Taat Maka Tuhan Bawa Keluarga Kami Dari Mujizat Kepada Mujizat Lain

Shalom perkenalkan nama saya Rony, saya wiraswasta. Dan istri saya Weni serta anak kami yang pertama Cheris. Saat ini kami ingin membagikan betapa baiknya Tuhan sehingga keluarga kami bahagia dan bisa dipakai Tuhan. Sebelum kami datang ke Solo, keadaan keluarga kami kekurangan. Memasuki tahun 2017 keuangan kami bisa di bilang cukup. Tapi saat itu orang tua istri bilang agar kami buka toko di Solo. Sebelumnya kakak-kakak kami sudah ditawari hal yang sama namun mereka semua menolak.

Kami terima tawaran orang tua, kami bergumul sama Tuhan. Kami mulai tanya Tuhan dan kami mulai melangkah. Akhirnya kami sekeluarga datang ke Solo 23 Desember untuk mencari toko. Mujizat Tuhan sungguh nyata. Awalnya kami buta akan kota Solo namun karena pertolongan Tuhan akhirnya kami dapat ruko. Puji Tuhan tanggal 23 itu kami deal punya ruko. Tanggal 24 Desember kami terus berdoa sama Tuhan sehingga kami bisa menjalankan ruko ini dengan baik. Secara kami adalah programmer, jujur kami tidak mempunyai keahlian untuk marketing.

Tanggal 25 Desember orangtua kami datang dan mengajak kami untuk beribadah di GBI Keluaarga Allah. Awalnyaa kami datang hanya ingin beribadah merayakan Natal dan setelah itu kami mau balik ke Bandung. Namun saya merasa saat itu Tuhan ingin menyampaikan pesan. Saat itu khotbahnya tentang orang Majus yang mencari petunjuk melalui bintang. Khotbah Pak Obaja sungguh menguatkan kami sekeluarga. Pak Obaja juga bilang bahwa disini ada yang seperti orang Majus yang tidak tahu mau apa, inilah rema bagi kami sekeluarga. Kami ambil komitmen ok kita pindah ke Solo sesuai janji rema yang Tuhan berikan bagi kami. Kami mau seperti orang Majus yang taat sekalipun tidak tahun nantinya bagaimana.

Kami pulang ke Bandung dengan hati yang tenang. Kami siap-siap di Bandung, dan saya bereskan semua kerjaan di Bandung bahkan saya resign dengan baik. Tanggal 1 Maret 2016 kami pindah ke Solo meskipun ada sedikit ragu. Saat itu umur saya 26 tahun harus jadi tulang punggung. Kami mulai usaha dan kami mulai berdoa, kami minta tolong pada Tuhan. Awal kami jualan tidak ada satu orang yang membeli. Kami takut namun kami terus berdoa. Omset kami mulai dari nol lagi, itulah yang masih terus kami pergumulkan.
Kami terus berdoa dan ke gereja, kami terus cari rema dari Tuhan. Di 3 bulan pertama omset kami mulai naik meskipun belum sesuai yang kami harapkan. Omsetnya sangat jauh dibanding gaji kami di Bandung. Untuk makan saja pas-pasan. Di 6 bulan, waktu itu khotbahnya tentang transformasi keuangan. Saat itu kami bilang sama Tuhan, kami pas-pasan apa yang bisa kami beri pada Tuhan. Waktu itu Pak Obaja tantang, ayo bukan hanya tersentuh tapi lakukan. Istri saya katakan dengan kondisi kita saat ini tidak mungkin kita perpuluhan namun saya tetap ambil keputusan untuk perpuluhan. Saat itu perpuluhan kami hanya ratusan ribu dan itu bagi kami sangat besar saat itu.

Bulan ke 7 omset kami naik besar sekali. Kami taat perpuluhan terus dan tahun 2017 Tuhan memberikan rumah. Kurang lebih 6 bulan kami taat perpuluhan dan Tuhan kasih kami rumah. Kami hanya punya uang 15 juta. Kami Imani, kami doakan dan kami mulai cari perumahan. Akhirnya dapat perumahan dengan DP yang pas dan angusuran bulanan 1juta.

Kami keliling lagi cari perumahan dan kami menemukan rumah dengan harga sekitar 250 sampai 300 juta namun kami lebih cocok dengan rumah ini dibanding yang tadi. Kami bawa dalam doa dan kami Imani. Tuhan tuntun kami untuk ketemu dengan pemiliknya langsung. Kami dibantu dari syarat-syaratnya. Kami mulai berfikir kalau kami ambil rumah pasti keuangan kami akan mulai menurun lagi dan bahkan yang awalnya kami bisa perpuluhan dengan baik pasti nanti akan sedikit goyah. Namun kami terus Imani, kami tidak mau mengandalkan pikiran kami. Singkat cerita pengajuan di bank pertama kami tidak di ACC dan bank kedua barulah kami mendapat ACC DP dan notaris total hanya 10juta. Proses ini memakan waktu 6 bulan.

Tahun 2017 saya dipanggil lagi di perusahaan lama di Bandung. Sekali lagi Tuhan memberikan mujizatnya. Saya hanya sebagai konsultan, proses kerja yang 1 minggu di Bandung dan 3 minggu di Solo, saya mendapat gaji full. Puji Tuhan sekarang kami bisa perpuluhan jutaan. Agustus 2017 Tuhan memberikan kami mobil. Awalnya kami rindu punya mobil namun kami tidak punya uang yang cukup. Siangnya kami cari mobil bekas, sorenya kami DP dan setelah itu kami lunasi. Kami merasakan benar-benar ini tahun percepatan. Modal kami hanya taat melakukan bagian kami maka Tuhan yang mengerjakan semuanya dalam hidup kami. Sampai 2017 akhir kami terus taat perpuluhan meski kadang usaha kami sepi namun kami tetap komitmen untuk taat. Tahun 2018 dari mulai tema Tuaian Besar, perkataan profetik kami ikuti dan percayai itu akan terjadi dalam hidup kami.

Sampai mujizat yang tidak pernah disangka yaitu kehamilan istri saya. Istri saya memiliki sel telur yang sangat kecil dan itu sangat sulit pembuahannya. Sudah beberapa dokter yang kami datangi dan Tuhan tunjukan untuk kami datang ke satu dokter. Kami mulai melakukan pengobatan 6 bulan sampai 1 tahun, dan itu prediksi dokter. Oktober awal Pak Jonatan katakan disini ada pasangan yang sangat merindukan momongan. Kami saling pandang, kita apa bukan ya.

Benar saja di akhir Oktober istri saya positif hamil. Padahal itu istri saya baru pengobatan jalan 3 bulan namun Tuhan kerjakan mujizat yang luarbiasa dalam istri saya. Dari situ kami belajar, Tuhan kita adalah Tuhan yang tidak bisa di tebak. Sungguh luarbiasa. Sampai dokter kaget kenapa baru 3 bulan sudah bisa hamil.

Semua jalan dan berkat Tuhan itu luarbiasa. Jangan pernah ragukan Tuhan karena Tuhan yang akan menggenapi janji-jani-Nya. Tuhan yang akan menjadikan kita kepala dan bukan ekor. Tangkap remanya. Demikian kesaksian kami dan semoga bisa jadi berkat.

Narasumber : Rony dan Weni – Keluarga Allah Solo

Ada Mujizat Dalam Penyembahan di Pondok Daud

Shallom semua saudara seiman yang terkasih didalam Yesus. Berawal dari November tahun lalu, saat itu anak kami mengalami sembelit sudah seminggu tidak bisa BAB sama sekali. Padahal sudah kami berikan pencahar melalui dubur sampai kadang sehari 2 tube. Bukan hanya itu saja, bahkan sampai ditambah obat pencahar yang diminum. Sampai akhirnya terpaksa harus dikeluarkan menggunakan glycerin di RS baru bisa keluar. Itupun tidak semua BAB keluar karena perut masih menggembung dan masih terdapat BAB di perutnya.

Menurut pemeriksaan dokter anak, memang sejak usia 3 tahun BAB nya cenderung kurang lancar dan rutin, padahal pola makan sudah kami ubah tinggi serat dan minum air sudah banyak. Singkat cerita kami bawa anak kami pindah ke beberapa orang dokter anak lain dan kami juga mencari terus informasi dari beberapa literatur di internet tetapi tetap saja BAB harus menggunakan pencahar minum dan dubur selama hampir 2 bulan. Akhirnya sampai pada vonis salah satu dokter yang melihat dari pemeriksaan USG bahwa anak kami mengalami megarectum, dan penyembuhannya harus melalui operasi yang kompleks dan biaya yang cukup besar.

Kami sangat down dan ketakutan karena anak kami baru berusia hampir 5 tahun. Membayangkan harus operasi dan operasi usus bisa beresiko terjadi infeksi yang bisa membahayakan nyawa pasien, kami sedih dan putus asa. Lalu kami tergerak untuk berdoa ke Pondok Daud, karena kami ingat anak kami juga kami peroleh dari berdoa di Pondok Daud setelah 10 tahun pernikahan kami. Kami imani Tuhan pasti berikan anak yang terbaik dan sehat tidak ada kelainan apapun bagi kami. Kami bergumul dalam doa di Pondok Daud, singkat cerita mujizat benar-benar terjadi. Hanya dengan terus berdoa dan berdoa dan berdoa lagi, anak kami sekarang bisa rutin BAB dan cenderung semakin hari semakin lancar dan semakin gampang keluarnya, tidak keras dan tidak kesakitan seperti dulu lagi.

Kami juga tangkap dengan iman apa yang Pak Obaja saksikan bahwa saat KKR bahkan dari live streaming pun bisa dijamah oleh Tuhan. Dan kami mengalami sendiri bagaimana Tuhan lebih berkuasa dari segala vonis dunia medis, karena hanya Tuhan yang berkuasa atas hidup kita. Tuhan bisa menyembuhkan apapun sakit kita, bahkan separah apapun kondisi kesehatan kita hanya dalam sekejap mata. Satu hal mau saya tekankan JANGAN PERNAH MENYERAH DAN BERHENTI BERDOA serta BERHARAP HANYA PADA TUHAN KARENA MJIZATNYA SUNGGUH NYATA DAN MASIH TERJADI SAMPAI HARI INI bagi kita yang sungguh-sungguh berharap dan memohon padanya. Salah satunya melalui rutin mengikuti Pondok Daud, selain membawa kelegaan dan kedamaian dalam hidup kita sehari-hari, banyak mujizat yang terjadi di Pondok Daud. Karena hadirat Tuhan mampu mengubahkan segala yang tidak baik menjadi baik, Amin.

Narasumber : Chandra G – Jemaat Keluarga Allah Solo

Terlepas dari Depresi dan Terima Promosi Jabatan

Shalom semuanya, perkenalkan nama saya Shandra. Sekitar 3 bulan yang lalu, dalam komsel kami, setiap anggotanya diminta untuk menuliskan sesuatu yang di rindukan terjadi. Saya menuliskan 2 hal yaitu agar suami saya kembali mengenal Yesus dan mengalami promosi sebelum 2019.

Satu minggu setelah itu, suami saya jatuh sakit. Dia mengalami depresi yang berat. Sampai saat pertemuan di kantor pun dia sudah tidak bisa berfikir sama sekali. Saya berusaha bawa suami untuk datang ke psikiater untuk konsultasi.

Puji Tuhan, saya dikenalkan dengan gereja GBI Keluarga Allah, saya mulai ikut bergabung dalam kelompok sel online, baca renungan harian dan mulai belajar berkata profetik.

Dengan doa profetik, Tuhan jawab dan mujizat terjadi. Suami saya mulai cari Tuhan. Puji nama Tuhan, sungguh saya bersyukur. Ada satu doa saya yang belum terjawab yaitu tentang promosi jabatan. Saya tetap percaya Tuhan yang akan kerjakan. Singkat cerita tanggal 28-29 Desember 2018 kami terbang ke Solo karena ada acara keluarga. Jumat paginya kami sempatkan ke Pondok Daud dan bertemua bu Tina. Kami di doakan oleh Bu Tina.

Karena malamnya kami tidak bisa ikut ibadah, akhirnya kami dikirimi link youtube khotbah Ps. Jonatan, Ps. Jonatan berkata bahwa kita harus terus mendokan dan mujizat pasti terjadi. Saya tangkap dan saya Imani saudara. Tiba-tiba ada kabar dari kantor bahwa suami saya mendapat promosi dari kantornya. Sungguh ini di luar pemikiran kami. Bulan Desember bukanlah bulan kenaikan jabatan namun itu yang Tuhan kerjakan bagi suami saya.
Melalui kejadian ini, banyak mujizat yang kami alami, Tuhan sembuhkan suami saya, pemulihan keluarga terjadi dan dari yang awalnya kami minus sekarang Tuhan cukupkan. Terimakasih Tuhan.

Narasumber : Shandra -Bogor

Juara Lomba PORPROV Sepatu Roda

Shallom pak Obaja, saya Zefanya pelayan Tuhan Departemen Praise and Worship. Saya ingin membagikan kesaksian saya atas apa yang Tuhan kerjakan atas keluarga kami beberapa waktu lalu. Saya mempunyai anak seorang atlet sepatu roda. Oleh karena kemurahan Tuhan, dia diijinkan untuk menjadi salah satu atlet PORPROV XV tahun 2018 di cabang olahraga sepatu roda mewakili kota Solo Oktober lalu. Untuk bisa menjadi atlet PORPROV, anak saya harus melewati beberapa kali seleksi. Di hari pertama lomba, anak saya main di mata lomba 500m dan dihitung catatan waktunya. Pada waktu itu, waktu yang dicapai anak saya 47,85 detik, dan ada 1 atlet sebelumnya catatan waktunya 46,sekian detik. Dalam 1 race anak saya, ada 1 atlet yang sudah sering mengikuti kompetisi di dalam dan luar negeri, mengikuti camp sepatu roda di Jerman, bahkan dia adalah salah satu atlet yang masuk tim ASEAN Games, dan catatan waktunya 43,sekian detik. Waktu itu saya lihat anak saya masih ada di nomor 3, “yah lumayan lah..” Tapi ternyata keadaan berubah setelah ada 1 atlet dengan catatan waktu 47,52 detik.
Setelah tahu hasil atlet tadi, spontan anak saya kecewa. Saya pun agak sedikit kecewa, karena selisih waktunya hanya 0, sekian detik. Saya bilang sama Tuhan, “Tuhan, cuma kurang sekian detik, kenapa tidak Engkau ijinkan kemenangan itu didapatkan anak saya” Karena kebetulan hari itu hari Jumat, malamnya saya datang di Miracle Night Service (MNS). Waktu masuk di ruangan MNS, saya agak terkejut karena usher memberikan salam ke jemaat dengan mengatakan “TERIMA MUJIZAT” spontan saya jawab dengan mantap, “AMIN!”. Selama di MNS, Tuhan banyak ingatkan saya melalui pujian dan doa yang dinaikkan. Saya seperti ditegur oleh Tuhan, karena saya seolah menyalahkan Tuhan dengan kegagalan yang didapatkan anak saya.
Tuhan ingatkan saya seperti kisah Ayub yang ditegur oleh istrinya yang melihat Ayub begitu menderita dengan sakitnya. Tapi Ayub katakan kepada istrinya, “Apakah hanya yang baik saja yang mau kamu Terima dari Tuhan, sedangkan yang buruk kita tidak mau?” Dari situ saya diingatkan, bahwa tetaplah mengucap syukur atas setiap apapun keadaan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita. Entah baik atau tidak, dan waktu doa dinaikkan, saya sangat dikuatkan dengan perkataan profetik yang dinaikkan, yaitu “Segala kuasa yang bukan dari Tuhan yang menghalangi Kuasa Tuhan bekerja, DIHANCURKAN!”. Pada waktu itu saya sangat dikuatkan. Saya sangat percaya bahwa saya pasti terima mujizat.
Besoknya pada waktu hari ke-2 lomba dilaksanakan, secara manusia sangat mustahil kalau anak saya bisa mendapatkan kemenangan. Karena anak saya tidak pernah lomba dengan jarak panjang. Dan hari itu, 2 mata lomba yang dia mainkan adalah jarak panjang semua yaitu 10 km dan 5 km, dan semua adalah mata lomba yang belum pernah dimainkan anak saya. Dan betul, di mata lomba 10 km, anak saya belum bisa mendapatkan kemenangan. Harapan kami hanya tinggal di 1 mata lomba lagi yang dimainkan beregu/tim, yang terdiri dari 3 orang. Pesan saya ke anak saya, “Lakukan yang terbaik, semampu yang kamu bisa lakukan, biarkan Tuhan bekerja menyatakan kuasaNya” Dan karena ini tim, jadi perhitungan waktunya dihitung dari pemain yang paling akhir masuk. Pada waktu tim anak saya mulai main, mereka punya target 1x putaran lintasan velodrom, harus dicapai dalam 30/31 detik. Dan mereka harus melakukan 16x putaran.
Pada waktu itu tim anak saya bisa mencapai 8 menit sekian detik dan sudah berada di posisi 3. Dan masih ada 6 tim yang belum main. Setelah selesai main, anak saya minta untuk berdoa. Kemudian kami cari tempat yang agak di belakang orang-orang dan kami bergandeng tangan berdoa. Sejak mulai anak saya main, saya terus berdoa dan berbahasa Roh sampai tim yang terakhir selesai main. Saya tidak membuka mata sama sekali, bahkan telinga saya, saya tutup terus. Hal itu saya lakukan, karena saya mau tetap fokus pada Tuhan. Saya tahu, ketika saya membuka mata/mendengar perkataan orang lain, itu akan melemahkan iman saya. Saya bilang sama Tuhan, “Tuhan, aku percaya bahwa hanya Engkau yang sanggup mengubahkan keadaan, hanya Engkau yang sanggup membalikkan keadaan, Dalam Nama Yesus Kemenangan TERJADI! Roh Kalah DIHANCURKAN!”
Tidak tahu kenapa, tiba-tiba pada waktu tim terakhir main, angin mendadak menjadi kencang, dan ini adalah satu keadaan yang berat untuk atlit sepatu roda. Karena angin bisa menahan kecepatan mereka, dan benar sekali, sampai akhirnya diumumkan waktu yang dicapai oleh atlit terakhir adalah 9 menit sekian detik. Spontan saya langsung berteriak PRAISE THE LORD!!! TUHAN YESUS BAIIIKK!!! Anak saya seolah tidak percaya bahwa akhirnya ketika kami bersatu hati dan berdoa dengan bergandeng tangan, Tuhan sanggup mengubahkan keadaan. Sampai-sampai dia berulang kali berkata “Betul nggak ini kalau aku menang.. Aku nggak MIMPI to??” Kemudian saya bilang, “Tuhan Yesus Baik, Kemenangan dinyatakan atas kamu.” Untuk sebagian orang, mungkin kemenangan yang kami peroleh adalah satu hal yang biasa, tapi bagi kami, kemenangan ini adalah bonus dari Tuhan, dan pengalaman pribadi kami dengan Tuhan, itu adalah kemenangan yang sesungguhnya. Tuhan sanggup melakukan semua yang tidak mungkin menjadi mungkin. Demikian kesaksian saya. Tuhan Yesus Memberkati.

Narasumber : Zefanya

Tuhan Yang Melancarkan Dalam Pembelian Tanah

Shalom Keluarga Allah yang sangat dikasihi Tuhan Yesus. Nama saya ibu Theresia Unin Dwi Lestari, Sukoharjo. Saya mengucap syukur atas anugrah Tuhan yang luar biasa yang dinyatakan dalam keluarga kami. Sungguh Tuhan Yesus dahsyat dan ajaib. Kami memiliki pergumulan untuk membeli tanah sebagai tempat tinggal dan tempat usaha. Kami berkeliling mencari dan bertanya-tanya lokasi dan harga.

Namun tak ada yang sesuai dengan yang kami inginkan, tapi kami tidak putus asa dan tetap yakin bahwa Tuhan akan menuntun kami menemukan lokasi yang sesuai dan harga yang sesuai. Setelah pencarian sekian lama akhirnya kami menemukan lokasi seperti yang kami inginkan. Sebelum deal pembelian itu saya sudah menulis kesaksian tapi belum saya kirimkan karna saya terlalu yakin bahwa Tuhan akan menjawab doaku. Melalui proses yang cukup panjang, akhirnya kami bisa membeli tanah di daerah Ngelo, Menuran, Baki Sukoharjo.
Puji Tuhan untuk kado di penghujung tahun 2018 segala hormat dan pujian hanya bagi Tuhan Yesus Kristus. Kami diberkati dengan rumah di Baki dan tanah di Ngelo, Menuran. Sungguh luar biasa perkataan profetik yang diajarkan oleh Bapak Obaja dan kami mengimani dan melakukan perkataan profetik tersebut.

Kami percaya bahwa disetiap pergumulan pasti ada mahkota yang indah. Firman Tuhan yang menjadi rhema bagi kami terdapat dalam Matius 21:22 “Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan kamu akan menerimanya.” Tuhan Yesus ajaib, saya bersyukur punya Tuhan seperti DIA yang tidak pernah mengecewakan anak-anak-Nya. Ketika kita memiliki pergumulan dalam hidup serahkan semuanya pada Tuhan dan Dia akan bekerja untuk hidup kita. Trimakasih Tuhan Yesus.

3 Miom Hilang Melalui Pujian dan Doa Profetik

Shalom, nama saya Ndindin, saya mau menyaksikan kebaikan Tuhan di bulan Desember ini, bulan yang penuh dengan anugrah. Dua setengah tahun yang lalu, di rahim adik saya yang bernama Rita terdapat 3 miom, yang satu cukup besar diameternya kira-kira 3 cm. Pada saat itu dokter menyarankan untuk segera diambil tindakan karena diperkirakan akan terus membesar karena masih usia subur. Namun saran dokter tidak kami lakukan. Kira-kira satu setengah tahun kemudian adik saya menapouse. Kami sudah melupakan miom yang ada di rahimnya.

Tanggal 10 Desember 2018 saya kaget, adik saya mengalami haid atau entahlah mungkin pendarahan yang cukup banyak. Saya kuatir miom yang besar itu pecah. Secara manusia saya kuatir dan takut kalau terjadi apa-apa karena nenek saya dulu juga pernah mengalami seperti ini.
Selama darah masih keluar, adik saya belum saya bawa ke dokter namun saya naikkan pujian penyembahan dan doa profetik setiap hari, dimana saya begitu rindu menaikkan pujian Yesua Hamasiah.

Saya juga tangkap thema Natal Gereja The God of All Possibilities menjadi rhema dari seluruh pergumulan hidup saya dan keluarga saya. Hari ke delapan darah mulai berkurang, hari ke sembilan darah berhenti total. Pada hari ke sembilan adik saya baru ke Rumah Sakit dan USG. Sebelum dokter menggerakkan alat USG saya naikkan doa profetik dalam hati saya, “Dalam Nama Yesus, Tuhan nyatakan kuasa dan mujizatNya saat ini juga”.

Dokter mulai menggerakan alatnya, dia bilang, “Miomnya mana kok ngga ada satupun, ngga ada apa-apa, bersih. Seharusnya kalau masih sakit mestinya masih ada miomnya paling ngga masih ada yang tersisa.” Dokter itu merasa bingung dan heran. Saya dengan penuh keberanian saya katakan ke dokter tersebut, Tuhan Yesus yang sudah menyembuhkan. Haleluyah Puji Tuhan.

Saya bersyukur dan sangat diberkati dengan adanya Pondok Daud di GKA Bandung. Melalui Pondok Daud saya merasakan Tuhan lebih besar dari pergumulan saya. Terimakasih Tuhan Yesus, Engkau sungguh baik, Engkau sungguh ajaib. Saya percaya Tuhan senantiasa menjawab seluruh doa-doa saya dengan cara yang ajaib. Amin Terimakasih. Tuhan Yesus berkati.

Narasumber : Ndindin – Keluarga Allah Bandung

Penyertaan Tuhan Dalam Studi Dan Pekerjaanku

Shallom, nama saya Yerica. Saya ingin menceritakan kebaikan Tuhan yang luar biasa dalam hidup saya. Saya adalah seorang fresh graduate lulusan Universitas Negeri di Kota Solo. Saya Lulus pada tahun 2017, dan berbeda dengan teman-teman saya yang lain ketika saya ujian Tuhan campur tangan dalam setiap apapun yang saya kerjakan. Awalnya saya deg-degan saat ujian tetapi ketika ujian hal yang luar biasa terjadi, saya dapat mempresentasikan skripsi saya dan dapat menjawab pertanyaan dari dosen penguji dengan baik. Setelah itu saya disuruh nyanyi, ruangan ujian yang saya kira akan tegang seperti temen-temen saya bilang berbeda, alhasil nilai skripsi saya sangat memuaskan yaitu mendapat A-. Banyak temen-temen saya bilang Yeri beruntung dll, karma dosen penguji saya termasuk kategori killer, tapi saya berserah saja dan andalkan Tuhan. Seperti Yeremia 11:29 katakan tentang rancangan Tuhan bukan Rancangan kecelakaan tapi rancangan damai sejahtera, saya imani dan mujizat terjadi.

Bukan hanya sampai situ Tuhan berkarya dalam hidup saya, setelah saya wisuda saya resign dari kerjaan saya yang lama dan setelah itu saya menjadi job seeker, disitu Tuhan berkarya, tak berapa lama kemudian saya mendapat tawaran menjadi asisten dosen di Universitas Negeri di Kota Solo yang penempatannya di Rektorat kampus. Disitu saya bertemu dengan orang-orang yang luar biasa. Tak henti-hentinya karya Tuhan dalam hidup saya, setelah itu saya mendapatkan pekerjaan part time di luar menjadi asdos dan berwirausaha.

Setelah 4 bulan lamanya saya mendapatkan tawaran pekerjaan di Jakarta di salah satu perusahaan imigrasi internasional. Saat itu saya ragu, singkat cerita saya berjalan menuju ke Jakarta. Sesampainya saya di perusahaan itu saya interview dan mendapatkan tawaran yang menurut saya luar biasa (gaji yang luar biasa) tetapi karna suatu hal saya diberikan kesempatan 3 bulan lalu harus kembali ke perusahaan itu. Saat itu saya sedikit khawatir, tapi saya percaya Tuhan punya rencana yang Indah buat saya. Keesokan harinya temen saya di Jakarta memberikan tawaran terkait ada lowongan pekerjaan, saya ragu disitu iya enggak karna gajinya lebih kecil dari sebelumnya. Disitu Tuhan bilang sama saya suruh dateng, akhirnya saya dateng saya interview dan tes (saat tes saya merasa banyak yang salah), ternyata saya lolos.

Setelah lolos saya mendapatkan informasi tanggal 26 Sept (Rabu Malam) dan harus mengumpulkan berkas tgl 1 Oktober, dan saat itu posisi saya tidak di Solo dan mengurus semuanya itu tidak bisa beberapa hari saja. Singkat cerita saya mendapatkan kesempatan dan telah selesai tanggal 3 Okt, disitu saya putus asa karna harus bolak balik Cikarang-Jakarta. Rasanya ingin menyerah, dan saya bilang sama Tuhan, “Tuhan kalaau Engkau mau aku di Bank ini berikan aku petunjukmu.” Akhirnya Tuhan ngasih banyak petunjuk, tidak cuma 1 tapi lebih dari 5, akhirnya saya manut sama Tuhan saya melangkah di tempat kerja yang baru. Setelah saya melangkah di tempat kerja yang baru, saya mendapatkan tawaran yang luar biasa (lebih dari 5 perusahaan) yang gajinya dan pangkatnya lebih tinggi, tetapi Tuhan mengingatkan saya agar tetep disini. Saya tidak tahu rencananya Tuhan apa, kenapa saya ditempatkan disini.

Suatu ketika saya bertemu dengan atasan saya, dia bilang gini “Yer, kamu tahu tidak kenapa aku trima kamu disini, karena ada yang gerakin aku buat trima kamu.” Saat itu juga aku merasa, WOW… Tuhan keren banget. Setelah bekerja disini saya bergabung komsel dan bertemu orang-orang yang luar biasa, disini saya sangat dikuatkan. Yuk semuanya, lebih intim dengan Tuhan dan percaya Tuhan punya rencana yang Indah buat kita semua. Tuhan Yesus Memberkati.

Narasumber : Yerica

Tuhan Tuntun Langkah Kami Dalam Keuangan Dan Momongan

Shallom KELUARGA ALLAH, Perkenalkan saya Wenny dan suami saya Ronny. Kami adalah keluarga muda yang sudah mempunyai seorang putri yang cantik dan akan ditambah tanggung jawab baru yang masih dalam kandungan. Kami ingin bersaksi betapa DASHYAT dan LUAR BIASANYA TUHAN YESUS dalam setiap perjalanan hidup kami. Awal cerita pada bulan September 2015 kami diberi pertanyaan oleh orang tua, Apakah kami bersedia untuk membuka toko di Kota SOLO. Kami bergumul sambil terus berdoa karena dibalik penawaran itu ada hal-hal yang kami pikirkan dari mulai segi Finansial yang mungkin pada saat itu terbilang cukup sedangkan jika kami menerima untuk membuka toko penghasilan kami tidak pasti mungkin saja lebih buruk dari sekarang.
Apalagi ditambah dengan latar belakang kami yang belum berpengalaman dibagian penjualan dan juga kami tidak mengenal kota SOLO. Kami bergumul dan bergumul akhirnya pada satu titik suami saya mengambil keputusan untuk melepaskan pekerjaan di kota Bandung dan membuka toko di kota SOLO. Singkat Cerita pada bulan 23 Desember 2015 kami segera untuk mencari Ruko yang pas agar cocok dengan usaha kami. Pada saat itulah di mulai jawaban-jawaban doa kami dimulai. Kami yang tidak tahu seluk beluk kota SOLO di tuntun TUHAN YESUS menemukan ruko yang pas di hari pertama kami mencari dan langsung dibayar. Setelah itu perasaan kami sudah mulai tenang karena sudah 1 masalah terlewati. Kehari berikutnya di 25 Desember 2015 itulah pertama kali kami datang ke KELUARGA ALLAH. Kami datang dengan sekedar bertujuan untuk merayakan tanpa mengharapkan sesuatu yang “SPECIAL”. Tapi rupanya TUHAN memberikan yang “SPECIAL” yaitu Rhema yang didapatkan suami ketika mendengar khotbah Pak Obaja. Pada saat itu bercerita tentang orang majus yang tidak tahu tujuan kemana mereka harus pergi tetapi walaupun begitu mereka terus berjalan mengikuti 1 Bintang besar yang bercahaya. Dan diakhir kebaktian Pak Obaja sempat bicara kira-kira seperti ini “Saya tahu disini ada orang majus bingung harus melakukan apa, bagaimana tapi tidak usah bingung karena cukup mengikuti Bintang Besar itu (dalam pengertian TUHAN YESUS) karena DIA mempunyai maksud dan tujuan”. Kami tangkap rhema itu dengan keyakinan TUHAN pasti punya tujuan dan maksud kenapa kami harus berada di kota SOLO. Toko kami pun berjalan semestinya OMZET kami naik.

Di 6 bulan omset kami menurun dan sangat LUAR BIASA di bulan tersebut juga Tema GEREJA KITA tentang pengelolaan KEUANGAN. Keluarga kami disitu memang belum melakukan perpuluhan karena dengan alasan belum cukup atau ada keperluan ini itu, dll. Kami di TANTANG untuk melakukan perpuluhan tapi dalam hati saya masih bergumul dengan alasan-alasan yang diawal. Tetapi TUHAN meneguhkan suami saya agar kami melakukan perpuluhan walaupun kekurangan. Saya pun mendukung walaupun masih bergumul. TUHAN Memang sangat LUAR BIASA, DASHYAT dan AJAIB setelah melakukan kami tanggung jawab DIA memberikan HAK kami dan tanpa terasa sekarang perpuluhan kami sekarang 3-5x Lipat. Dan belum sampai disitu BERKAT TUHAN yang kami terima kami diberikan kesempatan untuk memiliki RUMAH dan MOBIL. TUHAN YESUS tidak pernah ingkar janji DIA selalu menepati janji-Nya. TUHAN terus menjawab doa kami bahkan di awal bulan Oktober pada saat Pak Jonathan membawakan firman, beliau menubuatkan Bahwa TUHAN berkata ada pasangan yang sangat merindukan momongan dan kalian harus tahu TUHAN akan memberikan akhir bulan ini.

Kebetulan kami memang sedang melakukan program anak ke-2. Tetapi untuk keadaan kami pada saat itu bukan hal yang mudah karena saya menderita penyakit PCOS atau kelainan hormon dimana sel telur yang tidak berkembang dan sekalipun berkembang hanya kecil-kecil dan banyak. Tetapi kami tangkap RHEMA TUHAN yang pak jonathan katakan kami doakan, kami lakukan perkataan yang PROFETIK dan KEKUATANNYA yang ajaib kembali membuat kagum, saya POSITIF HAMIL dengan proses yang sangat cepat diluar nalar manusia dan dengan cara yang AJAIB. Sedangkan untuk orang lain yang mempunyai penyakit yang sama persis butuh sampai 6 – 12 bulan. Disini saya merasa malu karena terkadang saya secara manusia ada sedikit persaaan tidak yakin dengan keajaiban atau mukjizat-Nya. Padahal DIA selalu ada, selalu mengerti keadaan kita, keperluan kita karena DIA adalah TUHAN yang sangat LUAR BIASA AJAIB. Kami sekeluarga mendoakan Pak Obaja, Pak Jonathan & Keluarga terus diberkati dan dipakai TUHAN untuk menggembalakan setiap jemaat KELUARGA ALLAH. TUHAN YESUS memberkati.

Narasumber : Wenny dan Ronny

Sertifikat Jadi Tanpa Uang Sama Sekali

Shalom, saya ingin menyaksikan kebaikan Tuhan. Ibu saya mempunya rumah yang usia sertifikatnya 100 tahun. Saya di beri tugas untuk melegalkan sertifikat tersebut. Sudah lebih dari 5 tahun sertifikat itu diurus namun selalu gagal. Sebenarnya saya ngga mau ngurus namun saat saya lihat ibu nangis, saya merasa tidak tega. Akhirnya saya menghubungi teman saya pengacara. Teman saya menertawakan saya semua, mereka menyuruh saya untuk tidak usah mengurus sertifikat, yang penting saya tinggal di situ saja seumur hidup saya.
Saya katakan bahwa saya akan buktikan. Saya akan berjalan bersama Tuhan, dan Tuhan akan tolong saya. Akhirnya ada notaris yang mendorong saya untuk mengajukan kasus tersebut ke pengadilan. Setelah melalui beberapa persidangan, hakim minta di hadirkan 2 orang saksi. Hakim minta saksi yang usianya lebih dari 75 tahun yang tinggal di sana. Saya minta tolong ibu saya untuk cari saksi tersebut.
Singkat cerita ibu mendapat 2 saksi. Namun dalam persidangan hakim menolak karena dua saksi ini gugup. Maklum orang yang tidak pernah ikut persidangan. Hakim minta minggu depan dihadirkan 2 orang saksi lagi. Jika saya tidak dapat menghadirkan saksi itu maka gugatan saya dianggap gugur. Jujur saya lemes dan saya datang ke Pondok Daud untuk meminta pertolongan Tuhan.
Lalu saya teringat ada seorang ibu yang tinggal di Karangpandan yang sudah menganggap saya sebagai anaknya, ada dorongan dari Tuhan agar ibu itu saya jadikan saksi. Saya mulai bicara dengan ibu itu dan saya jelaskan ke beliau bagaimana jadi saksi. Sidang mundur yang seharusnya jam 09.00 karena satu dua hal maka jadi jam 16.00 sore. Saat itu hujan lewat dan saya terus dengarkan lagu pujian penyembahan. Saya terus bangun iman saya bahwa bersama Tuhan maka semua bisa. Lalu sidang dimulai dan hakim hanya bertanya, apa ibu kenal ibu ini, ibu tahu rumahnya dan ibu kenal anaknya ini. Saksi saya menjawab semua pertanya hakim. Sudah gitu saja selesai. Sungguh luar biaasa, teman saya sampai nangis. Kalau bukan Tuhan maka tidak akan mungkin. Harusnya masih ada sidang namun ternyata sudah selesai. Puji Tuhan, ini kebaikan Tuhan.
Setelah itu saya ke BPN dan ternyata biayanya sekitar 200 juta. Jujur saya katakan kepada ibu saya bahwa saya ingin istirahat dulu karena baik pikiran, hati dan tubuh semua lelah. Sungguh saat menjalani proses itu saya sangat tertekan. Saya di teror, di santet bahkan saya minta di doakan Pak Lukas. Saya sudah tidak punya uang lagi, semua sudah habis-habisan. Akhirnya ibu saya mengingatkan bahwa saya masih mempunyai uang sebab saya masih punya rumah yang saya pinjamkan ke seseorang dan ternyata rumah itu dikontrakkan ke orang lain lagi. Saya langsung nangis di Pondok Daud, saya katakan “Tuhan aku menyerah.” Lalu saya dengarkan radio dan Pak Obaja katakan, “Jika sesuatu sudah tidak ada yang bisa kita andalkan lagi maka itu saatnya mujizat akan terjadi.” Tuhan juga katakan, “Selama di pengadilan Aku mendampingimu maka itu juga yang akan Aku lakukan terhadapmu di BPN.”
Tiba-tiba Bapak RT dan RW datang ke rumah saya untuk memberitahu kalau ada program pemutihan dari Pak Jokowi. Saya daftar dan saya lengkapi persyaratannya namun pihak BPN berkata bahwa tidak bisa. Saya berdoa, “Tuhan akan memberikan yang terbaik dari yang terbaik.”
Pihak BPN tanya mana data-datanya dan saya katakan bahwa sudah saya serahkan. Ternyata data itu hilang di kantor BPN, mereka meminta maaf dan saya diijinkan mengikuti pemutihan. Namun ada file dari pengadilan yang sempat hilang. Saya diingatkan Tuhan untuk tidak takut lagi. Saya serahkan semua pada Tuhan dan saya merasa Tuhan dorong buka lemari putih, filenya ada di sana. Benar saudara file yang saya cari ada di sana. Saya segera kumpulkan file itu dan puji Tuhan sertifikat ibu saya jadi tanpa biaya sama sekali.

Narasumber : Ibu Diah

Record Breaking Miracles

Shallom Pak Obaja dan jemaat GBI Keluarga Allah, saya ingin menyampaikan kesaksian RECORD BREAKING MIRACLES yang saya alami 17 November 2018 yang lalu. Saya sudah menjalani bisnis percetakan 24 thn dan segmen pasar saya adalah Industri/pabrik terutama sarung tangan Golf. Saya kebanyakan mengerjakan Packaging atau Kemasan Produk.

Bulan Agustus yang lalu saya diminta untuk membuat Sample Packaging untuk sebuah Brand Kelas Dunia yang sedang akan melaunching produk baru. Dijanjikan bahwa jika hasilnya sesuai yang diinginkan, maka ordernya akan besar dan bahkan berkelanjutan. Setelah saya proses membuat samplenya, ternyata cetakannya sulit sekali, begitu rumit prosesnya sampai saya hampir menyerah.

Sementara, ada kompetitor lain dengan kekuatan modal mungkin 100x lipat diatas saya yang juga maju membuat sample. Saya merasa kekuatan dan peluang saya kecil sekali, saya mulai praktekkan DOA PROFETIK terus menerus. Dan mujizat pertama terjadi setelah Tuhan memberikan Rhema di Wahyu 3:8, tiba-tiba ada semangat dan kekuatan baru untuk saya terus berjuang. Singkatnya, akhirnya Produk saya di ACC dan order mulai naik…Haleluyaaa.

Tanggal 19 November 2018 kemarin, saya mengikuti Gathering Leader bersama Pak Jonatan di Kaliurang. Sore itu, seperti biasa saya menerima laporan order yang masuk setiap hari dari staff saya. Tiba-tiba saya terkejut luarbiasa karena angka omset yang saya terima sangat-sangat besar. Sampai saya zoom di hp saya karena takut salah baca. Saat itu Pak Jonatan lewat, dan saya tunjukkan data tersebut karena order inilah yang saat bulan Agustus saya minta didoakan khusus oleh Pak Jonatan.

Pak Jonatan kemudian bertanya: ini omset seminggu atau sebulan? Saya jawab SEHARI pak, ini tanggal 17 November 2018 saja.
Ini melipat puluhan kali dibanding rutinitas omset harian saya, bahkan memecahkan rekor 3x lipat rekor omset terbesar dalam sehari yang saya pernah dapatkan selama 24 tahun saya buka percetakan. Amazing bangeett…..

Lebih luar biasa lagi, ternyata malamnya, Pak Jonatan menyampaikan Rhema Baru bahwa Tuhan akan mengadakan yang namanya RECORD BREAKING MIRACLES. Mujizat yang MEMECAHKAN REKOR DALAM HIDUP SETIAP JEMAAT DI GEREJA KITA. Dan Puji Tuhan, saya diijinkan mengalaminya. Saya percaya, INI BARU PERMULAAN SAJA, akan terus bertambah bahkan semakin mencengangkan. Segala pujian, Hormat & Syukur bagi Yesus Tuhan dan Roh Kudus yang sudah melakukannya, Salam Kegerakan.

Andri Hartono SGI Jogja.