Sikap Hati yang Menyenangkan Tuhan

Renungan Keluarga Allah
Rabu, 15 Februari 2017

BACAAN HARI INI

Maleakhi 3:6-12

RHEMA HARI INI

Maleakhi 3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Ada seorang ibu yang sangat mengasihi anaknya. Ibu itu bekerja sebagai asisten rumah tangga di sebuah rumah besar. Setiap sore sepulang dari bekerja, ia dibekali oleh majikannya dengan sekantong kue dan makanan. Hal pertama yang ia lakukan adalah memisahkan beberapa buah kue dan sebagian makanan itu di tempat tersendiri. Sambil tersenyum ia bergumam, “Ini untuk anakku yang sudah seharian bekerja di ladang”.

Bandingkan kisah di atas dengan cerita ini: Ibu yang menerima kue dan makanan dari rumah majikannya itu pun langsung melangkah keluar dan menuju rumahnya. Sesampainya di rumah, ia langsung melepas lelah dengan menyantap kue-kue dan makanan yang ia bawa. Ia makan dengan lahap dan menyisakan beberapa kue dan makanan untuk anaknya. Karena ibu itu sudah terlebih dahulu makan, terkadang kue dan makanan yang tersisa pun hanya sedikit, sehingga terpaksa ia harus membeli makanan dan kue lagi supaya anaknya pun dapat makan dengan kenyang.

Ketika anaknya pulang dari ladang, ia melihat ada makanan di atas meja makan. Ia tersenyum dan memakannya dengan nikmat sampai kenyang. Jumlah makanan yang dimakan oleh anak itu sama banyaknya, tetapi Anda pasti dapat menilai yang manakah terdapat kue dan makanan yang disertai cinta kasih, pengorbanan dan sikap menomorsatukan dirinya. Ya, kue yang dipisahkan sejak awal, disiapkan dengan begitu baik oleh ibunya.

Mengembalikan persepuluhan kepada Tuhan juga adalah sebuah sikap hati. Bukan tentang jumlahnya, tetapi ketaatan, sikap penghormatan dan menomorsatukan Tuhan saat mempersembahkannya. Jumlah yang diberikan mungkin sama, tetapi sikap yang berbeda akan membuat nilainya menjadi berbeda di mata Tuhan. Karena itu, mulai sekarang, persembahkanlah persepuluhan Anda dengan sikap hati yang benar dan menyukakan hati-Nya, maka Anda akan melihat iblis tidak bisa lagi masuk dan mencuri setiap berkat yang sudah Tuhan sediakan bagi Anda. Dan bersiaplah, berkat-Nya akan mengalir deras dalam hidup Anda.

RENUNGAN

Dengan taat MENGEMBALIKAN PERSEMBAHAN PERPULUHAN, kita telah MENJADIKAN TUHAN SEBAGAI NOMOR SATU dalam keuangan kita

APLIKASI

  1. Sudahkah Anda setia dalam mengembalikan persepuluhan Anda kepada Tuhan? Biasanya bagaimana sikap hati Anda saat melakukannya?
  2. Apa saja halangan yang sering membuat Anda sulit mengembalikan persepuluhan Anda kepada Tuhan? Tuliskan!
  3. Komitmen apa yang dapat Anda buat untuk mengalahkan halangan itu?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan, terima kasih atas semua berkat keuangan yang sudah kami terima dari Engkau. Ajari kami untuk terus bertumbuh, supaya sikap hati kami makin menyenangkan-Mu saat kami mengembalikan persembahan persepuluhan kami kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN

2 Tawarikh 27
Yesaya 9-12