Rasa Cinta Dan Passion Saat Menyembah Tuhan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Mazmur 69:1-37

RHEMA HARI INI
Mazmur 69:10a sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku

Saat kita mencintai seseorang, kita akan selalu ingin bersamanya. Rasa sedih pun muncul bila jauh dari orang yang kita kasihi. Begitu pula dengan Eki dan July. Pasangan yang baru menikah satu minggu ini terpaksa harus berpisah dan hanya bisa bertemu satu minggu sekali karena pekerjaan. Meski demikian, mereka tetap berkomunikasi setiap hari. Entah dengan menelepon, berkirim pesan, atau terkadang Eki tiba-tiba mengunjungi July tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Mengapa mereka menjalin komunikasi yang sangat intens? Jawabannya adalah karena cinta. Karena cinta, mereka mau berkorban, mau mengerti, dan memahami satu sama lain. Cintalah yang membuat mereka semakin dekat dan semakin mengenal secara pribadi.

Demikian juga halnya hubungan kita dengan Tuhan. Meskipun secara jasmani kita tidak bisa melihat Tuhan, kita bisa merasakan hadir-Nya secara roh. Dalam dimensi roh, kita bisa berjumpa dengan Tuhan secara pribadi. Melalui pujian penyembahan, kita bisa menghampiri takhta kudus-Nya. Akan tetapi, pujian yang diinginkan Tuhan bukanlah pujian yang hanya kita nyanyikan di mulut saja. Pujian penyembahan yang dipenuhi dengan kehausan dan gairah akan Allahlah yang berkenan di hati-Nya.

Sesungguhnya, ketika kita menyembah Tuhan, itu berarti kita sedang mengekspresikan kasih dan cinta kita kepada Pribadi yang sudah mati dan menyelamatkan hidup kita. Saat kita sungguh-sungguh mencintai Tuhan, kita akan selalu merindukan tinggal di dalam hadirat Tuhan. Semakin kita berdiam diri dalam hadirat-Nya, kita akan semakin mengenal Tuhan, dan kita pun akan semakin mengerti isi hati-Nya. Semakin kita mengenal Tuhan, kita pun dapat lebih lagi menyembah-Nya dengan penuh rasa cinta dan gairah yang besar akan diri-Nya. Inilah yang namanya penyembahan yang benar. Penyembah-penyembah dengan hati menyembah seperti inilah yang Tuhan rindukan untuk membangun Pondok Daud seperti yang ada di hati-Nya. (LEW)

RENUNGAN
Kalau kita mau MENJADI PENYEMBAH YANG BENAR, kita harus MEMILIKI HATI yang dipenuhi RASA CINTA dan PASSION kepada Tuhan.

APLIKASI
1. Apakah saat ini Anda sudah memiliki waktu khusus untuk memuji dan menyembah Tuhan? Mengapa?
2. Adakah penghalang bagi Anda untuk menjadi penyembah yang benar? Sebutkan!
3. Komitmen apa yang bisa Anda buat dalam menyembah-Nya?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah mengingatkan kami agar kami menjadi penyembah-penyembah-Mu yang benar. Kami mau memiliki hati yang penuh dengan cinta dan gairah yang besar kepada-Mu. Sehingga kami selalu ingin tinggal di hadirat-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.