RENUNGAN
Kita boleh merasa BERBEDA dan seolah TAK ADA SEORANG PUN yang mengerti kita, tetapi ADA TUHAN yang mengenali SELUK-BELUK HATI kita.

APLIKASI
1. Dalam hal apakah Anda merasa berbeda dengan orang-orang lainnya? Bagaimana hal itu mengganggu keseharian Anda?
2. Menurut Anda, mengapa Tuhan bisa menerima perbedaan Anda?
3. Bagaimana Anda dapat menerima kondisi Anda yang berbeda dan melibatkan Tuhan dalam segala perbedaan Anda dengan orang lain?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, kami bersyukur karena Engkaulah pencipta kami. Engkau mengenali segala perbedaan kami dan bahkan, perbedaan kamilah yang menjadikan kami begitu berharga di mata-Mu. Kami percaya, apa pun pandangan orang lain kepada kami saat ini dan bagaimanapun kami merasa tentang diri kami sendiri, kami sungguh berharga dan semua perbedaan itu memiliki tujuan yang mulia dalam rancangan besar-Mu. Pulihkan hati kami, Bapa, dan pakailah kami seturut kehendak-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.