Sentuhan Kasih Allah Memulihkan Luka Hati

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Mazmur 147:1-20

RHEMA HARI INI
Mazmur 147:3 Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;

Tidak ada seorang pun yang mau mengalami luka hati. Namun, dalam hidup ini, hati kita bisa terluka tanpa kita sadari. Saat itu, Mack sedang berkemah bersama anak-anaknya. Saat ia sedang membenahi perlengkapan kemah mereka, Missy kecil mengisi waktunya dengan menggambar sambil mengobrol dengannya. Percakapan mereka terhenti saat ada teriakan dari tengah danau. Ternyata perahu yang dinaiki kedua kakaknya, Kate dan Josh terbalik. Mack bergegas berenang ke tengah danau untuk menyelamatkan Josh yang tersangkut di perahu. Saat kedua anaknya berhasil diselamatkan, masalah baru muncul. Missy menghilang. Diduga, Missy menjadi korban penculikan dan pembunuhan. Sejak saat itu, kehidupan keluarga mereka berubah. Dari yang tadinya saling peduli, sekarang saling menyalahkan. Semakin hari setiap anggota keluarga semakin terluka dengan sikap dan perkataan dari anggota keluarga lainnya. Sampai akhirnya, Mack bertemu secara pribadi dengan Tuhan dan ia disentuh dengan kasih Allah. Seketika itu juga, luka hatinya disembuhkan. Bukan hanya luka hati karena kehilangan anaknya, luka masa lalunya pun Tuhan sembuhkan. Setelah itu, keluarganya pun mengalami pemulihan dan hidup saling mengasihi kembali.

Sama seperti keluarga Mack, mungkin saat ini kita juga sedang mengalami luka hati. Mungkin luka itu berasal dari perseteruan atau kesalahpahaman antara orangtua dan anak, suami dan istri, kakak dan adik, mertua dan menantu. Seakan-akan perseteruan itu tidak akan pernah ada habisnya, sehingga luka itu pun semakin dalam.

Bila kita sedang mengalami luka itu, ingatlah firman Tuhan dalam Mazmur 127:3, Dia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka. Yang harus kita lakukan saat ini hanyalah membuka hati kita terhadap kasih Allah. Percayalah, sentuhan kasih-Nya sanggup memulihkan luka-luka hati kita, sehingga aib perseteruan kita diubahkan menjadi kemuliaan dan kita pun mengalami mujizat pemulihan keluarga.

RENUNGAN
SEDALAM APA PUN luka hati kita, begitu DISENTUH dengan KASIH ALLAH, seketika itu juga PEMULIHAN TERJADI.

APLIKASI
1. Luka hati seperti apakah yang sedang Anda alami dalam keluarga?
2. Mengapa kasih Allah dapat menyembuhkan luka hati Anda?
3. Apa yang Anda lakukan agar bisa pulih dari luka hati?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, saat ini kami mau membawa luka-luka hati kami kepada-Mu. Kami mohon, sentuh hati kami dengan kasih-Mu yang penuh keajaiban, supaya kami boleh mengalami pemulihan pribadi dan juga pemulihan keluarga. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.