Puasa Untuk Mengerjakan Mujizat

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 17:14-21

RHEMA HARI INI
Matius 17:21 (Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.)”

Kalangan dokter mengenal obat ARV sebagai satu-satunya obat untuk mengendalikan infeksi HIV dan AIDS. Obat ini memberikan dua efek positif sekaligus, yaitu memperpanjang harapan hidup pasien sekaligus sebagai upaya preventif agar HIV dan AIDS tidak menular. Meskipun harganya cukup mahal, tetapi karena obat ini adalah obat yang cukup efektif untuk orang dengan HIV/AIDS (ODHA), maka para penderita AIDS tetap saja menggunakan obat ARV ini untuk terapi kesehatannya.

Tahukah Anda, bahwa ada masalah-masalah tertentu, pergumulan-pergumulan tertentu, dan kuasa kegelapan tertentu yang tidak bisa diusir kecuali dengan doa dan puasa? Seperti terapi obat ARV yang menjadi solusi satu-satunya bagi penderita AIDS, demikian juga doa puasa mungkin bisa menjadi satu-satunya solusi bagi persoalan serta pergumulan Anda saat ini. Ketika murid-murid menghadapi seorang anak muda yang sakit ayan, mereka tidak berdaya menyembuhkannya. Namun ketika ibu sang anak ini menghadapkan anaknya kepada Yesus, langsung saja Yesus menghardik setan itu supaya keluar dari tubuh sang anak, dan seketika itu juga anak itu disembuhkan. Ternyata, jenis yang satu ini hanya bisa diusir melalui doa dan puasa. Ya, Yesus sudah menjalani doa puasa-Nya, sehingga ada otoritas dan kuasa yang sangat besar mengalir dari dalam diri-Nya dan tidak ada satu masalahpun yang bisa bertahan di hadapan-Nya.

Inginkah Anda memiliki kuasa dan otoritas seperti Tuhan Yesus? Inginkah Anda, ketika gunung-gunung masalah menghadang di depan Anda, Anda bisa dengan otoritas dan wibawa penuh menghardik gunung-gunung masalah tersebut lalu gunung itu pergi? Caranya hanya dengan satu saja: berdoa dan berpuasa. Berdoa puasa berarti meminimalkan semua aktifitas jasmani supaya bisa memfokuskan diri kepada Tuhan. Berdoa puasa berarti menghabiskan sebagian besar waktu kita untuk doa dan firman. Itulah sumber kuasa bagi kita anak-anak Tuhan. Ketika kita sudah berkomitmen membangun kehidupan doa dan puasa kita secara konsisten, maka mujizat-mujizat besar pasti terjadi di dalam hidup kita. Bukan karena hasil doa orang lain lagi, tetapi karena hasil doa kita sendiri yang dipenuhi dengan kuasa serta otoritas dari Tuhan.

RENUNGAN
Orang Kristen yang sedikit DOA PUASA, sedikit pula KUASA untuk MENGALAMI MUJIZAT, terlebih lagi MENGERJAKAN MUJIZAT.

APLIKASI
1. Menurut Anda, apakah pentingnya doa puasa?
2. Apakah yang selama ini menjadi hambatan bagi Anda untuk berdoa puasa?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat untuk mendobrak segala hambatan doa puasa Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, urapi kami dan berikan kemampuan kepada kami supaya kami bisa berkomitmen untuk berdoa puasa. Kami percaya bahwa inilah saatnya kebangkitan anak-anak Tuhan yang penuh dengan kuasa dan otoritas. Kami percaya dengan kuasa-MU yang Kau berikan kepada kami, kami akan melakukan mujizat-mujizat besar untuk kemuliaan nama-MU. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.