Taat Pada Rhema Firman

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Amsal 3:1-26

RHEMA HARI INI
Amsal 3:5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Sejak siang Lukas merasakan pusing di belakang kepalanya. Pusing itu sudah dirasakannya sejak ia bertugas pelayanan fotografer siang tadi. Padahal setelah itu ia juga harus bertugas melayani musik di ibadah raya. Lukas bersikeras untuk menahan pusingnya dan tetap berangkat pelayanan musik. Karena belum sempat minum obat, ia berharap pusingnya akan hilang dengan sendirinya. Ternyata pemikirannya itu salah. Ia semakin merasakan pusing di kepalanya. Di saat jeda lagu pujian, beberapa kali ia memijat belakang lehernya demi meredakan sakitnya. Pada saat doa, tiba-tiba ia teringat pada rhema tentang berdoa profetik. Kemudian ia doakan pusingnya. Di dalam hatinya ia sempat ragu apakah mujizat kesembuhan akan terjadi. Namun, ia memutuskan untuk taat dan percaya sepenuhnya pada kuasa Tuhan yang menyembuhkan. Ia semakin sungguh-sungguh berdoa untuk pusingnya. Ternyata keajaiban terjadi! Berangsur-angsur dia tidak lagi merasakan pusing. Bahkan sampai malam sewaktu pulang, bukan hanya pusingnya sembuh tetapi ia juga tidak merasakan lelah.

Tuhan berkehendak agar kita percaya kepadaNya dengan segenap hati dan tidak bersandar pada pengertian kita sendiri. Di dalam cerita di atas tadi, semula Lukas yakin bahwa pusingnya hanya bisa disembuhkan dengan meminum obat. Tetapi ternyata, mujizat terjadi saat ia berdoa meminta kesembuhan. Dengan doa itu, bahkan bukan hanya pusingnya yang disembuhkan, capek dan lelahnya pun dihilangkan. Tuhan memberikan tenaga dan kekuatan baru pada Lukas.

Apa yang dialami Lukas membuktikan pentingnya sebuah rhema yang harus diimani dengan sungguh-sungguh. Berjalan dengan iman yang hanya tertuju pada rhema Firman tanpa melihat situasi dan kondisi yang bisa dilihat dengan mata jasmani itulah yang disebut dengan hidup dengan iman. Kebanyakan orang berkata bahwa sebagai manusia yang memiliki akal dan budi, sudah seharusnya menggunakannya untuk menemukan solusi. Semua masalah harus masuk logika dan nalar. Tetapi hal itu bertolak belakang dengan orang yang beriman. Karena begitu ia mendapatkan rhema dari Tuhan, maka semua pertimbangan manusia itu bisa menjadi hal yang tidak lagi penting. Orang yang beriman percaya sepenuhnya bahwa Tuhan berkuasa untuk melakukan segala perkara, termasuk hal-hal yang mustahil sekalipun. Kita sebagai orang yang beriman harus yakin, selama kita memiliki iman yang tertuju pada rhema maka kita akan selalu berjalan bersama Tuhan. Ketika kita berjalan bersama Tuhan maka semua yang semula kita anggap tidak mungkin akan menjadi mungkin, karena Tuhan sendiri yang berkarya mendatangkan segala mujizat.

RENUNGAN
TAAT berarti hidup dengan IMAN YANG TERTUJU pada RHEMA FIRMAN.

APLIKASI
1. Apakah rhema dari Tuhan bagi saudara hari ini?
2. Bagaimana cara saudara menaati rhema firman Tuhan?
3. Berdoalah untuk rhema yang anda peroleh hari ini!

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terima kasih atas kesaksian yang menyalakan api roh kami hari ini, sehingga rhema firman-Mu dapat menjadi pelita atas jalan yang kami lalui hari ini. Roh Kudus ajar kami untuk lebih peka akan firman Tuhan dan berpegang teguh pada rhema-Nya yang hidup, sehingga kami lebih taat lagi. Berilah kami hati yang taat Bapa, sehingga kami dapat lebih mengasihi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa, Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Penentu Level Urapan Untuk Berkuasa

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Filipi 2:5-13

RHEMA HARI INI
Filipi 2:8-9 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

Bila Tuhan meminta kita menyerahkan satu pot bunga kita yang mahal harganya untuk mempercantik gereja, mungkin tanpa berpikir panjang kita bisa langsung memberikannya. Namun, bagaimana kalau Tuhan meminta seluruh isi taman kita? Apakah kita juga langsung memberikannya atau kita pikir-pikir dulu? Level ketaatan kita ternyata berpengaruh pada level urapan untuk berkuasa yang kita terima. Saat Allah meminta Yesus untuk mengorbankan nyawa-Nya demi keselamatan umat manusia, Yesus memilih taat. Meskipun secara manusia Dia sempat gentar, tetapi Dia tetap melaksanakan perintah Allah. Sebagai buah dari ketaatan-Nya, Allah sangat meninggikan Dia dan seluruh alam semesta bertekuk lutut di bawah nama Yesus.

Urapan untuk berkuasa juga menjadikan Abraham bapa segala bangsa. Urapan yang sama menjadikan Ps. E. A. Adeboye menggembalakan gereja terbesar di dunia. Urapan itu juga yang membuat GBI Keluarga Allah yang digembalakan oleh Bapak Obaja Tanto Setiawan dibanjiri lawatan Allah dan mujizat. Bagaimana ketiga orang yang luar biasa ini bisa memiliki urapan untuk berkuasa dengan level yang luar biasa? Jawabannya sama, mereka memiliki level ketaatan tingkat tinggi. Abraham taat saat Tuhan meminta mempersembahan Ishak, anaknya satu-satunya. Ps. E. A. Adeboye taat saat Tuhan meminta rumahnya. Bapak Obaja Tanto Setiawan taat saat Tuhan menyuruhnya menabur benih profetik dengan nilai yang sangat besar.

Saat ini, apa rhema yang Tuhan berikan dalam hidup kita? Apakah Tuhan meminta kita menambah jadwal kehadiran di Pondok Daud? Apakah Tuhan meminta kita setia pada perpuluhan? Apakah Tuhan meminta kita bersaksi kepada banyak orang tentang kebaikan Tuhan dalam hidup kita? Apakah Tuhan meminta kita menaburkan benih profetik? Bila kita menerima rhema-rhema itu, maka taatlah. Percayalah, cepat atau lambat, kita akan menerima urapan untuk berkuasa yang kita nanti-nantikan itu sesuai dengan level ketaatan kita terhadap rhema yang Tuhan taruh dalam hidup kita.

RENUNGAN
LEVEL KETAATAN kita pada firman menentukan LEVEL URAPAN UNTUK BERKUASA yang Tuhan berikan kepada kita.

APLIKASI
1. Apakah Anda bersedia memberikan sesuatu yang paling berharga saat Tuhan memintanya? Mengapa?
2. Mengapa level ketaataan menentukan level urapan yang bisa Anda dapatkan?
3. Dalam hal apa Tuhan meminta ketaatan Anda hari-hari ini? Bagaimana Anda bisa mentaatinya?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, kami bersyukur atas segala hal terbaik yang Tuhan sudah berikan dalam hidup kami. Kami mohon, mampukan kami untuk memiliki ketaatan level tinggi saat Engkau meminta sesuatu yang paling berharga dari kami, sehingga kami boleh mendapatkan level tertinggi dari urapan untuk berkuasa. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Bukan Kehebatan, Tapi Ketaatan

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Korintus 1:18-31

RHEMA HARI INI
1 Korintus 1:27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,

Ketaatan yang benar menuntut totalitas. Bukan berarti orang yang taat adalah orang yang sudah bisa melakukan 100%, tetapi minimal mereka berjuang dengan sungguh-sungguh untuk melakukan 100% sesuai dengan petunjuk yang sudah diberikan. Meskipun dengan segala keterbatasan manusia yang ada, terkadang ada jatuh dan bangunnya, tetapi orang yang hatinya ingin mentaati Tuhan, akan terus berjuang sungguh-sungguh ingin mentaati 100% sehingga hati Tuhan disukakan. Kalau ada 10 perintah, maka ia berjuang melakukan kesepuluh-sepuluhnya sesuai dengan petunjuknya. Kalau hanya melakukan 9 saja, itu belum bisa dikatakan sebagai ketaatan. Ketaatan adalah ketaatan, tidak peduli apakah itu cocok dengan hati kita atau tidak. Kalau kita masih mencoba melakukan perintah Tuhan sesuai dengan pemikiran kita sendiri, itu namanya bukan ketaatan.

Kisah ini merupakan legenda kuno yang sering diceritakan sebagai sebuah intermezzo. Pada suatu hari Yesus memerintahkan kepada murid-murid-Nya untuk membawa batu. Semua murid-Nya taat, kecuali Petrus yang hanya membawa batu kerikil. Kemudian mereka naik ke gunung bersama-sama. “Kenapa kamu bawa kerikil?” tanya murid lainnya, “Kan Dia minta kita bawa batu.” Petrus menjawab dengan sikapnya yang tegas, “Ngapain susah-susah bawa batu? di gunung kan sudah banyak batu!” Setelah sampai di gunung, Yesus berkata, “Siapkan batu yang kamu bawa di tangan masing-masing!” Kemudian Yesus berdoa dan mengucapkan berkat dan tiba-tiba batu itu menjadi roti. Petrus kecewa karena hanya membawa kerikil. Petrus mendapat bagian yang kecil! Pada kesempatan lain, Yesus mengajak murid-murid-Nya ke gunung kembali, tetapi tanpa perintah membawa batu. Kali ini Petrus membawa batu yang besar. Sambil susah payah membawa batunya yang besar itu, ia berkata kepada murid-murid lainnya, “Mengapa kalian tidak membawa batu?” “Habis Yesus nggak kasih perintah kok!” jawab mereka. “Awas ya, kalian nanti tidak boleh minta roti ini!” ancam Petrus. Sampai di gunung, Tuhan Yesus berkotbah, tetapi batu Petrus tidak berubah. Petrus menggoyang-goyangkan batunya dan dalam hatinya berkata, “Mungkin Tuhan lupa!” Tetapi sampai selesai Tuhan berkotbah, batu itu tetap tidak berubah menjadi roti.

Sikap mengacuhkan perintah-perintah atau mendahului perintah-perintah sangatlah berbahaya. Bukan yang hebat yang dicari Tuhan, Tuhan Yesus membutuhkan orang-orang yang mau mendengarkan perintah-Nya dengan baik dan melakukannya dengan tepat, itulah ketaatan seratus persen. Merekalah yang akan dikaruniai Tuhan urapan berkuasa dalam hidupnya.

RENUNGAN
Yang membuat Tuhan memberikan URAPAN UNTUK BERKUASA dalam hidup kita bukanlah kehebatan kita, tetapi KETAATAN.

APLIKASI
1. Mengapa Tuhan tidak membutuhkan orang yang hebat lebih daripada orang yang taat?
2. Dalam hal apa kita harus taat kepada Tuhan?
3. Apa komitmen yang akan Anda buat untuk mentaati Tuhan 100%?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, kami bersyukur, bahwa dalam segala kelemahan kami, Engkau tetap Tuhan yang terus menuntun, mengajari dan memberikan kemampuan kepada kami untuk taat kepada kehendak-MU. Kami mau mengikuti Engkau dan taat kemanapun Engkau membawa kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Sikap Hati Taat

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
2 Tawarikh 16:1-14

RHEMA HARI INI
2 Tawarikh 16:9a Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.

Di sebuah sekolah taman kanak-kanak dilakukan penelitian yang menarik. Penelitian ini memakai siswa satu kelas sebagai sampelnya. Seorang guru di kelas itu berkata, “Anak-anak, ibu menaruh kue dan permen ini di atas meja. Ibu ada keperluan di kantor. Nanti kalau ibu kembali, ibu akan bagikan semua kue dan permen ini pada kalian.” Tanpa sepengetahuan anak-anak, para peneliti memasang monitor CCTV yang dipakai untuk melihat apa saja yang dilakukan anak itu. Begitu sang guru keluar, beberapa anak segera mengambil kue dan permen. Sebagian anak awalnya ragu, tetapi melihat sikap teman yang lain mereka pun ikutan mengambil. Hanya sedikit anak yang taat dan tetap duduk di bangkunya. Dengan cermat para peneliti mencatat perilaku setiap anak.

Tiga puluh tahun kemudian, mereka mengadakan penelitian ulang terhadap anak-anak tersebut. Ternyata, anak-anak yang dulu taat sekarang jadi orang yang berhasil dan sukses. Sedangkan yang tidak taat menjadi orang yang gagal, baik dalam rumah tangga maupun karir yang mereka bangun. Ini membuktikan bahwa mengembangkan sikap taat sejak kecil akan membawa seseorang mengalami keberhasilan serta kesuksesan dalam hidupnya.

Kembangkanlah sikap taat, maka Tuhan akan mempercayakan kepada kita hal-hal besar, dan Ia akan memberikan urapan berkuasa dalam hidup kita. Yang pertama pasti taat kepada Tuhan, selanjutnya adalah taat kepada otoritas yang Tuhan tempatkan di atas kita. Ingat, mata Tuhan menjelajah ke seluruh bumi untuk mencari orang yang bersungguh hati kepada-Nya. Manakala Ia mendapati hati yang mau sungguh-sungguh taat kepada-Nya, maka Ia akan memberikan urapan berkuasa itu dalam hidupnya. Hari ini, ambillah keputusan untuk taat, meskipun terkadang berat, tetapi pasti taat akan mendatangkan berkat.

RENUNGAN
Kembangkanlah SIKAP HATI TAAT, maka Tuhan akan mempercayakan URAPAN UNTUK BERKUASA.

APLIKASI
1. Berkat apa yang sudah Anda alami akibat ketaatan Anda di waktu-waktu yang lalu?
2. Coba pikirkan apa yang mungkin terjadi seandainya dulu Anda tidak mau taat terhadap kehendak Tuhan.
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda terus bisa taat kepada Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, kami bersyukur karena Engkau yang selalu memampukan kami berjalan dalam ketaatan terhadap kehendak-MU. Anugerah-MU yang besar menjamin kami bahwa tidak ada satupun yang tidak bisa kami lakukan asal kami selalu berjalan bersama-MU. Didalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Kunci Mendapatkan Urapan Untuk Berkuasa

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Ibrani 11:8-12

RHEMA HARI INI
Ibrani 11:8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

Hidup Arin tampak sangat sempurna. Ia adalah anak orang terkaya di kotanya. Seluruh kebutuhan hidup dan keinginannya selalu dipenuhi oleh kedua orangtuanya. Selain dibesarkan dalam keluarga dengan segala kelimpahan, ia juga mempunyai orangtua serta saudara yang sangat mengasihinya. Arin sangat bersyukur kepada Tuhan atas semua anugerah-Nya, oleh karena itu, ia pun aktif dalam segala kegiatan pelayanan yang diadakan gerejanya guna membalas cinta kasih Tuhan dalam hidupnya.

Suatu hari, ada pendeta asing datang ke gereja tempatnya beribadah. Tiba-tiba ketika sedang melakukan tugas pelayanannya, pendeta itu mendatangi Arin dan berkata bahwa Tuhan memerintahkannya untuk pergi ke luar negeri karena Tuhan akan memakainya di sana. Sontak Arin pun kaget. Namun ia teringat akan kisah Abraham, hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk mentaati kehendak Tuhan dan meninggalkan segala kenyamanannya di kota kelahirannya. Tahun demi tahun berlalu, ternyata di tempatnya yang baru Tuhan memakai Arin secara luar biasa, baik dalam pelayanan maupun dalam kariernya.

Selain dikenal sebagai bapa orang beriman, Abraham juga dikenal sebagai hamba yang taat. Bagaimana tidak, ketika diperintahkan Tuhan untuk pindah ke negeri yang belum pernah ia ketahui sebelumnya, ia taat melakukannya (Kej. 12). Kalau saja Abraham tidak berani melangkah dalam iman, Tuhan pun tidak akan berkarya dengan luar biasa dalam kehidupannya. Sesungguhnya, Tuhan pun sudah merencanakan hidup yang luar biasa bagi setiap kita, tetapi semua itu tergantung pada pilihan kita sendiri. Kalau kita mau taat seperti Abraham atau Arin, Tuhan akan memberikan kita urapan untuk berkuasa, sehingga kita dapat melakukan perkara-perkara besar bersama-Nya.

RENUNGAN
Kunci MENDAPATKAN urapan untuk berkuasa adalah KETAATAN.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda taat pada kehendak Allah? Mengapa demikian?
2. Menurut Anda, mengapa ketaatan bisa membuat kita mendapatkan pengurapan untuk berkuasa?
3. Apakah komitmen Anda untuk dapat hidup dalam ketaatan? Tuliskanlah!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, ampuni kami apabila kami masih kurang taat. Kami mau belajar lebih lagi untuk hidup dalam ketaatan kepada kehendak-Mu, ya Bapa. Karena kami tahu, Engkau menghendaki kami taat agar pengurapan untuk berkuasa dapat Engkau curahkan dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Ketaatan Untuk Berkuasa

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Ibrani 5:1-10

RHEMA HARI INI
Ibrani 5:8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,

Di seluruh dunia, kuda Arab sangat terkenal sebagai kuda kelas wahid. Oleh karena itu peternakan kuda Arab merupakan suatu usaha besar yang harus diusahakan dengan modal yang besar. Untuk mendapatkan bibit-bibit unggul dari kuda-kuda Arab ini, diperlukan suatu cara penanganan yang lain daripada yang lain. Kuda-kuda itu dikumpulkan di dalam sebuah kandang khusus dan selama tiga hari tiga malam kuda-kuda itu sama sekali tidak diberi makan dan minum. Tentu saja kuda-kuda itu menjadi gelisah karena mereka lapar dan dahaga. Di luar kandang, para gembala kuda sudah siap menanti. Mereka biasa memberikan aba-aba tertentu kepada kuda-kuda asuhannya, dengan memakai semacam terompet tanduk. Misalnya bunyi tertentu merupakan kode untuk para kuda itu pulang kandang, dan bunyi melengking untuk para kuda itu keluar kandang.

Setelah tiga hari itu berlalu, pintu kandang dibuka dan dalam jarak kurang lebih 500 meter disediakan rumput yang hijau dan air yang segar. Tentu saja kuda-kuda yang sudah demikian lapar dan haus itu segera berlari menuju makanan dan minuman yang tersedia. Tetapi, ketika mereka sedang berlari, terdengarlah suara terompet gembala yang memberi aba-aba kembali ke kandang. Sebenarnya semua kuda sudah terbiasa mendengar suara terompet tanduk itu tiap-tiap hari, dan dalam keadaan yang wajar semua kuda taat terhadap gembalanya. Tetapi keadaan sekarang lain! Mereka lapar dan dahaga luar biasa dan ternyata ketika mendengar aba-aba kembali ke kandang, sebagian besar kuda tidak menaatinya. Mereka langsung, saja berlari menuju rumput dan air yang tersedia itu. Tetapi ada sekelompok kecil kuda yang meskipun lapar dan dahaga, ketika mendengar aba-aba untuk kembali ke kandang, segera menghentikan larinya dan masuk kandang kembali. Melihat hal itu, tahulah para gembala itu bahwa kuda-kuda yang kembali masuk kandang dengan penuh ketaatan serta dapat menahan lapar dan haus, merupakan kuda-kuda bibit unggul yang sangat mahal harganya. Demikian juga kita yang mau taat sekalipun ada harga yang harus kita bayar. Di mata Tuhan, kita akan menjadi anak-anak-NYA yang sangat berharga sehingga Ia berkenan memberikan urapan berkuasa dari-Nya di dalam hidup kita.

Ketaatan akan mendatangkan urapan berkuasa atas hidup kita. Ikutilah sesi keempat dari seri kotbah “Anointing for Dominion” atau “Pengurapan Untuk Berkuasa,” dengan judul “Obedience for Dominion” atau “Ketaatan Supaya Berkuasa.” Kita akan belajar bagaimana ketaatan kita bisa mendatangkan urapan berkuasa atas hidup kita. Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv

RENUNGAN
Banyak orang senang BERKUASA, tetapi tidak banyak orang senang KETAATAN. Padahal, KETAATAN kita mendatangkan URAPAN BERKUASA.

APLIKASI
1. Mengapa ketaatan kita berharga di mata Tuhan?
2. Langkah ketaatan apa yang Anda lakukan sehingga itu mendatangkan perkenanan Tuhan?
3. Komitmen ketaatan apa yang Anda lakukan supaya Anda bisa mendapatkan urapan berkuasa atas hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, ajar kami untuk taat terhadap segala sesuatu yang Kau perintahkan dalam hidup kami. Kami tahu selalu ada harga yang harus kami bayar untuk ketaatan kami terhadap kehendak-MU, tetap mampukan kami Tuhan, sebab kami rindu bisa menyenangkan hati-Mu selalu. Didalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Meresponi Panggilan Untuk Menjadi Pahlawan Allah

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Yesaya 6:1-8

RHEMA HARI INI
Yesaya 6:8 Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”

Dari ruang Sekolah Minggu terdengar celotehan anak-anak sekolah minggu yang sangat seru tentang idola mereka. “Daud adalah pahlawan idolaku, Kak,” seru Toni. “Mengapa kamu pilih Daud, Ton?” tanya Kak Ira. Lalu anak itu menjawab, “Karena Daud pemberani, Kak. Dia kecil tapi berani melawan Goliat yang sangat besar. Aku ingin menjadi seperti Daud, Kak!”

Dalam hidup ini, setiap kita pasti mempunyai pahlawan idolanya masing-masing. Entah itu tokoh-tokoh dalam alkitab, ataupun tokoh-tokoh di dunia ini. Entah itu karena keberaniannya, ataupun karena kebaikannya. Semua pasti membawa pengaruh atau dampak dalam hidup setiap orang yang mengidolakannya. Setidaknya, mereka akan mencontoh perilaku pahlawan yang mereka idolakan. Namun yang menjadi pertanyaannya: Pernahkah terbesit dalam pikiran bahwa kita juga bisa dipakai jadi pahlawannya Tuhan untuk membawa dampak positif? Dampak yang membawa keselamatan bagi banyak jiwa, dan membawa lawatan terdahsyat di akhir zaman? Bagaimana jika pada suatu hari Tuhan menawarkan peluang tersebut kepada kita? Hari-hari ini, Tuhan sedang menawarkan kesempatan emas tersebut kepada kita. Tuhan sudah memberikan rhema kepada Bapak Gembala kita bahwa satu juta pahlawan akan Dia bangkitkan. Seperti Dia mengutus nabi Yesaya, Dia ingin mengutus kita. Dia akan memperlengkapi dan mengaruniakan kepada kita banyak hal spektakuler serta ajaib untuk tujuan penyelamatan terbesar di muka bumi ini.

Jangan takut untuk melangkah bersama Yesus. Percayalah kepada Sang Sumber Kuasa. Dia pasti akan memperlengkapi kita terlebih dahulu sebelum mengutus kita. Seperti Dia mempersiapkan nabi utusannya, Yesaya, Dia akan memperlengkapi kita dengan urapan untuk berkuasa, sehingga jiwa-jiwa boleh dimenangkan. Oleh karena itu, datanglah kepada Sang Sumber Kuasa, Responi panggilan-Nya. Nubuatkan kebangkitan kita sebagai pahlawan-Nya. Karena apa yang kita perkatakan di hadapan-Nya, itu yang akan Tuhan kerjakan atas hidup kita.

RENUNGAN
RESPONI PANGGILAN TUHAN untuk menyelamatkan jiwa dan mulai NUBUATKAN KEBANGKITAN kita sebagai pahlawan-Nya.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda merespon panggilan Tuhan dalam hidup Anda? Mengapa demikian?
2. Apa yang perlu Anda lakukan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang?
3. Apa yang perlu Anda lakukan, agar Anda dapat menjadi pahlawan Tuhan yang penuh urapan dan kuasa?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terima kasih untuk panggilan-Mu yang mulia atas setiap kami. Engkaulah Sang sumber Kuasa dalam hidup kami. Urapi kami dengan urapan untuk berkuasa, sehingga kami dapat menjadi pahlawan-pahlawan yang memerintah bersama-Mu dan memenangkan sebanyak mungkin jiwa bagi Kerajaan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Bangkit Jadi Tentara Allah Yang Menyelamatkan Jiwa

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Kisah Para Rasul 20:17-38

RHEMA HARI INI
Kisah Para Rasul 20:24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

“Ayo pak kita ikut pondok Daud dan ikut kegerakan janji iman di gereja kita!” Ajak bu Ninik kepada suaminya. “Tidak Ma, untuk biaya hidup saja kita pas-pasan, saya juga harus kerja dan temani anak belajar setiap malam, jadi tidak ada waktu,” jawab pak Totok. Coba renungkan, apakah kita tergolong kelompok orang yang enggan, ketika Tuhan mengajak kita untuk ikut kegerakan yang dilakukan-Nya melalui gereja kita? Sebelum kita bahas lebih dalam, mungkin kita perlu melihat dan merenungkan bagaimana perjuangan saudara-saudara kita yang ada di belahan dunia lain. Tidak sedikit, mungkin ribuan bahkan jutaan yang harus mati martir demi memperjuangkan iman mereka. Namun mereka tidak menghiraukan nyawa mereka sedikitpun, asal saja mereka dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan tugas mereka, seperti Paulus dalam Kisah para rasul 20:24. Di negara lain ada yang harus disiksa sampai berdarah-darah, ada yang harus kehilangan pekerjaannya sebagai dokter, ada yang gelar profesornya harus dicabut, diganti menjadi sopir dan kuli karena iman mereka.

Jika direnungkan kembali harga yang harus kita bayar adalah jauh lebih ringan dari para tentara Allah tersebut. Kita belum sampai membayar dengan pekerjaan, darah, ataupun nyawa kita. Bagian kita adalah bangun pondok Daud, doa profetik, menabur benih profetik, kelompok sel, melangkah dalam iman dan urapan untuk berkuasa. Bukankah kuk yang Tuhan taruh atas kita sangat ringan dan enak? Jadi jangan sia-siakan. Ini masanya lawatan terdahsyat. Inilah salah satu dimensi mujizat besar yang Tuhan mau kerjakan. Tangkap dengan sungguh-sungguh, agar tidak ada yang terlewat. Beranilah melangkah untuk menjadi tentara Allah yang dipakai untuk menyelamatkan jiwa. Jika masih ada kekuatiran, kemalasan, atau apapun juga yang menghalangi kita untuk melangkah, datang pada Tuhan Sang Sumber Urapan, minta dipenuhi dengan urapan untuk berkuasa. Sehingga kita dapat mengalahkan semua keterbatasan kita dan bangkit jadi tentara Allah yang menyelamatkan jutaan bahkan milyaran jiwa di dunia.

RENUNGAN
Inilah salah satu DIMENSI MUJIZAT BESAR: berani melangkah untuk menjadi TENTARA ALLAH yang dipakai untuk MENYELAMATKAN JIWA.

APLIKASI
1. Siapakah Sang Sumber Urapan Anda, dan urapan apa yang mau Tuhan berikan dalam hidup Anda?
2. Apa dimensi mujizat besar yang mau Tuhan kerjakan dalam hidup anda?
3. Menurut Anda apakah Anda adalah orang yang sudah dipenuhi keberanian untuk melangkah, untuk menyelamatkan jiwa? Jika belum apa yang harus Anda lakukan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa terimakasih untuk dimensi mujizat besar yang sedang Engkau curahkan atas setiap kami. Ampuni jika kami masih suka malas, enggan, berlambat-lambat dan kuatir untuk melangkah dalam kegerakan-Mu. Kami merendahkan diri memohon kepada-Mu urapi kami dengan urapan untuk berkuasa, karena Engkaulah Sang Sumber Kuasa dalam hidup kami, sehingga kami dipenuhi keberanian melangkah untuk menjadi tentara Allah yang dipakai untuk menyelamatkan jutaan bahkan milyaran jiwa di dunia. Di dalam Nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Diperlengkapi Dan Dilatih

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Samuel 17:12-39

RHEMA HARI INI
1 Samuel 17:34-35 Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.

Sejak lahir, Yessi dibesarkan di keluarga yang ideal. Tidak hanya harmonis, namun juga berkecukupan bahkan lebih dari cukup. Hidup Yessi dari kecil tidak pernah kekurangan baik secara materi maupun secara kasih dan perhatian. Bisa dikatakan bahwa hidup Yessi mendekati sempurna. Sekalipun orangtua Yessi membesarkannya dengan dasar-dasar kekristenan yang kuat, namun Yessi tidak pernah benar-benar merasa membutuhkan Tuhan karena ia sudah merasa cukup dengan semua yang ia miliki saat ini.

Akan tetapi sejak Yessi menikahi Dito, hidupnya berubah 180 derajat. Karena sudah tidak lagi hidup bersama orangtuanya, Yessi kini harus berjuang keras bersama suaminya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Akhirnya Yessi pun datang pada Yesus, dan ia mulai bersungguh-sungguh mencari Tuhan. Dari situlah kisah awal panggilan hidupnya dimulai. Singkat cerita, keadaan Yessi dipulihkan dan bahkan kini melalui kesaksian hidupnya, banyak jiwa mengenal Yesus dan diselamatkan.

Seringkali Tuhan mengijinkan sesuatu terjadi yang membuat kita bertanya-tanya hal positif apa yang akan dapat kita ambil dari semua ini. Sama seperti Yessi yang apabila ia tidak keluar dari zona nyaman di kehidupannya ketika lajang, pasti Yessi tidak akan menjadi Yessi yang sekarang yang dapat memberi dampak kepada banyak orang lewat kesaksian hidupnya. Tidak hanya Yessi saja, banyak tokoh Alkitab yang terkenal pun melalui proses pelatihan dari Tuhan seperti Yusuf, Daud dan masih banyak lagi. Mari kita sadari dan percaya, bahwa apapun yang sedang kita alami saat ini, itu adalah proses Tuhan untuk memperlengkapi dan melatih kita agar kita bisa bangkit menjadi pahlawan Allah untuk memperluas kerajaan-Nya di muka bumi ini.

RENUNGAN
Sadarilah bahwa Tuhan sedang MEMPERLENGKAPI dan MELATIH kita agar kita bisa BANGKIT menjadi PAHLAWAN YANG MENGGONCANG DUNIA

APLIKASI
1. Tahukah Anda bahwa setiap kita yang dipanggil menjadi pahlawan-Nya?
2. Menurut Anda, mengapa Tuhan perlu memperlengkapi dan melatih kita?
3. Tuliskanlah komitmen apa yang dapat Anda lakukan untuk dapat bangkit menjadi pahlawan Allah!

DOA UNTUK HARI INI
“Kami mau Engkau pakai menjadi pahlawan-Mu, ya Tuhan. Teruslah perlengkapi dan latih kami seturut kehendak-Mu, ya Bapa, agar kami dapat Engkau pakai untuk memperluas kerajaan-Mu di muka bumi ini. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Roh Yang Mengubahkan Hidup

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Kisah Para Rasul 2:1-41

RHEMA HARI INI
Kisah Para Rasul 2:14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.

Sebagai anak-anak Allah, kita pasti pernah merasa tergerak ingin berbuat sesuatu melihat keluarga, saudara, atau teman kita yang belum mengenal dan menerima Tuhan Yesus. Kita ingin mereka pun beroleh keselamatan dan hidup yang diberkati. Namun, sering kali kita tidak tahu harus berbuat apa dan mulai dari mana. Perasaan takut dan ragu pun bisa saja muncul.

Para rasul pun pernah mengalami hal yang sama. Setelah kematian Tuhan Yesus di kayu salib, kepercayaan diri mereka seakan-akan menguap. Iman mereka terguncang dan mereka memilih hidup bersembunyi. Sampai pada hari Pentakosta, saat semua umat Yahudi dari segala penjuru berkumpul untuk merayakannya, Roh Kudus dicurahkan di tempat para rasul berkumpul dan mereka pun kepenuhan Roh Kudus. Saat itulah, hati mereka diubahkan 180 derajat. Petrus bangkit dan menyampaikan kebenaran firman Tuhan dengan penuh kuasa. Ia bersaksi tentang Tuhan Yesus yang telah mengalahkan maut dan bangkit dari kematian. Hari itu pun, kira-kira 3.000 jiwa bertobat dan diselamatkan.

Petrus yang tiga kali menyangkal Yesus karena takut, Petrus yang sempat tidak percaya akan kebangkitan Yesus, Petrus yang hanya seorang nelayan yang tidak berpendidikan, Petrus yang sama inilah yang akhirnya menjadi seorang penyelamat jiwa yang luar biasa. Semua itu tak terlepas dari peranan Roh Kudus, Sang Sumber Kuasa yang memberikan perubahan dan keberanian pada seseorang hingga ia mampu menembus batas. Ya, hanya bila kita dipenuhi Roh Kudus, kita akan mampu melakukan berbagai perkara yang mustahil. Ketahuilah, Tuhan sedang melatih dan memperlengkapi setiap kita.
Tuhan mengajarkan untuk membangun pondok Daud, doa profetik, berjalan dalam iman, menaburkan benih profetik, dan sekarang mau memperlengkapi kita dengan urapan untuk berkuasa. Inilah cara Tuhan untuk membangkitkan kita menjadi pahlawan Allah yang gagah berani. (PF)

RENUNGAN
Roh keberanian MENGUBAH orang biasa menjadi PAHLAWAN PENYELAMAT JIWA.

APLIKASI
1. Apakah Anda pernah terbeban untuk memberitakan Injil pada orang-orang di sekitar Anda? Halangan apa yang Anda temui?
2. Dari manakah sumber kuasa yang mendatangkan keberanian?
3. Bagaimana Anda bisa memperolehnya?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, Engkau tahu kerinduan hati kami atas keselamatan jiwa-jiwa yang masih terhilang. Engkau pun tahu halangan dan kesulitan apa yang kami hadapi. Bapa, kami meminta roh Kudus-Mu memenuhi hati dan jiwa kami, memberi kami keberanian, hikmat, juga kuasa. Agar kami tahu apa yang harus kami lakukan untuk memberitakan Injil keselamatan dan membawa mereka kembali kepada-Mu. Dengan kuasa dari-Mu, kesaksian sederhana seperti apa pun akan mampu menjamah dan menggerakkan hati setiap orang yang mendengarnya. Terima kasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.