Perjalanan Rohani Bersama Tuhan

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI

Efesus 4:11-24

RHEMA HARI INI

Efesus 4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus

“Kekristenan bukanlah agama, tetapi hubungan pribadi dengan Tuhan.” Slogan terkenal ini sudah lama beredar di antara anak-anak Tuhan. Namun, sementara kita terus menggaungkannya, sudahkah kita mengetahui apa artinya memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan? Saat membicarakan kedekatan hubungan antara manusia dan Tuhan, tentu kisah Henokh terlintas dalam benak kita. Alkitab dengan jelas mencatat ia hidup bergaul akrab dengan Allah (Kej. 5:22,24). Menariknya, dalam Alkitab bahasa Inggris, frasa “bergaul akrab” ini terjemahannya adalah “berjalan” (KJV) atau “berjalan dengan taat” (NIV). Hal ini memberikan pemahaman bahwa hubungan pribadi kita dengan Tuhan berarti kita menjalani hidup bersama-Nya. Di satu sisi ada keintiman, di sisi lain ada ketaatan.

Saat kita berjalan, tentu ada langkah-langkah yang harus kita ambil. Tuhan pun ingin terus membawa kita maju. Jangan sampai kehidupan rohani kita berhenti di satu titik karena kita merasa nyaman menjadi bayi atau anak-anak rohani. Dari hari ke hari, kita harus bertumbuh semakin dewasa dalam karakter Kristus. Semakin mengasihi Tuhan dan sesama. Semakin bersinar bagi kemuliaan-Nya.

Di gereja kita, kita memiliki Skema Perjalanan Rohani Jemaat Keluarga Allah. Langkah pertama dimulai dengan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Selanjutnya, kita digabungkan dalam ibadah raya, kelompok sel, dibaptis air, dan menjadi anggota Keluarga Allah. Berikutnya kita harus dimuridkan melalui SOM, Encounter, dan ESBC. Bahkan kita perlu mengambil langkah untuk terlibat dalam pelayanan. Setelah kita semakin dewasa rohani, kita akan diutus untuk menyelamatkan jiwa, membuka kelompok sel dan melipatgandakannya. Saat kita terus setia melangkah maju dalam kehidupan rohani kita, seberat apa pun perjalanannya, Tuhan pun akan memberi kita mahkota sorgawi dan mempercayakan tempat dalam pemerintahan Kerajaan Seribu Tahun-Nya (Mat. 25:21). Inilah yang menjadi kehendak Tuhan bagi setiap orang percaya. (MV.L)

RENUNGAN

Kekristenan adalah PERJALANAN ROHANI bersama Tuhan, itu sebabnya harus ada KEMAJUAN ROHANI yang kita alami setiap hari

APLIKASI

  1. Sudahkah Anda dengan setia mengikuti langkah-langkah dalam SPR? Di tahap manakah Anda sekarang ini?
  2. Mengapa kita perlu mengalami kemajuan rohani setiap harinya?
  3. Langkah apa yang dapat Anda ambil mulai sekarang ini untuk semakin berjalan maju bersama Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa yang terkasih, kami mengucap syukur kepada-Mu, sebab buluh yang terkulai tak’kan Kau patahkan dan sumbu yang pudar tak’kan Kau padamkan. Namun Engkau memberikan kami kekuatan baru dari hari ke hari, sehingga kami pun boleh berjalan semakin kuat dalam-Mu dan bersama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Yesaya 23-27

Misi Besar Pengikut Yesus

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI

2 Petrus 3:9-18

RHEMA HARI INI

2 Petrus 3:18 Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Kita pasti sering mendengar kata visi misi. Biasanya kata-kata itu ditulis di dinding-dinding kantor sebuah organisasi atau instansi. Tujuannya untuk memotivasi anggota-anggota organisasi tersebut. Visi berbicara tentang tujuan utama yang akan diraih, sedangkan misi berbicara tentang tahapan-tahapan yang dilakukan untuk meraih visi tersebut.

Tahukah Anda, sebagai pengikut Yesus, kita juga memiliki visi misi? Bila visi misi organisasi atau instansi di dunia merupakan hasil pemikiran manusia, maka visi misi kita sebagai pengikut Yesus merupakan tuntunan langsung dari Tuhan. Lalu, apa yang menjadi visi kita sebagai pengikut Yesus? Visi kita sudah jelas yaitu “Love God, love people, with passion.” Sedangkan misinya adalah Amanat Agung Tuhan Yesus: menyelamatkan, menggabungkan, memuridkan dan mengutus, sampai kerajaan Allah ditegakkan di bumi seperti di sorga. Mungkin banyak diantara kita yang bingung bagaimana cara mengerjakan Amanat Agung tersebut. Jangankan menjadikan semua bangsa murid Yesus, mengajak teman ke gereja saja sulit. Jangankan membaptis orang, mengajak tetangga ke kelompok sel saja susah.

Bila kita mau berkomitmen mengerjakan Amanat Agung Tuhan Yesus, pastikan dulu perjalanan rohani kita, sudahkah kita melewati tahapan demi tahapan diselamatkan, digabungkan, dimuridkan dan diutus? Sudahkan kita sungguh-sungguh terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita? Sudahkah kita dibaptis, bergabung di ibadah raya dan kelompok sel? Sudahkan kita dimuridkan? Sudahkah kita berkomitmen untuk melayani Tuhan dan siap diutus untuk melakukan Amanat Agung Tuhan Yesus? Kalau kita sendiri belum melalui setiap tahapan Amanat Agung, maka apa yang kita kerjakan untuk melakukan Amanat Agung tidak akan ada kuasanya, sebab kita akan sama seperti orang yang hanya berbicara saja tetapi tidak melakukannya. Hari ini, mulailah dengan menceritakan apa yang sudah Tuhan lakukan dalam hidup Anda kepada orang lain, itu adalah bentuk perjuangan kita untuk menyelamatkan jiwa. Lalu, ceritakanlah perubahan hidup yang Anda alami setelah Anda melangkah dibaptis, bergabung dalam kelompok sel serta beribadah rutin. Yang terakhir, berikanlah kesaksian bagaimana Anda menerima berkat serta anugerah Tuhan yang luar biasa saat Anda melangkah masuk dalam pelayanan. Ketika kita sudah melewati semua proses dalam Amanat Agung, maka apa yang kita sampaikan kepada orang lain akan memiliki kuasa untuk menjamah hati serta menggerakkan orang tersebut mengambil langkah melakukan Amanat Agung.

RENUNGAN

Sebelum kita bisa KOMIT mengerjakan Amanat Agung, kita perlu MELALUI SEMUA PROSES Amanat Agung terlebih dahulu

APLIKASI

  1. Seberapa pentingkah melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus dalam hidup Anda?
  2. Sudahkah Anda komit mengerjakan Amanat Agung Tuhan Yesus? Bagaimana Anda mengerjakan komitmen tersebut?
  3. Sudahkah komitmen tersebut membuahkan hasil? Apa sajakah itu?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa yang baik, terima kasih sudah mempercayai kami untuk melaksanakan Amanat Agung-Mu. Mampukan kami untuk melalui proses demi proses sampai kami mengerjakan Amanat Agung-Mu sesuai dengan kehendak-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Kasih Di Balik Amanat Agung

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI

Matius 28:1-20

RHEMA HARI INI

Matius 28:19-20 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Ketika kita mengasihi seseorang, kita pasti menginginkan yang terbaik dan bahkan rela berkorban untuknya. Sama seperti Bapa kita di sorga. Dia sangat amat cinta pada kita, sehingga Dia memberikan nyawa-Nya bagi kita. Tindakan-Nya ini adalah pengorbanan terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah. Akan tetapi, pekerjaan kasih-Nya tidak berhenti pada pengorbanan-Nya di atas kayu salib. Benar bahwa Dia telah mengorbankan diri-Nya untuk keselamatan kita, anak-anak-Nya. Namun bagaimana dengan orang lain yang belum mengenal-Nya? Dia pun rindu agar kematian-Nya tidak hanya untuk menyelamatkan kita saja, umat pilihan-Nya, tetapi juga jiwa-jiwa lain yang masih terhilang.

Apabila kita mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh, kita pasti rindu untuk membalas cinta-Nya. Salah satu caranya adalah dengan menjalankan amanat-Nya. Namun sebelumnya, kita harus mempunyai hati yang penuh kasih, sama seperti Bapa. Tanpa kasih, kita tidak akan merasa iba ketika melihat jiwa yang terhilang. Tanpa kasih, kita tidak akan mau berkorban dan bersusah-payah untuk menyelamatkan jiwa-jiwa tersebut.

Sebaliknya, ketika kasih Allah ada dalam hati kita, maka visi-Nya akan menjadi visi kita. Kerinduan-Nya juga akan menjadi kerinduan kita. Kita akan lebih berkomitmen lagi melaksanakan kehendak-Nya, yaitu menjangkau jiwa-jiwa bagi Tuhan. Semata-mata karena kita ingin membahagiakan-Nya. Karena kita tahu bahwa satu jiwa saja sangat berharga di mata-Nya, dan ketika satu jiwa diselamatkan, maka seisi sorga akan bersorak-sorai. (DJW)

RENUNGAN

Kalau kita MENGASIHI TUHAN DAN SESAMA, kita pasti KOMIT melaksanakan AMANAT AGUNG

APLIKASI

1. Sudahkah Anda memiliki kasih terhadap sesama yang terhilang?
2. Mengapa Anda perlu mengasihi Allah dan sesama untuk melakukan Amanat Agung?
3. Apa saja yang dapat Anda lakukan untuk menjalankan amanat-Nya? Tuliskanlah!

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa, tolong jamah hati kami dan berikan kami kasih seperti kasih-Mu, ya, Tuhan. Agar kami beroleh hati yang lembut, yang rindu membalas cinta-Mu dengan menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang. Biarlah nama-Mu yang dipermuliakan di muka bumi ini. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Visi Love God Love People With Pasion

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Amsal 3:1-12

RHEMA HARI INI
Amsal 3:3-4 Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.

Dalam kehidupan ini, kita sering kali menemui orang-orang dengan keadaan yang memprihatinkan. Ada pengemis, anak-anak jalanan, orang jompo, ataupun pengamen. Tidak sedikit orang yang mengabaikan keberadaan mereka dan ada juga yang mengulurkan tangan untuk mereka. Bagaimana dengan kita selama ini, apakah respons atau reaksi kita saat orang-orang dengan keadaan demikian berada di sekitar kita? Apakah kita acuhkan begitu saja, tidak peduli dengan mereka? Atau kita bisa berbagi kasih dengan orang-orang yang kekurangan di luar sana?

Sadarilah, terkadang Tuhan mengirimkan orang-orang dengan keadaan demikian untuk menguji seberapa besar kasih kita. Sebab kasih selalu menjadi tolok ukur Allah. Tanpa kasih, maka semua prestasi, kesuksesan, kehebatan, talenta, kepandaian, jabatan, kekayaan yang kita punya, tidak ada artinya sama sekali di mata Tuhan. Benar, kasihlah yang membuat hidup kita berarti, bermanfaat, dan berwarna. Kasih jugalah yang mendatangkan anugerah dan perkenanan Tuhan dalam hidup kita.

Satu hal yang perlu kita sadari, kasih kita kepada sesama ditentukan oleh seberapa besar kasih kita kepada Tuhan. Saat kita mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati, kita pun akan memiliki hati yang penuh kasih tanpa membeda-bedakan menurut kekayaan, kedudukan, ataupun latar belakang keluarga. Kita akan memiliki kasih yang besar kepada sesama kita; keluarga rohani kita, jiwa-jiwa yang terhilang, dan orang-orang di sekeliling kita. Oleh karena itu, jadikanlah “Love God Love People with Passion” menjadi visi yang mendasari visi keluarga kita, visi hidup kita pribadi, visi bisnis kita, dan semua aspek hidup kita. Izinkanlah kasih Allah yang besar memenuhi hidup kita, sehingga kita bisa mengerti, mengalami, dan membalas cinta kasih Tuhan yang besar itu dengan membagikan kasih Allah kepada sesama kita. (LEW)

RENUNGAN
Jadikan LOVE GOD LOVE PEOPLE WITH PASSION sebagai VISI HIDUP kita, sebab TUHAN MENILAI kita berdasarkan KASIH kita

APLIKASI
1. Sudahkah Anda menjadikan Love God Love People with Passion menjadi visi hidup Anda? Jika ya atau belum, mengapa?
2. Hal-hal apa yang menghalangi Anda menjadikan Love God Love People with Passion menjadi visi hidup Anda?
3. Apa komitmen Anda sebagai wujud kasih Anda kepada Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, terima kasih Engkau mengingatkan kami untuk menjadikan ‘Love God Love People with Passion’ sebagai visi hidup kami. Tuntunlah kami senantiasa memiliki kasih yang besar kepada-Mu dan kepada orang lain dengan sepenuh hati kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN
2 Tawarikh 28
2 Raja-Raja 16-17

Menabur Benih Kasih

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Galatia 6:1-10

RHEMA HARI INI
Galatia 6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Tidak ada orang yang tidak pantas menerima kasih. Seburuk apa pun perilaku maupun karakternya, meski mereka kerap membangkitkan amarah dan mengecewakan kita, mereka tetaplah sesama kita. Ketika Tuhan memberikan perintah untuk mengasihi sesama, Dia tidak menambahkan “catatan kaki” atau “syarat dan ketentuan”. Tuhan tidak pernah mengajarkan agar kita mengasihi dan berbuat baik hanya kepada orang-orang yang juga mengasihi kita. Justru, Dia meminta kita untuk mengasihi orang-orang yang berbuat salah kepada kita dan berdoa bagi mereka. Seperti Allah yang tidak pernah membeda-bedakan manusia ciptaan-Nya, yang menerbitkan matahari dan menurunkan hujan bagi orang baik dan juga orang-orang jahat, demikianlah Dia menghendaki kita juga dapat mengasihi orang lain tanpa memilah-milah (Mat. 5:44-48).

Perbuatan kasih kita mungkin tidak akan langsung mendapatkan balasan yang selayaknya. Namun ketahuilah, kebaikan yang kita lakukan ibarat sebuah benih. Pada mulanya, benih adalah sesuatu yang sangat kecil. Saat petani menaburkannya ke atas tanah, benih itu seolah-olah menghilang dalam tanah. Dari setiap benih yang ditaburkan, petani tersebut pun tidak dapat memperkirakan berapa banyak buah yang akan dihasilkan. Ia hanya bisa mengharapkan hasil yang terbaik. Sampai suatu hari, benih itu tumbuh menjadi pohon yang menghasilkan buah-buahan yang lebat.

Seperti itu jugalah benih kasih yang kita taburkan dalam hati seseorang. Kita tidak pernah tahu kapan benih yang kita taburkan berbuah dan seberapa lebat buahnya. Namun, jika kita terus menabur dan mengasihi tanpa jemu-jemu, Tuhan akan menyempurnakan perbuatan kasih kita. Dialah yang akan menyadarkan mereka atas kesalahan-kesalahan mereka. Sehingga akhirnya kita dapat melihat bagaimana benih kasih yang kita bagikan menghasilkan buah-buah pertobatan, pemulihan, dan mujizat serta perkara-perkara besar Tuhan kerjakan dalam hidup mereka.

RENUNGAN
Bagian kita adalah MENABURKAN BENIH KASIH, Allah yang akan BEKERJA MENYEMPURNAKANNYA sehingga BERBUAH

APLIKASI
1. Sudahkah Anda menabur benih kasih kepada orang lain tanpa membeda-bedakan? Mengapa?
2. Mengapa Tuhan ingin Anda menabur kasih kepada orang-orang yang tak layak dikasihi?
3. Bagaimana Anda dapat mulai menabur kasih kepada orang-orang yang bermusuhan dengan Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang Baik, kami bersyukur punya teladan seperti Engkau yang penuh kasih dalam segala perbuatan-Mu. Ajar kami sehingga kami bisa menjadi seperti Engkau yang terus menabur benih kasih dalam kehidupan kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Mikha

Membagikan Kasih Allah

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Matius 5:13-16

RHEMA HARI INI
Matius 5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga

Seperti teori lebih mudah ketimbang praktik, berbicara pun lebih ringan daripada bertindak. Hari-hari ini pun, ketika permasalahan dunia semakin bertambah banyak dan bervariasi, semakin banyak orang yang mengangkat suaranya. Terlebih lagi dengan kemajuan teknologi dan media sosial, mengemukakan pendapat menjadi sangat mudah. Saat ada isu-isu sosial yang mencuat, komentar yang memenuhi ruang publik—baik yang bernada bijak maupun menghakimi—jauh melebihi bantuan yang terulur. Hal ini membuktikan bahwa selalu ada hal yang bisa dan ingin kita ungkapkan, sedangkan kita enggan untuk melakukan sesuatu.

Sebagai orang Kristen, kita pun sering terjatuh di tempat yang sama. Ketika melihat seseorang melakukan kesalahan, kita malah menceramahinya tanpa memberikan arahan. Saat ada teman yang berputus asa atau berdukacita, kita hanya sibuk memotivasi tetapi tidak punya waktu mendampinginya. Sewaktu ada yang terpuruk dan berkekurangan, kita pun melemparkan ayat-ayat Alkitab sebagai penghiburan tanpa menawarkan bantuan. Setiap saat, dengan fasih kita membicarakan tentang kasih Allah dan kasih sesama, tetapi tidak mewujudkannya. Akhirnya yang kita tuai malah kegeraman, kekecewaan, akar pahit, dan hubungan-hubungan yang rusak.

Ketahuilah, saat kita berbicara dengan lembut; ketika kita meminjamkan telinga dengan sabar dan menangis atau bergembira bersama teman kita; sewaktu dengan bermurah hati kita mengulurkan bantuan; atau saat kita mengampuni kesalahan orang lain; sebenarnya kita sedang membagikan kasih Allah. Kasih Allah bukan lagi sekedar kata-kata indah, tetapi mengalir keluar melalui tindakan kita dan terpancar kepada orang-orang yang membutuhkan sentuhan kasih-Nya. Ketika itulah, hati mereka akan terbuka lebar, sehingga mereka dapat mengalami kasih Allah yang sungguh besar dalam hidup mereka. Mereka pun boleh diselamatkan, dipulihkan, disembuhkan, dan diberkati Tuhan. Dengan demikian, visi “Mengasihi Tuhan Mengasihi Sesama dengan Segenap Hati” terealisasi dan tergenapi dalam hidup kita. (MV.L)

RENUNGAN
Membagikan kasih Allah BERBICARA LEBIH KERAS daripada mengkhotbahi orang-orang di sekeliling kita

APLIKASI
1. Apakah yang dimaksud dengan membagikan kasih Allah?
2. Mengapa membagikan kasih Allah dapat berbicara lebih keras daripada mengkhotbahi orang lain?
3. Bagaimana Anda dapat membagikan kasih Allah kepada orang-orang di sekeliling Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang terkasih, ampuni kami apabila selama ini kami hanya pandai berbicara tetapi tidak cakap bertindak. Pakai kami mulai sekarang, ya, Tuhan, untuk membagikan kasih-Mu kepada orang lain. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN
2 Tawarikh 27
Yesaya 9-12

Besarnya Kasih Allah

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI

Efesus 3:16-21

RHEMA HARI INI

Efesus 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,

“Sepertinya Tuhan tidak lagi mengasihiku. Lagi-lagi aku terjatuh dalam dosa,” ucap seseorang sambil menundukkan kepala. Di tempat lain, seseorang bercerita dengan ceria, “Belakangan ini aku telah melakukan banyak kebaikan untuk Tuhan dan sesama, rasanya Tuhan semakin mengasihiku.” Dari dua pernyataan ini, yang manakah yang pernah terlintas dalam hati Anda? Sementara kedua hal ini umum dirasakan anak-anak Tuhan, tetapi keduanya tidaklah benar. Kasih Allah tidak bisa diukur berdasarkan apa yang kita lakukan atau apa yang terjadi dalam hidup kita, apalagi dengan apa yang kita rasakan.

Berhentilah membatasi kasih Tuhan dalam ruang pemahaman kita. Kasih-Nya tidaklah sesempit yang kita bayangkan. Jika kasih Tuhan kepada umat manusia tergantung pada situasi dan kondisi kita, kisah-kisah hebat dalam Alkitab beserta para tokohnya tidak akan pernah tertulis. Abraham tidak akan pernah menjadi bapak banyak bangsa. Bagaimana mungkin seseorang yang menjual istrinya sendiri hanya untuk menyelamatkan nyawanya sendiri bisa dianggap layak di hadapan Allah? Apalagi Daud, ia berzinah dengan istri orang lain dan mengatur pembunuhan suami wanita tersebut. Namun, pada akhirnya ia dikenang sebagai seseorang yang mengejar hati Allah. Tamar seorang pelacur, tetapi namanya dicatat sebagai nenek moyang Yesus Kristus. Seorang nelayan bernama Petrus menyangkali Yesus tiga kali, tetapi ia menjadi rasul yang sangat berkuasa dan memegang kokoh imannya sampai mati. Paulus menganiaya pengikut-pengikut Kristus, tetapi Tuhan menjadikannya alat untuk menjangkau bangsa-bangsa di seluruh dunia bagi-Nya.

Percayalah, kasih karunia Tuhan cukup untuk mencuci bersih semua kesalahan dan dosa-dosa kita, seburuk apa pun itu. Jangan biarkan Iblis menghakimi kita. Jangan pula kita menghakimi orang lain. Beranikahlah diri untuk menerima curahan kasih Tuhan dalam hati kita. Saat hidup kita berakar dalam kasih-Nya yang melampaui segala akal, kita pun dapat mengasihi sesama seperti diri sendiri.

RENUNGAN

Kasih Allah JAUH LEBIH BESAR daripada yang sanggup kita PIKIRKAN dan BAYANGKAN

APLIKASI

  1. Bagaimanakah Anda membayangkan kasih Allah selama ini?
  2. Mengapa kasih Allah tidak tergantung pada diri Anda sendiri?
  3. Bagaimana Anda dapat memperbaharui pemahaman Anda akan kasih-Nya dari hari ke hari?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa yang baik, terima kasih untuk kasih-Mu yang tak terukur dalam hidup kami. Biarlah kasih-Mu semakin berakar dalam hati kami, sehingga kami dapat mengasihi orang-orang yang Engkau tempatkan di sekitar kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Amsal 6-9

Dipenuhi Kasih Allah

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI

1 Yohanes 4:7-12

RHEMA HARI INI

1 Yohanes 4:7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.

Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk mengasihi. Hal ini merupakan suatu naluri, kemampuan untuk berempati dan rela berkorban bagi orang yang dikasihinya. Terlebih lagi kasih orangtua terhadap anak-anaknya. Seburuk apa pun anaknya dan separah apa pun anaknya menyakiti hati mereka, mereka tetap mampu mengampuni dan menerima kembali. Karena bagaimanapun anak adalah darah dagingnya. Ya, sebesar-besarnya kasih manusia, semua itu memiliki “syarat dan ketentuan berlaku”. Bagaimanakah hubungan kita dengan orang tersebut, dan apakah suasana hati kita sedang baik atau tidak. Seperti inilah dunia mengenal kasih. Namun, apakah ini kasih yang sesungguhnya? Kasih yang sesuai dengan standar Allah?

Kita harus mengingat, kasih Allah tidak memiliki syarat. Cara-Nya melihat pun berbeda dengan kita. Kita mungkin menganggap orang-orang yang menjengkelkan tidak layak mendapatkan kasih kita, tetapi tidak demikian bagi Allah. Jika dipikirkan, hidup kita pun sebenarnya tidak pantas untuk menerima kasih Allah. Tidakkah kita sering mengabaikan dan menyakiti hati-Nya, kemudian mengulang kesalahan yang sama meskipun kita sudah berjanji untuk bertobat? Namun, besarnya kasih Allah membuat-Nya melihat kita jauh melampaui banyaknya kesalahan kita. Dia melihat hati anak-anak-Nya yang membutuhkan curahan kasih-Nya.

Jika kita bisa melihat orang lain melampaui segala kekurangan mereka, kita pun dapat mengasihi mereka. Namun, untuk bisa mengasihi seperti ini, kita harus mengenal siapa itu Allah dan mengalami kasih-Nya secara pribadi. Sebab kasih tak bersyarat, seperti kasih Tuhan, hanya berasal dari-Nya. Tanpa mengalami kasih Allah terlebih dahulu, kita hanya akan mampu mengasihi dengan kasih duniawi. Namun dengan kasih Allah, kita dimampukan untuk mengabaikan segala keburukan dan mengasihi orang-orang yang tersulit sekalipun. Kita akan tetap mampu berbuat baik kepada mereka, mampu mendoakan, dan melayani mereka dengan setulus hati. Dengan demikian “Love God Love People with Passion” tidak lagi sekedar visi yang digemakan, tetapi dijalani.

RENUNGAN

Ketika hati kita DIPENUHI KASIH ALLAH, kita pun bisa MELIHAT SEPERTI ALLAH MELIHAT

APLIKASI

  1. Apa arti mengasihi bagi Anda selama ini?
  2. Coba renungkan seberapa besar kasih Allah dalam hidup Anda, apa yang membuat Anda pantas mendapat kasih-Nya? Tidakkah orang lain pun layak menerima kasih yang sama?
  3. Bagaimana Anda dapat mulai melihat orang lain seperti Allah melihat?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan Yesus, tak henti-hentinya kami bersyukur karena Engkau begitu mengasihi kami. Begitu besar kasih-Mu hingga kami hanya bisa tersungkur di kaki-Mu. Ajari kami mengasihi seperti Engkau Tuhan, supaya kami bisa melihat seperti yang Engkau lihat. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Amsal 1-5

Melihat Orang Lain Dengan Mata Kasih

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI

1 Samuel 16:1-13

RHEMA HARI INI

1 Samuel 16:7b Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.

Nabi Samuel diutus Tuhan menjumpai Isai dan mengurapi salah satu anaknya menjadi raja bagi bangsa Israel. Isai berpikir pasti Tuhan akan memilih anaknya yang sudah dewasa dan memiliki perawakan yang ideal untuk menjadi raja Israel. Itu sebabnya ia mengabaikan Daud, anak bungsunya yang masih remaja dan menurutnya tidak memiliki potongan sebagai pahlawan, apalagi raja Israel. Namun Tuhan menolak Eliab, lalu Abinadab, dan juga Syama. Bahkan ketujuh anak Isai yang ada di rumah, tidak satu pun ditunjuk-Nya. Barulah ketika Daud dipanggil, Allah menyatakan pilihan-Nya. Pilihan Tuhan sungguh berbeda dengan Isai maupun Samuel. Bukan perawakan fisik yang menjadi pertimbangan-Nya, tetapi Tuhan melihat hati. Sejarah membuktikan bahwa pilihan Tuhan adalah benar. Daud menjadi raja terbesar dalam sejarah bangsa Israel dan dikenang sebagai orang yang mengejar hati Allah.

Seperti Samuel dan Isai, kita cenderung menilai orang lain berdasarkan apa yang terlihat mata. Bahkan kita sering gagal melihat kebaikan dari orang-orang yang dekat dengan kita. Kita hanya dapat melihat kekurangan atau betapa mengecewakannya mereka. Kemudian, tanpa kita sadari, kita telah menghakimi dan memberikan label tertentu pada keberadaan mereka. Namun, dari bacaan hari ini, kita dapat mempelajari bahwa Tuhan melihat dengan cara yang berbeda dengan kita. Terlebih dari apa yang tampak di permukaan, Dia peduli pada apa yang terjadi dalam hati setiap kita. Sebab Dia melihat dengan kacamata kasih.

Tuhan ingin kita bisa melihat seperti cara-Nya melihat. Namun, Dia pun memahami, kelemahan kita sebagai manusia membuat kita sulit untuk melakukannya. Itulah sebabnya, kita perlu memenuhi diri kita dengan kasih Allah. Ya, hati yang penuh dengan kasih Allah akan memengaruhi cara pandang kita terhadap orang lain. Kita tidak lagi mudah menghakimi seseorang, melainkan membangun mereka dengan kasih Tuhan yang kita bagikan kepada orang-orang di sekitar kita. Sehingga visi untuk mengasihi Tuhan dan mengasihi manusia dengan segenap hati pun tercapai.

RENUNGAN

Dengan KASIH ALLAH, kita bisa MELIHAT orang lain dengan MATA KASIH

APLIKASI

  1. Apakah yang dimaksud dengan mata kasih?
  2. Sudahkah Anda melihat orang lain dengan mata kasih, bahkan mereka yang sering membuat Anda jengkel? Mengapa Anda sulit untuk melihat mereka dengan mata kasih?
  3. Bagaimana Anda dapat melihat orang lain dengan mata kasih?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa yang baik, penuhilah kami dengan kasih-Mu. Kami ingin dapat melihat orang lain dengan mata kasih, agar kami dapat mengasihi mereka seperti diri sendiri dan membawa mereka mendekat kepada terang kasih-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Yesaya 5-8

Mengasihi Sesama Dengan Kasih Allah

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI

Yohanes 15:1-12

RHEMA HARI INI

Yohanes 15:12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.

Hampir semua pernikahan diawali dengan kebahagiaan. Masing-masing pihak berkomitmen untuk saling mengasihi sampai maut memisahkan. Namun, kenyataannya banyak pernikahan berakhir dengan perceraian. Janji untuk saling mengasihi sampai akhir hayat pun terlupakan. Masing-masing hanya dapat mengingat kesalahan pasangannya. Demikian juga dalam persahabatan. Banyak persahabatan yang diawali dengan komitmen untuk saling mengasihi, saling menjaga, sampai ada istilah “Best Friend Forever”. Namun, tidak sedikit persahabatan yang hancur karena kesalahpahaman, kekecewaan, bahkan rasa iri dan akhirnya saling menjatuhkan.

Mengapa segala sesuatu yang diawali dengan kasih dapat berujung perpecahan? Hal ini karena kita mengasihi dengan kasih manusia, bukan dengan kasih Allah. Tanpa kasih Allah, tidak mungkin kita bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri. Karena pada dasarnya, kita ini serba terbatas. Kasih yang kita miliki pun terbatas. Tanpa kasih Allah, kita hanya bisa mengasihi sesama dengan kasih manusia yang sifatnya egois, yang mementingkan diri sendiri. Kasih yang egois inilah yang membuat banyak pernikahan penuh dengan air mata, bahkan berujung perceraian. Kasih yang egois membuat banyak orang saling menjatuhkan. Kasih yang egois ini jugalah yang membuat banyak pelayan Tuhan saling sikut untuk memperoleh jabatan.

Namun, bila kasih Allah yang tak terbatas memenuhi kita, pernyataan kasih kita terhadap sesama akan menjadi kasih yang sejati. Agar kita dapat mengalami kepenuhan kasih Allah, pertama-tama kita perlu mengerti kasih-Nya, yang hanya bisa kita dapatkan melalui kesetiaan merenungkan firman-firman-Nya. Kita pun perlu membuka hati, agar kita pun dapat mengenal luasnya kasih Kristus. Saat hubungan pribadi kita dengan Allah semakin dalam, kasih-Nya pun akan semakin memenuhi kita. Dengan kasih Allah yang meluap dari dalam hati kita inilah, kita bisa mengasihi sesama dengan segenap hati, seperti Allah sudah mengasihi kita.

RENUNGAN

Tanpa KEPENUHAN KASIH ALLAH, kita tidak mungkin bisa MENGASIHI SESAMA SEPERTI DIRI SENDIRI

APLIKASI

  1. Apakah Anda sudah mengasihi sesama seperti diri sendiri? Mengapa?
  2. Sudahkah Anda dipenuhi dengan kasih Allah? Bagaimana Anda mengetahuinya?
  3. Apa yang Anda lakukan supaya Anda dapat dipenuhi dengan kasih Allah?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa yang baik, terima kasih sudah mengasihi kami. Kami mohon, penuhi kami dengan kasih-Mu, sehingga kami bisa mengasihi sesama kami seperti diri kami sendiri. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Yesaya 1-4

Page 1 of 16312345...102030...Last »
Silakan isi data Anda disini
SUBSCRIBE NOW

Join Our Newsletter Today!

Dapatkan Renungan Harian, Bahan Sharing,
Warta Jemaat, dan ebook edisi spesial!