Rahasia Yang Mengubah Beban Menjadi Berkat

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Mazmur 149:1-10

RHEMA HARI INI
Mazmur 149:6 Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,

Cuaca di Himalaya sore itu sangat buruk dan dingin. Sadhu Sundar, seorang misionaris India, dan temannya sedang melalui jalan setapak di atas jurang kecil ketika mendengar rintihan. Rupanya seorang pria jatuh dan terluka parah. Teman Sadhu ingin bergegas mencapai tujuannya sebelum terjebak badai salju. Namun Sadhu berkata, “Tuhan ingin supaya aku menolongnya, aku tidak bisa mengabaikannya.” Sementara temannya melanjutkan perjalanan, Sadhu menuruni jurang itu. Ia mengikat orang itu di punggungnya dan mulai merangkak naik dengan susah payah. Tiba di jalan setapak tadi, Sadhu mendapati dirinya mandi keringat di tengah badai salju yang hebat. Sambil membopong pria tersebut, ia pun melanjutkan perjalanan dan kemudian menemukan temannya mati membeku. Lama setelah peristiwa itu, seorang teman bertanya kepada Sadhu, “Apa hal yang paling sulit dalam hidup ini?” Ia pun menjawab, “Tidak memiliki beban untuk dibawa.”

Berkebalikan dengan pandangan umum, memiliki beban dan menanggungnya ternyata membuat kita hidup. Setiap kita pun pasti memiliki pergumulan atau masalah yang menjadi beban kita. Tidak peduli setinggi apa jabatan kita, atau sebanyak apa harta kekayaan kita, tidak seorang pun luput dari tantangan hidup. Sekarang, dengan memahami bahwa beban masalah tidak mungkin kita hindari, kita dapat berfokus pada upaya untuk mengubah setiap beban kita menjadi berkat. Bagaimanapun, Tuhan sering menggunakan beban untuk membawa kita naik level.

Sadhu mentaati perintah Tuhan untuk menolong pria asing itu, dan olehnya ia selamat. Demikian juga dengan kita, dengan mengandalkan rhema firman Tuhan, kita dapat mengatasi masalah kita. Melalui permasalahan, kita akan menerima berkat dan menjadi pemenang, bahkan lebih dari pemenang. Firman Tuhan bukan hanya melepaskan kita dari masalah, tetapi juga mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan, dan mendidik orang dalam kebenaran (2 Tim. 3:16). Itu sebabnya, saat kita menghadapi masalah, beban yang ada tidak ditujukan untuk membuat kita putus asa, tetapi justru membuat kita berkuasa.

RENUNGAN
Rahasia yang MENGUBAH BEBAN menjadi BERKAT adalah PEDANG RHEMA FIRMAN TUHAN di tangan kita.

APLIKASI
1. Rhema firman apa yang Tuhan berikan atas beban hidup Anda saat ini?
2. Mengapa pedang rhema firman dapat mengubah beban menjadi berkat?
3. Bagaimana Anda dapat menggunakan pedang rhema firman Tuhan di tangan Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih karena Engkau tidak pernah membiarkan kami menanggung beban hidup kami sendirian. Engkau ada bersama kami, menopang dan memberikan kekuatan agar kami bisa terus melangkah. Bahkan Engkau memberikan kami hikmat-Mu agar kami bisa menjadi lebih dari pemenang. Kami percaya, tak ada yang mustahil bersama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.