Jangan Sampai Fokusmu Teralihkan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 14:22-33

RHEMA HARI INI
Markus 14:29-30 “Baik,” kata Yesus, “ke sinilah!” Petrus pun turun dari perahu dan berjalan di atas air ke arah Yesus. Tetapi, ketika ia memandang ke sekelilingnya dan melihat ombak yang besar, ia menjadi takut dan mulai tenggelam. “Tuhan, tolong!” serunya. (FAYH)

Pernahkah Anda menghitung di Indonesia saja berapa banyak gunung berapi yang mendadak berstatus aktif akhir-akhir ini? Atau seberapa sering gempa bumi terjadi belakangan ini? Ya, bila kita terlalu fokus pada berita negatif, maka secara tidak sadar itu akan mempengaruhi hati dan pikiran kita. Itu dapat menyebabkan kita menjadi khawatir dan takut melakukan perjalanan, mengalami insomnia atau efek negatif lainnya. Demikian juga pada peristiwa Petrus berjalan diatas air, saat ia mengalihkan fokusnya dari Yesus kepada badai di sekitarnya, saat itu juga ia kehilangan kuasanya dan mulai tenggelam.

Mazmur 16:8 mencatat, Daud melakukan segala sesuatu dengan mata yang memandang kepada Tuhan. Itu yang membuat Daud tidak pernah goyah. Dan selain itu dia tahu persis seperti apa Allah yang dia sembah (Mazmur 135:5-6). Daud sungguh-sungguh tahu kemampuan Tuhan. Dia tahu persis bahwa Tuhannya itu maha besar dan melebihi segalanya. Dia tidak mau memandang dirinya yang penuh keterbatasan. Dia tidak mau memandang bahwa dia anak yang terkecil di keluarga. Dia tidak mau melihat pipinya yang masih kemerahan. Dia tidak mau memandang Saul dan tentaranya yang ketakutan melawan Goliat. Dia selalu memandang kepada Tuhan!

Sadarkah Anda bahwa fokus Anda menentukan iman anda? Pastikan fokus itu tidak pernah teralih dari Tuhan, sehingga iman kita tetap kokoh. Abraham bisa punya iman yang sangat kokoh, bahkan menjadi bapa orang percaya, karena mata rohaninya selalu memandang Tuhan. Ini yang membuat dia bisa berharap pada saat tidak ada dasar untuk berharap! Ini yang membuat dia bisa percaya pada saat semua logika manusia berkata tidak mungkin. Dan iman seperti inilah yang menarik kuasa Allah bekerja sehingga mujizat besar terjadi: Abraham bisa mempunyai anak dan menjadi bapa banyak bangsa.

RENUNGAN
Ketika FOKUS kita TERALIHKAN DARI TUHAN pada situasi dan kondisi atau keterbatasan kita, bisa dipastikan VISI KITA AKAN GOYAH.

APLIKASI
1. Sungguhkah Anda tahu dan sadar siapa Tuhan Yesus yang kita sembah?
2. Sudahkah kita menyadari seberapa besar kuasaNya, kemampuanNya, hikmatNya, kekayaanNya, kasihNya?
3. Adakah yang masih menghalangi Anda untuk dapat fokus hanya pada Tuhan Yesus?

DOA HARI INI
“Bapa di surga, beri kami pengurapan agar mata rohani kami dapat selalu fokus tertuju padaMu. Roh Kudus patahkan segala kuasa yang menghalangi mata rohani kami untuk dapat fokus hanya kepadaMu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Fokus Pandang Tuhan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Mazmur 16:1-11

RHEMA HARI INI
Mazmur 16:8 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

Sebuah regu pramuka terlihat sedang berjuang mendapatkan bendera yang ditancapkan Pembina mereka di seberang sungai di bumi perkemahan. Untuk itu, mereka harus melalui sungai yang hanya dihubungkan oleh sebatang pohon. Memang aliran sungai tidaklah deras. Namun Doddy fobia terhadap sungai. Satu per satu temannya telah berhasil melewati jembatan tersebut. Tinggal ia sendirian yang ketakutan untuk melangkah. Matanya terus memandangi aliran sungai. Sementara itu, teman-temannya mulai meneriakinya agar bergerak lebih cepat. Saat melangkahkan kakinya di atas jembatan, kakinya mulai lemas dan hampir jatuh. Namun ketua regunya mulai memberi semangat, “Ayo kamu bisa! Jangan pandangi sungai itu terus! Pandang ke depan! Hanya tinggal lima langkah.” Dukungan tersebut menguatkan Doddy dan ia pun berhasil menyeberang dengan selamat.

Hari-hari ini, lawatan terdahsyat di akhir zaman sedang dimulai. Awalnya banyak yang bersukacita mendengar kata lawatan dan berlomba-lomba untuk masuk ke dalam kereta lawatan Tuhan. Mereka berlomba-lomba menetapkan visi yang sangat besar dan mustahil. Namun, ketika tantangan dan hambatan mulai menyerang, nyali mereka menciut. Tidak sedikit anak-anak Tuhan yang akhirnya berhenti dan tenggelam dalam kegagalan. Seperti Petrus, awalnya ia begitu bersukacita karena kedatangan Tuhan. Saking gembiranya, ia mulai memantapkan visinya berjalan di atas air untuk mendapatkan Yesus. Namun karena gagal fokus, ia akhirnya tenggelam. Bersyukur kita punya Tuhan yang tidak berhenti untuk menarik kita kembali kepada fokus yang benar, sehingga baik Petrus maupun kita semua dapat kembali untuk berjalan di atas air, atau menyebrangi sungai dengan selamat seperti Doddy.

Fokuslah memandang Tuhan, bukan kepada keadaan kita yang miskin, tidak berpendidikan, penuh dosa, dan tidak berdaya. Selama kita pandang Tuhan, maka visi kita tidak akan goyah. Iman kita akan akan tetap teguh, bahkan melahirkan mujizat seperti mimpi. Iman seperti inilah yang menarik kuasa Allah bekerja sehingga tahun mujizat besar benar-benar kita alami.

RENUNGAN
Selama kita PANDANG TUHAN, visi kita TIDAK AKAN GOYAH.

APLIKASI
1. Menurut Anda, sudah besarkah visi yang Anda miliki? Apa yang harus Anda lakukan agar visi besar yang Tuhan taruh dihidup Anda tidak goyah?
2. Mengapa Anda perlu memandang kepada Tuhan dalam mengejar visi atau mujizat terbesar dari Tuhan tahun ini?
3. Sudahkah Anda menerima mujizat seperti mimpi seperti yang Tuhan janjikan? Jika sudah, coba tuliskan!

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terima kasih atas kasih setia-Mu. Kami bersyukur karena lawatan terdahsyat sedang Engkau nyatakan hari-hari ini. Mampukan kami untuk mengejar panggilan kami sebagai pembawa lawatan dan terus terfokus kepada-Mu, sehingga visi kami tidak goyah, tetapi melahirkan mujizat seperti mimpi dan perkara-perkara ajaib setiap hari. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Tidak Akan Bisa Bermimpi Kecil Lagi

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 135:1-21

RHEMA HARI INI
Mazmur 135:5-6 Sesungguhnya aku tahu, bahwa TUHAN itu maha besar dan Tuhan kita itu melebihi segala allah. TUHAN melakukan apa yang dikehendaki-Nya, di langit dan di bumi, di laut dan di segenap samudera raya;

Melihat toko-toko kue terkenal di kota Solo, Lisa merasa minder dengan mimpinya, bahwa kue-kue buatannya bisa bersaing dengan kue-kue terkenal lainnya. “Ah apa bisa, saya yang hanya punya modal kecil dan belum berpengalaman bersaing dengan mereka yang sudah terkenal dan punya pengalaman puluhan tahun berwirausaha?” gumam Lisa. Namun ia merasakan dorongan yang kuat dari Roh Kudus. Ditambah dengan peneguhan-peneguhan melalui firman Tuhan di gereja untuk berani melangkah. “Percaya, bersama Tuhan tidak ada yang mustahil!” Demikian yang seringkali disampaikan oleh Bp. Pdt. Obaja. Keberanian dan iman Lisa jadi bangkit dan menyala-nyala kembali. Lisa tidak lagi memandang keterbatasannya, tetapi kebesaran Tuhan yang tak terbatas. Benar saja, baru tiga bulan memulai usaha, promosi dari Tuhan menghampirinya. Kue buatannya dilirik oleh sebuah instansi pemerintah yang bergerak di bidang pangan. Dan mendapat penghargaan empat produk terbaik dari ribuan produk di kota Solo. Sekarang kue buatannya tidak hanya berkembang di kota Solo, tetapi juga di sekitar kota Solo dan mendapat respon yang sangat luar biasa dari masyarakat.

Kini Lisa bahkan tidak hanya bermimpi produk buatannya bisa laris di kota Solo dan sekitarnya, tetapi ke kota-kota, bahkan ke bangsa-bangsa. Sebab ia percaya, Allah yang ia sembah adalah Allah yang Maha Besar dan Tuhan yang melebihi segala allah. Allah yang hidup, yang sanggup menciptakan yang mustahil menjadi tidak mustahil.

Jika saat ini nyali kita sedang menciut, dan mimpi kita mulai memudar, ubah pola pikir kita, seperti Daud yang berkata, “Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah (Mazmur16:8).” Ubah cara pandang kita, yang hanya memandang keterbatasan diri, menjadi pandangan yang hanya tertuju kepada kebesaran-Nya. Agar kita dapat melihat dan menyadari dengan sungguh siapa Tuhan yang kita sembah. Sehingga kita tidak akan bisa lagi bermimpi kecil, tetapi berani bermimpi diluar batas kekuatan dan melahirkan mujizat seperti mimpi. Dan tahun 2019 sungguh menjadi tahun mujizat besar bagi setiap kita.

RENUNGAN
Sadarilah SIAPA TUHAN YANG KITA SEMBAH dengan sungguh-sungguh, maka kita TIDAK AKAN LAGI BISA hanya bermimpi kecil.

APLIKASI
1. Apa yang harus Anda lakukan agar Anda tidak bisa lagi berminpi kecil?
2. Apakah Anda sudah mengubah cara pandang Anda, dari yang hanya memandang keterbatasan diri kepada memandang kebesaran Tuhan?
3. Sudahkah mujizat seperti mimpi yang Anda rindukan terjadi dalam hidup Anda? Jika sudah coba tuliskan dan saksikan, sehingga Nama Tuhan ditinggikan dan banyak jiwa diberkati oleh kesaksian Anda!

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa terima kasih atas rhema “Mujizat Seperti Mimpi” yang Tuhan berikan kepada kami. Kami mau mengubah fokus kami, dari memandang keterbatasan diri, menjadi hanya memandang kepada kebesaran Tuhan, sehingga tahun mujizat besar sungguh menjadi nyata atas kami. Dalam Nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Kunci Berani Bermimpi Besar

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yesaya 40 : 12 – 31

RHEMA HARI INI
Yesaya 40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Sedari sekolah, Catrin suka sekali mengumpulkan gambar-gambar keindahan alam di luar negeri. Dia juga suka dengan pelajaran geografi tentang negara-negara lain, bukan itu saja dia sangat suka belajar Bahasa Inggris. Keinginan terbesarnya adalah bisa melihat dunia luar, bukan hanya melihat di buku, internet maupun televisi saja. Jika dipikirkan pergi ke luar negeri adalah sesuatu hal yang rasanya mustahil bisa dilakukan oleh Catrin. Bagaimana tidak, keluarganya, saudara-saudara dekatnya belum ada yang pernah pergi ke luar negeri. Meskipun demikian, Catrin tetap berani bermimpi bahwa suatu saat dia pasti akan pergi ke luar negeri.

Mimpi Catrin memang tidak serta merta terwujud begitu saja. Tahun-tahun berlalu, seolah-olah tidak ada tanda mimpinya bisa terwujud. Sampai Catrin menikah dan memiliki anak, mimpi besarnya tetap dipegangnya, dia percaya bahwa Tuhan Yesus yang dia percaya akan membantunya mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan. Singkat cerita, akhirnya Catrin bisa pergi ke luar negeri bersama dengan suami dan anaknya. Sesuatu yang rasanya seperti mimpi bagi Catrin. Bahkan ketika pesawat yang ditumpanginya hampir mendarat di negara tujuan, dia masih berasa mimpi. Catrin sangat bersyukur kepada Tuhan atas jawaban doa yang diberikan, mimpi terbesarnya yang bisa menjadi kenyataan di tengah keterbatasannya itu.

Saat tidur, kita memang tidak bisa memilih mimpi. Namun, kita bisa memiliki mimpi besar dalam kehidupan nyata ini. Kapasitas mimpi kita sangat dipengaruhi oleh siapa yang kita lihat. Jika kita hanya memandang Tuhan yang tidak terbatas, maka kita akan akan berani memiliki mimpi yang besar dan tidak terbatas. Jangan memandang diri kita yang penuh keterbatasan, tetap selalu pandanglah kepada Tuhan. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang maha besar dan melebihi segalanya., baik itu kuasa-Nya, kemampuan-Nya, hikmat-Nya, kekayaan-Nya dan kasih-Nya. Oleh karena itu, jangan hanya bermimpi kecil-kecilan. Berjalanlah bersama Tuhan, pasti kita akan sanggup memimpikan perkara-perkara yang besar dan ajaib. Saat kita mengandalkan Tuhan, pasti mujizat besar akan terjadi dalam hidup kita. (LEW)

RENUNGAN
Kunci BERANI BERMIMPI BESAR adalah MEMANDANG KEPADA TUHAN, bukan keterbatasan kita.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda memiliki mimpi besar? Sebutkan!
2. Percayakah Anda bahwa Tuhan akan mewujudkan mimpi Anda menjadi kenyataan? Jika ya atau tidak mengapa?
3. Apa komitmen Anda saat Anda berani bermimpi besar?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, kami sungguh bersyukur untuk setiap anugerah-Mu. Kami mau berani bermimpi besar dan terus memandang Engkau. Kami adalah manusia yang terbatas tetapi Engkau adalah Allah yang tak terbatas. Kami percaya mimpi kami akan menjadi kenyataan jika seturut dengan kehendak-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Berani Bermimpi Besar

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
2 Raja-Raja 2:9-15

RHEMA HARI INI
2 Raja-Raja 2:10 Berkatalah Elia: “Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi.”

Lanny menikah dengan suaminya di bulan Mei 2005. Seperti layaknya pasangan yang sudah menikah, mereka mendambakan anak. Namun, setahun sudah berlalu dan ia belum juga hamil. Mereka pun memeriksakan diri ke dokter. Saat Lanny diperiksa USG, tidak ditemukan masalah. Namun, ternyata sperma suaminya amat sangat sedikit, hanya 800.000/ml. Sementara untuk terjadinya suatu kehamilan dibutuhkan minimal 20 juta sperma/ml. Dokter memvonis bahwa sangat kecil kemungkinan Lanny bisa mengandung. Meski merasa kecewa dan sempat terpuruk, dalam hati kecil Lanny, ia tetap yakin bahwa mereka bisa punya anak bila terus berdoa dan berusaha, karena tidak ada doa yang sia-sia.

Sambil berserah, mereka pun menjalani bermacam-macam pengobatan medis maupun tradisional. Seiring waktu, semua itu semakin terasa berat. Sampai dalam sebuah kebaktian, pendeta yang berkhotbah berkata, “Jangan katakan kepada Tuhan betapa besar masalahmu. Katakan kepada permasalahanmu, betapa besar Allahmu.” Saat itulah iman Lanny dibangkitkan. Akhirnya, Mei 2007, apa yang mereka impikan pun terjadi. Tuhan memberikan seorang anak dalam kandungan Lanny.

Mujizat seperti mimpi juga akan terjadi kepada kita, jika kita berani memimpikannya. Mimpi bukanlah gambaran film saat kita tidur. Mimpi berbicara tentang penglihatan. Elisa pun bermimpi untuk mendapatkan dua bagian dari roh Elia, hal itu berarti memiliki kuasa untuk melakukan mujizat dua kali lipat dari Elia. Hal ini hampir mustahil, karena Elia adalah nabi yang sangat luar biasa, yang melakukan mujizat-mujizat besar. Namun, Elia berkata hal itu mungkin terjadi bila Elisa melihatnya terangkat ke sorga. Inilah kekuatan dari melihat. Meski belum terjadi, kita sudah melihatnya terjadi dengan iman kita. Ingatlah, kita mempunyai Tuhan yang besar. Jangan bermimpi kecil, jangan bermimpi yang biasa, tetapi mimpikan sesuatu yang super besar terjadi dalam hidup kita. Percayalah, di tahun mujizat besar ini, Tuhan sanggup menjawab mimpi kita sesuai kehendak-Nya. Tuhan Yesus memberkati. (ABU)

RENUNGAN
BERANILAH bermimpi besar, sebab MUJIZAT SEPERTI MIMPI hanya akan terjadi jika kita BERANI MEMIMPIKANNYA.

APLIKASI
1. Apakah impian Anda yang belum terwujud? Bagaimana sikap Anda dalam menghadapinya?
2. Mengapa Anda harus berani untuk bermimpi besar?
3. Bagaimana Anda bisa memperbesar impian Anda? Catatlah impian Anda tersebut.

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, Engkau sungguh besar. Tidak ada impian yang terlalu besar yang tidak sanggup Engkau kerjakan. Justru, impian kamilah yang terlampau kecil. Kami percaya, Engkau sedang mengajarkan kami untuk memandang-Mu dan beroleh keberanian untuk bermimpi lebih besar lagi. Bekerjalah melalui kami, ya Tuhan, agar mujizat seperti mimpi itu benar-benar terjadi di tahun mujizat besar ini. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Mujizat Yang Terus Mengetuk Pintu

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Ayub 5:6-18

RHEMA HARI INI
Ayub 5:9 Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan yang tak terduga, serta keajaiban-keajaiban yang tak terbilang banyaknya;

Desember 2017 tak akan terlupakan dari ingatan Susi dan suaminya. Kehilangan yang teramat dalam dan menyakitkan karena kematian gadis kecil semata wayangnya. Kesalahan diagnosis dari Rumah Sakit menyebabkan anaknya terlambat mendapat penanganan yang tepat. Kesedihan yang teramat sangat dan tekanan dari ibunya yang tinggal serumah dengan mereka hampir membuat Susi kehilangan akalnya. Ibu Susi yang sangat menyayangi cucunya seakan tidak terima dan terus menyalahkan Susi dan suaminya, menganggap mereka begitu teledor menjaga si buah hati. Untunglah sang suami terus menguatkan dan mendoakan istrinya melewati masa-masa tergelap dalam hidup mereka. Tak disangka, beberapa bulan setelah kehilangan gadis kecilnya, Susi ternyata mengandung lagi. Betapa bahagia dan kaget keduanya, karena sebelumnya mereka harus menanti selama 6 tahun untuk mendapat seorang anak.

Namun dalam prosesnya, kehamilan Susi tidak berjalan lancar. Berat janin tidak sesuai dengan usia kehamilan dan dokter menemukan plasenta akreta atau perlengketan plasenta pada dinding rahim. Hal ini bisa menyebabkan pendarahan hebat pada ibu paska melahirkan. Lebih parah lagi ternyata plasentanya melekat menutupi jalan lahir. Sungguh suatu pergumulan yang berat bagi Susi dan suaminya, karena ini merupakan kehamilan beresiko tinggi. Berdua bergandeng tangan mereka menyerahkan segalanya pada Tuhan, tak putus mereka berdoa memohon kemurahan Tuhan. Sebulan sebelum hari kelahiran, mujizat terjadi. Plasenta bergerak dan bergeser tidak lagi menutup jalan lahir. Berat bayi dalam kandungan pun naik dengan signifikan. Persalinan berjalan cepat dan lancar, seorang bayi perempuan lahir dengan sehat dan selamat.

Ya, terkadang dalam hidup, Tuhan mengijinkan hal buruk terjadi dalam hidup kita. Bukan berarti Tuhan jahat atau membenci kita namun semua dimaksudkan supaya kita makin melekat dan dekat pada Tuhan. Agar kita makin bisa mengerti bahwa hanya Dia yang berkuasa dan satu-satunya tempat kita berharap. Tahun ini, bila kita sempat berputus asa, bangkitkan lagi harapan dan iman kita. Cari dan ikuti tuntunan dari Tuhan sebab tahun ini adalah tahun mujizat besar. Tuhan telah memberikan rhema bahwa di tahun inilah waktunya doa-doa kita akan terjawab. Mujizat yang bagaikan mimpi bagi kita, karena merasa sudah tidak ada harapan lagi, akan dinyatakan Tuhan tahun ini. Tetaplah setia dan bertekun dalam Tuhan supaya keajaiban, kesembuhan, kebahagiaan, kejayaan, kemuliaan, sukacita, kedamaian dan semua yang baik dari Tuhan terus mengetuk pintu hidup kita sepanjang tahun ini. (PF)

RENUNGAN
Tuhan akan membuat kita TERCENGANG dengan mujizat demi mujizat seperti mimpi yang TERUS-MENERUS MENGETUK PINTU hidup kita.

APLIKASI
1. Percayakah Anda bahwa di tahun ini doa dan pengharapan Anda akan mendapat jawaban dari Tuhan?
2. Apa yang harus Anda lakukan untuk dapat mengalami tahun mujizat besar?
3. Apa yang akan Anda lakukan setelah Anda sungguh-sungguh mendapat mujizat besar?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus janji-Mu ya dan amin, kami tangkap dan kami imani Tuhan. Tahun ini Kau akan berikan yang terbaik bagi hidup kami, apa yang bahkan tidak berani kami harapkan akan terjadi bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan. Berilah keteguhan pada hati kami, supaya kami tetap setia berharap dan terus berjalan dalam tuntunan-Mu. Terimakasih Tuhan, dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Bukan Khayalan Tetapi Iman

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 21:18-22

RHEMA HARI INI
Matius 21:21-22 Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi. Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.”

SD di kota Fukuoka, Jepang, merayakan ulang tahun sekolah. Setiap murid yang berjumlah 400an anak itu diberikan satu balon dan satu lembar kertas notes. Di kertas itu masing-masing murid diharuskan menulis tentang cita-cita dan impiannya yang terpendam selama ini. Mereka masing-masing menuliskan cita-cita dan impiannya pada kertas itu dan digantungkan di tali yang menjuntai pada balon, lalu semua balon itu dilepaskan ke udara bersama-sama, dengan harapan satu saat impian itu akan menjadi kenyataan. Beberapa hari kemudian, SD di Fukuoka itu menerima paket satu porsi steak dengan potongan daging yang sangat besar. Ternyata, seorang peternak yang tinggal di kota Oita menemukan balon oranye di depan rumahnya, dengan sebuah pesan berisi impian “Ingin makan Steak yang besar” beserta nama Rion dan tulisan “SD di Fukuoka.” Peternak yang bernama Bapak Ando ini merasa tersentuh membaca keinginan seorang anak SD yang bernama Rion itu.

Siapa yang menduga kalau jarak 120 km dari Fukuoka sampai Oita itu ternyata bisa dilalui oleh balon yang hanya terhembus oleh angin. Siapa sangka balon itu akhirnya bisa mendarat di pekarangan rumah Bapak Ando yang adalah seorang peternak sapi. Impian seorang bocah kecil akhirnya menjadi kenyataan, Rion mendapatkan steak besar impiannya.

Dalam Kisah Para Rasul 12:6-16, Petrus saat itu ditangkap Herodes, diapit dua orang prajurit yang siap siaga dan dibelenggu dua rantai. Bukan 1 prajurit, bukan 1 rantai, tetapi dua, dobel. Secara logika, tidak ada kesempatan Petrus untuk lolos. Tetapi lewat malaikat-Nya, Tuhan membebaskan Petrus. Saat ini mungkin impian kita seolah tidak mungkin bisa terealisir, sebab kita dalam kesulitan yang berlipat-lipat, tetapi perkatakan terus impian kita dengan perkataan profetik, deklarasikan bahwa kita pasti terbebas dari kesulitan, sakit penyakit, bahkan perkatakan dengan iman bahwa kita pasti menang, kita pasti sukses. Percayalah bahwa sorga mendengarnya, dan dengan bersegera mengirimkan malaikatnya turun tangan membebaskan belenggu-belenggu yang menghalangi kita. Mujizat pasti datang seperti mimpi. Amin.

RENUNGAN
Bagi dunia, impian kita mungkin hanya KHAYALAN belaka, tetapi percayalah bahwa apa yang kita bicarakan adalah PERKATAAN PROFETIK dengan IMAN.

APLIKASI
1. Impian apakah yang Anda miliki saat ini?
2. Yakinkah Anda bahwa impian Anda saat ini bukanlah khayalan semata?
3. Komitmen apa yang akan Anda lakukan supaya impian Anda itu bisa menjadi kenyataan?

DOA UNTUK HARI INI
“Terimakasih Tuhan, sebab di dalam Engkau tidak ada yang mustahil. Kami meletakkan setiap impian dan cita-cita kami ke dalam tangan-MU. Kami percaya bahwa kuasa-MU sanggup menjadikan impian kami menjadi kenyataan. Semuanya untuk kemuliaan nama-MU. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Nubuatkan Tahun 2019 Tahun Mujizat Seperti Mimpi

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Yoel 2:18-27

RHEMA HARI INI
Yoel 2:26 Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.

Setelah menikah dan mempunyai anak, Lisa resign dari kantornya. Ia memilih fokus menjadi ibu rumah tangga dan membantu usaha suaminya. Suami Lisa sudah cukup lama mengerjakan usaha sendiri yang dibantu oleh satu atau dua orang pegawai. Karena usaha sendiri, pemasukan mereka pun tidak tentu, terkadang sama sekali tidak ada pemasukan. Sehingga Lisa berandai-andai bagaimana jika suaminya bekerja kantoran. Akan tetapi, ia tidak berani terlalu memikirkannya. Apalagi banyak cerita yang beredar jika mau bekerja harus punya koneksi, kenalan, dll.

Hingga suatu kali, mereka mendapat informasi pendaftaran pegawai dari suatu instansi pemerintah secara online. Suami Lisa pun mencoba mendaftar. Lisa juga diminta mendaftar oleh suaminya. Setelah melalui proses pendaftaran dan serangkaian tes, akhirnya mereka berdua diterima bekerja di salah satu kementrian tersebut. Itu adalah sesuatu yang jauh dari pemikiran mereka sebelumnya. Mujizat besar mereka alami sekaligus bersama-sama. Mereka berdua kini bekerja dan masih memiliki waktu untuk anaknya.

Ya, mujizat seperti mimpi, itulah yang dialami Lisa dan suaminya. Kita juga bisa mengalami mimpi yang menjadi nyata di tahun “Great Miracle” ini bersama dengan Tuhan. Meskipun hutang kita masih banyak, kita belum mendapatkan pasangan hidup, kita belum memperoleh keturunan, pernikahan kita di ujung kehancuran, atau sakit kita semakin parah, tetapi tetaplah percaya, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Apa yang kita pikir cuma bisa terjadi di mimpi, hal-hal sebesar itu yang bisa terjadi dan akan terjadi dalam hidup kita. Tetaplah pegang kebenaran Tuhan dan selalu nubuatkan perkatakan profetik bahwa tahun 2019 adalah tahun mujizat seperti mimpi. Bahkan mimpi yang secara manusia mustahil terwujud akan Tuhan jadikan kenyataan dalam hidup kita (LEW).

RENUNGAN
NUBUATKAN bahwa tahun 2019 ini adalah tahun MUJIZAT SEPERTI MIMPI; mimpi yang seolah mustahil untuk terwujud, TUHAN JADIKAN KENYATAAN.

APLIKASI
1. Apakah Anda percaya mimpi Anda bisa menjadi kenyataan? Mengapa?
2. Sudahkah Anda menubuatkan bahwa tahun 2019 akan menjadi tahun mujizat seperti mimpi dalam hidup Anda? Jika sudah atau belum, mengapa?
3. Apa yang akan Anda lakukan supaya mimpi Anda Tuhan jadikan kenyataan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terima kasih untuk tahun baru yang Engkau berikan bagi kami. Kami percaya, tahun ini akan menjadi tahun mujizat seperti mimpi dalam hidup kami. Ajari kami selalu menubutkan bahwa mimpi kami yang mustahil akan terwujud di tahun ini. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Pondok Daud Membawa Mujizat Dan Kesaksian

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 15:29-31

RHEMA HARI INI
Matius 15:31 Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel.

Bapak Yusuf heran melihat perubahan yang dialami Bapak Leo, sahabatnya. Ia tahu persis bagaimana kondisi Bapak Leo setahun yang lalu. Pada saat itu Bapak Leo mengalami goncangan karena kondisi rumah tangganya bermasalah akibat faktor ekonomi. Bisnis yang sepi dan kegagalan setiap usahanya membuatnya frustrasi. Tapi kondisinya sekarang jauh berbeda. Kini Bapak Leo selalu terlihat bersukacita seakan tidak memiliki masalah. Bapak Yusuf juga sering melihat Bapak Leo dan istrinya berangkat bersama ke gereja, bukan hanya di hari Minggu tetapi setiap hari. Pada suatu hari Bapak Yusuf bertemu Bapak Leo. Bapak Yusuf bertanya mengapa Pak Leo dan istrinya datang ke gereja setiap hari. Bapak Leo menjelaskan bahwa setiap hari ia selalu berdoa menyembah dan memuji Tuhan di Pondok Daud di gereja. Bapak Leo bersaksi bahwa di Pondok Daud itu keluarganya mengalami pemulihan dan mujizat. Bapak Yusuf sangat tertarik mendengar penjelasan Bapak Leo. Bapak Yusuf lantas meminta agar besok bisa ikut bersama ke Pondok Daud. Dengan bercanda Bapak Leo menjawab, “Mengapa harus menunggu sampai besok, ayo sekarang saja kita ke Pondok Daud”.

Banyak orang takjub melihat apa yang dilakukan Tuhan Yesus. Berbagai karya mujizatNya menjadi kesaksian akan kuasa kebesaran Tuhan. Ketika orang-orang bisu, orang-orang timpang, orang-orang lumpuh, dan orang-orang buta ingin mengalami mujizat Tuhan, mereka tidak datang sendirian tetapi dibawa dan diantar oleh kerabatnya atau sahabatnya. Selain orang-orang sakit, para pengantar inilah saksi-saksi perbuatan mujizat Tuhan. Mereka tahu benar bagaimana keadaan si sakit sebelum dan sesudah disembuhkan Tuhan. Mereka tahu benar bagaimana mujizat itu terjadi. Orang yang melihat mujizat terjadi pasti hatinya ikut terbuka dan bersorak sehingga mereka bisa memuliakan Tuhan. (Matius 15:31, Mazmur 126:3).

Pada saat Tuhan memulihkan keadaan Pondok Daud maka kita akan hidup dalam iman yang berkemenangan, kita akan hidup optimis, kita akan selalu berpikiran positif, mulut kita penuh dengan tertawa, lidah kita penuh sorak sorai, ucapan berkat dan profetik terus mengalir. Kenapa? Sebab Tuhan pasti akan selalu memperlakukan kita dengan ajaib, Tuhan selalu akan mengerjakan mujizat yang ajaib. Ketika mujizat terjadi, orang-orang di sekitar akan bisa melihatnya dan mereka akan berkata bahwa Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita. Banyak orang akan terheran-heran, mereka akan penasaran, mereka akan datang mendekat, dan mereka akan berkata bahwa benar di gereja kita Keluarga Allah ada mujizat. Mereka akan melihat bahwa kita sungguh-sungguh berubah menjadi semakin baik dan bertumbuh di Keluarga Allah. Saat orang-orang itu melihat mujizat dan merasakan kebaikan dan kasih kita, saat itulah mereka akan dijamah dan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan sehingga mereka diselamatkan, maka Greater Harvest akan terjadi dan ini akan menjadi bagian dari Great Miracle yang akan kita alami sepanjang tahun ini.

RENUNGAN
Melalui PONDOK DAUD yang kita bangun, Tuhan akan membuat BANJIR MUJIZAT, sehingga kita bisa menjadi KESAKSIAN HIDUP bagi banyak orang.

APLIKASI
1. Siapkah Anda untuk berdisiplin dan rajin membangun Pondok Daud?
2. Apakah yang akan Anda lakukan untuk memperkenalkan dan mengajak banyak orang datang ke Pondok Daud?
3. Sudahkah Anda menyaksikan mujizat dan berkat yang sudah Anda alami kepada banyak orang supaya banyak orang juga mengalaminya dan diselamatkan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami bersyukur karena Engkau selalu ada bersama kami dan menuntun langkah kami. PenyertaanMu dan tuntunanMu adalah jaminan kemenangan dan keselamatan kami. Pakailah kami untuk menjadi saksiMu kepada lingkungan sekitar kami sehingga mereka pun bisa mengenalMu dan memperoleh keselamatan dari padaMu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Mujizat Seperti Mimpi

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Kejadian 21:1-7

RHEMA HARI INI
Kejadian 21:5-6 Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya. Berkatalah Sara: “Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku.”

Hari itu adalah hari biasa di musim dingin di Missouri. Tepat empat tahun yang lalu, sebelum Januari 2015 berakhir. Joyce Smith memiliki harapan yang besar untuk anak laki-lakinya yang berumur 14 tahun. Namun, tiba-tiba saja sebuah panggilan telepon menggoncang dunianya. John jatuh ke danau yang beku dan tenggelam selama lebih dari lima belas menit. Jantungnya sudah berhenti berdetak selama satu jam ketika Joyce tiba di rumah sakit. Namun, Joyce mengumpulkan iman dan kekuatannya untuk berseru kencang kepada Tuhan. Seperti mimpi di siang hari bolong, alat deteksi detak jantung John berbunyi, menandakan ada hidup yang dihembuskan kembali ke tubuhnya yang sedingin es. Secara medis, seharusnya otaknya sudah mengalami kerusakan permanen. Ia bisa saja lumpuh. Namun, enam belas hari kemudian, John berjalan keluar dari pintu rumah sakit. Tanpa kekurangan apa pun. Sembuh sepenuhnya.

Ya, tiada yang mustahil bagi Allah. Dia dapat melakukan mujizat semudah menjentikkan jari tangan. Begitu saja, Dia mampu mengubahkan hari-hari terkelam kita menjadi penuh dengan harapan. Di dalam Alkitab kita pun kita dapat menemukan kisah tentang Sara yang melahirkan di usianya yang ke-90. Secara akal manusia, hal ini sangatlah mustahil. Namun Allah menunjukkan bahwa mengatasi kemustahilan adalah bidang keahlian-Nya. Dia adalah Tuhan yang sanggup mengubah mimpi yang termustahil sekalipun menjadi kenyataan.

Semakin mustahil keadaan kita, semakin besar pula potensi terjadinya mujizat. Ketika Tuhan di pihak kita, mujizat seperti mimpi bukanlah khayalan, tetapi kenyataan. Oleh sebab itu, datanglah ke dekat kaki Tuhan. Jadikan Tuhan yang pertama dan terutama dalam hidup kita. Ikutlah ambil bagian dalam Pondok Daud. Perkatakan deklarasi profetik atas setiap aspek hidup kita. Percayalah, di tahun Great Miracles ini, Tuhan akan mengubahkan semua air mata kita menjadi gelak tawa. Dia akan menghiasi hidup kita dengan kebaikan-Nya. (MV.L)

RENUNGAN
Tahun ini kita akan mengalami PENGGENAPAN JANJI TUHAN dan MUJIZAT SEPERTI MIMPI yang membuat kita TERTAWA PENUH DENGAN BAHAGIA.

APLIKASI
1. Mujizat apa sajakah yang paling Anda harapkan terjadi di tahun ini?
2. Mengapa Tuhan ingin mengubahkan hari-hari kelam Anda menjadi penuh tawa?
3. Apakah yang akan Anda perbuat selama menantikan penggenapan janji-Nya?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, Engkaulah Allah yang terbaik dalam hidup kami. Kasih-Mu tak berkesudahan. Tak habis-habisnya Engkau menghiasi hidup kami dengan kebaikan-Mu. Penuhi hidup kami, ya Tuhan, dengan karya-karya mujizat-Mu, sehingga kami pun dapat senantiasa menceritakan kebesaran-Mu. Pakailah kami untuk menarik orang-orang mendekat kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.