Mengasihi Pribadi Yesus Melebihi Mujizat-Nya [REKA]

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Amsal 1-2
1 Korintus 16

BACAAN HARI INI

Matius 22:33-40

RHEMA HARI INI

Matius 22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Saat menelusuri Kota Odate, Jepang, Hidesaburo Ueno mendapatkan seekor anjing berumur satu tahun. Ueno merawat anjing berjenis Akita Inu ini seperti anaknya sendiri. Setiap hari mereka berbagi ruangan dan makanan. Kedekatan Ueno dan anjingnya menciptakan sebuah kebiasaan yang unik. Setiap pagi, anjing tersebut mengantar Ueno ke stasiun untuk berangkat kerja. Menjelang malam, anjing yang sangat mengasihi majikannya ini akan kembali ke stasiun untuk menjemputnya. Suatu hari, Ueno tidak pernah kembali lagi karena meninggal akibat serangan jantung di tempat ia bekerja. Meskipun sang majikan tidak pernah kembali lagi, selama bertahun-tahun anjing tersebut tetap setia datang ke stasiun untuk menunggu majikannya pulang. Ia tetap mengasihi majikannya sekalipun sudah tidak merawatnya lagi. Anjing itu bernama Hachiko. Kisahnya menginspirasi banyak orang, sampai-sampai seorang seniman mendirikan monumen yang menyerupainya di dekat stasiun Shibuya, ceritanya pun juga diangkat menjadi novel dan film.

Lebih dari seorang Ueno yang mengasihi Hachiko, kita memiliki Yesus yang mengasihi kita tanpa syarat. Kalau Ueno hanya berbagi makanan dan ruangan saja dengan Hachiko, Yesus sudah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita. Bahkan kebangkitan-Nya membuktikan Dia berkuasa atas segalanya. Hari-hari ini, keadaan dunia semakin tidak menentu. Semua orang sangat membutuhkan mujizat dari Tuhan. Baik itu mujizat kesembuhan, mujizat pemulihan keluarga sampai mujizat keuangan. Namun, Tuhan tidak ingin kita mengasihi-Nya karena mujizat yang Dia miliki. Tuhan mau kita mengasihi-Nya dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi.

Sama seperti Maria Magdalena, Maria Ibu Yakobus, dan Salome yang terus mengasihi Yesus sekalipun Dia sudah mati dan mustahil membuat mujizat lagi, hendaklah kita juga demikian. Bila kita melakukannya, maka sama seperti Maria dan yang lainnya mengalami mujizat kebangkitan Yesus yang membawa kelepasan besar, kita pun akan mengalami hal yang sama. Kelepasan besar yang Tuhan berikan akan memampukan kita melaksanakan mandat untuk membebaskan bangsa kita.

RENUNGAN

Kasihilah Yesus karena PRIBADI-NYA, bukan hanya karena MUJIZAT-NYA.

APLIKASI

1. Sebesar Apa Anda mengasihi Yesus?
2. Mengapa Anda harus mengasihi Yesus melebihi mujizat-Nya?
3. Apa komitmen Anda dalam mengasih Yesus?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa yang baik, terima kasih sudah mati dan bangkit untuk kami. Kami tahu, semua itu Engkau lakukan karena Engkau punya rencana yang besar bagi bangsa ini melalui hidup kami. Mulai saat ini, kami berkomitmen mengasihiMu lebih sungguh lagi, melebihi kerinduan kami dalam menantikan mujizat-Mu, supaya kami bisa mengalami kelepasan besar dalam hidup kami dan menjadi terang di tengah-tengah bangsa ini. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”