Belajar Memperlakukan Roh Kudus Sebagai Pribadi

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Kolose 3:1-10

RHEMA HARI INI
Kolose 3:9b-10 Karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

Mengomandokan kapal untuk melintasi Atlantik adalah pekerjaan rutin Laksamana Sir Thomas Williams. Ia hanya mengunjungi Ascension Island, pulau yang hampir tak berpenghuni untuk mengumpulkan kura-kura, setahun sekali. Namun, suatu kali, saat hendak melewati pulau tersebut, ia merasakan desakan untuk mengarahkan kapalnya ke pulau tersebut. Ia yakin bahwa Roh Kuduslah yang sedang berbicara kepadanya. Ternyata benar, di pulau tersebut ia menemukan enam belas orang yang terdampar dan kelaparan selama berhari-hari. Kalau saja ia tidak peka mendengarkan suara Roh Kudus dan mempercayainya, tentu orang-orang tersebut tak terselamatkan.

Manusia adalah mahkluk sosial, tidak bisa hidup sendiri, pasti memerlukan orang lain. Setiap kita membutuhkan partner hidup atau penolong. Adalah sangat menyenangkan kalau penolong itu adalah pribadi yang Maha Kuasa, Maha Tahu, Maha Bijaksana, dan Maha segala-galanya. Kita tidak akan pernah kalah, kita tidak akan pernah jatuh, dan kita akan hidup penuh kelimpahan. Apakah itu mungkin terjadi dalam hidup kita?

Sangat mungkin. Kuncinya adalah Roh Kudus. Roh Kudus adalah Penolong yang diutus Allah Bapa untuk kita. Disaat kita memperlakukan Roh Kudus sebagai Pribadi yang bertakhta dalam hidup kita, Pribadi yang siap menolong kita, segala sesuatunya adalah mungkin. Kita akan hidup dalam dimensi ajaib Roh Kudus; kita bekerja dengan pimpinan Roh Kudus; kita melayani dengan kuasa Roh Kudus; kita belajar dengan tuntunan Roh Kudus; kita hidup berkeluarga dengan prinsip yang diajarkan Roh Kudus. Pasti Kita akan dibawa Tuhan naik level dan terus naik, dari kemuliaan kepada kemuliaan yang lebih tinggi lagi.

RENUNGAN
Berubahlah dan belajarlah MEMPERLAKUKAN ROH KUDUS sebagai PRIBADI, bukan sekedar pengalaman.

APLIKASI
1. Bagaimanakah Anda memandang Roh Kudus selama ini?
2. Mengapa Anda semestinya memperlakukan Roh Kudus sebagai Pribadi?
3. Bagaimana Anda dapat memperlakukan Roh Kudus sebagai Pribadi dalam keseharian Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih karena Engkau telah mengutus Pribadi Roh Kudus ke dalam hidup kami. Kami mau lebih mengenal lagi Pribadi Roh Kudus dari hari ke hari, agar kami pun semakin peka dan selaras dengan pikiran dan kehendak Kristus. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.