Bau Harum Kristus

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
2 Korintus 2:12-17

RHEMA HARI INI
2 Korintus 2:14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.

Ketika hidup kita semakin ditenggelamkan di dalam Roh Kudus, maka indera penciuman roh kitapun akan semakin peka. Banyak orang sudah mengalami hal ini. Di tempat-tempat tertentu kita bisa mencium bau kenajisan, tapi di saat penyembahan sedemikian indah, maka kita bisa mencium bau sorgawi yang harum. Ini adalah pengalaman roh yang luarbiasa. Tadinya kita hanya bisa membau secara jasmani dengan hidung kita, tapi oleh iman, kita bisa membau secara roh.

Bau harum pengenalan akan Tuhan seringkali kita bisa rasakan saat kita berada di lingkungan yang positif serta dalam hadirat Tuhan. Sangat menyenangkan berada di antara orang-orang yang penuh rasa syukur. Mereka mengisi sebuah ruangan dengan sikap optimisme, rasa damai dan pikiran yang positif. Rasul Paulus mengatakan bahwa orang yang demikian seperti keharuman yang membangkitkan kesenangan di setiap sudut ruangan. Sebaliknya, orang yang bersungut-sungut menebarkan bebauan juga, tetapi tidaklah harum. Mereka membuat orang di sekitarnya menjadi muram, geram dan kesal. Kalau direnungkan, apa sebenarnya yang membuat orang mampu bersyukur? Mereka dapat mengingat berkat Allah pada masa lalu dan menyadari bahwa Allah masih tetap menyediakan hal-hal yang luar biasa bagi orang yang percaya kepada-Nya. Jangan beranggapan bahwa pribadi yang bersyukur itu buta terhadap kenyataan hidup yang sulit. Mereka pun tidak kebal terhadap persoalan. Tapi, pengharapan yang mereka miliki mengalihkan fokus dari kekecewaan dan sakit hati kepada karakter Allah. orang itu yakin cepat atau lambat Allah akan memberikan pemahaman, kekuatan, bahkan berkat yang diperlukannya.

Bersama Roh Kudus pasti kita bisa menebarkan keharuman Kristus kepada orang-orang di sekeliling kita, sehingga bukan hanya kita saja yang bisa mencium keharuman Kristus pada diri orang lain, tetapi kita sendiri juga menebarkan bau harum Kristus tersebut. Saat indera penciuman roh kita semakin peka, maka kita akan semakin menjaga hidup kita senantiasa kudus supaya hidup kita semakin dilayakkan dan diperkenan di hadapan Tuhan.

RENUNGAN
Jika kita TENGGELAM dalam Roh Kudus, INDRA PENCIUMAN ROH kita akan semakin PEKA.

APLIKASI
1. Bagaimana kepekaan indera penciuman roh Anda saat ini?
2. Menurut Anda, apa manfaat indera penciuman roh Anda semakin peka?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya indera penciuman roh Anda bisa semakin peka?

DOA UNTUK HARI INI
“Allah Roh Kudus, berikan kepada kami kepekaan untuk mencium keharuman Kristus melalui indera penciuman roh kami. Kami rindu hidup kami bisa menjadi terang, garam, teladan dan berkat bagi sekeliling kami. Terimakasih Tuhan, kami percaya Engkau pasti akan memampukan kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.