MENYINGKIRKAN SEMAK BELUKAR DALAM HIDUP KITA (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 1-2
Ibrani 11:1-19

RHEMA HARI INI
Yeremia 4:14 Bersihkanlah hatimu dari kejahatan, hai Yerusalem, supaya engkau diselamatkan! Berapa lama lagi tinggal di dalam hatimu rancangan-rancangan kedurjanaanmu?

The Malcolm Baldrige National Quality Award adalah penghargaan tertinggi yang bisa diraih oleh perusahaan di Amerika. Untuk memenangkan penghargaan tersebut, sebuah perusahaan harus menghasilkan produk dengan kualitas terbaik di negeri itu. Pada tahun 1988, enam puluh enam perusahaan besar bersaing untuk mendapatkan penghargaan tersebut. Pemenangnya adalah Motorola. Motorola sendiri mulai mengejar penghargaan tersebut sejak tahun 1981. Mereka mengirimkan tim khusus ke organisasi terkemuka di dunia untuk belajar meningkatkan performa perusahaan dan kualitas produk mereka.

Salah satu langkah yang harus mereka lakukan adalah dengan mengurangi jumlah barang cacat dalam produksi mereka. Para pekerja diberi tanggung jawab untuk mengidentifikasi kesalahan dan diberi imbalan khusus. Teknik ini pun membuahkan hasil. Perusahaan tersebut berhasil menyederhanakan bagian-bagian ponsel dari 1.378 komponen menjadi 523 saja. Pada akhirnya, Motorola mampu memproduksi ponsel yang 99,9997% bebas cacat, dengan biaya yang lebih hemat sebesar 250 juta dolar, termasuk pendapatan yang meningkat 23% dan kenaikan laba 44%.

Sama halnya dengan perusahaan Motorola, Tuhan pun sudah merancang kita dengan potensi yang luar biasa, yaitu untuk bertumbuh dan berbuah lebat. Namun bersamaan dengan pertumbuhan kita, dunia juga menumbuhkan tanaman liar yang sesungguhnya tidak kita harapkan. Semak belukar itu tumbuh, berkompetisi, dan bersaing dengan tanaman baik yang dirancang Tuhan dalam hidup kita. Dengan kata lain, semak duri itu adalah sesuatu yang membuat kita tidak bisa bertumbuh dan berbuah lebat. Bermalas-malasan, menghabiskan waktu untuk bermain gadget, pergaulan buruk, hobi yang berlebihan, pola makan yang tidak sehat, dan masih banyak lagi. Ambillah komitmen untuk mengurangi dan membersihkan diri dari semak belukar dalam hidup kita. Karena dengan keadaan yang bersih dari semak belukar, kita akan dapat bertumbuh dengan sehat dan berbuah lebat bagi kemuliaan nama Tuhan.

RENUNGAN
Ambillah KOMITMEN MEMBERSIHKAN DIRI dan MENGIDENTIFIKASI semak belukar dalam hidup kita.

APLIKASI
1. Adakah semak belukar yang masih bertumbuh dalam hidup Anda? Apa dampak dari semak belukar tersebut dalam hidup Anda?
2. Menurut Anda, mengapa penting bagi kita untuk membersihkan dan mengidentifikasi semak belukar dalam hidup kita?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil agar semak belukar tidak lagi bertumbuh dalam hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami mengucap syukur untuk segala potensi dan kemuliaan yang Kau berikan dalam hidup kami. Kami rindu hidup kami senantiasa berkenan bagi-Mu. Ajar kami untuk dapat membersihkan semak belukar dalam diri kami, agar hidup kami senantiasa sesuai kehendak-Mu.
Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

1 Samuel 17-18
Lukas 11:1-28

BACAAN HARI INI

Roma 10:8-11

RHEMA HARI INI

Roma 10:8 Tetapi apakah katanya? Ini: “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan.

Seperti yang kita ketahui dalam pelajaran sejarah, selama ratusan tahun bangsa Indonesia hidup dalam penjajahan beberapa negara asing. Sampai ketika beberapa peristiwa penting terjadi di tahun 1942-1945 dan membuka kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk merdeka. Dengan sigap, beberapa tokoh penting segera bergerak untuk merumuskan teks proklamasi kemerdekaan. Hingga akhirnya, pada tanggal 17 Agustus 1945, teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan pertama kalinya oleh presiden pertama Indonesia, yaitu Ir. Soekarno.

Setelah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, perjuangan bangsa Indonesia belumlah selesai. Berita proklamasi harus disebarkan ke seluruh pelosok negeri, bahkan ke seluruh penjuru dunia. Padahal pada zaman itu, sarana komunikasi dan transportasi masih sangat terbatas, sehingga dibutuhkan waktu beberapa lama sampai seluruh rakyat menerima berita kemerdekaan Indonesia. Saat berita itu sampai ke telinga rakyat, tentu saja mereka pun menyambutnya dengan semangat yang tinggi. Dengan berapi-api rakyat memberikan kontribusi di daerah-daerah untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, yang ditandai dengan adanya beberapa peristiwa pertempuran seperti yang terjadi di Bandung, Surabaya, Ambarawa, dan Sumatera. Sampai kemerdekaan bangsa kita benar-benar diakui oleh bangsa-bangsa.

Apa yang dahulunya dialami bangsa kita, tanpa kita sadari, kita pun juga mengalaminya dalam kehidupan kita sehari-hari. Ada beberapa dari kita yang mungkin sudah bertahun-tahun hidup dijajah dengan pergumulan-pergumulan kita sendiri, bahkan bisa jadi iman kita sudah mulai lelah berperang melawannya. Sama seperti bangsa Indonesia yang 74 tahun lalu memproklamirkan kemenangannya atas penjajah, yang kemudian membangkitkan semangat juang para pahlawan dan seluruh rakyat untuk merebut serta mempertahankan kemerdekaan; kita pun perlu mendeklarasikan kemenangan kita. Karena dengan mendeklarasikan kemenangan, sejatinya kita tidak hanya sedang membangun iman kita, tetapi juga membuat musuh gentar. Ya, kita memerlukan ledakan iman yang besar untuk merebut serta mempertahankan kemenangan kita, dan salah satu caranya adalah dengan mendeklarasikan kemenangan kita.

RENUNGAN

Supaya kita bisa mengalami LEDAKAN IMAN, kita perlu MENDEKLARASIKAN KEMENANGAN kita.

APLIKASI

1. Sudahkah Anda mendeklarasikan kemenangan Anda?
2. Menurut Anda, mengapa Anda perlu mendeklarasikan kemenangan Anda?
3. Bagaimana deklarasi kemenangan dapat membawa ledakan iman terjadi?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan, kami mau belajar untuk melangkah dalam iman, karena kami tahu, hanya dengan iman sajalah kami dapat mencapai kemenangan. Maka, saat ini juga, kami mau mendeklarasikan kemenangan kami. Kami percaya bahwa kami sudah menang atas segala pergumulan dan persoalan hidup kami. Dan mulai hari ini, iman kami sudah dibangkitkan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”