Dari Yang Tidak Ada Menjadi Ada

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Ezra 6:1-15

RHEMA HARI INI
Ezra 6:14 Para tua-tua orang Yahudi melanjutkan pembangunan itu dengan lancar digerakkan oleh nubuat nabi Hagai dan nabi Zakharia bin Ido. Mereka menyelesaikan pembangunan menurut perintah Allah Israel dan menurut perintah Koresh, Darius dan Artahsasta, raja-raja negeri Persia.

Hujan deras tiba-tiba turun di suatu area perkemahan. Api unggun yang baru saja dinyalakan segera padam. Kayu-kayunya basah kuyup. Setelah hujan berhenti, tidak peduli berapa kali pun api disulut, kayu-kayunya tidak mau terbakar lagi. Padahal, semua peserta kemping telah menanti-nantikan puncak acara malam itu. Antusiasme mereka perlahan tergantikan dengan kekuatiran dan kemudian kemuraman. Tampaknya, mereka harus merelakan keinginan mereka. Namun, beberapa panitia telah mencari dan mencampur bahan bakar minyak yang aman. Mereka menuangkannya ke atas tumpukan kayu. Tidak lama, api unggun kembali berkobar-kobar dan menghangatkan suasana malam yang dingin itu.

Bagaikan api yang padam dan sulit dinyalakan kembali, begitulah dengan harapan yang pupus. Dalam pembangunan bait suci kedua, bangsa Israel pun sempat berputus asa. Apa yang telah mereka mulai terpaksa dihentikan karena pertentangan pihak-pihak lain. Selama lima belas tahun yang panjang, impian mereka seakan mati, sampai dua orang nabi bangkit dan bernubuat terhadap bangsa Yahudi (Ezr. 5:1). Perkataan profetik mereka laksana minyak yang dicurahkan ke atas kayu basah, sehingga api dapat kembali disulut. Bangsa Yahudi pun memperoleh keberanian dan semangat untuk memulai lagi pembangunan Bait Suci Allah. Bahkan Allah mengangkat segala penghalang yang merintangi mereka, dan semuanya dapat terselesaikan dengan baik.

Ketika kita membangun sesuatu dalam hidup, ada kalanya kita pun membutuhkan perkataan profetik untuk membakar kembali semangat kita. Mungkin kita sedang menghadapi tantangan dan rintangan yang terlampau besar. Mungkin kita menemui orang-orang yang tidak suka melihat kita maju dan hendak menjatuhkan kita. Api dalam hati kita pun melemah. Namun, tetaplah percaya Tuhan selalu mempunyai rencana yang besar bagi kita. Beranikan diri untuk mengucapkan perkataan-perkataan iman. Dengan demikian, kegerakan Tuhan yang dahsyat akan bekerja dalam kita dan melalui kita. Membangkitkan diri kita dan juga orang-orang di sekitar kita. (MV.L)

RENUNGAN
PERKATAAN PROFETIK memiliki kuasa untuk MEMBANGUN dan MENJADIKAN sesuatu dari yang AWALNYA TIDAK ADA

APLIKASI
1. Apa sajakah hal yang saat ini seolah sudah mati dalam hidup Anda?
2. Mengapa perkataan profetik dapat membangun dan menjadikan sesuatu yang awalnya tidak ada dalam hidup Anda?
3. Bagaimana Anda dapat mengucapkan perkataan profetik terhadap hidup Anda dan orang-orang di sekitar Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih atas rancangan-Mu yang selalu indah bagi kami. Bangkitkan kembali semangat-semangat kami yang padam hari ini. Bawa kami masuk ke dalam kegerakan-Mu. Biarlah langkah kami menjadi langkah-langkah kemenangan. Biarlah kami boleh merebut kembali apa yang telah Engkau sediakan bagi kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Bangun Atmosfer Doa Profetik

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Tawarikh 25:1-31

RHEMA HARI INI
1 Tawarikh 25:1 Selanjutnya untuk ibadah Daud dan para panglima menunjuk anak-anak Asaf, anak-anak Heman dan anak-anak Yedutun. Mereka bernubuat dengan diiringi kecapi, gambus dan ceracap.

Tahun ini merupakan titik balik komsel Budiman yang sebelumnya sudah mengalami kekeringan yang luar biasa. Budiman merupakan ketua kelompok sel yang cukup kewalahan karena para anggotanya undur satu per satu. Ada yang sudah tidak berapi-api dalam pujiannya. Bahkan ada yang sudah menyerah terhadap janji Tuhan, karena tak kunjung mendapatkan terobosan. Namun hal ini berubah ketika Budiman dan beberapa anggotanya mengikuti Unlimited Conference 2018 lalu. Saat itu ia menerima sesuatu yang sangat luar biasa yaitu membangun atmosfer doa profetik, dengan mengucapkan nubuat dari Roh Kudus dan menerimanya dengan iman. Firman itulah yang membuat Budiman dan beberapa anggotanya merasa bahwa dirinya harus bergerak untuk kembali menyalakan api di komselnya seperti pada ibadah.

Diawali dengan Budiman yang akhirnya kembali berapi-api dalam menyembah Yesus. Ketika ia mengalami kepenuhan Roh Kudus saat doa syafaat, ia mendapatkan suara dari Tuhan dan menubuatkan bahwa komselnya akan dipulihkan kembali seperti semula dan semua anggotanya akan kembali berapi-api lagi. Hal itu ia terima dengan iman bersama anggotanya dan selalu didoakan setiap minggunya.

Ketika iman bertemu firman, dalam waktu yang cukup cepat yaitu sebulan saja, mujizat terjadi. Banyak anggota komselnya yang sebelumnya undur tiba-tiba datang. Banyak yang sebelumnya menyerah akan janji Tuhan, tetapi diteguhkan dengan banyak hal baru. Bahkan yang sudah buntu dalam masalah keluarga, mendapat terobosan dan jalan dari Tuhan. Seperti Budiman, Tuhan ingin kita untuk selalu menjaga kekudusan dan menjaga agar Roh Kudus selalu memenuhi kita, supaya kita bisa mendengar janji-Nya. Sebab Tuhan ingin membawa kita lebih dahsyat lagi dengan membangun atmosfer doa profetik.

RENUNGAN
Bangun ATMOSFER DOA PROFETIK dalam IBADAH dan KOMSEL kita masing-masing.

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah membangun atmosfer doa profetik di ibadah dan komsel?
2. Apa yang Anda rasakan ketika sudah membangun atmosfer doa profetik di ibadah dan komsel?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat untuk selalu membangun atmosfer doa profetik di ibadah dan komsel?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami ingin lebih dahsyat lagi melangkah bersama-Mu. Bimbinglah kami untuk terus mengalami kepenuhan Roh Kudus, sehingga kami bisa menciptakan atmosfer doa profetik yang luar biasa lagi. Sehingga kami akan menerima yang dari pada-Mu saja. Terima kasih Tuhan, dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Berdoa Berhasa Roh Sama Pentingnya

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Korintus 14:1-25

RHEMA HARI INI
1 Korintus 14:4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun jemaat.

Dalam buku Too Busy Not To Pray, Bill Hybels mengakui, “Dulu, Doa tidaklah selalu menjadi kekuatan saya, selama bertahun-tahun, bahkan sebagai gembala senior sebuah gereja besar, saya tahu lebih banyak tentang doa daripada yang pernah saya praktikkan dalam kehidupan saya sendiri. Sampai satu ketika, Roh Kudus memberi saya pimpinan yang begitu langsung sehingga saya tidak bisa mengabaikannya, membantah atau tidak mentaatinya. Perintahnya itu adalah, supaya saya mempelajari dan mempraktikkan doa sampai saya memahaminya.” Bill Hybels mulai membaca buku-buku tentang doa dan mempelajari semua ayat dalam Alkitab mengenai doa, kemudian katanya, “Akhirnya saya melakukan hal yang sangat sederhana, saya berdoa! Saya banyak berdoa, bahkan berdoa dalam bahasa Roh.”

“Kepuasan terbesar dalam kehidupan doa saya bukanlah daftar jawaban mujizat yang saya terima atas doa-doa saya, walaupun itu sangat menyenangkan, kebahagiaan terbesarnya adalah perbedaan kualitas dalam hubungan saya dengan Tuhan, dan itulah yang membuat saya mampu membangun jemaat saya di gereja ini.”

Kualitas hubungan kita dengan Tuhan bukan hanya mempengaruhi kebahagiaan hidup kita, tetapi juga membawa pengaruh bagi orang-orang di sekitar kita. Semakin kita hidup dekat Tuhan, semakin kita memberi dampak yang baik bagi keluarga kita, dan orang-orang dekat kita. Memiliki kehidupan doa yang baik dan berdoa dengan bahasa Roh, berarti membangun diri kita semakin dewasa dalam Roh, semakin hidup kita kuat didalam Tuhan. Kekuatan ialah yang kita butuhkan untuk berdoa nubuatan dan perkataan profetik, kita memperkatakan Firman Tuhan dan orang sakit akan disembuhkan, yang lemah akan dikuatkan, bahkan mujizat akan terjadi sehingga hidup kita akan menjadi penuh kuasa Allah. Amin.

RENUNGAN
BERDOA BAHASA ROH sama pentingnya dengan doa profetik, sebab hanya ketika roh kita TERBANGUN, kita dapat MENGUATKAN yang lainnya.

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah bisa berbahasa Roh?
2. Jika sudah, maukah Anda berdoa dengan Bahasa yang baru untuk membangun dan menguatkan Roh Anda?
3. Jika belum, apa langkah yang Anda lakukan agar menerima Bahasa roh?

DOA UNTUK HARI INI
“Kami bersyukur Tuhan sebab Engkau memberikan kemampuan kepada kami untuk berdoa dengan Bahasa roh, Bahasa baru yang membuat roh kami makin hari makin bertumbuh di dalam Engkau. Kami percaya Tuhan bahasa baru ini akan membangun dan menguatkan kami untuk makin peraya bahwa mujizat-Mu pasti kami alami. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Kuasa Dalam Perkataan Profetik

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
2 Tawarikh 15:1-19

RHEMA HARI INI
2 Tawarikh 15:8 Ketika Asa mendengar perkataan nubuat yang diucapkan oleh nabi Azarya bin Oded itu, ia menguatkan hatinya dan menyingkirkan dewa-dewa kejijikan dari seluruh tanah Yehuda dan Benyamin dan dari kota-kota yang direbutnya di pegunungan Efraim. Ia membaharui mezbah TUHAN yang ada di depan balai Bait Suci TUHAN.

“Kak, sepertinya aku salah tangkap visi dari Tuhan, deh,” cerita Maria pada KKS-nya, “Aku sudah usaha mati-matian, sudah banyak berdoa dan berharap juga. Tapi kok, nggak peduli berapa banyak yang sudah aku lakukan buat Tuhan, ternyata masih lebih banyak lagi hal-hal yang nggak bisa dan gagal aku capai. Rasanya kayak pecundang. Aku nggak sanggup lagi!” Mendengar itu, sang KKS langsung memukul pundak Maria dan berkata, “Hei, kamu itu lebih dari pemenang! Kamu rajawalinya Tuhan! Kuatkan hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!”

Kata-kata yang sama pernah dinubuatkan nabi Azarya kepada raja Asa (ay.7). Padahal kalau kita lihat di pasal sebelumnya, Asa baru saja memenangkan peperangan atas pertolongan Tuhan dengan gilang-gemilang. Dari awal pun diceritakan bahwa telah dijauhkannya pula bukit-bukit pengorbanan dan mezbah penyembahan berhala dari daerah kekuasaannya. Namun, rupanya pembaruan yang dilakukannya terlampau berat. Masih ada hal-hal yang seolah tak kuasa untuk dilakukannya. Kemungkinan karena besarnya pengaruh Maakha, neneknya, yang masih menyembah berhala. Karena itulah, Allah mengutus nabi-Nya untuk membangkitkan iman Asa. Sehingga ia memperoleh keberanian untuk menyelesaikan apa yang telah dimulainya bagi Tuhan.

Dalam perjuangan hidup kita, kerap kali kita menjumpai tantangan dan rintangan yang menjulang tinggi di hadapan kita. Gunung-gunung yang seolah tak mungkin kita sanggup taklukkan. Tak jarang, kita pun menjadi patah arang. Pada saat itulah, kita membutuhkan perkataan profetik yang dapat menyiramkan minyak pada api semangat kita yang hampir padam. Ya, lebih dari sekedar kata-kata motivasi, perkataan nubuatan yang dari Allah memiliki kuasa yang sangat besar. Yang bila kita ucapkan, sanggup menghanguskan segala keraguan. Menggerakkan kita dan orang-orang yang mendengarkannya untuk kembali melangkah dengan penuh keberanian. Sehingga kita pun bisa masuk dalam kegerakan Tuhan yang dahsyat dan melakukan perkara-perkara besar bersama-Nya. (MV.L)

RENUNGAN
PERKATAAN PROFETIK memiliki kuasa untuk MENGUATKAN yang mendengarkannya, sehingga kita dapat BERTINDAK dengan PENUH IMAN

APLIKASI
1. Mengapa perkataan profetik memiliki kuasa untuk menguatkan yang mendengarkannya?
2. Mengapa Anda perlu mengucapkan perkataan profetik?
3. Bagaimana Anda dapat mengucapkan kata-kata profetik ke dalam hidup Anda dan orang lain?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih untuk kuasa dan urapan yang telah Engkau berikan kepada kami anak-anak-Mu. Ajarkanlah kami, ya Roh Kudus, untuk dapat menggunakan kuasa itu, taruhlah perkataan-Mu dalam lidah dan bibir kami, agar kami dapat belajar bernubuat sesuai dengan kehendak-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Nubuat Yang Menjadikan Sesuatu

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yakobus 5:12-20

RHEMA HARI INI
Yakobus 5:17-18 Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya.

Jika kita merenungkan kembali tentang kuasa perkataan, maka kita akan menemukan, seratus persen kehidupan di bumi ini ditentukan oleh perkataan. Bapa di sorga menciptakan bumi dari perkataan, yaitu firman Allah sendiri. Bahkan kuasa gelap pun bekerja melalui perkataan. Profesor Robert Kiyosaki menemukan hasil yang menakjubkan melalui eksperimennya terhadap nasi putih yang ditempatkan pada dua wadah. Wadah pertama yang diberi perkataan positif menghasilkan warna yang bagus dan berfermentasi dengan baik. Sedangkan pada wadah kedua yang diberi perkataan negatif menghasilkan warna kehitaman dan berbau tidak sedap. Dari eksperimen tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa perkataan yang kita ucapkan sangat menentukan hasil yang akan kita terima beberapa waktu kedepan. Perkataan orang dunia saja mengandung kuasa dan dapat mengubah sesuatu, apalagi perkataan yang disertai pengurapan dan diperkatakan dihadapan Allah. Sudah pasti keajaiban, terobosan, dan kemenangan besar semata-mata yang akan kita terima.

Kitab Yakobus menggambarkan, Elia yang hanya seorang manusia biasa. Namun karena ia telah bersungguh-sungguh berdoa dan memperkatakan perkataan profetik, maka langit menjadi tunduk kepada ucapannya. Kitab Lukas 4:36 menceritakan bahwa semua orang takjub kepada kuasa perkataan Yesus, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar.”

Kita telah belajar mengenai pentingnya kuasa perkataan profetik atau bernubuat. Bukan nubuat yang harus menunggu keadaan atau kenyataan berubah terlebih dahulu. Melainkan bernubuatlah terlebih dahulu, baru keadaan atau kenyataan akan berubah menjadi sesuatu seturut perkataan kita. Janganlah kita hanya berdiam diri saja, ataupun hanya memohon, apalagi terus-terusan mengeluh dalam doa-doa kita. Berubahlah! Nubuatkanlah dan pakailah kuasa serta pengurapan dari Allah, sehingga kita melahirkan sesuatu, sebuah kegerakan Tuhan yang dahsyat di akhir jaman.

RENUNGAN
JANGAN BERDIAM DIRI ketika kita doa profetik, NUBUATKANLAH dan PAKAILAH KUASA serta PENGURAPAN dari Allah untuk menjadikan sesuatu.

APLIKASI
1. Menurut Anda, apa alasan Tuhan meminta Anda untuk tidak berdiam diri saja saat menaikkan doa?
2. Apa saja yang perlu kita lakukan saat menaikkan doa di hadapan Tuhan?
3. Sudahkah Anda melakukan doa profetik atas keluarga, gereja, kota, dan atas bangsa Indonesia tercinta? Jika sudah apa hasil yang Anda peroleh dari doa profetik tersebut, tuliskan!

DOA UNTUK HARI INI
Bapa terimakasih atas karunia bernubuat yang Engkau berikan bagi kami. Kami tidak mau berdiam diri lagi. Kami mau mengaktifkan karunia bernubuat dan memakai kuasa serta pengurapan yang Engkau taruh di dalam kami, sehingga kami boleh melahirkan sesuatu kegerakan Allah yang dahsyat dan ajaib. Dalam Nama Yesus kami berdoa. Amin.

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Yang Tadinya Hampir Padam Dinyalakan Kembali

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Samuel 1:1-28

RHEMA HARI INI
1 Samuel 1:20 Maka setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel, sebab katanya: “Aku telah memintanya dari pada TUHAN.”

“….tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang” (Amsal 17:22b). Kutipan ayat ini sungguh benar adanya, seperti yang tengah dialami Rita. Ia merasa hidupnya tak lagi berarti semenjak kecelakaan yang membuatnya lumpuh beberapa bulan lalu. Orang tua serta kakaknya pun prihatin melihat kondisi psikis Rita yang seperti kehilangan semangat hidup. Rita yang dahulu ceria, kini menjadi pemurung. Rita yang dahulu rajin ke gereja, kini memilih mendengarkan streaming saja dari kamarnya.

Suatu hari ketika sedang mendengarkan streaming kotbah, pendeta yang membawakan firman mendorong setiap jemaat untuk memperkatakan perkataan-perkataan nubuatan. Hati Rita pun tiba-tiba tergerak untuk mulai mempraktekkannya. Setiap hari Rita memperkatakan perkataan profetik untuk kakinya. Sekalipun belum ada tanda-tanda mujizat terjadi, Rita tetap memperkatakannya. Tanpa ia sadari, semangat yang baru timbul dari dalam hatinya. Rita kembali menjadi Rita yang dulu lagi. Bahkan, Rita pun mau berjuang juga dengan menjalani terapi-terapi untuk mendukung pemulihannya.

Percayalah bahwa ada kuasa dalam perkataan profetik. Meskipun apa yang kita perkatakan belum terjadi, namun sadar atau tidak, semakin kita memperkatakannya, akan semakin berkobar pula lah api iman kita. Ya, dari bernubuat hingga apa yang kita nubuatkan terjadi, memang bukanlah sebuah proses yang instan. Namun, bernubuat dapat menyalakan api iman kita yang semula padam. Dan api iman yang menyala-nyala itulah yang pada akhirnya dapat mengubah keadaan kita.

RENUNGAN
Bernubuat memang BUTUH WAKTU, tetapi sementara kita terus menubuatkan yang baik, yang tadinya hampir padam DINYALAKAN KEMBALI

APLIKASI
1. Apakah saat ini api Anda sedang padam? Jika ya, jelaskan alasannya
2. Sudahkah Anda bernubuat? Percayakah Anda bahwa ada kuasa dalam nubuatan?
3. Tuliskan komitmen Anda untuk mengobarkan kembali api iman Anda!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami mau belajar terus-menerus mempraktekkan perkataan profetik karena kami percaya ada kuasa dalam bernubuat. Sekalipun kami tidak serta-merta melihat hasilnya, namun kami percaya ada api iman yang dinyalakan dalam hati kami ketika kami bernubuat. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Berdoa Secara Aktif

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Matius 21:18-22

RHEMA HARI INI
Matius 21:21-22 Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi. Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.”

Seorang wanita muda terbaring di rumah sakit, jauh dari rumah dan keluarga. Dalam kondisi antara sadar tak sadar, berulang kali ia mendengar suara seorang wanita yang berdoa dan bernubuat tentang kesembuhannya. Suatu saat, seorang dokter menyampaikan kondisinya kepada mereka yang hadir di kamar itu bahwa ia mungkin tidak akan selamat. Samar-samar ia pun mendengar semua itu tanpa mampu merespons. Lalu ia mendengar suara kedua, suara yang berbicara dengan iman, “Dokter, saya menghormati apa yang Anda katakan, tetapi saya tidak bisa menerimanya. Saya sudah berdoa dan saya melihat bahwa ia selamat. Bukan hanya akan pulih, tetapi ia akan berjalan keluar dari sini dan hidup bagi Tuhan.”

Beberapa hari kemudian, wanita muda itu benar-benar keluar dari rumah sakit dan kembali bekerja. Saat itulah, ia mengetahui bahwa istri direktur di kantornya yang berdiri bernubuat baginya di samping ranjang rumah sakitnya. Ketika ia mengucapkan terima kasih kepada wanita itu atas doa-doanya, wanita itu menjawab, “Jangan berterima kasih kepadaku, berterima kasihlah kepada Tuhan. Orang lain secara aktif sudah berdoa dan bernubuat bagiku. Seperti doa mereka telah mengubah kehidupanku, aku percaya Tuhan mempunyai rencana besar bagimu.”

Memperkatakan perkara yang kita ingini terjadi ketika hal itu belum terjadi, berarti kita mengimani permintaan kita terjadi. Itulah awal dari jawaban doa-doa kita. Hari ini pun waktu yang baik untuk kita belajar melakukan apa yang Tuhan sudah ajarkan pada kita semua. Kita harus memiliki doa yang aktif. Berdoalah dengan perkataan profetik dan bernubuat atas setiap permohonan kita. Dengan iman, percayalah kita sudah menerima jawaban meskipun hal itu belum terjadi. Sebab sesungguhnya, dalam alam roh nubuatan kita sedang bekerja, dan Tuhan akan bertindak, sehingga apa yang kita nubuatkan pun terjadi. Demikianlah kita semua dapat hidup dalam kegerakan Allah yang dahsyat. Amin.

RENUNGAN
Doa TIDAK BOLEH PASIF, dengan BERNUBUAT kita MENGIMANI sesuatu sebelum hal itu terjadi dan BEKERJA DALAM ROH

APLIKASI
1. Bagaimanakah sikap doa Anda selama ini, masih pasif atau sudah aktif? Mengapa menurut Anda demikian?
2. Mengapa Anda perlu berdoa dengan aktif?
3. Bagaimana Anda dapat mengubah cara Anda berdoa menjadi lebih aktif lagi dari hari ke hari?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih untuk kuasa dan pengurapan yang telah Engkau curahkan kepada kami. Kami tidak ingin lagi berdoa dan menanti dengan pasif, tetapi kami ingin berdoa dengan aktif. Kobarkanlah roh doa-Mu dalam hati kami, ya Tuhan, agar kami boleh bernubuat dalam tuntunan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Belajarlah Bernubuat

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI
1 Samuel 2:11-26

RHEMA HARI INI
1 Samuel 2:20-21a Lalu Eli memberkati Elkana dan isterinya, katanya: “TUHAN kiranya memberikan keturunan kepadamu dari perempuan ini pengganti yang telah diserahkannya kepada TUHAN.” Sesudah itu pulanglah mereka ke tempat kediamannya. Dan TUHAN mengindahkan Hana, sehingga dia mengandung dan melahirkan tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan lagi.

Bapak Antok pernah mengambil kredit pada suatu bank. Karena kesalahan sistem bank pada bulan yang lalu maka bulan ini ia harus membayar dua kali angsuran. Bapak Antok kemudian menanyakan kepada bank mengapa hal itu bisa terjadi. Setelah permasalahannya dijelaskan oleh bank, Bapak Antok bisa menerima penjelasan itu dan meminta kepada bank supaya hal seperti itu tidak terjadi lagi. Bapak Antok terbiasa disiplin mengelola keuangan bulanan. Kejadian tadi membuatnya harus berpikir lebih cermat mengatur keuangan karena ada dua kali beban angsuran yang harus ia bayarkan. Bapak Antok setiap hari membawa persoalannya dalam doa. Di setiap doanya ia selalu bernubuat, memperkatakan pernyataan profetik. Ia mengamini bahwa Tuhan pasti akan cukupkan semua kebutuhannya. Ia semakin keras berdoa nubuat manakala memasuki tengah bulan ia merasa kondisi keuangannya tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai akhir bulan. Namun, pada suatu hari Tuhan menjawab doanya. Bapak Antok mendapat hadiah undian arisan. Bapak Antok sangat bersyukur dan semakin percaya bahwa Tuhan pasti selalu menjawab tepat pada waktunya.

Doa profetik akan membuat yang tidak ada menjadi ada. Dalam cerita di atas, Bapak Antok merasa bahwa kondisi keuangannya tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan sebulannya. Namun, ia percaya dan mengimani bahwa Tuhan akan cukupkan semuanya. Setiap hari ia melakukan nubuatan dan menyatakan perkataan profetik dalam setiap doanya. Tuhan pun akhirnya memberi jawaban tepat pada waktunya ketika Bapak Antok mendapat hadiah arisan. Tuhan telah mengadakan dana untuk mencukupi kebutuhan Bapak Antok.

Kita semua yakin bahwa sekarang ini adalah saat lawatan Tuhan yang dahsyat. Inilah saatnya kita harus menjadi pahlawan untuk mengatasi setiap pergumulan permasalahan dan memperjuangkan kemenangan bagi Tuhan. Inilah saatnya kita harus selalu mengucapkan perkataan-perkataan profetik yang menguatkan, yang membangun dan menjadikan sesuatu, serta menghancurkan musuh. Apapun pergumulan kita saat ini, kesehatan, ekonomi, pekerjaan, jodoh, keluarga, pendidikan, dan lainnya, lakukankan nubuatan dengan lantang dan gagah. Tuhan akan bekerja melalui nubuatan kita. Tuhan akan menolong kita dan mengadakan segala sesuatu tepat pada waktunya. Ia akan memberikan yang terbaik yang sesuai dengan kehendakNYA.

RENUNGAN
Saat kita mulai BERNUBUAT, Tuhan pun mulai menjadikan yang tidak ada MENJADI ADA

APLIKASI
1. Percayakah Anda tentang kuasa dalam bernubuat?
2. Bagaimana Anda percaya bahwa nubuatan itu pasti akan menjadi kenyataan?
3. Langkah apa yang akan Anda kerjakan sehingga Anda mau dan bangkit untuk menubuatkan firman yang mengubahkan hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami bersyukur karena Engkau adalah Tuhan yang setia yang selalu mendampingi kami.Terima kasih karena Engkau telah memberikan kuasa untuk kami bisa mengatasi setiap pergumulan dan permasalahan kami dalam Kuasa NamaMU. Kami mohon kepadaMU agar kuasa yang telah Engkau berikan kepada kami ini dapat selalu kami gunakan untuk menolong sesama kami dan menjangkau semakin banyak jiwa untuk diselamatkan.
Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Bernubuat Dengan Penuh Kuasa

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Tawarikh 4:9-10

RHEMA HARI INI
1 Tawarikh 4:10 Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.

Mengubah kehidupan tidaklah semudah kata-kata. Selama bertahun-tahun, Mara mengalami perundungan atau bullying di sekolah. Pengalaman buruk itu membuatnya takut berhadapan dengan orang lain. Seolah menanggung kutukan, ia pun sering mengalami kegagalan dalam banyak hal. Meski kini Mara sudah menemukan hidup baru dalam Kristus, tetapi masa lalu kerap menghantui. Label sebagai orang gagal dan tidak masuk hitungan selalu melekat pada dirinya.

Karena itu, ketika Mara diminta KKS-nya untuk menggantikan memimpin kelompok sel, hatinya diliputi kecemasan. Namun, melalui suatu bacaan, Tuhan mendorongnya untuk mulai bernubuat atas dirinya sendiri. Mara pun mulai memperkatakan dalam doa bahwa ia bukanlah orang gagal, tetapi lebih dari pemenang. Ia bukan orang lemah, tetapi pahlawan-Nya Tuhan. Bahwa Tuhanlah yang memegang tangannya dan memberikan kemenangan. Segala bentuk ketakutan dan trauma telah dipatahkan dalam nama-Nya. Kemudian, kuasa Allah pun benar-benar dinyatakan. Esok harinya, Mara berhasil memimpin komsel tanpa hambatan berarti. Bukan hanya itu, kobaran api Tuhan mengembalikan panggilan yang sempat mati dalam hatinya.

Terkadang, kita bisa merasa begitu tidak berdaya. Hari esok terlihat sangat redup dan percuma. Seolah-olah kita hanyalah orang yang tak berguna. Namun, apa pun anggapan kita terhadap diri sendiri, dan bagaimanapun orang memandang kita, Tuhan sudah melukiskan hari depan yang penuh harapan bagi setiap kita. Seperti Yabes yang menolak menghidupi label “pesakitan” yang melekat padanya, kita juga selalu dapat memilih untuk keluar dari keterpurukan kita. Alih-alih mengamini hal-hal negatif yang terjadi, imanilah dahsyatnya janji Tuhan. Alih-alih pasrah terhadap keadaan, mulailah menubuatkan perkara-perkara besar terjadi dalam hidup kita. Saat kita berani bergerak sesuai dengan apa yang telah kita perkatakan, Tuhan pun akan membawa kita masuk ke dalam kegerakan-Nya yang dahsyat. Dia akan membuktikan bahwa perkataan profetik bukanlah kata-kata kosong, tetapi penuh dengan kuasa. (MV.L)

RENUNGAN
Meski keadaan seolah TIDAK ADA LAGI HARAPAN, Tuhan ingin kita BANGKIT dan MULAI BERNUBUAT dengan penuh kuasa.

APLIKASI
1. Apa sajakah hal yang seolah-olah tak lagi ada harapan dalam hidup Anda?
2. Mengapa Tuhan ingin Anda bangkit dan mulai bernubuat?
3. Bagaimana Anda akan bernubuat atas berbagai situasi dalam hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami mengerti bahwa segala hal telah Engkau selesaikan di atas kayu salib. Ampuni kami apabila kami masih membiarkan diri kami terbelenggu masa lalu dan kelemahan-kelemahan kami. Saat ini juga, kami cabut segala tanaman yang tidak Engkau tanam dalam hidup kami sampai ke akar-akarnya. Biarlah benih firman-Mu saja yang berakar kuat dan bertumbuh besar, sehingga kami pun boleh berdiri tegap sebagai pahlawan-Mu yang berbuah lebat bagi Kerajaan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Berdoa Dengan Bernubuat

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Yehezkiel 37:1-10

RHEMA HARI INI
Yehezkiel 37:10 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar.

Kenapa hidupku seperti ini? Ary membatin dalam hatinya. Ia baru saja pulang dari menarik ojek online. Badannya pegal-pegal karena seharian di jalan. Namun istrinya menyambutnya dengan omelan tentang uang dan tingkah laku anak-anak mereka. Saat dinasihati, anak-anaknya malah mengatakan bahwa mereka berharap memiliki ayah yang kaya. Ary merasa tidak dianggap dan hidupnya tidak berarti lagi. Padahal, dulu ia sempat memiliki toko kue yang lumayan sukses. Namun, manajemen tokonya kurang beres. Banyak bahan-bahan kue yang raib. Akhirnya, tokonya bangkrut dan sejak itu Ary bekerja serabutan. Tahun-tahun berlalu, impiannya sebagai pengusaha kue semakin tergerogoti. Ia sudah tidak berani bermimpi lagi. Bahkan, ia merasa mustahil Tuhan dapat menariknya keluar dari jurang keterpurukannya.

Seberapa banyak dari kita yang merasakan hal serupa? Bintang impian kita sudah lama redup. Hari esok terlihat begitu suram. Semangat kita yang patah mengeringkan tulang-tulang kita. Kita menjalani hidup, tetapi seolah-olah tidak hidup. Kita lupa, bagi Tuhan tak ada yang mustahil. Berbeda dengan Yehezkiel, ia percaya bahwa Tuhan sanggup menghidupkan kembali tumpukan tulang yang sudah teramat kering. Itu sebabnya, ia berani bernubuat dan memerintahkan nafas hidup berhembus ke dalam tulang-tulang tersebut. Sehingga tulang belulang itu berderak, bergerak, dan hidup kembali. Bahkan bangkit menjadi pasukan tentara yang sangat besar.

Ya, perkataan PROFETIK memiliki kuasa, sehingga perkara yang tidak masuk di akal pun bisa terjadi. Tidak hanya Yehezkiel, setiap kita memiliki peluang yang sama. Saat kita memperkatakan kebenaran firman Tuhan, kuasa itu bekerja menyertai nubuatan kita. Apa yang menjadi doa dan harapan kita, nubuatkanlah dengan penuh iman. Percayalah, yang belum terjadi akan Tuhan buat dan jadikan. Tidak ada kata terlambat. Saat kita masuk dalam kegerakan Tuhan yang dahsyat, apa yang kering, berserakan, dan tidak bernafas pun Tuhan sanggup memulihkannya bagi kita. Amin.

RENUNGAN
PERKATAAN PROFETIK adalah DOA yang dilakukan dengan cara BERNUBUAT

APLIKASI
1. Apakah yang dimaksud dengan perkataan profetik?
2. Sudahkah Anda berdoa dengan perkataan profetik? Mengapa?
3. Bagaimana Anda akan mempraktikkan perkataan profetik dalam doa-doa Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, Engkau sungguh Allah kami yang luar biasa. Tak ada yang tak sanggup Kau lakukan. Harapan kami tak akan pernah hilang dalam-Mu. Itu sebabnya, kami berani bernubuat atas hari depan kami. Bahwa kami bukanlah orang-orang yang kalah. Kami lebih dari pemenang. Oleh penyertaan-Mu, apa pun yang kami perbuat pun berhasil. Sehingga melalui hidup kami, orang-orang bisa melihat bahwa Engkau ada dan nyata bekerja dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.