Pemulihan Bagi Yang Putus Asa

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 11:25-30

RHEMA HARI INI
Matius 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Hal-hal apa yang seringkali membuat Anda kuatir dan putus asa? Ekonomi? Kesehatan? Keluarga? Atau masa depan? Anda dapat menemukan banyak alasan untuk merasa kuatir dan putus asa di dunia ini, tetapi Tuhan berjanji kepada siapapun yang mengalami letih lesu dan berbeban berat, asal mereka mau datang kepada-Nya, maka Ia akan memberikan kelegaan kepadanya.

Ingat, tidak ada jalan buntu di dalam Tuhan. Bahkan, tidak ada beban yang terlalu berat yang tidak bisa kita tanggung bersama Tuhan. Firman Tuhan di dalam Filipi 4:13 mengatakan, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Itu sebabnya kita tidak perlu terus-menerus berada di dalam kekuatiran dan keputusasaan. Di dalam Tuhan, keputusasaan Anda akan diubahkan menjadi kemenangan.

Bagaimana mengubahkan keputusasaan menjadi kemenangan? Ikutilah sesi ketiga seri kotbah bulan Juli “The Miracle of Inner Healing” atau “Mujizat Kesembuhan Batin” dengan tema: “From Despair to Dominion” atau “Dari Keputusasaan Kepada Berkuasa.” Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv Bagikan link ini kepada kerabat, kenalan, atau keluarga Anda yang membutuhkan mujizat kesembuhan batin sehingga mereka juga bisa diberkati.

RENUNGAN
Tuhan sanggup mengubahkan KEPUTUSASAAN menjadi KEMENANGAN.

APLIKASI
1. Hal-hal apakah yang seringkali membuat Anda merasa putus asa?
2. Mengapakah hal-hal tersebut membuat Anda putus asa?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda bisa bangkit dari keputusasaan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami menyerahkan semua beban hidup kami di bawah kaki-MU. Kami percaya di dalam Engkau selalu ada pengharapan serta kekuatan yang baru. Kami bersyukur Engkaulah yang menjamin hidup kami dan menyediakan kemenangan bagi kami. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Kunci Kesembuhan Batin Dan Kemerdekaan Sejati

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Yohanes 8:30-36

RHEMA HARI INI
Yohanes 8:32 “dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Setiap hari, Dana merasa selalu saja melakukan kesalahan di mata Doni. Meski ia selalu berlaku ramah, sewaktu berpapasan, rekan kerjanya itu selalu mengabaikannya. Suatu pagi, belum juga ia sempat duduk, tiba-tiba terdengar teriakan Doni, “Kalau masuk, sepatunya dibersihkan dulu dong! Kotor banget nih ruangannya! Bikin ga nyaman kerja.” Dana menatap lantai. Ia baru sadar ternyata sepatunya meninggalkan jejak. Sambil meminta maaf, Dana segera keluar membersihkan sepatu. Meskipun Dana menyadari keteledorannya, tetapi perkataan Doni mengusik perasaannya. Namun, Dana tidak mau terjebak dalam sakit hati. Ia berusaha untuk tetap positif dan memiliki hati yang memancarkan kasih.

Tuhan Yesus mengajar kita untuk tetap berpegang kepada firman-Nya, supaya kita bisa mengetahui kebenaran dan memperoleh kemerdekaan. Hal itulah yang diperjuangkan Dana dari setiap peristiwa yang dialaminya. Ia berusaha untuk melihat segala sesuatu dengan kacamata Tuhan. Kacamata itulah yang akan selalu mengungkap kebenaran dan membawa kemerdekaan di balik setiap peristiwa yang terjadi.

Hari ini, mari kita belajar untuk selalu memakai kacamata Tuhan. Tanpa kacamata Tuhan, kita hanya akan melihat kegagalan, keterpurukan, penderitaan, kekecewaan, dan pahit hati. Karena itu, datanglah kepada Tuhan. Mintalah hikmat-Nya, supaya kita bisa mengambil sikap dan keputusan yang benar atas berbagai permasalahan yang ada. Teruslah pegang firman-Nya dengan semakin disiplin membaca Alkitab, semakin disiplin datang Pondok Daud, serta semakin disiplin doa dan berpuasa. Maka saat itulah, mata kita akan mampu melihat dengan jelas sesuai dengan pandangan Tuhan. Kita akan selalu bisa bersyukur, kita bisa mengampuni, kita bisa merespons dengan positif, dan kita bisa melakukan kehendak Tuhan. Tuhan pun tidak akan diam saja. Dia akan menyembuhkan kita dari pahit hati, sehingga kita bisa mengalami mujizat kesembuhan batin. Saat itulah, satu per satu rencana Tuhan akan digenapi secara sempura dalam hidup kita.

RENUNGAN
Hanya orang yang bisa MELIHAT DENGAN KACAMATA TUHAN yang akan mengalami KESEMBUHAN BATIN dan KEMERDEKAAN YANG SEJATI.

APLIKASI
1. Apakah saat ini Anda memiliki kepahitan atau Anda pernah menyakiti hati orang lain? Apakah akibatnya dalam keseharian Anda?
2. Dalam hal apakah Anda perlu untuk bisa melihat dengan kacamata Tuhan?
3. Bagaimana Anda bisa belajar untuk melihat dengan kacamata Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, berikanlah kami hikmat-Mu, supaya kami bisa melihat setiap peristiwa sesuai dengan pandangan-Mu. Ampunilah kesalahan kami yang telah menyakiti hati sesama kami dan kami pun mau mengampuni semua orang yang telah bersalah kepada kami. Kami mohon agar berkat damai sejahtera-Mu turun atas kami semua. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Melihat Rencana Besar Tuhan Dari Kacamata-Nya

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yesaya 55:1-13

RHEMA HARI INI
Yesaya 55:8-9 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Bukan hitam, putih, dan abu-abu. Dunia yang dikenal Rendi berwarna. Namun, ia kesulitan mengenali nuansa warna merah. Sementara orang lain melihat berbagai macam warna, penglihatannya didominasi warna hijau. Itu sebabnya, ia pun terpaksa melepaskan cita-citanya untuk menjadi seorang pilot atau astronaut. Suatu hari, ayahnya yang pulang dari dinas ke Amerika membawakannya oleh-oleh. Rendi pun segera membuka kotak kemasan bertuliskan EnChroma. Di dalamnya, ia menemukan sebuah kacamata hitam. Meski sedikit bingung kenapa ayahnya memberikan kacamata itu, ia mencobanya juga. Detik ketika lensa kacamata itu masuk dalam ruang penglihatan Rendi, jantungnya sesaat berhenti berdetak. Ia seolah-olah pindah ke dunia mimpi. Berjuta warna menyerbu matanya. Dunianya yang semula redup kini berubah menjadi cerah. Saat itu juga, air mata membanjiri wajahnya. Ia tak pernah menduga bahwa dunia sangatlah indah. Begitu kaya warna. Menakjubkan.

Saat hati kita penuh luka, warna dunia kita pun seakan-akan memudar. Semangat kita patah. Kepahitan memburamkan mata hati kita. Kita pun kehilangan kemampuan untuk merasakan kebaikan di sekeliling kita. Seolah tak berdaya, kita hanya bisa menyalahkan segala sesuatu yang menghancurkan hidup dan rencana masa depan kita.

Namun, apa pun yang kita rasakan hari ini. Bagaimanapun kita menilai apa yang terjadi pada kita. Sekelam dan sekusam apa pun warna hidup kita, kita bisa melihat segala sesuatu dengan cara yang berbeda. Seperti kacamata EnChroma yang memberikan keajaiban bagi orang-orang yang pengenalan warnanya terbatas, Tuhan ingin kita memakai kacamata-Nya barang sejenak. Saat kita membuka hati dan mujizat kesembuhan batin Tuhan kerjakan, kita akan melihat, bagaimana Dia memberikan warna-warna baru yang indah dalam segala sesuatu yang kita lalui. Kita pun akan memahami, jauh melebihi pengertian kita, semua itu Tuhan izinkan terjadi demi rencana besar-Nya melalui hidup kita. Dia akan gantikan kepahitan dengan kemuliaan. (MV.L)

RENUNGAN
Lihatlah SEMUA KEJADIAN yang kita alami dari KACAMATA TUHAN dan kita akan menemukan BESARNYA RENCANA TUHAN bagi kita.

APLIKASI
1. Bagaimana Anda melihat hidup Anda saat ini? Kira-kira warna-warna seperti apakah yang terlihat oleh Anda?
2. Mengapa Anda perlu memakai kacamata Tuhan untuk melihat hidup dan apa yang telah terjadi pada Anda?
3. Bagaimana hidup Anda yang terlihat dari kacamata Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih atas rancangan-Mu yang besar bagi kami. Jalan-jalan-Mu ajaib, ya Tuhan. Apa pun yang kami alami hari ini, kami ingin kembali bangkit dan menjadi semakin kuat dalam-Mu. Pakailah hidup kami, untuk memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Kunci Kesembuhan Batin Dan Kemerdekaan Sejati

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yohanes 8:30-36

RHEMA HARI INI
Yohanes 8:32 “dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Setiap hari, Dana merasa selalu saja melakukan kesalahan di mata Doni. Meski ia selalu berlaku ramah, sewaktu berpapasan, rekan kerjanya itu selalu mengabaikannya. Suatu pagi, belum juga ia sempat duduk, tiba-tiba terdengar teriakan Doni, “Kalau masuk, sepatunya dibersihkan dulu dong! Kotor banget nih ruangannya! Bikin ga nyaman kerja.” Dana menatap lantai. Ia baru sadar ternyata sepatunya meninggalkan jejak. Sambil meminta maaf, Dana segera keluar membersihkan sepatu. Meskipun Dana menyadari keteledorannya, tetapi perkataan Doni mengusik perasaannya. Namun, Dana tidak mau terjebak dalam sakit hati. Ia berusaha untuk tetap positif dan memiliki hati yang memancarkan kasih.

Tuhan Yesus mengajar kita untuk tetap berpegang kepada firman-Nya, supaya kita bisa mengetahui kebenaran dan memperoleh kemerdekaan. Hal itulah yang diperjuangkan Dana dari setiap peristiwa yang dialaminya. Ia berusaha untuk melihat segala sesuatu dengan kacamata Tuhan. Kacamata itulah yang akan selalu mengungkap kebenaran dan membawa kemerdekaan di balik setiap peristiwa yang terjadi.

Hari ini, mari kita belajar untuk selalu memakai kacamata Tuhan. Tanpa kacamata Tuhan, kita hanya akan melihat kegagalan, keterpurukan, penderitaan, kekecewaan, dan pahit hati. Karena itu, datanglah kepada Tuhan. Mintalah hikmat-Nya, supaya kita bisa mengambil sikap dan keputusan yang benar atas berbagai permasalahan yang ada. Teruslah pegang firman-Nya dengan semakin disiplin membaca Alkitab, semakin disiplin datang Pondok Daud, serta semakin disiplin doa dan berpuasa. Maka saat itulah, mata kita akan mampu melihat dengan jelas sesuai dengan pandangan Tuhan. Kita akan selalu bisa bersyukur, kita bisa mengampuni, kita bisa merespons dengan positif, dan kita bisa melakukan kehendak Tuhan. Tuhan pun tidak akan diam saja. Dia akan menyembuhkan kita dari pahit hati, sehingga kita bisa mengalami mujizat kesembuhan batin. Saat itulah, satu per satu rencana Tuhan akan digenapi secara sempura dalam hidup kita.

RENUNGAN
Hanya orang yang bisa MELIHAT DENGAN KACAMATA TUHAN yang akan mengalami KESEMBUHAN BATIN dan KEMERDEKAAN YANG SEJATI.

APLIKASI
1. Apakah saat ini Anda memiliki kepahitan atau Anda pernah menyakiti hati orang lain? Apakah akibatnya dalam keseharian Anda?
2. Dalam hal apakah Anda perlu untuk bisa melihat dengan kacamata Tuhan?
3. Bagaimana Anda bisa belajar untuk melihat dengan kacamata Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, berikanlah kami hikmat-Mu, supaya kami bisa melihat setiap peristiwa sesuai dengan pandangan-Mu. Ampunilah kesalahan kami yang telah menyakiti hati sesama kami dan kami pun mau mengampuni semua orang yang telah bersalah kepada kami. Kami mohon agar berkat damai sejahtera-Mu turun atas kami semua. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Obat Bagi Kesembuhan Atas Pahit Hati

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Roma 8:24-39

RHEMA HARI INI
Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Seorang gadis kecil begitu girang saat sang ayah menawarinya untuk belajar mengemudikan mobil. Tak disangka, ternyata sang ayah punya niat terselubung terhadap putrinya itu. Ia melakukan perbuatan asusila terhadap putrinya dan hal itu terjadi berulang kali selama bertahun-tahun. Meskipun mengetahui apa yang terjadi, sang ibu tidak bisa berbuat apa-apa karena takut terhadap suaminya. Alhasil, gadis itu tumbuh menjadi pribadi yang dipenuhi dengan kepahitan. Sampai akhirnya ia mulai belajar melihat segala sesuatu dari kacamatanya Tuhan. Pada akhirnya, ia bisa mengampuni orangtuanya dan mengalami pemulihan. Bahkan, kini ia dipakai Tuhan begitu luar biasa. Ia adalah Joyce Meyer, hamba Tuhan sekaligus penulis buku rohani yang telah memberkati banyak orang di seluruh dunia.

Sebelum menjadi raja, Daud juga pernah mengalami kepahitan terhadap Saul. Namun, karena ia memandang segala sesuatu dengan kacamatanya Tuhan, pahit hatinya pun Tuhan sembuhkan dan setiap kita pasti sudah tahu kisah selanjutnya. Daud berjaya sampai akhir hidupnya.

Saat ini, mungkin setiap kita juga sedang mengalami pahit hati terhadap seseorang. Mungkin perkataan atau perbuatan seseorang sudah melukai kita begitu dalam. Apakah itu orangtua, saudara, sahabat, pemimpin rohani, atau teman sepelayanan. Seperti Joyce Meyer dan Daud yang melihat semua pengalaman pahit yang mereka lalui dengan kacamatanya Tuhan, marilah kita melakukan hal yang sama. Tuhan sudah mengatakan bahwa Dia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Segera ambil komitmen untuk percaya bahwa ada rencana Tuhan yang lebih besar bagi kita. Percayalah, saat cara melihat kita sudah berubah, maka kita akan mengalami kesembuhan atas pahit hati, dan bersiaplah mengalami mujizat demi mujizat besar dalam hidup kita.

RENUNGAN
Salah satu rahasia untuk mengalami KESEMBUHAN ATAS PAHIT HATI adalah BELAJAR MELIHAT dari KACAMATA TUHAN.

APLIKASI
1. Apakah saat ini Anda masih menyimpan pahit hati terhadap seseorang? Mengapa demikian?
2. Maukah Anda mengalami kesembuhan atas pahit hati tersebut?
3. Apa yang akan Anda lakukan agar bisa sembuh atas pahit hati?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih untuk firman-Mu hari ini. Kami mohon, mampukan kami untuk melihat segala hal yang pahit dengan kacamata-Mu, sehingga kami boleh mengalami kesembuhan atas pahit hati kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Janji Perkenanan Tuhan Dalam Pengampunan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 6:5-15

RHEMA HARI INI
Matius 6:14-15 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

Orangtua. Mereka adalah orang-orang pertama di dunia ini yang seharusnya membuat kita merasa aman, hangat, dan terlindungi. Namun, ingatan pertama masa kecil Joyce tentang ayahnya adalah bagaimana ia dilecehkan secara seksual. Saat berumur 9 tahun, ia memberitahukan kepada ibunya mengenai apa yang sang ayah selalu lakukan kepadanya, tetapi ibunya tak mempercayainya. Di umurnya yang ke-12 atau 13, ayah Joyce berkata hendak mengajarinya untuk menyetir. Namun itu hanyalah akal-akalan untuk dapat memperkosanya. Perlakuan tidak pantas dari ayahnya dari waktu ke waktu menghancurkan hati Joyce. Terlebih lagi ketika ibunya memergoki apa yang dilakukan suaminya kepada anak mereka. Bukannya menolong Joyce, ia malah keluar dari rumah dan kembali dua jam kemudian dengan sikap biasa-biasa saja. Seolah tak ada yang terjadi.

Dengan segala hal buruk yang menimpa Joyce, rasanya mustahil untuk dapat mengampuni kedua orangtuanya. Namun, ia melakukannya. Meski sang ayah selalu mengelak dan menyangkali kenyataan, beberapa kali ia mencari ayahnya dan berkata bahwa ia telah memaafkan sang ayah atas semua yang terjadi di masa lalu. Bahkan, ia dan suaminya membelikan rumah untuk kedua orangtuanya. Bertahun kemudian, sang ayah mengakui kesalahannya dan meminta pengampunan Joyce. Hubungan mereka pun Tuhan pulihkan dengan pertobatan sang ayah. Inilah kisah Joyce Meyer, salah satu pembicara dan penulis buku Kristen paling terkemuka dari Amerika. Kisah hidupnya telah menolong jutaan orang untuk menemukan pengharapan dalam masa-masa pahit hidup mereka.

Saat kepahitan menguasai hidup kita, mengampuni bukanlah topik yang ingin kita sentuh. Bahkan kalau bisa kita buang jauh-jauh. Namun, suka tidak suka, pengampunan adalah keharusan. Sebab, hanya dengan cara demikianlah, Tuhan bisa mengampuni kesalahan-kesalahan kita. Saat hati kita benar di hadapan Allah, perkenanan-Nya akan turun atas kita. Mujizat kesembuhan batin bukan hanya terjadi dalam kita, Tuhan bahkan dapat memakai hidup kita untuk mendatangkan kesembuhan atas kepahitan dalam hidup banyak orang. (MV.L)

RENUNGAN
Ketika kita BISA MENGAMPUNI, perkenanan Tuhan akan SEMAKIN NYATA dalam hidup kita.

APLIKASI
1. Apakah yang membuat Anda sulit untuk mengampuni orang yang bersalah kepada Anda?
2. Mengapa Anda harus bisa mengampuni?
3. Bagaimana Anda dapat mulai mengampuni orang tersebut?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, ajarkan kami untuk dapat mengampuni orang-orang yang melakukan kesalahan kepada kami. Alirkanlah kasih-Mu daam hati kami dan kuatkan hati kami, agar kami dapat melakukan apa yang berkenan di hati-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Ujian Yang Membuat Hidup Kita Diangkat Tuhan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
1 Petrus 3:8-12

RHEMA HARI INI
1 Petrus 3:9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.

Sudah empat tahun belakangan ini, Marta tidak menghubungi kedua orangtuanya. Baginya, hidup seorang diri di Jakarta serasa seperti di sorga. Tenang dan damai. Jauh dari percekcokan dan kata-kata menyakitkan dari orangtua yang harus ia telan setiap hari sejak ia masih kecil. Kepahitan demi kepahitan membuat hatinya benar-benar beku, sehingga ia tidak pernah merasa rindu dengan orangtuanya. Namun, perjumpaan pribadi dengan Yesus membuat Marta bak tersadar dari mimpi. Hatinya yang beku luluh. Tiba-tiba ia merasa rindu kepada orangtuanya.

Suatu hari, ia seperti melihat dirinya berada di sebuah kapal yang besar dan kokoh. Sementara kedua orangtuanya sedang terombang-ambing dalam kapal tua yang kecil dan hampir pecah. Di situ ia harus mengambil keputusan. Sebelum kedua kapal yang berada di persimpangan saling menjauh dan tidak berjumpa lagi, sebelum kapal tua yang ditumpangi orangtuanya pecah dan tenggelam, Marta yang sudah dijamah hatinya oleh Tuhan akhirnya memilih untuk melemparkan sekoci pengampunan dan membawa mereka masuk ke dalam kapal hatinya yang baru. Sehingga kedua orangtuanya juga menerima kesembuhan dari pahit hati.

Hari-hari ini, coba periksa hati kita! Adakah kepahitan yang membekukan hubungan kita dengan keluarga kita? Jika ada, apa yang harus kita lakukan? Membalas kejahatan dengan kejahatan, atau melepaskan pengampunan? Sadarilah kejahatan hanya akan membawa kita semakin jauh dari kasih Allah. Sedangkan pengampunan membukakan pintu berkat Tuhan atas hidup kita. Sadarilah juga bahwa setiap waktu di hidup kita, kita pasti akan diperhadapkan pada yang namanya ujian pengampunan. Ujian pengampunan bisa jadi merupakan ujian terberat dalam hidup kita. Untuk itu, agar kita senantiasa memiliki hati yang mengampuni, mintalah pertolongan kepada Tuhan, supaya kita menerima kesembuhan atas pahit hati atau mujizat kesembuhan batin. Sehingga dari waktu ke waktu, kita dapat lulus dalam ujian pengampunan dan menerima pengangkatan dari Tuhan.

RENUNGAN
MENGAMPUNI bisa menjadi UJIAN TERBERAT bagi kita, tetapi jika kita BERHASIL MELALUINYA, bersiap-siaplah hidup kita DIANGKAT TUHAN.

APLIKASI
1. Apa ujian terberat yang Anda harus jalani dalam setiap waktu di hidup Anda?
2. Apa yang menyebabkan Anda sulit untuk mengampuni? Langkah apa yang harus Anda lakukan supaya Anda dapat melepas akar pahit dan pengampunan di hidup Anda?
3. Apa keuntungan yang akan Anda terima, jika hati Anda dipenuhi dengan pengampunan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, hanya pada-Mu kami berharap. Tolong kami, ya Tuhan, untuk memulihkan setiap akar pahit dan luka batin dalam hati kami, agar kami dapat melepas pengampunan kepada setiap orang yang sudah menyakiti hati kami. Sehingga kami dapat berhasil melalui setiap ujian dan menerima setiap promosi dan pengangkatan dari Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Mengampuni Karena Jamahan Kasih Tuhan

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Yohanes 4:1-21

RHEMA HARI INI
1 Yohanes 4:19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.

Ibarat kaki yang terluka, selama luka itu belum disembuhkan, maka sukar untuk kaki itu disuruh berlari. Tapi kalau lukanya sudah sembuh, maka yang tadinya sukar menjadi mudah. Berlari tidak lagi dipaksakan, berlari adalah hal yang natural dan mudah untuk dilakukan. Demikian juga dengan pengampunan, kalau hati kita belum disembuhkan, maka sukar untuk mengampuni. Tapi begitu kasih Allah menjamah hati kita dan hati kita sembuh, maka mengampuni adalah hal yang mudah, mendoakan orang itu adalah biasa, membalas kejahatan dengan kebaikan sangat mungkin dilakukan.

Sadarilah bahwa Allah lebih dahulu mengasihi kita. Dengan kata lain, kita lebih dahulu menerima kasih dari Allah. Dan dengan kekuatan kasih yang dari Allah itulah, maka kita dimampukan untuk mengasihi. Inilah kuncinya: mengalami jamahan kasih Tuhan. Orang yang tidak bisa mengampuni, sebenarnya belum mengalami kepenuhan kasih Allah. Bagaimana mungkin kita dipenuhi dengan kasih Allah, dan kita tidak mengampuni orang lain? Bagaimana mungkin kita dipenuhi kasih Allah, dan kita tidak bisa mengampuni? Bagaimana mungkin kita dipenuhi kasih Allah, dan masih ada kekecewaan dan pahit hati?

Oleh karena itu, yang perlu kita lakukan hanyalah membuka hati lebar-lebar dan mengijinkan kasih Allah itu menyerbu masuk dan menyembuhkan semua luka dalam hati kita. Rasakan kasihNya mengalir dalam hati Anda, rasakan pengampunanNya Dia berikan kepada Anda, rasakan dosa-dosa Anda yang merah seperti kirmizi itu diputihkan seperti salju karena kasihNya. Rasakan bahwa kita yang tadinya tidak layak, tapi sekarang dilayakkan. Rasakan bahwa sekalipun kita yang berdosa, tapi Dia yang menanggung semua kesalahan kita di kayu salib, mati bagi kita, dan oleh darahNya, maka dosa-dosa kita diampuni dan kita diselamatkan. Biarkan diri Anda tenggelam di dalam pelukan kasihNya. Biarkan setiap relung hati kita dipenuhi dengan kasihNya yang membebat, yang menyembuhkan, yang memulihkan. Mengalami kasih Allah seperti ini akan membawa kesembuhan yang ajaib bagi jiwa kita. Tenggelam dalam kasih Allah yang seperti ini akan membuat semua amarah, dendam dan kekecewaan itu menjadi sirna. Merasakan sentuhan kasihNya dalam hati kita akan membuat jiwa kita dibaharui, disegarkan dan dipulihkan kembali. Inilah kekuatan kasih Allah yang membaharui jiwa kita dan memampukan kita untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita.

RENUNGAN
Kunci untuk dapat MELEPASKAN PENGAMPUNAN adalah mengalami JAMAHAN KASIH TUHAN.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda menyadari Dia sanggup dan mau untuk memulihkan segala luka batin Anda?
2. Sudahkah Anda mengizinkan kasihNya masuk dalam hati Anda?
3. Dalam setiap doa, sudahkah Anda menubuatkan rhema mujizat pemulihan luka batin sampai sesuatu terjadi?

DOA HARI INI
“Bapa, kami buka hati lebar-lebar di hadapanMu. Jamah hati kami dengan kasihMu yang ajaib hingga kami mengalami sendiri betapa besar kasih karunia yang sudah Engkau limpahkan pada kami di atas kayu salib!. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Kasih Allah Yang Memampukan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Ibrani 12:1-17

RHEMA HARI INI
Ibrani 12:15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Erik Fitzgerald sedang bersiap untuk menjadi ayah baru ketika dunianya berubah dalam sekejap. Erik, seorang pendeta muda dari Georgia, terbangun pada suatu pagi di bulan Oktober 2006 dengan berita bahwa mobil istrinya ditabrak oleh seorang petugas pemadam kebakaran yang tertidur di belakang kemudi saat pulang dari bertugas jaga 24 jam. Istrinya, June yang sedang hamil, meninggal seketika bersama dengan bayinya yang belum lahir. Faith, putrinya yang saat itu berusia 19 bulan, selamat dari kecelakaan itu.

Di tengah kesedihannya, Erik melihat bahwa ini adalah kesempatan yang diberikan Tuhan untuk mempraktikkan pengampunan seperti yang sudah ia terima sendiri dari Tuhan Yesus. Di tengah deraan rasa bersalah yang sangat berat yang dialami oleh Matt Swatzell si petugas pemadam kebakaran, Erik memohon hukuman yang ringan kepada pengadilan agar Matt dapat dibebaskan dari penjara dan hanya menjalani hukuman luar serta membayar denda. Saat mereka bertemu di peringatan 2 tahun kematian June, Erik memeluk Swatzell yang menangis penuh penyesalan. Peristiwa itu membuahkan persahabatan yang berlanjut hingga hari ini. Pengampunan yang diberikan oleh Erik telah menyembuhkannya dari rasa kehilangan dan memulihkan Swatzell dari rasa bersalah yang memenjarakannya.

Kita yang terlebih dahulu menerima kasih dari Allah akan dimampukan untuk mengasihi bahkan mengampuni. Orang yang tidak bisa mengampuni, sebenarnya belum mengalami kepenuhan kasih Allah. Kita perlu menyadari bahwa kita pun juga berdosa terhadap Tuhan namun Tuhan tetap mengasihi kita serta mengampuni kita. Itu sebabnya, hari ini marilah kita mengambil keputusan untuk mengampuni orang lain sehingga hidup kita dimerdekakan dari segala kepahitan hidup dan kita bisa menerima anugerah yang sangat besar dari Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.(ABU)

RENUNGAN
Yang MEMAMPUKAN kita bisa MENGAMPUNI orang lain adalah KASIH ALLAH YANG MEMENUHI HATI kita.

APLIKASI
1. Peristiwa menyakitkan apa yang pernah Anda alami?
2. Apakah respon Anda terhadap peristiwa tersebut?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil supaya Anda bisa melepaskan pengampunan terhadap orang yang sudah menyakiti Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami buka hati kami untuk menerima kepenuhan kasih-MU. Biarlah kasih-MU itu mengalir keluar dari hati kami kepada orang-orang yang ada di sekeliling kami, juga untuk orang-orang yang sudah menyakiti hati kami. Kami percaya kasih-MU akan memampukan kami untuk mengampuni. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Mengampuni Bersama Tuhan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Filipi 4:4-13

RHEMA HARI INI
Filipi 4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Jika seseorang menyakiti orang yang kita sayangi, tentu hati kita tidak terima. Inilah yang dialami oleh Inge Handoko. Anak perempuannya, Happy, terbunuh oleh Teddy dalam usaha perkosaan. Keluarga Handoko sangat terpukul dan berduka. Mereka menuntut hukuman yang seberat-beratnya bagi Teddy. Selama enam bulan proses persidangan, hidup keluarga Handoko bagai di neraka. Hari-hari mereka penuh dengan kemarahan dan kepahitan. Sampai suatu hari, Wibi, anak sulung Inge, mengikuti sebuah ibadah dan khotbah yang disampaikan adalah tentang pengampunan. Wibi merasa tertantang untuk melepaskan pengampunan dan hal ini dibagikannya kepada ibunya. Menurut Wibi, mereka sekeluarga harus mengampuni Teddy, dan hal ini harus dengan tindakan nyata seperti mencabut tuntutan.

Saat kemudian berhadapan muka dengan Teddy, baik Inge maupun suaminya sangat sulit untuk memberi pengampunan. Inge pun berdoa bersama sang suami supaya Tuhan memberi kekuatan untuk mengampuni orang yang telah membunuh anak mereka. Akhirnya mereka mampu melepaskan pengampunan dan memeluk Teddy. Pengampunan yang tulus telah mengubah hidup keluarga Handoko. Yang tadinya mengalami depresi luar biasa, Tuhan pulihkan keluarga mereka dengan sukacita dan damai sejahtera.

Mengampuni tanpa Tuhan sangat berbeda dengan mengampuni bersama Tuhan. Berusaha mengampuni tanpa kasih Tuhan adalah hal yang sangat berat dan sulit. Di luar Tuhan, sering kali orang hanya akan puas kalau bisa melampiaskan dengan balas dendam dan membuat mereka yang menyakiti kita juga merasakan penderitaan yang sama. Namun, cara seperti ini hanya akan memberi kepuasan sesaat, kemudian hati kita akan menjadi kosong dan hampa. Bahkan akan menimbulkan kerusakan yang lebih parah dalam hubungan kita dengan sesama dan terutama hubungan dengan Tuhan. Kalau kita membalas dendam, malah bisa menjadi lingkaran setan pertikaian yang tak ada habisnya dan menyebabkan pahit hati yang makin mendalam. Mintalah kasih Tuhan menguatkan dan menyembuhkan hati kita, maka mengampuni akan menjadi mudah dan mendatangkan mujizat kesembuhan batin bagi kita. (PF)

RENUNGAN
Ada PERBEDAAN BESAR antara mengampuni TANPA TUHAN dan mengampuni BERSAMA TUHAN.

APLIKASI
1. Apakah Anda masih menyimpan sakit hati dan kepahitan terhadap seseorang?
2. Apa yang membuat Anda sulit melepaskan pengampunan?
3. Tindakan nyata apa yang bisa Anda lakukan sebagai langkah mengampuni?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, ampuni kami bila kami tak mampu mengampuni orang yang telah menyakiti hati kami. Kami buka hati dan terima kasih-Mu yang menyembuhkan. Cabut setiap kepahitan hati kami sampai ke akar-akarnya. Beri kami hati yang mengampuni, hati yang mengasihi, seperti Engkau telah mengampuni dan mengasihi kami. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.