Sensitif Akibat Luka Hati

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Efesus 4:17-32

RHEMA HARI INI
Efesus 4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

Sedikit-sedikit marah, tersinggung dan menyalahkan orang lain. Itulah yang sering dilakukan oleh Bu Rita. Akhir-akhir ini Bu Rita menjadi pribadi yang sangat sensitif, apalagi jika berkaitan dengan suaminya. Usut punya usut, ternyata Bu Rita mengalami sakit hati yang mendalam terhadap suaminya. Dia tidak mempercayai suaminya dan selalu menyalahkannya. Apapun yang dilakukan oleh suaminya, entah benar atau salah selalu saja dianggap salah oleh Bu Rita. Bukan itu saja, Bu Rita juga menjadi pribadi yang sangat sensitif, setiap kali ada yang menasehati dia akan langsung meninggalkan orang tersebut dan terus menggerutu. Bu Rita selalu merasa menjadi orang yang paling menderita di dunia ini.

Apa yang dialami dan dirasakan Bu Rita tersebut mungkin sering kita jumpai terjadi juga di sekeliling kita. Mungkin ada rekan kerja kita, teman sekolah/kuliah, anggota keluarga kita atau bahkan kita sendiri demikian. Tahukah kita, bila hal seperti itu jika dibiarkan terus menerus akan mencuri damai sejahtera dan sukacita kita? Mengapa? Karena itu adalah ciri-ciri dari orang yang mengalami luka hati dan belum bisa melepaskan pengampunan. Sehingga apapun yang diperbuat oleh orang yang dia rasa sudah menyakitinya selalu saja dianggap salah. Orang dengan luka hati tidak akan bisa melihat hal yang baik dan positif, khususnya dari orang yang sudah menyakitinya.

Orang yang jiwanya terluka akan menjadi pribadi yang sangat mudah tersinggung dan kecewa oleh hal-hal yang sepele. Ada begitu banyak hal yang bisa membuat kita tersinggung, kecewa dan marah. Bahkan sukar sekali bagi kita sendiri untuk mengendalikan emosi kita yang sering meledak-ledak dan lepas kendali. Kalau ada yang tidak cocok dengan hati kita, maka kita cepat sekali marah dan selalu menyalahkan orang lain. Bahkan perkataan kita akan sering bernada sinis dan merendahkan orang lain. Kita tidak pernah salah, orang lain yang salah. Jika demikian, segeralah datang kepada Tuhan Yesus meminta pengampunan. Ampunilah orang yang sudah membuat hati kita terluka. Percayalah di tahun Mujizat Besar ini, Tuhan akan melakukan mujizat kesembuhan bagi batin kita. Dia Allah yang sanggup dan pasti akan memberikan kesembuhan bagi jiwa kita.(LEW)

RENUNGAN
Tuhan ingin MEMULIHKAN LUKA HATI yang membuat kita menjadi PRIBADI YANG SANGAT SENSITIF dan SERING MENYALAHKAN orang lain.

APLIKASI
1. Adakah Anda mengalami luka hati kepada seseorang dan membuat Anda sering menyalahkan orang tersebut? Kepada siapa?
2. Bagaimana perasaan Anda ketika mengalami luka hati yang membuat Anda menjadi sangat sensitif dan sering menyalahkan orang lain?
3. Sebutkan komitmen Anda agar dipulihkan dari luka hati yang membuat Anda menjadi pribadi yang sensitif dan sering menyalahkan orang lain!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, ampunilah kami jika saat ini kami masih menyimpan luka hati kepada orang lain. Kami tidak mau menjadi pribadi yang sensitif dan sering menyalahkan orang lain. Mampukan kami melepaskan pengampunan kepada orang yang menyakiti kami, ya Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.