Roh Yang Memberi Kehidupan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Lukas 20 :27-38

RHEMA HARI INI
Lukas 20:38 Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.

Helen Keller lahir normal di Tuscumbia Alabama pada tahun 1880. Usia 19 bulan ia terserang penyakit yang menyebabkan buta dan tuli. Ia menjadi frustrasi karena kesulitan berkomunikasi. Ia menjadi sering marah dan sulit diajar. Pada usia 7 tahun orang tuanya mempercayai Anne Sullivan menjadi guru pribadi dan pembimbing Helen. Dengan penuh kasih dan kesabaran Anne membimbing dan mengajar Helen untuk kembali mendapatkan kepercayaan dirinya. Ia belajar bahasa Perancis, Jerman, Yunani, Latin dan sudah barang tentu bahasa Inggris lewat Braille. Pada usia 20 tahun ia kuliah di Radcliffe College. Dalam 4 tahun Helen lulus dengan predikat magna cum laude. Ia adalah tuna netra dan tuna rungu pertama yang lulus dari universitas. Helen berkeliling Amerika untuk menjadi penulis, aktivis politik, konselor dan dosen. Ia juga mengunjungi para tentara di sekeliling Eropa yang terlibat Perang Dunia II. Helen memenangkan berbagai penghargaan karena aktivitasnya, bahkan kisah hidupnya memenangkan dua piala oscar. Menulis buku yang menjadi literatur klasik di Amerika dan diterjemahkan dalam 50 bahasa. Diundang dan berbicara dengan para Presiden, mendirikan yayasan dan mengumpulkan dana bagi kemanusiaan.

Helen yang sempat frustrasi karena penyakit dan cacat fisiknya, berhasil bangkit dan mendapatkan kembali kehidupannya, bahkan prestasinya melonjak luar biasa. Bagaimana dengan kita? Kita mungkin merasa sedang kalah, kalah oleh penyakit, kalah oleh keadaan, kalah oleh masalah keuangan. Mungkin saudara merasa pernikahannya sedang hancur, masa depan kita sudah binasa, kita jadi bahan tertawaan orang-orang karena kekalahan kita. Jangan frustrasi, jangan putus asa. Tuhan belum selesai dengan kita, Tuhan sudah berikan Penolong, Penghibur dan Pembimbing yang sesungguhnya yaitu Roh Kudus, Roh Kehidupan.

Hari ini, buka hati untuk menerima Roh Kudus. Roh Kudus selalu datang dengan kehidupan yang baru. Ketika kita menerima dengan hati terbuka dan kita menurut apa yang dimau-Nya, Dia akan mengubah hidup kita. Dia akan membalikkan kehidupan kita lebih dari peran Anne bagi Helen Keller. Roh Kudus akan membawa kita naik dan terus naik tidak pernah turun. Kita akan menjadi kepala bukan ekor. Masa depan kita adalah pasti, masa depan yang gilang gemilang penuh harapan. Kita menjadi hebat sebab Roh Kudus Yang Maha Hebat ada dalam hidup kita.

RENUNGAN
ROH KUDUS yang menghidupkan SELALU MEMBERI KEHIDUPAN, sehingga TIDAK ADA KEMATIAN.

APLIKASI
1. Adakah sesuatu hal yang membuat Anda merasa frustasi karena selalu kalah di area tersebut?
2. Perubahan apa yang Anda inginkan terjadi dalam hidup Anda?
3. Setelah mengetahui ada Roh Allah yang bisa membantu Anda, apa yang Anda rasakan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami buka hati dan mengundang Roh Kudus-Mu untuk masuk dan memenuhi hati kami. Supaya tidak ada tempat lagi bagi ketakutan dan keraguan dalam hati kami, sebab roh yang memenuhi kami adalah roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Roh yang membawa kehidupan dalam setiap aspek kehidupan kami. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.