Jangan Mau Terikat Konflik

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
2 Samuel 2:8-32

RHEMA HARI INI
2 Samuel 2:26 Berserulah Abner kepada Yoab: “Haruskah pedang makan terus-menerus? Tidak tahukah engkau, bahwa kepahitan datang pada akhirnya? Berapa lama lagi engkau tidak mau mengatakan kepada rakyat itu, supaya mereka berhenti memburu saudara-saudaranya?”

Ditempat kerjanya Johan merasakan sangat nyaman pada awalnya. Gaji yang cukup menjanjikan, fasilitas yang lengkap, dan banyak yang berkata itu adalah pekerjaan impian banyak orang. Namun setelah 2 tahun masa kerjanya Johan dipindah ke bagian lain. Disitu dia mulai merasakan tidak nyaman. Banyak kejadian yang memicu konflik dengan anak buahnya, dengan koleganya, bahkan dengan atasannya. Akhirnya Johan tidak bisa mengatasi konflik dalam pekerjaannya. Prestasi kerjanya menurun, beberapa target tidak tercapai. Bahkan dia memendam sakit hati terhadap beberapa anak buahnya dan atasannya. Beberapa kali Johan ditegur karena prestasi kerjanya yang menurun. Johan merasakan bahwa apa yang dia kerjakan untuk perusahaan selama ini tidak dihargai. Kepahitan itu akhirnya menjadi batu sandungan bagi karir Johan.

Dalam setiap konflik pasti ada pilihan, pilihan untuk tetap berada dalam konflik tersebut atau menyelesaikan konflik tersebut sehingga kita mengalami kemerdekaan. Kita dapat melihat dari contoh Johan tadi, ketika ia diperhadapkan dalam situasi yang kurang nyaman, ia lebih memilih untuk makin memupuk rasa sakit hati hingga berujung kepahitan dan merugikan dirinya sendiri.

Saat ini marilah kita pribadi juga melihat dan belajar bahwa konflik memang selalu ada dan akan terus ada namun keputusan kitalah yang akan menentukan semuanya. Tuhan sudah merancangkan hari depan yang penuh pengharapan untuk masa depan kita. Lalu maukah kita terus terikat oleh konflik? Maukah kita menyimpan kepahitan terus menerus? Tentu tidak, ayo bangkit segera selesaikan konflik yang ada dan raihlah kemerdekaan yang Tuhan sediakan.

RENUNGAN
KONFLIK YANG TIDAK DISELESAIKAN hanya berujung pada KEPAHITAN, oleh karena itu jangan mau TERUS-MENERUS TERIKAT oleh konflik

APLIKASI
1. Selidikilah, apakah ada konflik yang masih membelenggu Anda?
2. Langkah nyata apa yang akan Anda lakukan setelah merenungkan Firman hari ini?
3. Berkat apa yang ingin Anda terima setelah Anda melakukan Firman hari ini?

DOA UNTUK HARI INI
” Tuhan Yesus, kami rindu untuk menyelesaikan setiap konflik yang ada saat ini Tuhan. Tuntunlah setiap langkah kami ya Bapa agar kami mampu menyelesaikannya dan lepas dari kepahitan. Sebab kami mau mengalami hidup yang dimerdekakan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Komitmen Untuk Mengatasi Konflik

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
1 Korintus 6:1–11

RHEMA HARI INI
1 Korintus 6:7 Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu.

Suatu gereja diundang untuk mengisi acara konser rohani di salah satu gereja besar. Bukan main senangnya seluruh tim pujian penyembahan saat menerima undangan itu. Mereka bukan hanya akan tampil di sebuah konser yang spektakuler, tetapi juga sepanggung dengan para penyanyi rohani dari dalam dan luar negeri. Untuk mempersembahkan yang terbaik, gembala gereja itu pun mengadakan seleksi. Dua sahabat, Laras dan Sandra ikut dalam audisi itu. Namun, Sandra tidak lolos. Kekecewaan membuat Sandra mulai membenci Laras. Berbagai cara ia tempuh untuk menjatuhkan sahabatnya. Menyadari hal itu, Laras pun mulai menjaga jarak dengan Sandra. Selama berbulan-bulan sejak saat itu, mereka sering terlibat konflik. Masalah kecil bisa menjadi besar dan suasana dalam pelayanan semakin tidak nyaman akibat konflik mereka.

Suatu ketika, Laras mendengar khotbah tentang mengampuni. Ia pun berkomitmen untuk mengampuni Sandra. Meskipun Sandra yang bersalah, ia berinisiatif mendatangi Sandra dan menyelesaikan konflik di antara mereka. Awalnya tidak mudah karena Sandra menunjukkan sikap penolakan. Namun Laras tetap teguh pada komitmennya dan terus mendekati Sandra. Akhirnya, hubungan persahabatan mereka pulih dan mereka bisa melayani lagi tanpa beban.

Selama kita hidup, kita tidak akan pernah bisa menghindari konflik. Namun, kita bisa memilih apakah kita mau menyelesaikan atau malah membiarkan konflik tersebut. Mari kita cek hidup kita, apakah saat ini kita sedang berkonflik dengan seseorang? Mungkin itu dengan orangtua, saudara, sahabat, atau teman pelayanan. Mendiamkan dan berharap waktu akan menyelesaikan konflik bukanlah pilihan yang benar. Sadarilah, konflik itu tidak berguna. Konflik hanya merugikan diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Segeralah ambil komitmen untuk menyelesaikan konflik dalam hidup kita. Mintalah tuntunan Roh Kudus. Mungkin awalnya akan terasa tidak nyaman, tetapi percayalah, begitu kita berhasil mengatasi konflik, kita akan mengalami kemerdekaan sejati di dalam-Nya.

RENUNGAN
Salah satu kunci sukses MENGATASI dan MERDEKA DARI KONFLIK adalah KOMITMEN YANG KUAT untuk mengatasi konflik
APLIKASI
1. Adakah konflik yang tengah Anda alami saat ini? Bagaimana cara Anda menghadapinya?
2. Mengapa Anda memerlukan komitmen yang kuat untuk mengatasi konflik?
3. Bagaimana Anda akan menghadapi konflik Anda sekarang?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, kami mohon ampun jika selama ini kami sering menunda bahkan tidak mau menyelesaikan konflik yang kami hadapi. Mulai hari ini kami mau mengambil komitmen untuk berjuang mengatasi setiap konflik dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Kerendahan Hati Yang Menyelamatkan

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 37:1-40

RHEMA HARI INI
Mazmur 37:11 Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah.
Robert dan Elisa adalah sepasang suami istri. Elisa trauma terhadap laki-laki akibat pengalaman dilecehkan oleh laki-laki. Sekalipun Elisa tetap tidak mau berhubungan intim dengannya, Robert tetap menunjukkan kasih sayangnya. Disitulah tumbuh rasa kasih sayang di hati Elisa kepada suaminya. Sekalipun telah menerima berbagai penolakan darinya, Robert tetap sabar kepadanya. Kesabaran Robert membuahkan hasil, hubungan mereka semakin membaik. Elisa pun menerima perlakuan mesra dari Robert, walaupun tidak seutuhnya. Pemulihan hubungan antara Robert dan Elisa membawa mujizat bagi mereka, Tuhan pun mengaruniakan anak bagi mereka setelah bertahun-tahun menantikannya. Bahkan berkat bimbingan seorang pembina rohani, Elisa mengalami pemulihan dan dapat melepaskan pengampunan kepada ayah dan juga pria-pria yang telah melecehkannya.

Mungkin akan lain ceritanya apabila Robert tidak mau merendahkan hatinya untuk menerima kelemahan istrinya saat itu. Pasti hubungan suami istri ini sudah hancur sejak lama. Namun puji Tuhan, Robert memiliki kerendahan hati dan inisiatif untuk membangun komunikasi sehingga terjadi pemulihan dalam keluarganya, sehingga rumah tangganya mengalami berkat serta anugerah yang besar dari Tuhan.

Setiap kita memiliki kehidupan sosial, baik hidup berkeluarga maupun hidup bermasyarakat. Dalam hidup berkeluarga maupun hidup bermasyarakat pastilah kita tidak bisa menghindari apa yang namanya konflik. Konflik itu bisa disebabkan kesalahan pihak lain maupun kita sendiri. Apapun penyebab konflik, penyelesaiannya tergantung pada bagaimana kita menyikapi konflik tersebut. Konflik bisa selesai apabila kita memiliki kerendahan hati dan inisiatif untuk membangun komunikasi. Memiliki kerendahan hati disertai inisatif membangun komunikasi memang tidak mudah, tetapi itu akan menyelamatkan bukan hanya diri kita, tetapi banyak orang di sekeliling kita, terutama keluarga kita. Tuhan Yesus memberkati.

RENUNGAN
KERENDAHAN HATI dalam INISIATIF membangun komunikasi bukan hanya MENYELAMATKAN diri kita, tetapi juga BANYAK ORANG di sekeliling kita

APLIKASI
1. Apa yang dimaksud dengan kerendahan hati?
2. Coba Anda teliti kembali, sudahkah Anda belajar untuk memiliki kerendahan hati?
3. Apa komitmen Saudara untuk memiliki inisIatif membangun komunikasi?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapaku yang baik, ajarkan kami Tuhan untuk terus belajar memiliki kerendahan hati dalam membangun komunikasi yang baik. Sebab kami tahu komunikasi yang baik akan membawa banyak dampak untuk diri kami dan orang-orang disekitar kami. Dalam nama Tuhan Yesus, kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Komunikasi Dengan Tuhan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 22 : 34 – 39

RHEMA HARI INI
Matius 22:37-38 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

Ani sudah merasa jenuh dengan pekerjaannya, apalagi dengan atasan barunya. Meski sudah lima tahun bekerja di perusahaannya itu, sepertinya waktu ini terasa berat baginya. Semenjak berganti atasan, Ani seringkali dicari-caari kesalahannya. Bahkan, dia ditawari kenaikan jabatan yang memungkinkan dia bisa dikeluarkan dari kantornya. Ani sering kena marah atasannya, walaupun yang bersalah pegawai lain, Anilah yang akan dianggap salah oleh atasannya. Rasa jengkel, bosan dan ingin marah memenuhi pikiran Ani. Ingin rasanya dia segera keluar, mengundurkan diri dari pekerjaannya. Tapi, di dalam hati kecilnya dia ingat akan Tuhan.

Ani pun berdoa, berbicara kepada Tuhan tatkala dimarahi atasannya. Sampai suatu kali, Ani terkejut ketika atasannya meminta bantuannya dan memberikan hadiah padanya. Hubungan dengan atasannya membaik saat Ani meminta pertolongan Tuhan terlebih dahulu. Seperti salib yang terdiri dari dua garis ; lurus ke atas dan lurus ke samping yang berarti bahwa dalam kehidupan ini kita harus seimbang, hubungan yang baik dengan orang lain, seperti garis horisontal dan juga hubungan yang baik degan Tuhan, seperti garis vertikal.

Di dalam kehidupan inipun, kita tidak bisa luput dari yang namanya konflik. Entah itu konflik dengan orangtua, pasangan, teman atau bahkan diri sendiri. Konflik yang berkepanjangan dan tidak segera diselesaikan akan membawa dampak negatif dalam hidup kita. Oleh karena itu, jika kita sedang menghadapi konflik dengan orang lain, kita harus segera berusaha untuk menyelesaikannya. Tetapi sebelum kita melakukan komunikasi dengan orang lain yang sedang konflik dengan kita, pertama yang harus kita lakukan adalah komunikasi dengan Tuhan. Berdoa adalah bagian kita dan menjawab doa adalah bagiannya Tuhan. Jadi, berdoa dan lihatlah tangan Tuhan akan bekerja menolong kita.
Percayakan setiap permasalahan kita kepada Tuhan, maka dengan cara-Nya yang ajaib, Dia akan bertindak bagi kita. Jika saat ini kita sedang menghadapi konflik dengan orang lain, jangan mencoba dengan cara kita sendiri. Tetapi utamakanlah membangun komunikasi terlebih dahulu dengan Tuhan. Dengan demikian, kita akan mengalami kemerdekaan sejati dari konflik dengan orang lain. (LEW)

RENUNGAN
SEBELUM kita membangun komunikasi dengan ORANG LAIN, kita HARUS TERLEBIH DAHULU membangun komunikasi dengan TUHAN

APLIKASI
1. Sudahkah Anda membangun komunikasi yang intim dengan Tuhan? Jika ya atau tidak mengapa?
2. Apakah penghalang Anda dalam mebangun komunikasi dengan Tuhan? Sebutkan!
3. Sebutkan hal-hal yang akan Anda lakukan agar Anda bisa membangun komunikasi dengan Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa, terima kasih untuk setiap hal yang terjadi dalam hidup kami. Pimpin dan sertai kami senantiasa agar kami selalu membangun komunikasi yang intim dengan Engkau, sehingga kami pun dapat membangun komunikasi yang baik dengan orang lain. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Inisiatif Membangun Komunikasi

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Roma 12: 9–21

RHEMA HARI INI
Roma 12:18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!

Sudah dua hari Jessy dan Lolly tidak bertegur sapa. Mereka saling acuh dan menunggu ada yang memulai berbicara terlebih dahulu. Permasalahannya sepele. Jessy menemukan dompet Lolly yang terjatuh di rumah kos mereka dan menyimpankannya, tetapi Jessy lupa memberitahu Lolly. Pada waktu Lolly kebingungan mencari-cari dompetnya, ia menemukan dompetnya ada dalam tas Jessy. Lolly pun menuduh Jessy mencuri dompetnya dan akhirnya mereka bertengkar.

Lama-kelamaan, Jessy merasa hubungan persahabatan mereka akan berakhir jika tidak ada yang memulai berbicara lagi. Ia sungguh tidak ingin hubungan persahabatan yang sudah dijalin sepuluh tahun putus begitu saja karena masalah komunikasi yang kurang baik. Akhirnya, dengan kerendahan hati, Jessy mendatangi Lolly dan meminta maaf karena sudah membawa dompetnya tanpa langsung memberitahu Lolly. Lolly pun juga minta maaf karena sudah menuduh Jessy. Akhirnya konflik di antara mereka pun berakhir.

Komunikasi menjadi hal yang sangat penting dalam membangun hubungan dengan orang lain. Berhasil tidaknya sebuah hubungan sangat dipengaruhi oleh komunikasi. Tidak sedikit pula hubungan yang berakhir karena masalah kurangnya komunikasi. Oleh karena itu, diperlukan kerendahan hati untuk berinisitif membangun komunikasi. Jika saat ini kita juga sedang mengalami konflik dengan orangtua, pasangan, atau teman kita, segeralah koreksi diri. Carilah penyebab konflik itu, lalu berkomunikasilah dengan Tuhan terlebih dahulu. Setelah itu, segeralah ambil inisiatif untuk memulai komunikasi dengan orang yang sedang memiliki masalah dengan kita. Jangan sampai konflik terus berlanjut tanpa adanya komunikasi. Komunikasi yang baik akan membuat suatu hubungan menjadi indah dan menyenangkan. Percayalah, saat kita sudah melakukan bagian kita, Tuhan juga yang akan bekerja menjawab doa kita dan menyelesaikan konflik yang ada dalam hidup kita. Sehingga kita bisa terlepas dari belenggu konflik dan mengalami kemerdekaan sejati bersama-Nya. (LEW)

RENUNGAN
KOMUNIKASI sangatlah penting untuk MENYELESAIKAN KONFLIK, karena itu kita memerlukan INISIATIF UNTUK MEMBANGUN KOMUNIKASI

APLIKASI
1. Apakah saat ini Anda sedang memiliki konflik dengan orang lain? Bagaimanakah komunikasi Anda dengan orang tersebut?
2. Mengapa Anda perlu berinisiatif untuk memulai komunikasi dengan orang yang sedang berkonflik dengan Anda?
3. Langkah nyata apa yang akan Anda lakukan supaya bisa menyelesaikan konflik yang sedang Anda alami?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, ajarilah kami selalu membangun komunikasi yang baik dengan orang lain. Berikan kami kerendahan hati, sehingga kami mau berinisiatif memulai komunikasi dengan orang yang sedang berkonflik dengan kami. Kami percaya Engkau akan membantu kami dalam menyelesaikan setiap konflik yang ada. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Belajar Dari Kerendahan Hati Kristus

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 25:1-22

RHEMA HARI INI
Mazmur 25:9 Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati

Di dunia ini, mungkin tak ada yang lebih menyakitkan daripada pengkhianatan orang terpercaya dan terdekat. Saat seorang sahabat belasan tahun menikam Lena dari belakang, dunianya seolah-olah runtuh. Awalnya ia mencoba membuat si sahabat mengerti perasaan sakitnya. Namun, jangankan kata maaf, ia tidak memperlihatkan sedikit pun penyesalan. Semakin Lena mencoba membuat sahabatnya mengaku salah, kemarahan dan kekecewaan malah semakin menelannya. Akhirnya persahabatan mereka bubar. Lena pun menutup hatinya rapat-rapat dari semua orang, bahkan menjauh dari Tuhan.

Namun, setelah beberapa kejadian yang kian memahitkan hidupnya, Lena menyerah dan datang kembali kepada Tuhan. Lalu Tuhan membukakan mata rohaninya. Ia menyadari, selama ia tidak bisa melepaskan pengampunan, hatinya tidak akan pernah terbebas dari luka-luka dan masa lalunya yang menyakitkan. Tak lama kemudian, Tuhan mempertemukan Lena dengan mantan sahabatnya. Dengan menekan gengsinya, ia meminta maaf karena tanpa menanyakan alasan sahabatnya dulu, ia langsung menyalahkannya. Tak terduga, kerendahan hati Lena membuat malu sahabatnya dan ia pun mengakui semua kesalahannya. Saat itu juga, Tuhan memulihkan hubungan mereka dengan luar biasa.

Terkadang, yang memperumit dan menghancurkan sebuah hubungan bukanlah kesalahan atau konflik, tetapi tingginya harga diri. Kita lupa, kita bukanlah manusia sempuna. Kita juga penuh dengan kesalahan dan kekurangan. Terlebih lagi kepada Tuhan. Benar, pelanggaran manusia pertama di Taman Eden telah menciptakan jurang pemisah antara kita dengan Allah. Namun, Dia rela merendahkan diri-Nya dan mengambil rupa seorang manusia untuk mati di kayu salib. Agar hubungan kita dengan-Nya dapat dipulihkan kembali. Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengikuti teladan-Nya. Ingatlah, Tuhan telah memerdekakan kita dan tidak ada kemerdekaan di luar jalan-Nya. Rendahkanlah hati kita dan Tuhan sendiri yang akan mengajari kita sehingga kita bisa terbebas dari ikatan konflik serta menikmati kemerdekaan sejati dalam hidup yang dituntun-Nya. (MV.L)

RENUNGAN
Kalau kita mau MERENDAHKAN HATI, Tuhan sendiri yang akan memberikan HIKMAT dan TURUT CAMPUR TANGAN sehingga pemulihan bisa terjadi

APLIKASI
1. Konflik apakah yang kini tengah mengikat Anda sedemikian rupa sehingga Anda menjalani hidup Anda dengan kesesakan hati?
2. Mengapa Anda perlu merendahkan hati untuk mengatasi konflik Anda?
3. Langkah-langkah apa yang dapat Anda ambil untuk dapat memulihkan hubungan Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, ampunilah kekerasan hati kami selama ini. Kami mau merendahkan hati kami di hadapan-Mu. Ajarilah segala jalan kasih setia dan kebenaran-Mu, ya Bapa. Kami percaya, tak ada konflik serumit apa pun juga yang tak sanggup Kau lepaskan. Ketika Kau campur tangan, pemulihan pasti terjadi. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Rendah Hati Awal Pemulihan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 149:1-9

RHEMA HARI INI
Mazmur 149:4 Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.

Bunda Teresa pernah berkata, “Kerendahan hati adalah ibu dari semua sifat yang baik: kemurnian, amal baik dan ketaatan. Saat rendah hati, kasih kita menjadi nyata, menjadi suatu persembahan yang sungguh-sungguh.” Sebagian orang berpendapat bahwa rendah hati adalah seorang yang tidak suka menonjolkan diri dan tidak menyombongkan apa yang ia miliki. Itu tidak salah tapi ada nilai yang lebih dalam tentang rendah hati. Orang yang rendah hati adalah orang yang bisa menerima ketika orang lain mengkritik dia, walaupun belum tentu apa yang di tuduhkan itu benar. Ia tidak langsung marah ataupun kecewa, ia bahkan mau memeriksa dirinya, apakah benar apa yang dituduhkan kepadanya itu. Bila benar ia mau segera memperbaiki dirinya dan meminta maaf, bila tidak pun ia hanya akan tersenyum dan memaafkan orang yang mengkritik atau berlaku kurang baik kepadanya. Sebab ia tahu, apa yang berkenan di mata Allah adalah jauh lebih penting daripada anggapan manusia terhadap dirinya.

Rendah hati membuat kita mawas diri, menyadari bahwa kita sendiri adalah juga manusia yang punya banyak kekurangan dan kelemahan. Tuhan saja mau menerima kita, dan selalu mengampuni kesalahan kita, maka siapakah kita kalau kita tidak mau mengampuni orang-orang yang menyakiti kita. Yesus sendiri adalah contoh kerendahan hati.

Berkali-kali Dia membuktikan kerendahan hatinya, salah satunya ada di Yohanes 21, Yesus dengan rendah hati menghampiri dan menyapa murid-murid-Nya terlebih dahulu, sehingga membawa pemulihan hubungan antara Yesus dan murid-murid-Nya. Yesus bisa saja dan berhak marah pada murid-murid-Nya sebab mereka malah meninggalkan-Nya saat Dia ditangkap. Tapi Yesus memilih pemulihan hubungan dan menjadikan rencana Allah tergenapi dalam hidup murid-murid-Nya. Demikianlah hendaknya kita bisa meneladani dan menjadi pelaku-pelaku firman, milikilah kerendahan hati dan kita akan selamat terhindar dari konflik bahkan bisa memulihkan hubungan bila terlanjur terlibat konflik dengan orang lain. (PF)

RENUNGAN
Orang yang RENDAH HATI akan SELAMAT DARI KONFILIK, sebab kerendahan hati adalah AWAL PEMULIHAN

APLIKASI
1. Apakah Anda sedang terlibat konflik saat ini? Apa yang menyebabkan konflik tersebut?
2. Apa akibatnya dalam hidup Anda?
3. Langkah dan sikap apa yang bisa Anda ambil untuk menyelesaikan konflik tersebut dan mendapatkan pemulihan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus terima kasih firman-Mu telah menyadarkan kami. Kesombongan hati kamilah yang menyebabkan kami menghadapi berbagai konflik dalam kehidupan kami. Ajari kami Tuhan kerendahan hati seperti-Mu. Kami percaya kerendahan hati akan membawa pemulihan dalam hidup kami. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Pintu Gerbang Menuju Kemerdekaan Dari Konflik

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Mazmur 22:1-32

RHEMA HARI INI
Mazmur 22:27 Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya!

Mila dan Robby adalah pasangan suami istri berbeda suku. Mila menyukai masakan yang cenderung manis, sedangkan Robby penyuka masakan pedas. Hal ini membuat Robby sering berkomentar atas masakan istrinya. Suatu kali, Mila yang tidak dapat menerima pendapat suaminya, akhirnya meledak amarahnya. Pertengkaran pun terjadi. Robby tidak mengira Mila akan semarah itu. Ia merasa hanya memberi masukan. Sementara Mila merasa suaminya tidak pernah menghargai jerih lelahnya menyiapkan makanan. Tidak mau berlarut dalam pertengkaran, Robby melangkah ke teras rumah. Ia mencoba berdiam diri dan merenung. Tiba-tiba hati kecilnya berkata, “Minta maaflah terlebih dahulu.” Meski merasa tidak ada yang salah dengan komentarnya, ia mencoba untuk merendahkan diri dan minta maaf terlebih dahulu. Tidak disangka, hal tersebut ternyata meluluhkan hati Mila. Ia pun bertekad untuk belajar memasak makanan yang disukai Robby.

Sering kali, penyebab pertengkaran yang tidak kunjung selesai bukanlah masalah yang terlalu besar, tetapi hati yang terlalu keras atau sombong untuk mau merendahkan diri dan meminta maaf terlebih dahulu. Firman Tuhan berkata, “Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan” (Ams. 18:12). Robby mungkin tidak pernah mengira ketika ia membuka hati, merendahkan diri untuk minta maaf terlebih dahulu, ia tidak hanya mengurai titik simpul konflik, tetapi ia juga mendapat kehormatan dari istrinya yang rindu melayaninya dengan lebih baik lagi.

Mulai saat ini, tidak peduli siapa yang benar atau siapa yang salah, marilah melangkah terlebih dahulu untuk meminta maaf. Suami jangan merasa gengsi untuk minta maaf terlebih dahulu, demikian pula istri. Orangtua jangan merasa terlalu tua untuk minta maaf terlebih dahulu, demikian pula anak. Kenakanlah jubah kerendahan hati. Karena kerendahan hati adalah pintu gerbang menuju kemerdekaan yang sejati, salah satunya yaitu kemerdekaan dari konflik.

RENUNGAN
KERENDAHAN HATI adalah PINTU GERBANG menuju KEMERDEKAAN DARI KONFLIK

APLIKASI
1. Mengapa kerendahan hati dapat menjadi pintu gerbang menuju kemerdekaan dari konflik?
2. Apa dampak positif yang dapat kita terima ketika kita mengenakan jubah kerendahan hati dari Tuhan?
3. Hari-hari ini, adakah Anda merasa berbeda pendapat dengan seseorang sehingga tidak ada lagi komunikasi di antara kalian? Jika ada, langkah apa yang dapat Anda lakukan untuk menyelesaikan konflik tersebut?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, begitu ajaib kuasa firman-Mu. Berkati kami dengan kerendahan hati sehingga kami boleh mengalami kuasa firman-Mu, yaitu kemerdekaan dari konflik, sehingga kami dapat Engkau pakai untuk melepaskan orang lain dari konflik. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Kunci Menikmati Masa Depan Yang Baik Dari Tuhan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
1 Petrus 3:8-14

RHEMA HARI INI
1 Petrus 3:10-11 “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.

Meskipun bersaudara, sifat Susi dan Tari sangat bertolak belakang. Susi sang kakak adalah seorang yang lurus, patuh, dan tegas. Sementara Tari adiknya cenderung memberontak. Perbedaan usia yang jauh semakin mempersulit komunikasi di antara mereka. Tak jarang mereka bertengkar hebat saat Susi berusaha menasihati Tari. Tari sendiri merasa kakaknya kuno, tidak mengerti soal anak muda zaman sekarang. Bila sudah begitu, mereka akan saling melontarkan kata-kata menyakitkan dan berakhir dengan perang dingin. Konflik antara Susi dan Tari tak kunjung usai, sampai suatu ketika Tari mengalami kecelakaan lalu lintas dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Selama itu Susi dengan sabar menjagai Tari. Ia membawakan segala keperluannya, menghibur, dan berdoa untuk adiknya. Saat itulah Tuhan menjamah hati Tari. Ia bisa melihat bahwa sebenarnya kakaknya sangat menyayanginya. Kalaupun Susi memarahinya, itu adalah untuk kebaikan dirinya. Tari sungguh menyesal karena selama ini berprasangka buruk. Tari mengira kakaknya hanya tidak suka melihatnya senang. Tari langsung meminta maaf pada kakaknya. Hubungan mereka berdua pun dipulihkan Tuhan.

Perbedaan pendapat akan selalu ada dan kita tidak akan bisa menyenangkan semua orang. Namun, bila kita hidup menuruti kata hati dan perasaan, konflik dengan orang-orang di sekitar kita pun bisa timbul dengan mudahnya. Mintalah tuntunan dan hikmat Roh Kudus agar kita tidak mudah terpancing. Dengan pertolongan-Nya, kita akan bisa melihat perbedaan dengan perspektif yang benar. Mungkin tidak mudah untuk hidup bebas dari konflik, tetapi hal itu harus terus diusahakan. Konflik hanya akan membuat hidup tidak tenang dan bahagia, sedangkan perdamaian membuat hidup ini indah. Hal-hal yang baik menanti kita ketika kita hidup dalam kedamaian. Mintalah pertolongan Tuhan, supaya setiap konflik dapat kita selesaikan dalam waktu singkat dan kita bisa menjadi pembawa damai di mana pun kita ditempatkan, sehingga kita pun bisa mengalami kemerdekaan sejati dari Tuhan. (PF)

RENUNGAN
Berusahalah MENGATASI KONFLIK dan HIDUP DAMAI, maka kita dapat MENIKMATI MASA DEPAN YANG BAIK yang sudah Tuhan persiapkan

APLIKASI
1. Apakah selama ini Anda sering terlibat konflik? Bila ya, dalam hal apakah itu?
2. Apa yang sering kali menjadi penyebab terjadinya konflik dalam hidup Anda?
3. Apa yang sebenarnya Anda bisa lakukan untuk menghindari konflik?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus ampuni kami bila kami masih sering terbawa emosi hingga kami melakukan tindakan atau mengatakan hal yang menyakiti orang lain. Kami menyesal Tuhan, berilah kesabaran dan hikmat pada kami, supaya kami dapat menjaga lidah kami. Berilah hati yang bersih agar kami dapat menerima maksud dan tujuan-Mu di balik semua masalah. Tolong kami Tuhan agar semua konflik yang sedang kami alami dapat segera terselesaikan dengan damai. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Penghalang Besar Bagi Pertumbuhan Rohani

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
1 Tesalonika 5:5-18

RHEMA HARI INI
1 Tesalonika 5:13b Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.

Jenderal Robert E. Lee ditanya oleh Presiden Konfederasi, Jefferson Davis, tentang pendapatnya menyangkut seorang pejabat tertentu. Lee menjawab dengan laporan yang positif tentang pejabat tersebut. Salah seorang pejabat yang hadir dalam pertemuan tersebut tertegun dengan jawaban itu. Ia kemudian bertanya kepada Lee, “Jenderal, tidak tahukah Anda bahwa orang yang demikian Anda banggakan itu sebenarnya adalah seorang musuh yang sangat buruk? Ia tidak pernah melewatkan peluang untuk menjelek-jelekkan Anda!” “Saya tahu itu,” kata Lee, “tetapi Presiden menanyakan pendapat saya tentang dia, bukan menanyakan pendapatnya tentang saya. Saya tidak merasa punya konflik dengan dia, kalau dia merasa punya konflik dengan saya, itu bukan urusan saya, kan?”

Jenderal Lee tidak mudah berkonflik dengan orang lain, karena itu ia bisa mengemukakan pendapatnya tentang orang lain dengan jujur, tanpa tendensius, atau kesan menjelek-jelek kan orang lain. Dengan kata lain, ia selalu memilih untuk mengasihi di atas segalanya. Ini adalah karakter yang membuat karier Lee naik level menjadi jenderal kepercayaan Presiden Konfederasi.

Mengasihi Allah, mengasihi sesama, dengan segenap hati. Visi yang Tuhan berikan untuk jemaat di gereja kita sangat relevan dengan renungan pagi hari ini. Kalau hati kita penuh dengan Kasih Allah, kita pasti mengasihi Allah, bahkan bisa dipastikan kita pun akan mengasihi sesama kita. Saat kita mengasihi orang-orang di sekitar kita, kita pasti terbebas dari kebencian, bahkan ketika kita dilukai. Hati penuh kasih sangat disukai Tuhan. Dengan mudah, Dia dapat membawa kita naik dari satu level kerohanian ke level berikutnya. Dia pun akan berkarya lewat setiap kita yang tidak memendam kebencian, tidak menyimpan sakit hati, dan merdeka dari konflik. Hidup kita akan berbuah dan menjadi berkat bagi banyak orang. Amin.

RENUNGAN
Kita harus bisa MERDEKA DARI KONFLIK, sebab konflik adalah salah satu PENGHALANG BESAR bagi PERTUMBUHAN ROHANI kita

APLIKASI
1. Amatilah hidup Anda, adakah konflik-konflik yang menghambat pertumbuhan rohani Anda?
2. Mengapa konflik dapat menjadi penghalang terbesar bagi kerohanian Anda?
3. Bagaimana Anda dapat mulai menyingkirkan penghalang besar bagi petumbuhan rohani Anda tersebut?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, ampuni kami yang masih terus memelihara konflik dalam hidup kami. Terima kasih sudah menyadarkan kami akibat dari konflik yang bisa merusak kehidupan kami sendiri. Ajarilah kami, agar kami dapat mengalami kemerdekaan sejati dari-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Page 1 of 18812345...102030...Last »
Silakan isi data Anda disini
SUBSCRIBE NOW

Join Our Newsletter Today!

Dapatkan Renungan Harian, Bahan Sharing,
Warta Jemaat, dan ebook edisi spesial!