Bahan Sharing Kelompok Sel Pekan #1 April 2022

S1 = SEMBAH PUJI
Sembah Puji (20 Menit)
2 lagu Pengagungan – 2 Lagu sesuai tema Firman Tuhan (silakan pilih 2 lagu berikut):
1. Dengan Gambus dan Kecapi
2. Tak Ada Tandingannya (KA Worship)
3. Dihadapan Tahta (KA Worship)
4. Pondok Daud (KA Worship)

S2 = SUASANA/ICE BREAKER (10 Menit)
Setelah melakukan ice breaker, jangan lupa menjelaskan pelajaran yang bisa dipetik dari ice breaker yang sudah dilakukan.
Judul: KENAL MENDALAM
Petunjuk: Pemimpin mengajak semua peserta menyanyi dan menari sebelum tanya jawab dilakukan atau sebaliknya (silahkan memilih). Pujiannya “KALAU ROH ALLAH ADA DI DALAMKU KU KAN MENARI” boleh menari dengan gaya masing-masing. Setelah selesai tanyakan apakah kenal betul bapak gembala? Apa ciri khas beliau? Jika sudah memahami bahkan kenal secara mendalam bagaimana beliau JADI BERKAT bahkan sampai ke BANGSA-BANGSA. Imajinasikan bagaimana kita kenal sungguh dan intim dengan ALLAH BAPA kita di sorga.
Tujuan: Mari kita sungguh-sungguh mencari Tuhan atau pengejar Tuhan sampai mengalami kedalaman ke akar terdalam dan bertemu dengan AIR HIDUP itu sendiri. Mengalami secara pribadi. Menjadi PENYEMBAH yang berkenan di hati Tuhan.

S3 = SHARING APLIKASI FIRMAN TUHAN (50-60 Menit)
GOL : Semua yang hadir melakukan dan mengalami kebenaran Firman Tuhan.
Pertanyaan : Apa tema kotbah dan pelajaran-pelajaran yang disampaikan minggu lalu?

THE MIRACLE OF WORSHIP #1 – MUJIZAT PENYEMBAHAN #1
THE SECRETS OF WORSHIP – RAHASIA PENYEMBAHAN

I. PUJIAN DAN PENYEMBAHAN PUNYA TEMPAT YANG SPESIAL DI HATI TUHAN.
A. PUJIAN PENYEMBAHAN ADALAH SALAH SATU AGENDA UTAMA DALAM KERAJAAN SORGA.
– Wahyu 7:9-12 7 Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. 10 Dan dengan suara nyaring mereka berseru: “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!” 11 Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, 12 sambil berkata: “Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!”
– Nubuat akan berakhir dan Bahasa Roh akan berhenti. Tetapi Pujian Penyembahan akan terus ada dan bergema selamanya.
b. PUJIAN PENYEMBAHAN AKAN MEMBAWA SURGA KE DUNIA!
– Allah bersemayam di atas puji-pujian umatNya.
– Ada level Roh tertentu yang hanya bisa kita alami melalui pujian dan penyembahan!

II. JADILAH PENYEMBAH YANG DICINTAI TUHAN!
a. 2 Samuel 23:1 Inilah perkataan Daud yang terakhir: “Tutur kata Daud bin Isai dan tutur kata orang yang diangkat tinggi, orang yang diurapi Allah Yakub, PEMAZMUR YANG DISENANGI di Israel:
b. Kata disenangi berasal dari bahasa aslinya NAIYM.
– Ada kata dalam bahasa Indonesia kita yang diserap dari kata Naiym ini, yaitu kata NAIM.
– Dalam kamus besar bahasa Indonesia, Naim artinya nikmat, nyaman, senang.
– Jadi ternyata ada Pujian Penyembahan yang terdengar enak di telinga Tuhan, tapi ada juga Pujian Penyembahan yang tidak enak buat Tuhan.

III. RAHASIA MENJADI PENYEMBAH YANG DICINTAI TUHAN.
1. MENYEMBAH DARI HATI YANG MENCINTAI TUHAN.
2. MENYEMBAH KARENA KENAL TUHAN SECARA MENDALAM.
– Yohanes 4:22-23. 22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. 23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
– Hanya melalui pengenalan kita akan Allah yang mendalam, maka penyembahan kita akan jadi bermakna dan disukai oleh Tuhan.
– Pengenalan akan Tuhan seperti ini hanya bisa kita dapatkan melalui 2 hal: PENDALAMAN FIRMAN TUHAN DAN PENGALAMAN PRIBADI BERJALAN BERSAMA TUHAN!
– Yang pertama, MENGENAL TUHAN MELALUI FIRMANNYA!
– Yang kedua, MENGENAL TUHAN MELALUI PENGALAMAN PRIBADI BERJALAN BERSAMA TUHAN.

PERTANYAAN: Menurut Anda, apakah arti pujian penyembahan yang Anda naikan bagi Tuhan? Jelaskan dan sharingkan!
APLIKASI: Setelah mendengarkan firman Tuhan minggu ini, dan mengerti apa yang menjadi rahasia menjadi penyembah yang berkenan bagi Tuhan, maka langkah dan komitmen apakah yang akan Anda lakukan? Tulis dan sharingkan!

DOA PROFETIK SESUAI FIRMAN (5-10 Menit)
DOA SYAFAAT PROFETIK (10 Menit)
Pemimpin doa mengajak dan menggerakkan anggota kelompok sel untuk berdoa profetik;
1. Bagi bangsa dan negara kita Indonesia
2. Gereja kita, rhema Yesaya 60 digenapi, visi 1 juta jiwa diselamatkan
3. Gembala sidang dan hamba-hamba Tuhan serta pelayan Tuhan Keluarga Allah
4. Kesatuan dan kekudusan jemaat dan seluruh pelayan Tuhan
5. Semua kegiatan dan program yang sedang dijalankan di gereja kita
6. Berdoa untuk persiapan dan rangkaian ibadah PASKAH bulan April
7. Permohonan doa jemaat

KESAKSIAN:
Shalom! Perkenalkan nama saya Ella, selama saya berkuliah di Jogja saya beribadah di GBI Keluarga Allah dan sekarang saya kembali ke kota asal saya di Semarang. Pengalaman yang ingin saya bagikan ini terjadi di tahun 2021 bulan Juni. Saat itu di Indonesia sedang tinggi sekali untuk kasus covid varian delta. Pada tanggal 21 Juni saya menjalani tes antigen dan dinyatakan positif. Saat itu saya menjalani isoman di rumah di dalam kamar, karena saya khawatir akan menulari orang tua yang serumah dengan saya. 3 hari saya menjalani isoman keadaan saya membaik dan berangsur sembuh, saat itu saya dikabari bahwa sepupu saya juga dinyatakan positif dari pemeriksaan PCR. Sepupu saya ini memiliki hubungan yang sangat dekat dengan saya. Karena di rumahnya ada anak nya yang masih kecil berusia 9th, 6th, dan 1th kami menyarankan dia untuk isoman di rumah kami karena masih ada kamar kosong dan akan lebih aman. Singkat cerita saya sudah menyelesaikan isoman 14hari dan hasil antigen sudah negatif. Sepupu saya ini merupakan orang yang sangat khawatir mengenai covid, bisa dikatakan sangat paranoid. Selama menjalani isoman obat-obatan, vitamin dan segala macam disinfektan terus berdatangan ke rumah kami melalui online. Setelah menjalani 9 hari isoman, kondisinya malah menunjukkan penurunan. Kadar saturasi oksigennya menurun ke 85%-80%. Saat itu dia mulai menggunakan oksigen di rumah walaupun hanya sesekali. Saat itu sepulang saya dari tes antigen saya dikabari untuk membantu mencari RS untuk sepupu saya. Kami berkeliling RS ke RS, ke puskesmas, segala upaya kami lakukan tapi saat itu seluruh RS full. Kondisi sepupu saya di mobil sambil menggunakan oksigen. Saya berdoa pada Tuhan agar ada jalan, karena kami panik saat itu. Kami lalu mencoba ke RS Kariadi, RS Umum rujukan covid di Semarang, awalnya kami ragu karena saat itu beberapa kali lewat RS itu kondisinya sangat penuh, pasien berjejer di selasar dengan kondisi yang semuanya butuh perawatan. Disitu saya berdoa agar Tuhan tolong kami, untuk mendapatkan yang terbaik. Kami diterima di RS dan mengurus administrasi, sepupu saya mendapat bed di bagian teras belakang RS. Kondisinya benar-benar susah karena hampir setiap hari kami melihat ada pasien yang meninggal, dan perawatan yang seadanya. Saat itu kondisi sepupu saya sudah menurun, saturasi oksigen 50%-60% dengan bantuan oksigen, meminta dipindahkan ke ruangan lain pun sudah tidak ada ruangan. Tapi pertolongan Tuhan nyata dan tidak pernah terlambat. Saat itu seorang dokter datang memeriksa dan melihat kondisi sepupu saya beliau langsung menyuruh untuk pindah ruang perawatan karena tidak memungkinkan untuk dirawat di bangsal. Sepupu saya dipindahkan ke ruang perawatan teras bagian dalam dan dipasang alat HNFC untuk membantu pernapasannya. 1 malam di ruang perawatan itu, kondisinya tidak ada perubahan. Dokter memutuskan untuk dipindahkan ke ruang isolasi yang lebih lengkap alatnya, ruangan itu adalah ruang isolasi darurat yang dibuka oleh RS. Setiap hari kami menerima informasi perkembangan sepupu melalui WA RS. Dokter mengatakan kondisinya tidak baik, angka CRP 19 (normal 0,3) dan D-dimer di atas 20,000 (normal 0,5) dan saturasi 50-60% walaupun sudah dengan bantuan HNFC. Dalam kondisi itu kami sekeluarga hanya bisa berdoa, karena hanya mujizat Tuhan yang bisa menolong kami. 3 hari di ruang isolasi dan tidak ada perubahan, kami berdiskusi dengan dokter untuk melakukan terapi plasma. Saat itu sangat sulit mencari plasma konvalesen. Kami mencoba segala upaya dan terus berdoa agar Tuhan yang menolong. Dan Tuhan itu sangat baik, pertolongannya tidak pernah terlambat. Walaupun beberapa pendonor gagal proses screening dan kami kesulitan untuk ke PMI Semarang, kami bisa mendapat plasma tepat waktu dari PMI Bogor dengan informasi dari banyak teman-teman kami. Tengah malam hari itu plasma tiba di Semarang dan dilakukan prosedur pencocokan, dan sore harinya dilakukan transfusi pertama. Setelah transfusi pertama belum ada banyak perubahan, malah saturasi sempat turun ke 40%, dokter memutuskan untuk memindahkan sepupu saya ke ICU. Disitu saya dan seluruh keluarga sangat sedih, dan tidak bisa berpikir lagi. Kami bingung harus bagaimana, karena perkembangannya tidak bagus, dan teringat anak-anak sepupu saya yang masih kecil. Kami hanya bisa berdoa agar Tuhan memberikan mujizat. Sore hari dipindahkan ke ruang ICU, lalu malam kami dikabari sepupu saya harus dipasang alat ventilator, kondisinya cukup kritis. Malam hari itu saya merasa dalam hati bahwa saya harus berdoa dan berjaga-jaga malam itu, saya berdoa terus malam itu. Saya ikut Pondok Daud secara online, saya merasa malam itu saya benar-benar harus berdoa tanpa henti, saya memohon kekuatan dari Tuhan. Di tengah berdoa, sekitar jam 2 malam saya mencoba WA RS untuk menanyakan kondisi sepupu saya. RS menelepon dan mengabari bahwa kondisinya saat itu kritis, saturasi sepupu saya menurun. Saya bingung, karena posisi jam 2 pagi saya tidak mungkin memberi tahu keluarga yang lain. Saya hanya bisa berdoa dan menangis kepada Tuhan memohon mujizatnya. Saya menunggu kabar dari RS hingga akhirnya jam 8 dikabari bahwa kondisi sepupu saya membaik dan cukup stabil. Hari-hari berlalu kondisi sepupu saya naik turun dengan pernapasan masih dibantu oleh ventilator dan alat-alat yang terpasang. Hari-hari kami rasakan sangat berat, tapi kami tidak hilang pengharapan dalam Yesus. Saya sangat bersyukur dengan adanya Pondok Daud dan layanan doa dari gereja, setiap hari kami mendapat kekuatan baru. Kami sekeluarga juga menjadi semakin dekat dan kuat melalui doa bersama. Dalam masa yang sulit itu ada ayat Mazmur 119:116: “Topanglah aku sesuai dengan janji-Mu, supaya aku hidup, dan janganlah membuat aku malu dalam pengharapanku.” Disitu saya diingatkan bahwa Tuhan itu setia akan janji-Nya, saya percaya Tuhan sedang bekerja dan dalam kondisi yang burukpun saya mau tetap memegang tangan Yesus, saya mau genggam erat dan tidak lepaskan. Saya percaya Tuhan mendengar setiap seruan dan saya mau terus mendesak Tuhan, karena Tuhan tidak pernah tinggalkan anak-Nya dan tidak tahan terhadap seruan umat-Nya. Saya percaya dalam setiap doa ada kekuatan yang sanggup menggerakkan hati Tuhan. Hari minggu itu, saya beribadah online di youtube KA, Ps. Jonathan Uninterupted Blessing, Menang atas Serangan Balik. Disitu saya diingatkan bahwa Petrus jatuh bukan karena tidak ada Tuhan, tapi karena dia goyah dan melihat keadaan sekeliling. Disitu iman saya dibangkitkan bahwa saya harus berdoa lebih kuat, berdoa lebih sungguh-sungguh dan jangan kendur. Kuasa doa sangat besar dan Tuhan tidak pernah mengabaikan doa kita. Hari berlalu sepupu saya sudah sekitar 1 bulan dirawat di RS. Transfusi plasma kedua sudah dilakukan. Kondisi sepupu saya menunjukkan ada peningkatan, walau terkadang masih turun. Sepupu saya menjalani swab pada tanggal 26 Juli 2021 dan dinyatakan sudah bisa dipindah ke ICU biasa, walau masih menggunakan ventilator dan alat-alatnya. Di ICU biasa kondisi sepupu saya semakin membaik, walaupun sempat membutuhkan transfusi darah sebanyak 4 kantong karena Hb yang turun, tapi segalanya disediakan tepat waktu. Kondisi nya terus membaik dan dijadwalkan untuk lepas ventilator karena ventilator sudah terpasang 1.5 bulan, tapi pada tanggal 9 Agustus hasil swab Kembali menunjukkan positif, sehingga harus dipindah lagi ke ICU Isolasi. Disini kami benar-benar mengandalkan Tuhan, karena kami juga bingung dengan keadaan yang tidak bisa ditebak dan konsultasi hanya ke dokter jaga atau perawat. Kami percaya bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu dan kami tidak mau lepaskan tangan kami dari Tuhan yang memegang. Walaupun di ICU Isolasi kami terus berdoa bersama, dan saling berkirim ayat untuk menguatkan satu sama lain. Tanggal 15 Agustus 2021 kami menerima kabar sukacita dari RS. Ventilator yang selama ini terpasang sudah boleh dilepaskan, hasil swab sudah negative dan bisa dipindahkan ke ruang rawat biasa untuk pemantauan. Pada tanggal 23 Agustus sepupu saya sudah diijinkan pulang ke rumah, karena kondisinya membaik. Setelah 2 malam di rumah, tanggal 25 Agustus sepupu saya harus Kembali dirawat karena merasa ada yang kurang nyaman. Disitu kami berdoa pada Tuhan memohon untuk pemulihan yang sempurna untuk tubuh dan jiwa sepupu saya. Karena terkadang rasa sakit dan tidak nyaman datang dari ketakutannya. Kami percaya hanya Tuhan yang sanggup memutus segala belenggu, dan kuasa Tuhan diatas segala maut. Pada tanggal 2 September 2021 akhirnya sepupu saya diijinkan pulang dengan sehat. Tuhan telah memulihkan dengan sempurna dan mengangkat segala kelemahannya. Saat ini sepupu saya sudah sehat dan bisa beraktifitas seperti semula. Selama hari-hari perawatannya, saya benar-benar menggantungkan seluruh harapan saya pada Tuhan. Dia adalah sepupu yang sangat dekat dengan saya, dan pengalaman ini menyadarkan bahwa hidup kita sepenuhnya milik Tuhan. Jangan jatuh pada keraguanmu, jangan lemah dan tawar hati melihat kondisi dunia ini, karena Tuhan kita adalah Tuhan yang besar yang tidak pernah melepaskan genggaman tanganNya, dan kita hanya perlu menggenggam erat tangan Tuhan. Saya sangat bersyukur untuk GBI KA Jogja yang melalui layanan doanya saya dan keluarga menjadi dikuatkan. Kuasa doa itu besar dan nyata, yang perlu kita lakukan hanyalah berdoa dengan sepenuh hati dan kekuatan kita pada Tuhan. Saat itu saya berjanji pada Tuhan untuk menulis kisah ini agar bisa menjadi kekuatan bagi teman-teman yang lain. Walaupun mungkin terlambat dan tulisan ini berantakan tapi saya berharap melalui kesaksian ini teman-teman yang sedang mengalami kelemahan bisa dikuatkan lebih lagi. Saya berdoa agar dimanapun teman-teman berada agar selalu bisa dikuatkan. Jangan berhenti berdoa pada Tuhan, karena Dia tidak akan mempermalukan pengharapan kita di dalamNya. Bahkan lembah kelam sekalipun bisa kita lewati selama bersama-Nya. Tetap Berdoa! Dan tetap desak Tuhan dalam pengharapan kita! Tuhan memberkati

Narasumber Kesaksian: Ella Jogjakarta

S4 = SASARAN RENCANA (15 Menit)
KKS mengevaluasi dan merencanakan pertemuan komsel berikutnya. KKS mendorong setiap anggota untuk mensupport dan ambil bagian dalam kegiatan dan program yang sedang dijalankan di gereja kita.

DOA PENUTUP (5 MENIT)

Download PDF