Responilah Rhema Dengan Benar

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Ulangan 30:11-20

RHEMA HARI INI
Ulangan 30:17-18a Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya, maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa;

Ps. E.A. Adeboye lahir dari keluarga yang sangat miskin, tetapi Tuhan beri kecerdasan dan daya juang yang besar baginya. Keinginanya untuk hidup sukses, mendorongnya berhasil meraih gelar Sarjana Matematika, Master Hidro Dinamika, dan Doktor Matematika Terapan. Keberhasilannya dalam bidang akademis membuatnya berhasil menjadi rektor termuda di Afrika. Melayani Tuhan dengan menterjemahkan khotbah-khotbah gembala sidang gereja RCCG ke dalam bahasa Inggris. Di tengah keberhasilannya itu dia mendapat rhema untuk mempersembahkan semua miliknya kepada Tuhan, cintanya kepada Tuhan membuat E.A. Adeboye taat, dan mempersembahkan semua hartanya untuk Tuhan.

Tuhan tidak mau berhutang, Tuhan angkat dia, pada tahun 1981 E.A. Adeboye dilantik menjadi Pemimpin Gereja RCCG menggantikan Rev. Josiah Akindayomi yang meninggal dunia pada tahun sebelumnya. Dalam penggembalaannya, gereja RCCG mengalami pertumbuhan yang luar biasa, saat ini tercatat RCCG memiliki gereja dengan bangunan fisik terbesar, 3000m x 3000m persegi, 32 ribu gereja cabang di Nigeria, 700 gereja di Inggris, serta lebih dari 1000 gereja cabang di Amerika, dengan jemaat berjuta-juta jiwa. Tahun 2008, majalah Newsweek menulis, Ps. E.A. Adeboye menjadi salah satu dari lima puluh orang paling berkuasa di dunia.

Ps. E.A. Adeboye mengalami mujizat sebab merespon dengan benar rhema Firman Tuhan yang didapatnya. Rhema yang sama didengar banyak orang, tetapi saat mereka memiliki pertimbangan dan pemikiran yang berbeda, mereka kehilangan mujizat itu. Hari ini kita mendapat teladan yang luar biasa dari rahasia mujizat Tuhan yang dialami Ps. E.A. Adeboye, menjadi renungan kita bersama, bagaimana dengan kita selama ini? Sudahkah kita mau belajar taat dengan setiap rhema Firman Tuhan yang kita dapat? Disaat kita menjalani hidup dengan pola pikir kita sendiri, berarti kita juga akan mendapatkan hal yang juga biasa kita peroleh selama ini. Sebaliknya ketika kita taat pada rhema Firman Tuhan, maka sesuatu yang dari Tuhan juga yang akan terjadi dalam hidup kita. Responi rhema Firman Tuhan dengan benar, maka mujizat dan urapan berkuasa dari Tuhan akan disediakan bagi kita. Amin.

RENUNGAN
Jangan sampai kita KEHILANGAN MUJIZAT gara-gara TIDAK MAMPU MEMAHAMI RHEMA FIRMAN TUHAN yang sangat berbeda dari dugaan kita.

APLIKASI
1. Apakah Anda pernah menerima rhema firman Tuhan?
2. Rhema apakah yang sudah pernah Anda terima?
3. Apa komitmen yang akan Anda buat supaya Anda bisa memiliki reaksi yang benar terhadap rhema firman Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, mampukan kami untuk memiliki ketaatan dan respon yang benar atas setiap rhema Firman Tuhan yang Engkau berikan kepada kami. Kami percaya hidup kami akan mengalami kemuliaan-MU. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.