Jangan Ada Kata Menyerah Dalam Kamus Hidup Kita [RESIKA]

BACAAN HARI INI
Filipi 4:2-9

RHEMA HARI INI
Filipi 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Nama Harry Potter pertama kali muncul di akhir tahun 90-an. Novel fiksi karangan J.K Rowling ini begitu mendunia. Penggemarnya tersebar di seluruh dunia, bukan hanya anak-anak tapi orang dewasa juga menyukainya. Di balik kesuksesannya, J.K Rowling mengalami saat-saat berat dan penuh kesukaran selama waktu penulisan seri pertama Harry Potter. Kematian ibundanya di awal penulisan cerita sangat mempengaruhi tulisan Rowling. Ia menuangkan kesedihan dan rasa kehilangannya yang mendalam, sebagai perasaan tokoh Harry Potter yang juga kehilangan orangtuanya. Setelahnya Rowling juga mengalami masa-masa kelam, perceraian yang mengharuskannya menghidupi bayi perempuannya seorang diri dalam keadaan tanpa pekerjaan. Meski demikian Rowling menanggapi hal ini sebagai sebuah kesempatan untuknya, yaitu mempunyai lebih banyak waktu untuk menulis.

Sepanjang waktu-waktu ini, Rowling sempat di diagnosa mengidap depresi dan memiliki kecenderungan untuk bunuh diri. Kondisinya ini yang menginspirasi terciptanya tokoh Dementor yang mengerikan.  Perlu waktu 5 tahun untuk menulis seri pertama Harry Potter. Rowling menggunakan setiap waktu yang memungkinkan untuk menyelesaikannya. Putrinya yang hanya bisa tertidur jika diajak jalan-jalan, membuat Rowling sering membuat tulisannya di kafe-kafe yang ditemuinya saat menidurkan anaknya. Kini, setelah melalui penolakan dari 12 penerbit, Harry Potter adalah novel best seller dan memecahkah rekor penjualan tercepat. Hari pertama dirilis, seri terakhir Harry Potter terjual 11 juta kopi hanya di Inggris dan USA saja, belum termasuk yang diterjemahkan ke 65 bahasa lain.

Kisah hidup J.K Rowling memberi kita inspirasi untuk tidak pernah menyerah dengan keadaan. Bahkan keadaan paling buruk pun, bisa ia jadikan batu loncatan. Saat ini mungkin kita sedang berada dalam masa krisis, tapi jangan biarkan krisis ini melemahkan kita. HAPUS kata-kata menyerah, putus asa dan kata-kata negatif lainnya dari kamus hidup kita. Selain tidak berguna, karena tidak mengubah apapun dari keadaan kita, kata-kata negatif justru membuat kita semakin loyo dan kehilangan semangat juang. Sebaliknya, pikirkanlah dan ucapkan perkataan-perkataan positif yang akan semakin membangun ketahanan iman kita (Filipi 4:8). Tuhan Yesus memberkati. (ABU)

RENUNGAN
Di masa krisis, HAPUSLAH KATA-KATA menyerah, kalah, habis, hancur, atau putus asa dari KAMUS HIDUP kita.

APLIKASI
1.    Seberapa sering Anda menggunakan kata-kata negatif dalam ucapan Anda?
2.    Apa efek yang Anda rasakan setelah mengucapkan kata-kata bernada negatif? Apa bedanya dengan saat Anda berkata-kata positif?
3.    Apa yang bisa Anda mulai lakukan untuk menghapus kata-kata negatif dari kamus hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI
Tuhan Yesus, ampunilah kami yang seringkali berpikir untuk menyerah. Sadar atau tidak, kami mengatakan kata-kata yang justru makin melemahkan iman kami sendiri. Tolong kami Tuhan, untuk mengubah perkataan kami. Taruhlah perkataan positif yang membangun iman kami maupun orang lain dalam lidah kami. Terimakasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.