Perkataan Profetik Untuk Membangun Keluarga

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Amsal 12:1-28

RHEMA HARI INI
Amsal 12:18 Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.

Sebagai pekerja sosial, Yana sering mendapati keluarga-keluarga dengan tingkat pendidikan dan ekonomi rendah dengan mudahnya mengeluarkan kata-kata yang seringkali melemahkan bagi orang yang mendengarnya. Saat anak mereka tidak bisa mengikuti pelajaran, dengan mudahnya mereka mengatakan anak mereka bodoh dan bahkan tidak berguna. Saat suami mereka tidak seperti harapan mereka, dengan mudahnya mereka katakan suami yang tidak berguna dan pemalas. Masih banyak lagi perkataan-perkataan negatif yang dengan mudah mereka ucapkan karena keadaan tidak baik mereka alami.

Yana yang mengetahui cerita-cerita tersebut tentu saja tidak tinggal diam. Diapun berusaha mengubah pemikiran ibu-ibu dengan tingkat ekonomi rendah itu, agar perkataan yang mereka ucapkan bisa berubah menjadi kata-kata yang membangun meskipun keadaan kurang baik mereka alami. Sedikit demi sedikit, perlahan, ibu-ibu tersebut belajar mengubah kata-kata yang diucapkan, sehingga siapa saja yang mendengarnya akan dibangun dan dikuatkan pula.

Tanpa kita sadari, terkadang kitapun mungkin dengan mudahnya mengeluarkan kata-kata negatif saat keadaan keluarga kita tidak baik., entah itu dengan orangtua kita, pasangan kita, atau anak kita. Keadaan pun tidak membaik justru memburuk karena perkataan kita bukalnlah perkataan yang membangun. Jika demikian, mari kita ganti perkataan yang sering kita ucapkan, khususnya bagi keluarga kita. Walaupun keadaan belum baik dan sesuai harapan kita, selalu perkatakan perkataan yang positif. Gunakanlah Perkataan Profetik untuk membangun, menyejukkan, dan memberkati keluarga kita. Lihatlah Kuasa Allah akan bekerja secara luarbiasa, dan Mujizat Pemulihan Keluarga akan terjadi. Dengan perkataan profetik, siapapun yang mendengar akan beroleh kasih karunia. Inilah yang akan Tuhan pakai untuk mendatangkan Mujizat Pemulihan Keluarga kita.(LEW)

RENUNGAN
UCAPKAN perkataan yang MEMBANGUN, supaya yang mendengar bisa beroleh KASIH KARUNIA.

APLIKASI
1. Perkataan seperti apa yang biasanya Anda ucapkan ketika keadaan keluarga kita tidak baik?
2. Apakah Anda sudah mengucapkan perkataan-perkataan yang membangun saat keadaan tidak baik terjadi dalam keluarga Anda ? Jika sudah atau belum, mengapa?
3. Sebutkan komitmen Anda secara nyata ketika menghadapi masalah keluarga yang belum kunjung ada jalan keluarnya!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami bersyukur untuk masalah keluarga yang kami hadapi saat ini. Kami mau terus ucapkan perkataan yang membangun sehingga keluarga kami mengalami pemulihan dan siapa saja yang mendengar beroleh kasih karunia. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Nubuatkan Sesuai Rencana Tuhan

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 18:

RHEMA HARI INI
Matius 18:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

Johny tinggal di sebuah daerah di Pasifik Selatan, dimana semua orang di sekitarnya seolah-olah selalu meremehkannya. Namun, tatkala waktunya tiba baginya untuk mencari seorang isteri, banyak orang menggelengkan kepala karena tidak percaya. Biasanya seorang pria disana mendapat isteri dengan membayar ayah si wanita dengan ternak, empat sampai enam sapi dianggap sebagai harga yang tinggi. Namun Johny memilih seorang wanita muda yang biasa-biasa saja, bertubuh kurus, berjalan dengan bahu membungkuk dan kepala tertunduk, dan wanita itu sangat pemalu. Namun Johny memberikan kepada ayah sang wanita delapan ekor sapi untuk meminangnya. Banyak orang mentertawakan Johny, dan menganggap ayah wanita itu meraih untung besar.

Beberapa bulan kemudian, seorang kerabat yang mendengar kisah gadis delapan sapi ini datang mengunjungi Johny. Sewaktu ia menjumpai Johny dan isterinya, ia sangat terkejut. Ia tidak melihat wanita yang pemalu, kurus, bungkuk, dan berjalan menunduk, seperti yang sudah didengarnya, tapi yang dijumpainya adalah seorang wanita yang anggun, cantik dan penuh percaya diri. Melihat reaksi kerabatnya, Johny berkata, “Aku menginginkan isteri senilai delapan ekor sapi. Setiap hari aku berkata kepada istriku bahwa aku mencintainya, dan ia sangat berarti bagiku. Tidak perlu waktu lama, ia berubah menjadi wanita yang percaya diri dan dengan segera menjelma menjadi seorang istri yang berbeda.”

Keluarga kita adalah bagian dari Keluarga Allah. Tuhan tidak pernah menganggap kita sepele. Keluarga kita adalah keluarga yang dicintai Allah, dan kita sangatlah berarti bagi-Nya. Bukan dengan delapan ekor sapi Tuhan menebus kita, tetapi dengan darah-Nya yang mahal, dengan nyawa-Nya sendiri Tuhan mengambil kita menjadi bagian dari hidup-Nya. Dengan demikian, keluarga yang penuh berkat adalah hak bagi kita semua. Seburuk apapun keadaan keluarga Anda saat ini, percayalah bahwa Tuhan ingin memulihkan keadaan keluarga Anda. Nubuatkan bahwa keluarga kita adalah Keluarga Allah, keluarga yang sukses dan bahagia. Taburkan kasih Allah di tengah keluarga kita, perkatakan perkataan profetik setiap hari, ucapkan perkataan yang baik untuk keluarga kita, lakukan terus, terus, dan terus dengan konsisten. Dan nubuatan kita pasti akan digenapi, keluarga kita akan dipulihkan, mujizat akan terjadi, dan suasana sorga akan nyata dalam keluarga kita.

RENUNGAN
NUBUATKAN kondisi keluarga yang kita INGINKAN untuk terjadi, supaya hal itu SUNGGUH-SUNGGUH TERJADI.

APLIKASI
1. Apakah yang selama ini Anda perkatakan atas keluarga Anda? Apakah akibat yang dapat Anda lihat?
2. Mengapa perkataan profetik dapat mempengaruhi pemulihan keluarga Anda?
3. Perkataan profetik apa yang dapat Anda perkatakan atas kondisi kehidupan Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih untuk pewahyuan-Mu tentang perkataan profetik. Mulai sekarang kami mau mulai berkata-kata yang baik atas keluarga kami. Kami percaya, adalah kehendak-Mu untuk melihat pemulihan terjadi dalam keluarga anak-anak-Mu, sehingga kemuliaan-Mu bisa semakin kami nyatakan kepada sekeliling kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Mujizat Keluarga Melalui Perkataan Profetik

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yosua 10:1-43

RHEMA HARI INI
Yosua 10:12-13a Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: “Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!” Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak,

“Cengkokmu kurang! Nadamu kurang pas! Suaramu bisa lebih tinggi sedikit lagi nggak sih?!” Itulah perkataan-perkataan yang sering terdengar di rumah tangga Bang Toyib dan Zubaedah. Keduanya sama-sama seniman. Bang Toyib pemain musiknya dan Zubaedah penyanyinya. Rupanya Bang Toyib begitu menuntut kesempurnaan dari Zubaedah sehingga setiap hari kritikan demi kritikan terus menerpa dalam hidup Zubaedah. Sampai di suatu titik, Zubaedah berhenti menyanyi karena marah akibat dikritik terus dan ia takut sekali melakukan kesalahan di hadapan suaminya.

Waktu berlalu, singkat cerita, Bang Toyib mengalami kecelakaan kapal laut yang merenggut nyawanya. Zubaedahpun menjanda sampai beberapa tahun lamanya. Hingga suatu hari ia bertemu dengan Parjan, seorang tukang kayu. Mereka berdua jatuh cinta dan akhirnya menikah. Dalam kebahagiaan, Zubaedah kembali menyanyi, meskipun hanya bersenandung biasa di kamar mandi. Tetapi reaksi Parjan sangat mengejutkan, ribuan pujian bertubi-tubi diberikan Parjan kepadanya. “Duh dek, suaramu merdu sekali. Selama ini telingaku bosan mendengar suara gergaji, tapi sejak aku mendengar suara nyanyianmu, telinga dan hatiku terasa sejuk sekali…” Pujian Parjan itu membuat Zubaedah semakin bersemangat menyanyi. Hingga akhirnya seorang produser rekaman merekrutnya sehingga Zubaedah bisa membuat album dan menjadi seorang penyanyi terkenal. Prestasi Zubaedah ini terjadi bukan saat ia bersuamikan seorang seniman yang selalu mengkritiknya, tetapi terjadi saat ia bersuamikan orang awam yang selalu memujinya.

Apa yang terus Anda perkatakan di dalam keluarga Anda? Kritikan? Celaan? Atau pujian, dorongan semangat, dan penguatan? Sadarilah bahwa perkataan kita sangat menentukan keadaan di keluarga kita. Kalau perkataan kita banyak negatifnya, maka keluarga kita akan menjadi keluarga yang lemah dan tidak bahagia. Tetapi kalau perkataan kita banyak positifnya, maka keluarga kita akan penuh sukacita dan berkat Tuhan. Hari ini, ambilah komitmen untuk memperkatakan perkataan profetik yang berkuasa untuk menciptakan mujizat dalam keluarga Anda, maka Anda akan mengalami anugerah yang sangat besar dari Tuhan.

RENUNGAN
Deklarasikan PERKATAAN PROFETIK untuk pernikahan dan keluarga, maka MUJIZAT pasti SUNGGUH-SUNGGUH TERJADI.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda memperkatakan perkataan profetik atas keluargamu? Mengapa?
2. Menurut Anda, mengapa Tuhan ingin kita mengucapkan perkataan profetik pada keluarga Anda?
3. Perkataan profetik apa yang dapat Anda perkatakan untuk mendatangkan mujizat pemulihan dalam keluarga Anda? Tuliskanlah!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, ampuni kami kalau kami selama ini salah dalam berkata-kata. Kami mau berubah dan berkomitmen untuk mengucapkan berkat serta perkataan-perkataan profetik yang membangun pada keluarga kami. Dan kami percaya, mujizat pemulihan keluarga pasti terjadi. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Mengasihi Allah Berarti Mengasihi Saudara

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Yohanes 3:11-18

RHEMA HARI INI
1 Yohanes 3:14 Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.

Corrie Ten Boom dan keluarganya mengalami kekejaman Nazi selama tahun-tahun terakhir perang dunia II. Ia dan keluarganya dikirim oleh Nazi ke kamp pembantaian di Ravensbruck, Jerman. Akhirnya, hanya Corrie yang selamat. Sesudah perang, ia menjadi penulis terkenal dan sering berbicara tentang kasih Allah. Dua tahun sesudah perang, Corrie berbicara di Munich, Jerman, tentang topik pengampunan Allah. Sesudah kebaktian, ia melihat seorang pria yang ikut menyiksa dirinya bersama keluarganya berjalan ke arahnya. Pria yang sedang berjalan menghampirinya adalah seorang penjaga – salah seorang dari penjaga yang paling keji. Sekarang orang ini ada di hadapan Corrie dengan tangan terulur. Pria itu berkata, “Pesan yang bagus Ibu! Betapa senangnya mengatakan bahwa, seperti Anda katakan, semua dosa kita sudah dibuang ke dasar laut!” Dan Corrie, yang baru saja berbicara dengan fasih tentang pengampunan, tak kuasa menerima salamnya. Corrie hanya meraba-raba bukunya, bukannya menyambut tangan yang terulur itu. “Anda menyebutkan Ravensbruck dalam ceramah Anda,” orang itu berkata, “Saya dulu menjadi penjaga di sana. Tapi, sejak saat itu saya menjadi orang Kristen.”

Corrie terus bergumul dengan pikirannya, “Betsie saudaraku meninggal di tempat itu, dapatkah orang ini menghapus kepahitanku hanya dengan meminta maaf?” Tidak lebih dari beberapa detik orang itu berdiri di sana dengan tangan terulur, tetapi bagi Corrie rasanya berjam-jam sementara ia bergumul dengan perkara paling sulit yang harus ia lakukan. Ia tahu bahwa ia harus melakukannya, pengampunan bukanlah perasaan, tetapi ketaatan terhadap petintah Tuhan. “Yesus, tolong saya!” Corrie berteriak dalam hatinya. Dengan kaku dan seperti mesin, iapun mengulurkan tangan untuk menyambut tangan yang terulur itu. Ketika Corrie melakukannya, terjadi suatu peristiwa yang luar biasa. Ada aliran yang timbul dimulai dari bahunya, merambat turun ke lengannya. Lalu menyebar ke tangan mereka yang saling menggenggam. Kemudian, kehangatan yang menyembuhkan ini tampak membanjiri seluruh diri Corrie sehingga matanya banjir dengan air mata. “Saya mengampunimu, Saudara,” Corrie berseru. “Dengan segenap hati saya.”

Apakah Anda mengasihi Allah? Indikator Anda mengasihi Allah adalah Anda mengasihi saudara dan sesama. Ketika kita dipenuhi dengan kasih Allah maka hal yang kita anggap sulit kita lakukan maka akan mampu kita lakukan. Allah adalah kasih, ketika hidup kita dipegang sepenuhnya oleh Tuhan, otomatis aliran kasih itu akan memenuhi kita sehingga kita hidup bukan lagi dengan kemampuan atau kasih kita sendiri tetapi kuasa dan kasih Kristus sendiri yang berotoritas penuh atas hidup kita.

RENUNGAN
INDIKATOR seseorang PENUH DENGAN KASIH ALLAH adalah ketika ia MENGASIHI SAUDARA-SAUDARANYA.

APLIKASI
1. Apakah saat ini Anda masih memiliki kepahitan yang menahan Anda untuk bisa mengampuni dan mengasihi keluarga Anda?
2. Mengapa Anda perlu memenuhi hati Anda dengan kasih Allah?
3. Apa langkah yang bisa Anda ambil untuk bisa melepaskan pengampuanan dan mengasihi mereka?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terima kasih atas hadirat-Mu yang selalu memenuhi hati kami setiap hari. Kami yakin, Kau telah memenuhi kami dengan kasih-Mu yang luar biasa baik. Kami mau mengampuni dan mengasihi anggota keluarga kami yang menyakiti hati kami, seperti Kau pun mengampuni dan mengasihi kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Kasih Allah Yang Meluap

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Roma 12:9-21

RHEMA HARI INI
Roma 12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.

Anita adalah seorang ibu rumah tangga muda. Pernikahannya dengan Anton beberapa tahun lalu belum dikaruniai Tuhan keturunan. Anton sendiri adalah seorang pekerja keras. Sebagai sopir truk, Anton jarang berada di rumah dan sering bepergian keluar kota untuk mengantarkan muatan barang. Anita sendiri sering berkumpul dengan temannya di gereja, ia sangat mengasihi Tuhan dengan selalu menyembah dan memuji Tuhan dengan sikap hati yang meluap-luap. Suatu hari, Anton yang sedang dalam perjalanan pulang ke rumah dari luar kota mendapatkan kecelakaan. Truk yang ia kemudikan menabrak truk lain sehingga terbalik. Truk yang ditunggangi Anton rusak berat, dan hanya Anton seorang yang selamat. Dokter menyatakan bahwa Anton akan mengalami kelumpuhan selamanya.

Meskipun Anton merasa sangat putus asa, tidak demikian dengan Anita. Karena hatinya yang sangat mengasihi Tuhan, maka Anita tetap mengasihi Anton dan menerima Anton apa adanya. Ia bekerja keras membanting tulang demi untuk menghidupi keluarga kecilnya. Seringkali, dalam keadaan lelah setelah bekerja, Anita masih harus melayani dan memberikan yang terbaik untuk merawat suaminya. Namun Anita tetap bersabar dan yakin bahwa suatu saat pasti Tuhan akan menolong mereka. Lima tahun berlalu, mujizat terjadi ketika Anton yakin akan dorongan semangat yang terus diberikan oleh istrinya bahwa ia sudah disembuhkan. Anton dapat berdiri dan kembali bekerja. Bahkan, mujizat terus berlanjut ketika akhirnya mereka dikaruniai seorang anak lelaki yang sehat.

Kasih selalu akan membawa perbedaan dan pemulihan dalam keluarga. Banyak masalah bisa diselesaikan saat ada kasih di dalam keluarga. Ketika ada kasih Allah memenuhi hati setiap anggota keluarga, maka di dalam keluarga itu akan ada rasa saling mengasihi. Meskipun persoalan tidak mungkin bisa dihindarkan dalam keluarga, asal ada kasih Allah maka semuanya akan terselesaikan dengan cara Tuhan yang ajaib. Hari ini, bukalah hati Anda terhadap kasih Allah. Biarkan kasih Allah memenuhi hati Anda, maka kasih itulah yang akan membawa pemulihan serta jalan keluar bagi setiap pergumulan yang ada di keluarga Anda.

RENUNGAN
Saat kasih Allah MEMENUHI dan MELUAPI HATI kita, kita bisa tetap KONSISTEN MENGASIHI keluarga kita tanpa dibuat-buat.

APLIKASI
1. Apakah kasih Allah sudah memenuhi dan meluapi hati Anda saat ini?
2. Jika belum, apa yang akan Anda lakukan untuk bisa tetap konsisten mengasihi keluarga?
3. Langkah dan komitmen apa yang harus Anda lakukan untuk bisa menerima kasih Allah?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa di Surga, terima kasih atas kasih-Mu yang selalu memenuhi hati kami. Kami mau untuk terus bisa menyembah dan memuji, dan terus menyukakan hati-Mu. Kami yakin, dari kasih-Mu kami bisa mengasihi keluarga kami seperti kami pun mengasihi Engkau ya Bapa. Di dalam nama Tuhan Yesus kami telah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Kasih Allah Melenyapkan Kebencian

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Filipi 4:2-9

RHEMA HARI INI
Filipi 4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Alkitab memang tidak mengajarkan bagaimana cara praktis kita dapat mengasihi keluarga atau pasangan kita, melainkan kita diajar untuk mengasihi pasangan kita seperti Kristus mengasihi jemaatNya (Efesus 5:25). Ketika kita melakukannya maka secara tidak sadar mata kita selalu fokus pada Tuhan bukan pada pasangan kita. Bagaimana kasihNya yang ajaib telah menyelamatkan kita, seberapa dalam kasih karuniaNya terhadap kita sehingga kita memiliki kekuatan untuk terus mengasihi istri kita atau tunduk kepada suami kita sesuai dengan Firman Tuhan.

Sedalam apapun luka yang ditimbulkan karena masalah yang terjadi dalam keluarga kita, begitu hati kita disentuh dengan kasih Allah, maka seketika itu juga pemulihan terjadi. Kita sudah melihat berulang-ulang, anak-anak yang berjanji pada dirinya sendiri tidak bakal mau mengampuni orang tuanya sampai mati, tapi ketika disentuh dengan kasih Allah, seketika itu juga hatinya disembuhkan. Inilah awal mujizat pemulihan keluarga terjadi! Kita juga sudah melihat kakak adik yang berseteru dan saling menyakiti satu dengan yang lain, seolah-olah tidak bakal bisa didamaikan lagi, sudah terlalu rumit persoalannya, akan tetapi begitu disentuh dengan kasih Allah, maka seketika itu juga kesembuhan batin terjadi, bisa mengampuni, dan hubungan keluarga mengalami pemulihan yang luarbiasa. Bahkan kita sering melihat suami istri yang sudah mau cerai, tidak lagi cinta, sudah hambar, penuh dengan kekecewaan dan kepahitan, tidak bisa menemukan titik temu; akan tetapi ketika disentuh dengan kasih Allah, maka seketika itu juga air mata berurai, kasih Allah menyerbu masuk dan menyembuhkan hatinya, kemudian pemulihan pernikahan terjadi dengan begitu indah, seolah-olah menjadi suami istri yang baru saja menikah dan kasihnya dibaharui.

Itu sebabnya kita semua perlu membuka hati kita dan mengalami kepenuhan kasih Allah ini! Selama kita belum dipenuhi kasih Allah, maka yang ada di dalam hati kita adalah kasih manusia. Dan yang namanya kasih manusia itu sangat terbatas; kasih manusia begitu mudah dikalahkan oleh keegoisan manusia. Itu sebabnya kalau hanya ada kasih manusia dalam keluarga kita, maka mudah sekali bagi kita untuk melakukan hal-hal yang mengerikan terhadap orang yang kita kasihi. Dan inilah yang akan menjadi aib serta skandal dalam keluarga kita. Hari ini, marilah kita memenuhi hati kita dengan kasih Allah, sehingga kitapun bisa mengasihi keluarga kita dengan kasih yang sejati dari Allah.

RENUNGAN
KASIH ALLAH yang memenuhi hati kita MEMBUANG SEMUA KEBENCIAN dan menggantikannya dengan DAMAI SEJAHTERA serta SUKACITA.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda memfokuskan pandangan Anda kepada Tuhan dan percaya kehadiranNya dalam keluarga akan mendatangkan pemulihan?
2. Sudahkah Anda memohon pengurapan untuk dapat mengasihi keluarga Anda seperti Kristus mengasihi Anda?
3. Adakah hubungan yang perlu Anda perbaiki dalam keluarga?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami sungguh bersyukur atas pengampunan yang sudah Engkau berikan. Urapi kami agar dapat mengasihi dan juga mengampuni keluarga kami seperti Engkau yang sudah mengasihi kami terlebih dahulu. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Keterbatasan Kasih Manusia

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Lukas 6:27-36

RHEMA HARI INI
Lukas 6:32 Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.

Jodi dan Nina sudah berumah tangga selama 5 tahun. Namun, Nina tidak pernah menunjukkan perasaan cintanya kepada Jodi, padahal sebenarnya dia begitu mencintainya tetapi Nina takut jika Jodi meninggalkannya. Berbeda dengan Jodi yang selalu menunjukkan rasa cintanya kepada Nina. Di awal-awal pernikahannya, Nina selalu melakukan hal yang jika dilihat sepertinya dia tidak mencintai Jodi. Akan tetapi, Jodi dengan sabar selalu memaklumi seperti apapun tindakan Nina. Jodi hannya berdoa kepada Tuhan di malam hari menceritakan apa yang sudah dilakukan oleh istrinya hari itu.

Hari-hari dalam pernikahan Nina dan Jodi menjadi kurang harmonis, karena Nina selalu berusaha menghindar jika Jodi mengajaknya duduk, berbicara bersama. Jodi menjadi sedih, Nina yang dikenalnya selama masa pacaran berubah menjadi pribadi yang berbeda. Jodi hanya bisa berdoa dan berdoa, meminta Tuhan mengembalikan kasih mula-mula Nina untuknya agar rumah tangga yang mereka bina selama ini menjadi keluarga yang penuh dengan kasih.

Ya, kasih manusia memang ada batasnya dan kebanyakan kasih manusia menuntut adanya imbal balik atau ada balasannya. Dan terkadang kasih manusia dikalahkan oleh keegoisannya sendiri, sehingga kebanyakan kasih manusia hanya menuntut dirinya bahagia tanpa mau berkorban untuk orang lain. Apabila hanya ada kasih manusia dalam keluarga kita, maka mudah sekali bagi kita untuk melakukan hal-hal yang mengerikan terhadap orang yang kita kasihi. Dan inilah yang akan menjadi aib serta skandal dalam keluarga kita. Berbeda dengan Tuhan Yesus, yang memberikan kasih-Nya sepenuhnya bagi kita tanpa menuntut balasan dari kita. Jika saat ini kita sedang menghadapi pergumulan dalam masalah keluarga, kasih dalam keluarga kita mulai hilang, datanglah pada Yesus. Penuhilah hati kita dengan kasih Allah, sehingga mujizat pemulihan keluarga akan terjadi dalam keluarga kita, bahkan keadaan yang seolah-olah sudah tidak ada harapan pasti Tuhan akan pulihkan dan dijadikan-Nya penuh kemuliaan. (LEW)

RENUNGAN
Kasih manusia SANGATLAH TERBATAS, sebab kasih manusia begitu MUDAH DIKALAHKAN oleh KEEGOISAN MANUSIA itu sendiri.

APLIKASI
1. Bagaimana cara Anda mengasihi pasangan/keluarga Anda saat ini?
2. Sudahkah Anda menyatakan kasih Anda sepenuh hati kepada pasangan/keluarga Anda? Jika sudah atau belum, mengapa?
3. Sebutkan tindakan nyata Anda dalam menyatakan kasih Anda kepada pasangan atau orangtua/anak Anda!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, terima kasih untuk teladan kasih-Mu bagi kami. Ajarkanlah kami bisa mengasihi orang lain dengan sepenuh hati kami, agar kami bisa mengalahkan keegoisan kami sehingga pemulihan keluarga akan kami alami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Tuhan Sanggup Menyembuhkan Luka

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 19:16-26

RHEMA HARI INI
Matius 19:26 Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”

Ketika Cathy bertemu dengan Jim di sebuah pertandingan softball, ia mengira Jim adalah pria yang tepat untuknya. Setelah beberapa bulan berpacaran, Cathy sangat yakin dengan Jim, kecuali satu hal, Jim memiliki banyak alasan untuk minum alkohol. “Gajiku naik, temanku menikah, saudaraku lulus kuliah,” dan masih banyak lagi alasan. Meski beberapa temannya sudah memperingatkan, Cathy akhirnya menikah dengan Jim. Tidak lama berlalu, pernikahan itu dihancurkan dengan kebiasaan minum-minum Jim. Ketika akhirnya perceraian menjadi satu pilihan, Cathy merasa hidupnya hancur. Dengan mengabaikan nasehat teman-temannya dan kata Roh Kudus, Cathy memberitahu pendetanya, “Saya pikir saya tahu yang terbaik buat saya, saya ingin menuruti kehendak saya dan bukannya kehendak Tuhan.” Pendetanya menjawab, “Kita semua berpikir seperti itu kadang-kadang. Kita lupa bahwa Tuhan yang menciptakan kita, lebih mengenal kita daripada kita mengenal diri kita sendiri. Ingat Cathy, Tuhan tidak pernah menyerah dengan kita, kalau kita mengakui kesalahan-kesalahan kita, Ia selalu mengampuni dan memberi kita kesempatan lagi.”

Cathy memutuskan untuk berharap lebih lagi pada kuasa Tuhan, setiap hari Cathy mulai berdoa dan mendoakan Jim. Ajaib, tidak butuh waktu lama, Cathy menjadi sangat cinta dan iba sekaligus dengan keadaan Jim, dan Jim seolah disadarkan dari mimpi buruknya. Seperti disadarkan bahwa Cathy sudah berbuat begitu banyak untuk dia, sekarang dia harus juga berani berkorban buat Cathy. Mujizat terjadi, hubungan mereka dipulihkan, Jim berhenti total dari kebiasaan minum alkohol, mereka mengalami pemulihan keluarga.

Manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah sendiri. Sebagai mahkluk ciptaan-Nya, tidak ada yang tersembunyi bagi Dia tentang kita semua, Tuhan mengenal kita, bahkan lebih dari kita mengenal diri kita sendiri. Setiap kesalahan dan kerusakan yang terjadi dalam kita, Tuhan terlebih tahu dan dengan mudah bisa memulihkan keadaan kita. Tidak ada luka yang terlalu sulit untuk disembuhkan-Nya, tidak ada masalah yang terlalu sukar untuk diselesaikan-Nya. Hanya dibutuhkan penyerahan diri kita pada Dia, menurut apa yang Tuhan suruh dan menjauhi apa yang dilarang-Nya.Tangan kasih-Nya akan menjamah kita, pemulihan dan karya-Nya yang ajaib pasti terjadi atas kita, mujizat pemulihan keluarga terjadi.

RENUNGAN
LUKA YANG MENDALAM butuh KESEMBUHAN YANG MENDALAM; berita baiknya, tidak ada luka yang tidak bisa DISEMBUHKAN TUHAN.

APLIKASI
1. Bagaimanakah Anda menyikapi luka yang terjadi dalam keluarga Anda selama ini?
2. Mengapa Anda tidak seharusnya mendiamkan luka mendalam di tengah-tengah keluarga Anda?
3. Bagaimana Anda dapat melibatkan Tuhan dalam memulihkan luka dan aib keluarga Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, kami sungguh membutuhkan Engkau. Kami tidak tahu harus bagaimana untuk menyembuhkan luka yang sudah terlanjur terjadi dalam keluarga kami, tetapi kami tahu bahwa Engkau sanggup. Engkau bisa memulihkan keluarga kami dan mempersatukan hati kami dalam kasih-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Cara Tuhan Mengubah Aib Menjadi Kemuliaan

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yesaya 43:14-21

RHEMA HARI INI
Yesaya 43:19 Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.

Di dunia ini, tidak ada yang suka menyimpan barang yang rusak atau hancur. Kalau ada yang rusak sedikit, sebisa mungkin kita berusaha menyembunyikan kerusakannya dan menjadikannya seperti baru kembali. Namun, seni kintsugi justru menonjolkan bagian-bagian yang retak dengan sangat nyata. Seni yang umumnya memperbaiki tembikar ini mulai berkembang di abad ke-15 di Jepang. Saat itu, seorang shogun mengirimkan cawan teh kesayangannya yang pecah ke Tiongkok untuk diperbaiki. Meski kemudian cawan itu dapat digunakan kembali, ia tidak senang dengan banyaknya staples yang menyatukan bagian-bagian yang retak. Akhirnya, ia meminta bantuan seorang seniman. Seniman itu pun menggunakan campuran resin dan bubuk emas untuk menyatukan semua retakan cawan tersebut. Sehingga di setiap retakan terlihat garis-garis emas. Sungguh seni yang unik dan indah. Yang nilainya justru lebih berharga daripada sebelumnya.

Seperti tembikar yang retak, mungkin kita ingin menyembunyikan keretakan keluarga kita. Mungkin ada aib-aib atau skandal yang terlalu memalukan untuk diungkapkan. Kita pun lebih memilih untuk mengubur atau menutup mata darinya. Tanpa kita sadari, hal itu membuat hubungan antar keluarga semakin rapuh. Lalu di satu titik, semua menjadi tidak terkendali dan malah menghancurkannya.

Kabar baiknya, Tuhan adalah Seniman yang baik dan luar biasa. Tidak ada yang tidak dapat diperbaikinya. Dia ingin memperbarui kehidupan keluarga kita yang penuh dengan luka dan aib. Seperti teknik kesenian kintsugi, Tuhan tidak akan meniadakan apa yang sudah terjadi, justru, Dia akan menerbitkan keindahan dari apa yang yang semula sudah hancur. Bagaikan emas yang mengisi retakan-retakan dalam seni kintsugi, darah-Nya yang kudus akan melumuri luka dan aib dalam keluarga kita. Sehingga mujizat pemulihan keluarga yang dahsyat terjadi dan aib keluarga kita diubahkan menjadi kemuliaan bagi-Nya. Melalui kisah hidup keluarga kita, orang-orang akan melihat pekerjaan-Nya yang indah dah dahsyat. (MV.L)

RENUNGAN
TANGKAP dan PERCAYALAH RHEMA bahwa mujizat yang mengubahkan aib menjadi kemuliaan SEDANG TUHAN KERJAKAN dalam keluarga kita.

APLIKASI
1. Rhema apa yang dapat Anda tangkap mengenai mujizat yang mengubahkan aib menjadi kemuliaan dalam keluarga Anda?
2. Mengapa Tuhan ingin mengubahkan aib keluarg Anda menjadi kemuliaan?
3. Bagaimana Anda dapat mengerjakan rhema yang Tuhan berikan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, Engkaulah Maestro kehidupan kami. Kami percaya, Engkau tidak tinggal diam melihat konflik dalam keluarga kami. Kami percaya, dalam segala sesuatu yang terjadi, Engkau sedang bekerja untuk mengubahkan aib menjadi kemuliaan. Sehingga hidup kami pun menjadi lebih berharga dan bermakna dibandingkan sebelumnya. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Membuat Ruang Spesial Bagi Yesus

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 37:1-24

RHEMA HARI INI
Mazmur 37:5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;

Keluarga Ani adalah keluarga yang belum mengenal Tuhan. Hanya Ani sendiri yang telah menerima kasih karunia dan pengenalan akan Tuhan. Ani sangat rindu keluarganya juga bisa menerima keselamatan dan melayani Tuhan. Ani mulai melangkah menceritakan tentang Yesus kepada keluarganya, tetapi keluarganya tidak mau percaya. Ani sangat sedih, karena mengetahui keluarganya akan berakhir di neraka jika mereka tidak mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Karena beban dan belas kasih untuk keluarganya, Ani mulai mengambil langkah pertobatan yang radikal. Ia mulai meninggalkan semua kegiatan yang menyita waktu dan fokus mencari wajah Tuhan. Membangun mezbah doa dan menyediakan ruang spesial bagi Yesus untuk berdoa syafaat bagi keluarganya. Ia bahkan mengambil tindakan untuk berpuasa. Setiap waktu yang ia miliki lebih banyak dia gunakan untuk berendam dalam hadirat Tuhan dan merenungkan firman Tuhan. Perubahan yang radikal dalam diri Ani dan persekutuan yang intim dengan Tuhan akhirnya membuahkan hasil. Satu per satu keluarganya mulai dijamah Tuhan, bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Satu orang bertobat, maka seisi keluarga diselamatkan. Itulah janji Tuhan dalam Kisah Para Rasul 16:31. Namun untuk itu harus ada yang mau memulai terlebih dahulu. Dan kitalah orang pertama yang harus mau mulai melangkah, membangun mezbah doa pribadi terlebih dahulu seperti Ani. Undang Dia masuk ke dalam rumah kita. Buatlah ruang spesial bagi Yesus, sehingga atmosfir rumah kita boleh diubahkan.

Jika saat ini keluarga kita masih mengeraskan hati, jangan kuatir, dan jangan menuntut dan memaksa mereka untuk menerima Yesus seperti kita. Tetapi serahkan saja hidup kita kepada Tuhan, dan percaya penuh kepada firman-Nya, maka Dia akan bertindak bagi kita tepat pada waktunya (Mazmur 37:5). Melalui penyembahan dan ruang yang kita sediakan bagi-Nya, Dia akan hadir dan menjamah dan memulihkan tidak hanya hidup kita tetapi juga keluarga kita satu per satu, sampai seisi rumah kita menerima keselamatan dan kehidupan di bumi dan di sorga.

RENUNGAN
Buatlah RUANG YANG SPESIAL BAGI YESUS untuk masuk dalam keluarga kita, maka DIA TIDAK AKAN TINGGAL DIAM.

APLIKASI
1. Mengapa Anda perlu membuat ruang yang spesial bagi Yesus?
2. Apa yang harus Anda lakukan agar Tuhan mau bertindak menyelamatkan keluarga Anda?
3. Apa janji Tuhan bagi Anda yang mau bertobat dan menyerahkan hidup sungguh-sungguh bagi Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa terima kasih atas kehormatan yang Engkau berikan bagi kami, sehingga kami boleh jadi yang sulung, yang pertama kali membangun mezbah doa, dan membuat ruang doa yang spesial bagi Yesus. Kami mau berserah dan percaya bahwa Engkau akan bertindak bagi kami dan menyelamatkan keluarga kami seluruhnya, sehingga mereka juga boleh jadi bilangan orang percaya yang menyembah Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Di dalam Nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.