Semangat Bangkit Kembali

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Amsal 18:1-24

RHEMA HARI INI
Amsal 18:14 Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?

Kesulitan ekonomi merupakan masalah besar bagi Santi beberapa tahun belakangan ini. Ia sudah bekerja keras dengan rajin dan sungguh-sungguh. Tapi awan setelapak tangan tak kunjung nampak dalam hidup Santi. Dari hari ke hari ia berjuang untuk menghidupi ke 2 anak dan suaminya yang sakit. Menyediakan makanan kerap kali membuat hati Santi sedih, ia tidak mampu membelikan daging atau ikan untuk keluarganya. Hanya sayur, tahu, tempe dan terkadang telur yang bisa ia masak dan hidangkan. Terkadang rasanya ia ingin menyerah saja dan tidak mau melakukan apa-apa. Semangatnya terkikis habis karena fisiknya lelah dan beban pikiran yang berat.

Sampai suatu hari Santi tersungkur di hadapan Tuhan. Ia curahkan segala beban hati dan ia mengadukan semangatnya yang patah. Santi menangis putus asa dan tak tahu lagi harus berbuat apa. Lalu Tuhan menaruh hikmat kepada Santi, Tuhan ingatkan kecakapan Santi dalam memasak. Karena keterbatasan bahan, Santi jadi kreatif mengolah berbagai bahan masakan sederhana menjadi makanan yang di sukai oleh keluarganya. Ia bisa mengolah dengan cara-cara yang tidak biasa namun menghasilkan rasa yang enak walaupun tanpa daging ataupun ikan. Semangat Santi mulai timbul, ia mendapat ide untuk menjual masakan vegetarian. Ia coba tawarkan pada teman-temannya, dan ternyata banyak yang menyukai masakan Santi. Pesanan demi pesanan mengalir, sampai Santi bisa membuka usaha katering dan rumah makan khusus vegetarian. Dari keterbatasan Tuhan ubahkan jadi keistimewaan yang membawa kesuksesan dalam hidup Santi.

Selama masih ada semangat dan keinginan untuk bangkit, maka selalu akan ada harapan. Tuhan rindu untuk menolong dan memberkati kita, Dia hanya ingin pengakuan dan pernyataan kita. Jika kita mengandalkan kekuatan dan kemampuan sebagai manusia pasti di satu titik kita akan menemui jalan buntu. Semangat dan harapan pun bisa lenyap sebab kita adalah manusia yang sangat terbatas. Jadikan Tuhan Yesus sebagai satu-satunya sumber harapan, sumber semangat dan sumber kekuatan kita, maka Tuhan akan bekerja membalikkan keadaan dan menjadikan kita sebagai pemenang dalam berbagai tantangan. (PF)

RENUNGAN
Selama kita punya SEMANGAT dan mau BANGKIT KEMBALI, Tuhan akan MEMBALIKKAN KEADAAN dan kita akan keluar sebagai PEMENANG.

APLIKASI
1. Apakah Anda pernah mengalami keadaan yang sangat tidak bersemangat dan putus asa?
2. Apa yang membuat Anda kehilangan semangat? Kepada siapa Anda bergantung?
3. Bila Anda mengingat kebesaran dan apa apa yang mampu Tuhan lakukan, apa yang Anda rasakan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus terimakasih atas kesabaran-Mu terhadap kami. Ampuni kami yang seringkali mengandalkan kemampuan dan usaha kami sendiri hingga akhirnya kami putus asa dan kehilangan semangat. Hanya Engkau Tuhan yang memberi kami harapan, bersama-Mu kami cakap menanggung segala sesuatu. Didalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.