Api Penyelamat Rumah Tangga

Shalom, saya peserta UC dari Purwokerto. Sedikit saya ingin bersaksi, sejak awal diumumkan ada UC saya sebenarnya rindu ingin mengikutinya, namun karena keterbatasan waktu, serta kebutuhan yang silih berganti dan saya harus menutup kebutuhan demi kebutuhan tersebut. Seiring dengan itu, 3 bulan ini masalah datang dalam rumah tangga saya. Puncaknya pada bulan Agustus rumah tangga dan bisnis saya dipertaruhkan. Hubungan saya dan suami benar-benar berada dititik final, akan lanjut atau berpisah. Hal ini membuat saya takut, kecewa dan stres. Semua ini saya serahkan pada Tuhan lewat jam doa saya.

YEMIMA G LIN

Sampai akhirnya ada pengumuman akan diadakan UC, Tuhan tolong kami untuk bisa ikut dalam UC. Tibalah hari H, kami berangkat ke Solo. Saat itu kami berdua membawa rasa marah, kecewa dan terluka. Masuk kota Solo, saya niatnya ingin bicara dari hati ke hati namun suami saya menjawab dengan kata-kata yang keras. Saya langs

ung mengutarakan semua isi hati saya dan saat itu keadaan makin buruk. Saya menangis mengutarakan kekecewaan saya pada suami dan suami saya tidak mau membahasnya, dia hanya menyuruh saya untuk diam.

Senin sore kita mengikuti KKR HUT dengan sukacita. Selasa pagi Pak Obaja menyampaikan Firman dan setelah itu lawatan, saya merasakan tubuh saya digoncangkan keras sekali, saya lompat sana lompat sini hingga saya rebah. Saya juga melihat suami saya berbahasa Roh sampai ia menangis sejadi-jadinya. Teman saya berkata bahwa tadi Pak Obaja mendoakan saya dan suami.

Suami saya mendekati saya dan berkata bahwa dia minta maaf, dia berjanji tidak akan meninggalkan saya. Saya langsung menangis dan sesi demi sesi kami ikuti dengan penuh semangat. Sungguh Tuhan melawat kami, sampai doa penutup Tuhan terus berkarya. Suami saya terlihat sangat sukacita dan dia bilang dia pengen ke Solo lagi. Suami saya merasa sungguh ia merasakan hal yang belum pernah ia rasakan. Sampai akhirnya bisa berfoto dengan Pak Obaja.

UC sungguh memberkati dan menyelamatkan rumah tangga kami. Terimakasih untuk lawatan-Mu Tuhan. Saya optimis bahwa masalah akan membawa kita makin dekat pada Tuhan. Tuhan membakar kami, api Tuhan sungguh dahsyat.

Narasumber : Ibu Yemima G Linn – Purwokerto