BAHAGIA ATAS KEBAHAGIAAN KELUARGA KITA (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Yesaya 9-1
Efesus 3

RHEMA HARI INI
Roma 12:15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!

Dina sungguh berbahagia saat mendengar adiknya, Rere, diterima menjadi PNS di Departemen Pekerjaan Umum Jakarta. Ia bersukacita seakan-akan ia sendiri yang diterima sebagai PNS. Sebagai anak pertama, dan yang juga turut memikirkan kehidupan adik-adiknya, Dina selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap langkahnya. Setiap kali ada pergumulan atau permasalahan yang dialami oleh adik-adiknya, ia selalu membawanya ke dalam mezbah keluarga. Puji Tuhan, satu per satu doa mereka mulai dijawab Tuhan, termasuk pemulihan dalam keluarganya.

Memang dalam satu keluarga, adakalanya terjadi keributan, pertikaian, perselisihan, dan masih banyak lagi. Namun, terkadang itu adalah jalan Tuhan dalam membentuk karakter kita. Bagaimanapun, dalam satu keluarga pasti ada beragam karakter. Oleh sebab itu, adanya rasa empati merupakan suatu hal yang sangat penting dalam memelihara kesatuan dan kebahagiaan keluarga. Salah satu wujud nyata dari rasa empati adalah turut berbahagia atas kebahagiaan anggota keluarga kita.

Bahkan, Rasul Paulus juga berkata “Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis.” Rasul Paulus tahu seberapa pentingnya untuk memiiliki hati yang bisa ikut berbahagia atas kebahagiaan orang lain. Oleh karena itu, jika saat ini kita sedang dalam suasana iri hati dan tidak senang atas kebahagiaan anggota keluarga kita, maka penting bagi kita untuk meminta pertolongan Roh Kudus. Kita tidak akan mampu jika dengan kekuatan kita sendiri, tetapi Roh Kuduslah yang akan menolong dan memampukan kita. Saat kita mampu berbahagia atas kebahagian saudara kita dan turut bersedih atas kesedihan saudara kita, maka kerukunan dan kesatuan pun akan bertumbuh dalam keluarga kita. Sehingga berkat Tuhan akan tercurah secara melimpah atas keluarga kita. Ambil komitmen untuk memiliki sikap hati yang seperti ini, yang juga bukan hanya ekspresi emosi sesaat, tetapi merupakan implikasi dari kedekatan kita dengan Tuhan.

RENUNGAN
MINTALAH kepada Roh Kudus supaya kita memiliki HATI yang bisa IKUT BERBAHAGIA dengan kebahagiaan keluarga kita.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda memiliki hati yang ikut berbahagia atas kebahagiaan anggota keluarga Anda? Jika sudah atau belum, mengapa demikian?
2. Menurut Anda, seberapa penting bagi kita untuk memiliki rasa empati terhadap anggota keluarga kita yang lain? Mengapa demikian?
3. Apa komitmen yang akan Anda ambil untuk dapat mengaplikasikan renungan hari ini? Tuliskan.

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, sungguh kami bersyukur atas kasih-Mu kepada kami. Ajar kami Tuhan untuk dapat meneladani kasih-Mu, sehingga kami pun dapat mengasihi keluarga kami. Berikan kami hati-Mu, hati yang lembut dan penuh kasih, hati yang penuh dengan rasa empati kepada sesama, agar nama-Mu dipermuliakan atas kehidupan kami Tuhan.
Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”