Rusak Karena Tidak Ibadah

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
2 Tawarikh 27:1-9

RHEMA HARI INI
2 Tawarikh 27:2 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Uzia, ayahnya, hanya ia tidak memasuki Bait TUHAN. Tetapi rakyat masih saja melakukan hal yang merusak.

“Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.” Peribahasa tersebut memiliki arti hanya karena kesalahan kecil yang nampak tiada artinya, seluruh persoalan menjadi kacau dan berantakan. Itulah yang terjadi dalam hidup Raja Yotam. Ia dikenal sebagai raja yang sangat baik, hidupnya tidak bercela, bijaksana, keluarganya baik, pemerintahannya baik, dan ia terhitung sebagai raja yang sukses di jamannya. Alkitab mencatat hanya satu saja yang menjadi kekurangannya, yaitu ia tidak memasuki Bait Tuhan yang artinya ia tidak punya komitmen dalam hal beribadah di rumah Allah atau gereja. Ironisnya, satu kekurangan Raja Yotam ini menjadi sebuah celah bagi iblis yang mengakibatkan bangsa Israel pada masa pemerintahannya masih saja melakukan hal yang merusak.

Hari-hari ini ada anak-anak Tuhan yang berpikir bahwa yang penting percaya Tuhan Yesus, yang penting baca firman dan berdoa setiap hari, yang penting banyak berbuat baik, tidak perlu datang beribadah ke gereja. Perlu kita ketahui bahwa sikap yang menganggap bahwa beribadah di gereja itu tidak penting adalah sikap yang pada akhirnya nanti bisa menghancurkan hidup kita. Itu akan menjadi sebuah celah dalam hidup kita yang bisa dipakai oleh iblis untuk merusak dan menghancurkan hidup kita.

Itu sebabnya jangan sampai kita meremehkan arti ibadah di gereja. Ya, kita bisa memuji menyembah Tuhan sendiri di rumah, kita juga bisa membaca dan merenungkan firman Tuhan sendiri di rumah, tetapi satu yang tidak bisa kita dapatkan selain dalam ibadah di gereja adalah atmosfir hadirat serta pengurapan Tuhan. Dalam atmosfir hadirat dan pengurapan Tuhan itulah iman kita bisa bertumbuh dengan baik sehingga perjalanan hidup kita akan terus tertuntun menuju kepada rencana Tuhan yang besar bagi hidup kita.

RENUNGAN
Jadi orang yang baik saja tidak cukup, KETIDAKSUNGGUHAN BERIBADAH bisa mendatangkan KERUSAKAN dan KEMEROSOTAN dalam hidup kita.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda rutin beribadah di gereja?
2. Mengapa kita harus komitmen untuk rutin beribadah di gereja?
3. Langkah apa yang akan Anda ambil supaya Anda tidak mengalami kemerosotan rohani dalam hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, kami mengucap syukur atas pengajaran-MU yang sangat membangun bagi hidup kami. Berikan kami kesetiaan untuk rajin beribadah di gereja sehingga hidup kami tertuntun masuk dalam rencana-MU yang sangat besar dalam hidup kami. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.