Pujian Penyembahan dalam Keluarga

Renungan Keluarga Allah
Jumat, 5 Agustus 2016

BACAAN HARI INI

Mazmur 71:1-24

RHEMA HARI INI

Mazmur 71:8 Mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu, dengan penghormatan kepada-Mu sepanjang hari.

Pujian adalah suatu sikap yang terekspresi secara wajar dan otomatis ketika seseorang masuk dalam kekaguman. Arti ini benar, mendalam dan menantang. Tanpa kekaguman, memuji Tuhan akan menjadi tugas dan kewajiban semata, yang ditunaikan secara biasa, atau menjadi basa-basi yang munafik dan kosong tanpa rasa. Tetapi, dengan kekaguman, memuji Tuhan menjadi ekspresi penuh arti dan lahir dari hati. Kekaguman seperti itulah yang memenuhi hati Daud, ketika menyaksikan Allah hadir dalam setiap peristiwa di hidupnya.

Keluarga yang memuji Tuhan adalah keluarga yang di dalamnya Tuhan hadir. Setiap anggota mengagumi serta merasakan kebaikan-Nya. Keluarga tanpa kehadiran Tuhan laksana kawanan domba tanpa gembala, tiada pembimbing dan mudah diserakkan serta dicabik-cabik serigala kehancuran. Bayangkan betapa kacaunya jikalau setiap anggota keluarga berjalan sendiri-sendiri, melakukan kehendaknya sendiri dan hidup demi diri sendiri. Tetapi di dalam Tuhan, kita diikat menjadi satu dan utuh. Maka, mari, undang Tuhan hadir di rumah kita, jangan biarkan Dia hanya mngetuk dan menunggu di balik pintu.

Keluarga yang senantiasa memuji Tuhan terlihat dari perilaku hidup sehari-hari, yakni bagaimana suami penuh kasih mesra dengan istri, orang tua akrab dengan anak, kakak sayang pada adik dan keluarga rukun dengan tetangga. Pujian yang hidup lahir dari hati, nyata dalam aksi dan berbuahkan kasih.

Akan tetapi, iman yang dewasa tidak hanya memuji Tuhan pada saat hidup melimpah saja, melainkan juga pada saat kesusahan melanda. Pujian itu membebaskan jiwa dan hati kita. Sekalipun hidup ini dibelenggu oleh kesakitan dan keterbatasan, tetapi hati dan jiwa kita bebas. Pujian dalam kesesakan keluar dari iman, bukan dari perasaan semata, dan itu akan menjadi seruan yang kuat kepada Tuhan. Selanjutnya, jika kita masih dapat memuji Tuhan pada masa sulit, itu membuktikan kita mengenal siapakah sebenarnya Tuhan yang di dalam kita. Akhirnya, pujian dalam kesesakan akan menjadi kesaksian yang indah bagi sesama. Demikian pula hendaknya puji-pujian kita tidak pernah berhenti kepada Tuhan. Dalam suka, duka, sakit dan terhimpit. Jikalau kita terus menghadirkan pujian penyembahan dalam keluarga kita, maka pasti Tuhan akan menyatakan karya-Nya yang dahsyat di tengah-tengah keluarga kita.

RENUNGAN

Hadirkan PUJIAN PENYEMBAHAN memenuhi suasana rumah tangga kita, maka hadirat Tuhan akan tinggal di tengah-tengah keluarga kita.

APLIKASI

Apa komitmen Anda agar pujian penyembahan memenuhi keluarga Anda sehingga hadirat Tuhan tinggal di dalamnya ?

DOA UNTUK HARI INI

Kami adalah penyembah-penyembahMu ya Tuhan, biarlah seluruh kehidupan keluarga kami juga di penuhi dengan pujian kepadaMu sehingga hadiratMu tinggal dalam rumah tangga kami. Dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Wahyu 19-22