Segala Yang Terjadi Membuatku Dekat Dengan-Nya

Shallom saudara semua, mujizat kebaikan Tuhan ini sudah saya alami sekitar 5 tahun yang lalu, di kesempatan ini saya mau bersaksi bahwa mujizat Tuhan itu nyata sampai selamanya. Kurang lebih 5 tahun yang lalu pada saat saya duduk di kelas 2 SMA kaki jempol saya mengalami sakit karena ujung kukunya masuk ke dalam daging dan akhirnya jadi bengkak dan bernanah. Itu saya alami beberapa bulan. Dan saya harus menjalani 2x operasi cabut kuku, sehingga saat sekolah pun saya tidak bisa menggunakan sepatu seperti teman-teman lainnya. Saya harus minta kebijakan dari suster kepala sekolah saya pada awaktu itu, dan puji Tuhan, suster kepala sekolah saya mau mengerti dan mengijinkan saya untuk tidak menggunakan sepatu sekolah. Pada saat itu, tidak sedikit juga teman-teman yang meledek saya dan mengatakan kalau saya pura-pura sakit agar bisa pakai sandal ke sekolah, walaupun mereka tentu saja melihat bahwa jempol saya di perban selama sekian bulan.

Dari operasi yang pertama, rasa sakitnya bukan main saudara, kaki kuku jempol kiri saya utuh dicabut dan bagian dagingnya dipotong dengan maksud agar kejadian kukunya menancap ini tidak terulang lagi, tapi apa boleh buat kejadian ini terulang lagi, dan saya harus menjalani operasi untuk kedua kalinya. Bukan hanya soal rasa sakit yang amat sangat yang saya alami, tapi biaya untuk operasi ini juga tidak murah bagi keluarga kami. Setelah operasi yang kedua, kuku saya mulai tumbuh lagi dan terulang lagi untuk ketiga kali. Pada saat itu, Mama dan saya berdoa, agar kaki saya bisa sembuh tanpa harus operasi. Dan saat saya dan Mama angkat tangan, Tuhan pun turun tangan. Mama pun akhirnya mendapat cerita dari saudaranya di Jawa Barat yang tahu soal pengobatan tradisonal untuk mengempeskan kaki bengkak dan bernanah tanpa harus operasi, dengan menggunakan daun obat. Setelah itu Mama saya mencari-cari daun obat tersebut, yang sebenarnya adalah tanaman liar. Di satu pagi, saat Mama sedang berjalan kaki mencari daun obat tersebut, ada seorang bapak becak yang mendatangi Mama dan bertanya apa yang Mama saya sedang lakukan. Setelah Mama menjelaskan bahwa sedang mencari daun obat dengan menceritakan ciri-ciri daunnya, dan puji Tuhan sekali, bapak becak tersebut tahu di mana letak tanaman tersebut.

Singkat cerita kaki jempol kiri saya bisa sembuh tanpa harus operasi untuk ketiga kalinya. Saya bersyukur bahwa Tuhan sangat peduli sama saya, walau saya harus menjalani 2x operasi sebelumnya, tapi pada akhirnya saya tahu bahwa kebaikan dan mujizat Tuhan tidak pernah terlambat pada waktuNYA. Sekian kesaksian dari saya, semoga saudara yang saat ini sedang mengalami sakit penyakit tetap terus yakin dan percaya, bahwa tidak ada pencobaan yang melebihi kekuatan kita, dan kalau saat ini kita diberikan masa-masa untuk menjalani sakit penyakit, itu adalah cara Tuhan agar kita lebih dekat lagi sama Tuhan dan mau selalu mengandalkan Tuhan dalam hidup kita.

Claresta Denise – Pelayan Ibadah GBIKA Solo