29 November 2015: Semua Baik

BACAAN HARI INI

Efesus 5:1-33

RHEMA HARI INI

Efesus 5:20 dan senantiasa mengucap syukur atas segala perkara kepada Allah, yaitu Bapa dengan nama Tuhan kita Yesus Kristus,

Ada seorang pria, tidak lolos ujian masuk universitas, orang tuanya pun menikahkan ia dengan seorang wanita. Setelah menikah, ia mengajar di sekolah dasar. Karena tidak punya pengalaman, maka belum satu minggu mengajar sudah dikeluarkan. Setelah pulang ke rumah, sang istri menghapuskan air mata nya, menghiburnya dengan berkata: “Banyak ilmu di dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada orang yang tidak bisa menuangkannya. Tidak perlu bersedih karena hal ini. mungkin ada pekerjaan yang lebih cocok untukmu sedang menantimu.” Kemudian, ia pergi bekerja keluar, juga dipecat oleh bosnya, karena gerakannya yang lambat. Saat itu sang istri berkata padanya, kegesitan tangan-kaki setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, dan kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat? Kemudian ia bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun yang berhasil, semuanya gagal di tengah jalan. Namun, setiap kali ia pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, tidak pernah mengeluh. Ketika sudah berumur 30 tahun-an, ia mulai dapat berkat sedikit melalui bakat berbahasanya, menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tuna rungu wicara. Kemudian, ia membuka sekolah siswa cacat, dan akhirnya ia bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota. Ia sudah menjadi bos yang memiliki harta kekayaan berlimpah. Suatu hari, ia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri, bahwa ketika dirinya sendiri saja sudah merasakan masa depan yang suram, mengapa engkau tetap begitu percaya kepada ku? Ternyata jawaban sang istri sangat polos dan sederhana. Sang istri menjawab: sebidang tanah, tidak cocok untuk menanam gandum, bisa dicoba menanam kacang, jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, bisa ditanam buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam pasti bisa berbunga. Karena sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, dan pasti bisa menghasilkan panen dari nya.
Apa yang menjadi prinsip hidup dari sang istri dalam kisah diatas adalah tanda bahwa sang istri memiliki hati yang senantiasa bisa mengucap syukur. Ia tidak hanya mengucap syukur saat keadaan baik saja, tetapi ia juga bisa mengucap syukur saat keadaan belum baik. Hanya orang-orang yang dewasa rohanilah yang bisa mengucap syukur dalam keadaan baik atau tidak baik.
Apakah Anda belum bisa mengucap syukur ketika Anda berada di lembah permasalahan serta pergumulan? Itu tandanya Anda perlu minta pertolongan Roh Kudus untuk menolong Anda memiliki iman yang mantap serta kedewasaan rohani sehingga Anda bisa mengucap syukur dalam segala perkara.

RENUNGAN

Perlu orang yang DEWASA ROHANI untuk bisa bersyukur saat ada di puncak dan saat ada di lembah.

APLIKASI

Langkah apa yang akan Anda lakukan supaya bisa mengucap syukur dalam segala perkara?

DOA UNTUK HARI INI

Ajar kami untuk mengucap syukur dalam segala perkara ya Tuhan. Kami percaya bahwa Engkau turut bekerja dalam segala sesuatu dan semua yang Engkau ijinkan terjadi dalam hidup kami semuanya baik adanya. Terimakasih Tuhan, Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Mazmur 121,123-125, 128-130