Bahan Sharing Kelompok Sel Keluarga Allah 13 Januari 2019

S1 = SEMBAH PUJI & DOA SYAFAAT
Sembah Puji (20 Menit)
2 lagu Pengagungan – 2 Lagu sesuai tema Firman Tuhan (Silahkan pilih 2 lagu berikut):
1. Hai bani Sion bersorak-sorailah
2. Sukacita penuaian
3. Mujizat itu nyata
4. AnugerahMu kepadaku
DOA SYAFAAT (10 Menit)
Pemimpin doa mengajak, menggerakkan & memimpin serta memberi aba-aba kepada anggota Kelompok Sel untuk berdoa syafaat bersama-sama.

1. Setiap jemaat dan pelayan Tuhan mengaplikasikan rhema Firman Tuhan minggu ini.
2. Tuaian jiwa-jiwa dan 1 Juta Pahlawan.
3. Penyelenggaraan Pemilu 2019
4. Lawatan Tuhan yang dahsyat, serta kesatuan dalam Gereja Keluarga Allah Global dan pelayanan kita.
5. Gembala Sidang; Pdt. Obaja TS dan keluarga beserta hamba-hamba Tuhan yang melayani di gereja kita.
6. Pergumulan jemaat dan nama-nama yang ditulis di Kartu Penuai

S2 = SUASANA/ICE BREAKER (10 Menit)
Setelah melakukan ice breaker, jangan lupa menjelaskan pelajaran yang bisa dipetik dari ice breaker yang sudah dilakukan.
Judul : PANEN JAGUNG
Petunjuk : Sediakan butir-butir jagung secukupnya. Bilamana seorang pemain menjawab pertanyaan dengan tepat, ia boleh mengambil jagung yang disediakan dan memasukkannya ke dalam keranjang kelompoknya. Bila pemain tersebut gagal dan kelompok lain dapat menjawabnya, maka kelompok yang berhasil itu boleh mengambil tumpukan jagung lawan. PERTANYAAN DISESUAIKAN DENGAN TEMA KOTBAH/SHARING
Tujuan : Melatih kemampuan ingatan kerohanian dan melatih kerjasama kelompok.
S3 = SHARING APLIKASI FIRMAN TUHAN (50-60 Menit)
GOL : Semua yang hadir melakukan dan mengalami kebenaran Firman Tuhan.
Pertanyaan : Apa tema kotbah dan pelajaran-pelajaran yang disampaikan minggu lalu?

THE YEAR OF GREAT MIRACLES #2 – TAHUN MUJIZAT BESAR #2
DREAM LIKE MIRACLES – MUJIZAT SEPERTI MIMPI

PEMBUKAAN:
Hari ini kita akan mensharingkan aplikasi firman Tuhan yang sudah kita dengar pada hari Minggu, yaitu tentang ‘THE YEAR OF GREAT MIRACLES #2 – TAHUN MUJIZAT BESAR #2’ dengan tema ‘DREAM LIKE MIRACLES – MUJIZAT SEPERTI MIMPI’
I. TAHUN 2019 KITA AKAN ALAMI MUJIZAT SEPERTI MIMPI!
a. Yoel 2:23-27
– Mazmur 126:1-3
– Kejadian 21:5-7
– NUBUATKAN BAHWA TAHUN 2019 INI TAHUN MUJIZAT SEPERTI MIMPI.
– KHAYALAN VS PERKATAAN PROFETIK
– Kisah Para Rasul 12:6-16
– Kisah Rasul 12:12-16
PERTANYAAN: Sudahkah Anda menubuatkan bahwa tahun 2019 akan menjadi tahun mujizat seperti mimpi dalam hidup Anda? Jika sudah atau belum, mengapa? Apa yang akan Anda lakukan supaya mimpi Anda Tuhan jadikan kenyataan?

II. BERANI MEMPERCAYAI TUHAN UNTUK MUJIZAT SEPERTI MIMPI!
a. BERANI BERMIMPI BESAR?
b. KUNCI BERANI BERMIMPI BESAR: PANDANG TUHANMU, BUKAN KETERBATASANMU!
– Mazmur 16:8
– Mazmur 135:5-6
c. SELAMA KITA PANDANG TUHAN, VISI KITA TIDAK AKAN GOYAH.
– Ketika fokus kita teralihkan dari Tuhan pada keterbatasan kita, maka visi kita akan goyah.
– Fokus Anda menentukan iman Anda.
– IMAN ITU IBARAT UANG DALAM DUNIA ROH.
– Ibrani 11:1
– DENGAN IMAN, MAKA KITA BISA MENCAIRKAN BERBAGAI MACAM MUJIZAT.
– BAYAR HARGA SUPAYA IMAN KITA BESAR.
– FREKWENSI MERENUNGKAN FIRMAN YANG KITA LAKUKAN MENENTUKAN BESAR KECILNYA IMAN KITA.
PERTANYAAN & APLIKASI: Setelah mendengarkan firman Tuhan minggu ini, apakah yang menjadi komitmen Anda untuk meresponinya sehingga Mujizat seperti mimpi itu sungguh-sungguh terjadi dalam hidup setiap kita? Sharingkan!

KESAKSIAN:
LAWATAN & BANJIR MUJIZAT DI KELUARGA ALLAH! – MENGALAMI KEMENANGAN SEPERTI MIMPI

Shallom pak Obaja, saya Zefanya pelayan Tuhan Dept PW. Saya ingin membagikan kesaksian saya atas apa yang Tuhan kerjakan atas keluarga kami beberapa waktu lalu. Saya mempunyai anak seorang atlit sepatu roda. Oleh karena kemurahan Tuhan, dia diijinkan untuk menjadi salah satu atlit PORPROV XV tahun 2018 di cabang olahraga sepatu roda mewakili kota Solo Oktober lalu. Untuk bisa menjadi atlit PORPROV, anak saya harus melewati beberapa kali seleksi. Di hari pertama lomba, anak saya main di mata lomba 500m dan dihitung catatan waktunya. Pada waktu itu, waktu yang dicapai anak saya 47,85 detik, dan ada 1 atlit sebelumnya catatan waktunya 46,sekian detik. Dalam 1 race anak saya, ada 1 atlit yang sudah sering mengikuti kompetisi di dalam dan luar negeri, mengikuti camp sepatu roda di Jerman, bahkan dia adalah salah satu atlit yang masuk tim ASEAN Games, dan catatan waktunya 43,sekian detik. Waktu itu saya lihat anak saya masih ada di nomor 3, “yah lumayan lah..” Tapi ternyata keadaan berubah setelah ada 1 atlit dengan catatan waktu 47,52 detik. Setelah tahu hasil atlit tadi, spontan anak saya kecewa. Saya pun agak sedikit kecewa, karena selisih waktunya hanya 0,…detik. Saya bilang sama Tuhan, “Tuhan, cuma kurang sekian detik, kenapa tidak Engkau ijinkan kemenangan itu didapatkan anak saya” Karena kebetulan hari itu hari Jumat, malamnya saya datang di Miracle Night Service (MNS). Waktu masuk di ruangan MNS, saya agak terkejut karena usher memberikan salam ke jemaat dengan mengatakan “TERIMA MUJIZAT” spontan saya jawab dengan mantap, “AMIN!” Selama di MNS, Tuhan banyak ingatkan saya melalui pujian dan doa yang dinaikkan. Saya seperti ditegur oleh Tuhan, karena saya seolah menyalahkan Tuhan dengan kegagalan yang didapatkan anak saya. Tuhan ingatkan saya seperti kisah Ayub yang ditegur oleh istrinya yang melihat Ayub begitu menderita dengan sakitnya. Tapi Ayub katakan kepada istrinya, “Apakah hanya yang baik saja yang mau kamu Terima dari Tuhan, sedangkan yang buruk kita tidak mau?” Dari situ saya diingatkan, bahwa tetaplah mengucap syukur atas setiap apapun keadaan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita.
Entah baik atau tidak, dan waktu doa dinaikkan, saya sangat dikuatkan dengan perkataan profetik yang dinaikkan, yaitu “Segala kuasa yang bukan dari Tuhan yang menghalangi Kuasa Tuhan bekerja, DIHANCURKAN!”. Pada waktu itu saya sangat dikuatkan. Saya sangat percaya bahwa saya pasti terima mujizat. Besoknya pada waktu hari ke-2 lomba dilaksanakan, secara manusia sangat mustahil kalau anak saya bisa mendapatkan kemenangan. Karena anak saya tidak pernah lomba dengan jarak panjang. Dan hari itu, 2 mata lomba yang dia mainkan adalah jarak panjang semua yaitu 10 km dan 5 km, dan semua adalah mata lomba yang belum pernah dimainkan anak saya. Dan betul, di mata lomba 10 km, anak saya belum bisa mendapatkan kemenangan. Harapan kami hanya tinggal di 1 mata lomba lagi yang dimainkan beregu/tim, yang terdiri dari 3 orang. Pesan saya ke anak saya, “Lakukan yang terbaik, semampu yang kamu bisa lakukan, biarkan Tuhan bekerja menyatakan kuasaNya”
Dan karena ini tim, jadi perhitungan waktunya dihitung dari pemain yang paling akhir masuk. Pada waktu tim anak saya mulai main, mereka punya target 1x putaran lintasan velodrom, harus dicapai dalam 30/31 detik. Dan mereka harus melakukan 16x putaran. Pada waktu itu tim anak saya bisa mencapai 8 menit sekian detik dan sudah berada di posisi 3. Dan masih ada 6 tim yang belum main. Setelah selesai main, anak saya minta untuk berdoa. Kemudian kami cari tempat yang agak di belakang orang-orang dan kami bergandeng tangan berdoa. Sejak mulai anak saya main, saya terus berdoa dan berbahasa Roh sampai tim yang terakhir selesai main. Saya tidak membuka mata sama sekali, bahkan telinga saya, saya tutup terus. Hal itu saya lakukan, karena saya mau tetap fokus pada Tuhan. Saya tahu, ketika saya membuka mata/mendengar perkataan orang lain, itu akan melemahkan iman saya. Saya bilang sama Tuhan, “Tuhan, aku percaya bahwa hanya Engkau yang sanggup mengubahkan keadaan, hanya Engkau yang sanggup membalikkan keadaan, Dalam Nama Yesus Kemenangan TERJADI! Roh Kalah DIHANCURKAN!” Tidak tahu kenapa, tiba-tiba pada waktu tim terakhir main, angin mendadak menjadi kencang, dan ini adalah satu keadaan yang berat untuk atlit sepatu roda. Karena angin bisa menahan kecepatan mereka, dan benar sekali, sampai akhirnya diumumkan waktu yang dicapai oleh atlit terakhir adalah 9 menit sekian detik. Spontan saya langsung berteriak PRAISE THE LORD!!! TUHAN YESUS BAIIIKK!!! Anak saya seolah tidak percaya bahwa akhirnya ketika kami bersatu hati dan berdoa dengan bergandeng tangan, Tuhan sanggup mengubahkan keadaan. Sampai-sampai dia berulang kali berkata “Betul nggak ini kalau aku menang.. Aku nggak MIMPI to??” Kemudian saya bilang, “Tuhan Yesus Baik, Kemenangan dinyatakan atas kamu.” Untuk sebagian orang, mungkin kemenangan yang kami peroleh adalah satu hal yang biasa, tapi bagi kami, kemenangan ini adalah bonus dari Tuhan, dan pengalaman pribadi kami dengan Tuhan, itu adalah kemenangan yang sesungguhnya. Tuhan sanggup melakukan semua yang tidak mungkin menjadi mungkin. Demikian kesaksian saya. Tuhan Yesus Memberkati.

S4 = SASARAN RENCANA (15 Menit)
Dilakukan oleh KKS tujuannya untuk mengevaluasi dan merencanakan pertemuan kelompok sel yang akan datang.

DOA PENUTUP (5 MENIT)

DOWNLOAD PDF