Saya Sembuh dari Penyakit Asma Keturunan!

Sebelumnya saya bukan orang Kristen. Saya diajak teman-teman mengenal Tuhan Yesus di Keluarga Allah. Saya mengalami kesembuhan ketika mengikuti ibadah KKR tahun yang lalu. Ketika saya dibaptis dan masuk kelompok sel, saya tidak tahu apa itu KKR. Ketika mengikutinya pun saya merasa biasa-biasa saja. Pada saat ada orang memberikan kesaksian, saya mendapat lawatan Tuhan sehingga tertawa-tawa sendiri.

Saya memiliki penyakit asma keturunan. Sejak saya kecil sampai tahun lalu, asma saya selalu kambuh sehingga obat tidak pernah lupa saya bawa. Saya kesulitan tidur karena posisi tidur seperti apapun akan membuat saya tidak bisa bernapas dengan baik. Sampai saya ingin tahu sebenarnya ada apa dalam tubuh saya karena saya merasa tidak kuat. Setiap kena angin malam atau batuk sedikit saja pasti asma saya kambuh.

Pada ibadah KKR hari terakhir, saya tertawa terus dengan tangan menepuk dada saya dan rasanya langsung plong. Selama setahun kemarin saya selalu mengikuti ibadah jam tujuh malam dan saya tidak pernah lagi sesak napas. Puji Tuhan saya sudah disembuhkan. Sampai saat ini saya berdiri di mimbar, asma saya hilang.

Pada KKR tahun ini saya juga mengalami hal yang luar biasa. Saya membuka hati dan membiarkan Tuhan bekerja melawat saya dengan bebas. Saya didoakan dan rebah, bahkan bibir saya berkata-kata sendiri dan tubuh saya berputar-putar. Ketika pulang, saya merasa hidup saya menjadi baru. Pikiran dan hati saya menjadi baru. Ada dorongan dalam hati saya untuk bersaksi, tapi saya takut melihat begitu banyak orang di sini.

Saya merasakan sukacita dan damai sejahtera yang melimpah, sekalipun mendengar perkataan orang yang tidak enak tapi hati saya tetap semeleh. Di keyakinan saya dulu tidak ada yang seperti ini, tapi Tuhan Yesus saya dapatkan semuanya, baik kesembuhan, sukacita, mujizat bahkan damai sejahtera.

Saya berterima kasih kepada PKS saya yang terus mendorong saya untuk datang KKR. Bahkan kemarin pada saat KKR saya dilawat Tuhan sehingga bisa berbahasa Roh padahal sebelumnya saya tidak bisa berbahasa roh. Demikian kesaksian saya dan Tuhan memberkati.

Bp. Bambang Juari