Siapapun Bisa Dibangkitkan Untuk Great Revival

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Korintus 1:18-31

RHEMA HARI INI
1 Korintus 1:27-28 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,
Sejak menit ia terjaga, menyadari bahwa kakinya terpaksa diamputasi akibat kecelakaan yang dialaminya, Cody merasa hidupnya sudah tak berarti. Ia sangat sedih dan kecewa pada Tuhan, ia sudah berusaha menjadi orang Kristen yang baik. Ia juga melayani sebagai pemain drum di gerejanya, sekarang ia tak bisa lagi bermain drum. Begitu kecewanya Cody sampai ia tak bisa berdoa. Satu hari, seorang pasien baru menempati ranjang disebelahnya. Seorang anak muda yang tubuhnya tinggal tulang berbalut kulit. Cody tidak memperhatikan sampai suatu kali ia menatap mata anak itu, sepasang mata yang penuh semangat dan gairah, sangat kontras dengan wajahnya yang tirus dan pucat.

Cody pun berkenalan dengan Jonah, nama anak itu. Jonah adalah pasien kanker stadium 4, bisa dikatakan hidupnya hanya tinggal menghitung hari. Tapi Jonah selalu ceria, tak sekalipun ia mengeluh bahkan di saat ia sangat kesakitan, Jonah masih bisa memuji Tuhan. Dalam satu kesempatan, Cody bertanya kenapa Jonah masih bisa memuji Tuhan. Jonah menjawab bahwa walaupun secara fisik ia dianggap sudah tidak berdaya, tapi Tuhan masih memberinya kesempatan untuk berguna dan melayani Tuhan. Ia masih bisa membangun iman, memberi semangat dan menjadi berkat bagi orang lain. Jonah memang selalu membuat setiap orang yang menjenguknya merasa terberkati. Cody menjadi malu, hanya karena kehilangan kaki ia jadi kecewa dan memusuhi Tuhan. Cody bertekad setelah sembuh nanti ia akan memakai hidupnya untuk melayani. Semangat Cody bangkit dan menyala kembali. Jonah walaupun hidupnya hanya singkat, tapi ia dipakai Tuhan luar biasa untuk membawa kebangunan rohani bagi orang-orang yang mengenalnya.

Jangan pernah remehkan orang lain, Tuhan bisa membangkitkan dan memakai siapapun yang Dia mau. Tak peduli latar belakang atau kondisi seseorang. Tua, muda bahkan anak-anak sekalipun, sedang sehat ataupun sakit Tuhan tetap bisa pakai untuk revival besar-Nya. Sebesar apapun beban yang kita pikul, jangan sampai kita membuat pilihan yang salah. Jangan pernah undur atau meninggalkan rumah Tuhan, sebab di sanalah pusat kebangunan rohani. Carilah Tuhan, Dia adalah pribadi yang bisa menolong, memulihkan dan membangkitkan kita kembali. (PF)

RENUNGAN
JANGAN PERNAH MEREMEHKAN orang lain, sebab Tuhan bisa MEMBANGKITKAN dan MEMAKAI siapa pun untuk REVIVAL BESAR-NYA.
APLIKASI
1. Pernahkah Anda mengalami kemunduran rohani? Apa penyebabnya?
2. Siapakah yang telah berhasil membangkitkan iman Anda kembali? Dengan cara apa?
3. Sudahkah Anda menyadari bahwa rumah Tuhan adalah pusat kebangunan rohani?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak pernah menyerah terhadap kami. Setiap kali kami jatuh, Kau kirimkan orang-orang yang tepat bagi kami untuk membangkitkan kami kembali. Tuhan kami juga mau menjadi orang yang membawa kebangunan bagi orang lain, pakai kami ya Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.