Bitterness Free

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Pengkhotbah 11:1-10

RHEMA HARI INI
Pengkhotbah 11:10 Buanglah kesedihan dari hatimu dan jauhkanlah penderitaan dari tubuhmu, karena kemudaan dan fajar hidup adalah kesia-siaan.

Setiap orang pasti pernah mengalami luka hati. Itu normal, sebab kita hidup di dunia yang tidak sempurna. Kita tidak sempurna, demikian juga orang lain tidak ada yang sempurna. Bahkan, orang-orang yang kita harapkan “sempurna” pun, juga tidak luput dari kesalahan dan masih bisa mengecewakan kita. Mungkin itu orang tua kita, pasangan kita, pemimpin rohani kita, bahkan pendeta sekalipun masihlah seorang manusia yang bisa membuat kesalahan.

Jadi bukan disitu masalahnya. Masalahnya terletak kepada diri kita sendiri, bagaimana kita mengatasi setiap hal menyakitkan yang terjadi atas kita. Apakah kita menyimpannya baik-baik? Atau kita membuangnya jauh-jauh? Ya, mungkin Anda sudah membuangnya, tapi apakah itu benar-benar sudah Anda buang, atau masih bisa Anda ambil kembali? Jika Anda terbiasa bekerja dengan komputer, file yang tidak Anda butuhkan akan Anda ‘delete’ masuk ke ‘recycle bin.’ Namun sesungguhnya, file itu masih bisa Anda ambil kembali. Anda benar-benar akan kehilangan file tersebut ketika Anda melakukan ‘empty trash’ pada ‘recycle bin’ Anda. Hari ini, lakukan ‘empty trash’ terhadap setiap luka hati yang diakibatkan dari peristiwa menyakitkan yang kita alami. Luka hati yang terus disimpan akan menimbulkan kepahitan yang mendalam, dan itu sangat menghalangi rencana besar Tuhan terjadi dalam hidup kita.

Bagaimana cara dipulihkan dari luka hati? Ikutilah sesi kedua seri kotbah bulan Juli “The Miracle of Inner Healing” atau “Mujizat Kesembuhan Batin” dengan tema: “Healing For Bitterness” atau “Kesembuhan Atas Pahit Hati.” Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv Bagikan link ini kepada kerabat, kenalan, atau keluarga Anda yang membutuhkan mujizat kesembuhan batin sehingga mereka juga bisa diberkati.

RENUNGAN
BUANG JAUH luka hati, sebab itu semuanya adalah SAMPAH YANG TIDAK BERGUNA.

APLIKASI
1. Siapakah atau peristiwa apakah yang seringkali menimbulkan luka di dalam hati Anda?
2. Bagaimana Anda mengatasi luka hati tersebut?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda bisa mengalami bebas dari luka hati dan hidup dalam kemenangan senantiasa?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami menyerahkan hati kami ke dalam tangan-MU. Kami percaya Engkau sanggup memulihkan hati kami, bahkan menjadikan hati kami baru di dalam Engkau. Kami percaya rencana-MU besar bagi hidup kami. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.