Persembahan Khusus Sebagai Benih Profetik

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Lukas 6:1-42

RHEMA HARI INI
Lukas 6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu.

Ada seorang peternak yang mempunyai seekor sapi yang selalu gagal hamil ketika dikawinkan. Suatu hari ia mencoba kembali mengawinkan sapi itu sambil berkata dalam hatinya, “Kalau sampai sapi ini berhasil hamil, anaknya nanti akan kupersembahkan kepada Tuhan.” Singkat cerita ternyata sapi itu benar-benar hamil, dan ketika melahirkan ternyata ada dua ekor anaknya. Ia pun bingung yang mana yang akan ia persembahkan kepada Tuhan, dan ia berkata dalam hatinya, “Kutunggu anak-anak sapi ini agak besar sajalah seraya aku berpikir untuk memutuskan yang mana yang akan aku persembahkan.” Suatu hari ada wabah di desanya, dan salah satu dari anak sapi itu mati. Kemudian peternak itu berkata kepada istrinya, “Wah, celaka! Anak sapi Tuhan mati!” Dengan wajah bingung, si istri bertanya, “Bukankah kamu belum memutuskan yang mana yang akan kamu persembahkan?” Dan suaminya pun menjawab, “Tadi sudah kuputuskan, bahwa yang mati adalah milik Tuhan.”

Berapa banyak dari kita yang selalu berat hati ketika pendeta berkotbah tentang persembahan. Baik itu persepuluhan, maupun persembahan lainnya. Tidak sedikit yang merasa bahwa harus keluar uang melulu, dan memilih untuk memberi hanya sekedar memberi. Akan tetapi sadarkah kita bahwa sebenarnya yang Tuhan butuhkan bukanlah uang kita. Ia adalah Bapa yang Maha Kaya. Uang kita tidak ada apa-apanya di hadapan-Nya. Namun yang Ia lihat adalah hati kita ketika kita memberikan persembahan. Apakah kita sudah memiliki hati yang tulus untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan atau belum. Apakah kita sudah mengutamakan Tuhan diatas harta kita, atau kah justru malah harta yang menduduki peringkat tertinggi di dalam hati kita.

Ketika kita memiliki pemahaman yang benar mengenai persepuluhan, persembahan mingguan, serta persembahan khusus, maka kita tidak akan merasa keberatan atau terbeban memberikannya kepada Tuhan. Karena apa yang kita punya, semuanya itu adalah milik Tuhan, dan kita hanyalah pengelolanya saja. Ketika kita dapat mengelola harta yang dipercayakan kepada kita dengan baik, juga menaburkannya dengan sikap hati dan iman yang benar, serta menaburnya di lahan yang benar sebagai benih profetik, maka kita pun pasti akan menuai apa yang telah kita tabur tersebut.

RENUNGAN
Selain PERSEPULUHAN dan PERSEMBAHAN MINGGUAN, taburkanlah PERSEMBAHAN KHUSUS sebagai benih profetik

APLIKASI
1. Sudahkah Anda mengerti dengan benar tentang taburan profetik?
2. Menurut Anda, mengapa kita harus menaburkan benih profetik?
3. Apa yang dapat Anda lakukan untuk dapat menjalankan apa yang sudah Tuhan rhemakan dengan baik?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami mau mengambil komitmen untuk turut serta dalam kegerakan-Mu. Kami mau melangkah menabur benih-benih profetik dengan cara dan sikap hati yang benar, ya Tuhan. Karena kami tahu bahwa kami pasti akan menuai hasil dari taburan profetik kami sesuai firman-Mu yang ya dan amin. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Karunia Iman Memberi

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Ibrani 12:1-17

RHEMA HARI INI
Ibrani 12:2a Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan,

Sungguh bersyukur Tuhan memberi kita pemimpin seperti Pastor Obaja yang dapat menjadi contoh nyata bagaimana cara mengalami mujizat besar dengan cara memiliki iman yang besar untuk menabur. Pastor Obaja diberi karunia iman untuk berani menaburkan hidupnya, pekerjaannya, mobilnya, rumahnya, tanahnya, perusahaannya, bahkan segalanya bagi Tuhan. Sementara orang lain masih bimbang dan ragu-ragu, tapi Pak Obaja berani all out sepenuhnya. Itu sebabnya dia mengalami Mujizat Besar dalam hidupnya. Kasih karunia Allahlah yang memberikan iman yang besar dalam hati orang-orang seperti Pastor Obaja sehingga mereka bisa menabur dengan sukacita, dan mengalami mujizat besar.

Alkitab berkata “Siapa menunggu sampai angin dan cuaca sempurna, tak akan menanam dan tidak pula memetik hasilnya. (Pengkotbah 11:4 Terjemahan Bahasa Indonesia)”. Orang kalau terus melihat keadaan sekelilingnya dan dirinya akan sangat susah untuk bisa menabur, apalagi menabur dengan sukacita. Dan orang yang tidak menabur, tidak menuai. Jadi jangan biarkan kebimbangan dan keraguan memenuhi hati kita. Ini adalah penghalang terbesar untuk kita bisa menabur dan menuai.

Hanya orang-orang yang berani menabur dengan iman, yang akan mengalami kuasa Tuhan, dan menerima mujizat keuangan besar. Karena Janda Sarfat itu menabur dengan iman kepada Elia, maka Mujizat Besar terjadi: roti dan minyaknya tidak pernah habis; bukan hanya berkecukupan, tapi dia mengalami kelimpahan yang luarbiasa. Karena Ishak menabur dengan iman, maka pada tahun itu juga ia menuai 100x lipat, sehingga ia menjadi kaya, kian lama kian kaya, dan ia menjadi sangat kaya. Mari kita berdoa supaya karunia iman memberi ini diberikan kepada kita semua supaya kita berani menabur dengan iman dan mengalami The Great Financial Miracles.

RENUNGAN
Mintalah KARUNIA IMAN MEMBERI kepada Tuhan, supaya kita BERANI MENABUR dan dapat MENGALAMI mujizat keuangan besar

APLIKASI
1. Percayakah Anda segala berkat datangnya dari Tuhan dan setiap yang menabur pasti akan menuai?
2. Adakah situasi dalam kehidupan Anda yang menghalangi Anda untuk menabur?
3. Sudahkah Anda berdoa secara profetik agar Tuhan memberikan iman untuk menabur?

DOA HARI INI
“Bapa, dalam nama Tuhan Yesus segala kuasa yang menghalangi kami memiliki iman untuk menabur dengan sukacita kami patahkan! Kami terima karunia iman untuk berani menabur karena kami tahu ini saatnya mujizat besar terjadi atas kami! Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Menuai Karena Menabur Dengan Sukacita

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Kejadian 28: 10 -22

RHEMA HARI INI
Kejadian 28:22b Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu.

William merupakan seorang anak lelaki dari politisi ternama di Inggris kala itu. Namun karena membela negara koloni Inggris, ayahnya terpaksa berpidah ke Amerika untuk mengamankan keluarganya. Mereka berlayar dan tinggal di perkebunan Hartford, kota Maryland. Disana ayah William bekerja sama dengan rekannya untuk membuat sabun dan lilin. Namun usaha ayahnya itu berkali-kali gagal dan akhirnya mereka memutuskan untuk berkebun. William akhirnya memutuskan untuk memulai usaha sendiri. Ia percaya bahwa Tuhan akan selalu membantunya dalam setiap hal, termasuk pekerjaan dan keungan keluarganya.

Suatu hari, temannya yang bekerja di kapal mengatakan suatu hal yang berharga. “Berikan hatimu bagi Kristus. Berilah kepada Kristus apa yang menjadi milik-Nya. Buatlah sabun dengan jujur. Berikan persembahanmu dengan jujur…dan seseorang akan menjadi pembuat sabun ternama di New York. Orang itu mungkin saja kamu.” Perkataan itu melekat di hati William dan juga ia menerima rhema dari ayat alkitab kejadian 28:20-22 tentang Yakub yang memberikan persembahan bagi Tuhan. Tahun 1804, William diterima sebagai pegawai magang di sebuah perusahaan sabun. Ia mendapat banyak pengajaran untuk membuat sabun yang baik. Namun perusahaan itu tutup di tahun 1806, tetapi William percaya bahwa jalannya semakin terang. Ia memulai usaha sendiri dan dalam waktu 6 bulan saja, ia sudah bisa menghasilkan banyak produk baru berbahan dasar kanji. Ia menjadi sangat sukses dan tak lupa mempersembahkan persembahan sulung, perpuluhan, hingga menyerahkan semua penghasilannya untuk Tuhan. Nama lengkapnya William Colgate, yang hingga saat ini merk dagang ini masih ada di pasaran.

Jika kita melihat kuasa yang besar dalam menabur, kita bisa menikmati tuaian besar pula! Seperti Colgate yang bisa melihat kuasa yang besar dalam mengutamakan Tuhan dalam persembahan, bisakah kita juga melihatnya dan menghidupinya? Ketika kita bisa melihat kuasa yang besar dalam menabur, maka kita akan menabur dengan sukacita, bahkan kita tidak akan segan-segan untuk terus memperbesar taburan serta persembahan kita kepada Tuhan. Saat itulah kita akan mengalami sukacita menuai yang luar biasa.

RENUNGAN
Ketika kita bisa melihat KUASA YANG BESAR dalam menabur dan juga TUAIAN yang akan kita alami, kita pasti akan MENABUR DENGAN SUKACITA.

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah bisa memberikan yang terbaik untuk Tuhan saat ini?
2. Apa halangan Anda untuk bisa menabur dengan suka cita?
3. Komitmen apa yang Anda lakukan ketika mengetahui kebaikan Tuhan ini?

DOA HARI INI
Ya Bapa, kami sadar bahwa kasih-Mu akan selalu ada di hati masing-masin dari kami. Engkaulah yang mengasihi kami terlebih dahulu, sehingga apa yang Engkau berikan kepada kami itu adalah yang terbaik. Bapa ajari kami untuk bisa membalas kasih setia-Mu, memberikan sebagian apa yang telah Engkau berikan kepada kami. Terima kasih Bapa, hanya dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Persembahan Yang Mendatangkan Kelimpahan

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Maleakhi 3:6-12

RHEMA HARI INI
Maleakhi 3:10 bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu kedalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan dirumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Semenjak pulang dari tugas perang di Vietnam, hidup John Bell hancur. Awalnya John mulai dengan yang ringan, seperti mariyuana, tetapi dengan segera ia terseret pada obat-obat yang lebih keras seperti heroin dan cocain. John tidak bisa lepas lagi dari cengkeraman obat-obat terlarang. John menjadi gelandangan dengan uang pensiun 86 dolar dan tunjangan sosial 30 dolar, total 116 dolar. Suatu hari John menemukan brosur KKR Morris Cerullo, John berpikir tidak ada ruginya ia menghadiri kebaktian tersebut. Disitulah ia mengalami jamahan Tuhan dan pertobatan dari hidup lamanya. Saat itu Allah memimpin Morris Cerullo untuk mengatakan bahwa jika jemaat mau mengosongkan kantong mereka dan menanam benih di ladang Tuhan, Tuhan akan mengembalikan kepada mereka lipat kali ganda. John tergerak untuk bertindak, tetapi tidak ada uang sepeserpun di kantongnya, tetapi John tidak tinggal diam, ia mengumpulkan uang dari jemaat-jemaat yang bermurah hati kepadanya, John mendapatkan 40 dolar. Dia berdoa kepada Tuhan, “Bapa di surga, saya memberikan semua ini kepada-Mu.” Kemudian ia meletakkan uang itu dalam persembahan.

Tuhan buat mujizat, uang pensiun John naik menjadi 550 dolar per bulan, John juga menerima dari jaminan sosial 9.000 dolar sekaligus, dan menerima cek dari Lembaga Veteran sejumlah 15.000 dolar. “Setiap kali saya menerima pendapatan lebih, saya menaburkannya di ladang Tuhan, Tuhan membuat saya memberi dengan sukacita.” Di World Conference 1994 John memberikan 1.000 dolar untuk misi Israel. Hanya enam bulan kemudian ia menerima kenaikan 100% uang pensiun, pendapatannya menjadi 2.882 dolar setiap bulan. Tahun 1994 John memberikan persembahan 10.000 dolar untuk School of Ministry di Los Angeles. Dalam empat tahun Tuhan merubah hidup John Bell dari gelandangan tanpa rumah tinggal menjadi orang yang memberikan persembahan 10.000 dolar, setara dengan 140 juta rupiah.

Pada hakekatnya Tuhan tidak membutuhkan bantuan apapun dari kita semua, sebab langit, bumi dan segala isinya adalah milik-Nya, tetapi persembahan kita menjadi ukuran bagi Tuhan untuk menilai seberapa besar arti Tuhan bagi diri kita. Ketika kita mempersembahkan kepada Tuhan lebih dari kebutuhan kita sendiri, itu membuat Tuhan tidak bisa menahan berkat-Nya, tingkap langit pasti terbuka dan berkat-berkat dicurahkan dengan berkelimpahan. Sekarang, lewat Hamba-Nya, Bp. Pdt. Obaja, kembali Tuhan ingatkan tentang mujizat keuangan, ini adalah waktu-Nya memberkati kita denga cara yang ajaib. Taburlah dengan persembahan yang terbaik, dan kita akan alami mujizat keuangan yang besar. Yakini dan percayai itu, hukum tabur tuai tidak pernah gagal, terlebih Tuhan kita bukan Allah yang ingkar janji, dahulu, sekarang dan sampai selamanya. Amin.

RENUNGAN
Ketika Tuhan BERKENAN dengan persembahan kita, pintu gerbang surga TERBUKA dan berkat-berkat DICURAHKAN DENGAN BERKELIMPAHAN.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda mempersembahkan persembahan yang berkenan kepada Tuhan?
2. Menurut Anda, seperti apakah persembahan yang berkenan di hati Tuhan?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda bisa senantiasa mempersembahkan yang berkenan di hati Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terimakasih atas kesempatan yang Engkau berikan kepada kami untuk kami boleh menabur di ladang pekerjaan-MU. Kami rindu senantiasa mempersembahkan persembahan yang berkenan dan menyenangkan hati-MU. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Taburan Yang Menyukakan Hati Tuhan

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Ibrani 11:1-6

RHEMA HARI INI
Ibrani 11:4a Karena imanlah Habel menaati Allah dan membawa persembahan yang lebih menyukakan hati Allah daripada persembahan Kain. (FAYH)

Hari ini Kakek Bram berulang tahun ke-70. Saat acara buka kado, cucu-cucunya heboh membanggakan kado mereka masing-masing. Hanya Sasha yang terdiam. Pasalnya, kadonya bukan apa-apa dibandingkan dengan para kakak dan kakak sepupunya yang sudah diberikan uang saku. Sebenarnya, tidak ada yang mengharapkan Sasha yang masih kecil turut memberikan sesuatu. Ketika giliran kado Sasha yang dibuka, sang kakek mengeluarkan sebuah sisir kecil. Kado yang tampak begitu sederhana dibandingkan yang lainnya. Namun, esok hari dan setiap hari setelahnya, hanya kado Sasha yang dibicarakan dan dibawa-bawa sang kakek. Meski pemberian itu hampir tidak ada artinya, tetapi ia mengetahui bagaimana cucunya harus memecahkan celengan yang isinya tidak seberapa demi sisir kecil tersebut.

Ya, terkadang saat memberikan sesuatu, kita begitu terfokus pada nilai pemberian kita. Padahal, ada satu aspek yang tidak kalah pentingnya. Hati di balik pemberian kita. Inilah aspek yang membuat persembahan Habel lebih diindahkan Tuhan daripada Kain. Alkitab mencatat Kain mempersembahkan sebagian hasil tanahnya. Tidak dijelaskan sebagian kecil, atau sebagian besar. Namun, bukan seberapa banyak yang Tuhan permasalahkan. Kain jelas-jelas memberikan persembahan atas dasar kewajiban, karena sudah seharusnya. Namun, Habel menyembelih anak dombanya yang sulung, lalu mempersembahkan bagian yang paling baik kepada Tuhan (Kej. 4:4 BIS). Persembahan yang didasari hati yang ingin memberikan yang terbaik kepada Tuhan inilah yang menyentuh hati Tuhan.

Oleh sebab itu, saat kita datang kepada Tuhan untuk memberikan persembahan kita, pastikan motivasi hati kita sudah benar. Sebab Allah pemilik segala sesuatu tidak membutuhkan apa-apa dari kita. Dia hanya menginginkan hati yang mengasihi-Nya lebih dari segalanya. Taburan benih profetik yang disertai dengan sukacita, yang tidak mengharapkan balasan apa-apa selain dari menyukakan hati-Nya, itulah persembahan yang berkenan di hati Tuhan dan akan mendatangkan mujizat keuangan besar atas hidup kita. (MV.L)

RENUNGAN
Tuhan TIDAK MEMBUTUHKAN PEMBERIAN kita, tetapi taburan yang disertai dengan rela hati dan sukacita MENYUKAKAN HATI-NYA.

APLIKASI
1. Menurut Anda apakah Tuhan yang membutuhkan pemberian Anda atau Andalah yang lebih butuh memberikan persembahan kepada-Nya? Mengapa demikian?
2. Mengapa Tuhan menyukai taburan yang disertai dengan rela hati dan sukacita?
3. Bagaimana Anda dapat membereskan motivasi hati Anda saat menaburkan benih profetik?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, ampuni kami apabila kami masih memiliki motivasi yang salah dalam memberikan persembahan. Bapa, kami menyadari, kamilah yang lebih butuh untuk menyenangkan hati-Mu. Bentuk hati kami, Tuhan, agar kami memiliki hati yang sepenuhnya tertuju kepada-Mu, agar kami pun dapat membawa persembahan kami dengan sukacita, karena kami tahu, kami boleh ikut mengambil bagian dalam membangun Kerajaan-Mu di bumi ini. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Jangan Berhemat Dalam Menabur

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Amsal 11:1-31

RHEMA HARI INI
Amsal 11:24 Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.

Salah satu pelayan Tuhan di Keluarga Allah Jakarta bersaksi, saat ia mentransfer persepuluhannya, ternyata ia salah menekan dan kelebihan satu angka nol. Awalnya hal ini membuatnya cukup gundah, namun sesaat kemudian ia kembali bisa menguasai hatinya dan berkata kepada Tuhan, “Tuhan, walaupun ini dimulai dari sebuah kesalahan, tapi tolong terimalah ini sebagai persembahanku, bukan sumbanganku. Dan walaupun nantinya tidak terjadi mujizat atau apapun juga, aku tetap rela memberikan persembahan ini. Terimalah persembahanku.”

Tidak lebih dari satu jam setelah kejadian itu, tiba-tiba ada pesan singkat yang masuk ke handphonenya yang berisi foto bukti transfer dari klien BUMN yang proyeknya ia tangani di 2017. Proyek itu sudah diresmikan di bulan Januari 2018 namun proses pembayarannya lama sekali karena harus melalui proses audit oleh kantor pusat dan BPK sehingga pembayaran tertunda. Namun hari itu, tiba-tiba saja Tuhan bisa membuat proses pembayaran tersebut cair dengan ajaib! Bukan hanya sampai disitu saja, sekitar 45 menit setelah itu, ia kembali menerima pesan singkat dari salah satu kliennya yang lain lagi yang isinya adalah bukti transfer sejumlah uang untuk pembayaran proyeknya. Saat itulah ia sadar bahwa Tuhan sedang ingin menunjukkan karya tangan-Nya yang ajaib dalam hidupnya. Ketika ia tidak berhemat dalam menaburkan benih profetik, maka tuaian berlipat kali ganda Tuhan nyatakan dalam hidupnya.

Ya, siapa menabur banyak akan menuai banyak. Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Itu sebabnya kalau kita percaya bahwa tahun 2019 adalah tahun mujizat besar dalam keuangan kita, maka tidak bisa tidak, kita harus memahami hukum tabur tuai ini. Tidak mungkin Tuhan bertentangan dengan FirmanNya sendiri: Tidak mungkin ada orang yang mengalami tuaian banyak tapi menaburnya sedikit. Sadarilah bahwa orang-orang yang mengalami mujizat besar dalam keuangannya di tahun 2019 ini adalah orang-orang yang berani menabur banyak. Itu sebabnya kalau Anda rindu mengalami The Great Financial Miracles, maka siapkan hati Anda untuk tidak berhemat dalam menaburkan benih profetik; berani menabur banyak, maka Mujizat Keuangan Besar akan terjadi dalam hidup Anda.

RENUNGAN
JANGAN BERHEMAT dalam menaburkan benih profetik, saat kita BERANI MENABUR BANYAK, mujizat keuangan besar PASTI TERJADI.

APLIKASI
1. Bagaimana Anda menabur benih profetik? Menabur banyak atau menabur sedikit?
2. Apa yang menjadi alasan Anda menabur banyak/sedikit?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda bisa menabur banyak untuk benih profetik?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami percaya firman-MU ya dan amin. Siapa menabur banyak maka akan menuai banyak juga. Pakailah hidup kami untuk menabur banyak bagi pekerjaan-MU, supaya melalui hidup kami nama-MU dipermuliakan dan Kerajaan-MU diluaskan. Kami percaya tuaian besar akan Engkau nyatakan dalam hidup kami. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Menabur Saat Berkelimpahan

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 6:19-24

RHEMA HARI INI
Matius 6:24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Ketika Ps. Obaja TS ditantang Tuhan untuk mempersembahkan tanah dan rumah yang dia miliki supaya gereja kita di Solo bisa membangun gedung gereja kapasitas 5000 jiwa, ini adalah benih yang sangat berharga bagi Pak Obaja pada waktu itu. Pada waktu itu Pak Obaja bukan orang miskin, dia sudah diberkati Tuhan, bahkan sudah mengalami berkat yang berkelimpahan dari Tuhan. Dia sudah pernah habis-habisan mempersembahkan segalanya bagi Tuhan, dan kemudian Tuhan mencurahkan berkat yang lebih besar lagi. Tapi ternyata Tuhan menantang Pak Obaja berani habis-habisan lagi bagi Tuhan pada saat itu. Akan tetapi Pak Obaja berani mengambil keputusan untuk menaburkan rumah dan tanah tersebut sebagai ‘Prophetic Seeds’-nya. Ternyata inilah yang dipakai oleh Tuhan untuk membangun kegerakan yang lebih besar lagi di gereja kita, dan Pak Obaja juga semakin diberkati, bahkan jadi berkat semakin besar.

Bagi Daud, di penghujung umurnya, untuk mempersembahkan sebagian besar hartanya untuk persiapan pembangunan Bait Allah, itu namanya berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih. Memang dia kaya, tapi bagaimanapun juga memberikan sebagian besar hartanya adalah sesuatu yang sangat berharga untuk ukurannya. Inilah yang namanya prophetic seed/benih profetik. Tapi begitu Daud melakukannya, maka The Great Miracle/Mujizat Besar terjadi: dalam waktu yang singkat Daud menerima tuaian berkat Tuhan yang jauh lebih besar, sehingga ketika dia menutup usianya, Alkitab mencatat: Daud mati ketka sudah putih rambutnya, lanjut umurnya, dalam keadaan penuh kekayaan dan kemuliaan. Artinya sebelum matipun, Tuhan sudah mencurahkan Mujizat Besar dalam hidupnya sebagai tuaiannya.

Demikian juga halnya dengan kita, bisa saja kita ditantang oleh Tuhan untuk menabur pada saat kita sedang kekurangan, tapi juga bisa pada saat kita sedang berkecukupan atau bahkan berkelimpahan. Ini bukan tantangan biasa, sebab jumlah itu sangat besar untuk ukuran kita sekarang ini, sangat berharga bagi kita. Memang susah untuk menabur disaat kekurangan, akan tetapi bagi Anda yang pernah mengalaminya, maka Anda harus mengakui bahwa lebih susah menabur pada saat kelimpahan. Tidak banyak orang yang bisa. Bahkan anak muda kaya raya yang ditantang oleh Tuhan Yesus untuk menabur itupun mundur karena banyak hartanya. Sadarilah bahwa harta itu magnetnya besar sekali, aking besarnya magnet harta ini, sampai-sampai Tuhan Yesus berkata: Lebih mudah unta masuk ke lubang jarum daripada orang kaya masuk Kerajaan Surga. Mengapa? Sebab saat inilah, hati kita akan benar-benar diuji apakah kita cinta Tuhan atau cinta uang. Mari pastikan tidak seorangpun jemaat Keluarga Allah ada yang gagal seperti anak muda yang kaya itu. Bahkan semuanya berhasil seperti Daud, sehingga hidup kita mendapatkan perkenanan Tuhan, mengalami mujizat keungan besar, dan terlebih lagi upah kita besar di Surga.

RENUNGAN
HATI kita akan BENAR-BENAR DIUJI ketika Tuhan meminta kita untuk MENABUR SAAT KELIMPAHAN.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda menyadari dari mana sumber berkat yang sudah Anda peroleh hari ini?
2. Sudahkah Anda mengambil waktu untuk menggali Firman Tuhan agar menjadi rhema untuk menaburkan benih profetik Anda?
3. Adakah yang masih menjadi penghalang untuk Anda menjadikan rhema benih profetik ini?

DOA HARI INI
“Tuhan, urapi kami dengan pewahyuan tentang benih profetik ini sehingga kami dapat memiliki kuasa untuk menaburkan benih profetik sesuai dengan rhema yang telah Engkau berikan atas gereja kami. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Menabur Dengan Iman

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 126:1-6

RHEMA HARI INI
Mazmur 126:5-6 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Suatu minggu, Maria yang sedang mendengarkan khotbah di gereja digerakkan Tuhan untuk memberikan miliknya yang paling berharga, yaitu sebuah kalung kesayangan yang dibeli dari hasil uang tabungannya sejak ia masih kecil. Disaat yang bersamaan, ia juga divonis dokter harus operasi kista. Untuk itu diperlukan sejumlah dana yang tidak sedikit. Maria bingung, karena ia tidak mempunyai uang untuk operasi sama sekali. Di tengah kebingungannya, ia membulatkan tekadnya untuk taat kepada Tuhan. Walau harus bercucuran airmata, ia merasa sangat senang dapat memberikan kalung kesayangannya kepada Tuhan. Bagi Maria sesuka apapun ia terhadap kalungnya dan sepenting apapun operasi tersebut, Tuhan Yesus adalah yang terutama dan yang paling berharga dihidupnya.

Secara manusia bisa saja Maria menjual kalungnya untuk biaya operasi. Tetapi ia memilih untuk taat. Ia percaya ketika ia taat dan berani melangkah dalam iman, maka Tuhan yang Maha mengerti pasti akan menolongnya. Benar saja, mujizat besar pun terjadi. Maria mendapat lebih dari sekedar biaya operasi dan operasinya pun sukses. Bapa Abraham adalah salah satu pahlawan iman terbesar sepanjang sejarah yang patut diacungi jempol. Ia taat, ketika Tuhan meminta Ishak, anak semata wayang yang paling dicintai, diharapkan, dan dinanti-nantikan seumur hidupnya, ia tidak bertangguh untuk menyerahkannya. Alhasil mujizat besar terjadi. Tuhan tidak hanya mengembalikan Ishak, tetapi memberkati Abraham dengan keturunan yang memenuhi bumi.

Kadang di saat Tuhan menantang seseorang untuk menabur, apalagi saat sedang dalam kondisi membutuhkan, jujur itu bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan pengorbanan yang besar dan iman yang luarbiasa untuk melangkah. Namun ketika kita mau dan berani melangkah dalam ketaatan, mujizat besar pasti terjadi dalam hidup kita. Bulan ini Tuhan sedang melawat anak-anak-Nya secara khusus dalam hal keuangan. Tanggapi dan melangkahlah dalam iman! Jangan lewatkan kesempatan emas ini. Taburlah benih profetik dalam ketepatan. Maka mujizat keuangan besar pasti terjadi dalam hidup kita, sehingga kita dapat dipakai Tuhan untuk membiayai lawatan terbesar sepanjang sejarah.

RENUNGAN
Saat Tuhan MENANTANG kita untuk menaburkan benih keuangan, PILIHAN TERBAIK yang bisa kita ambil adalah MELANGKAH DALAM IMAN.

APLIKASI
1. Pilihan terbaik apa yang bisa Anda ambil untuk menabur benih keuangan Anda?
2. Mengapa Anda perlu melangkah dalam iman saat menabur benih profetik? Sudahkah Anda melangkah dalam iman untuk menabur benih profetik Anda?
3. Mengapa Tuhan perlu menantang Anda untuk menabur benih keuangan Anda? Apa motivasi-Nya?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa yang baik, terima kasih atas lawatan terdahsyat yang akan dan sedang Engkau kerjakan ditengah-tengah kami. Kami tidak mau kehilangan kesempatan untuk Engkau pakai sebagai pembawa lawatan. Beri keberanian, iman, dan ketepatan untuk melangkah dalam menabur benih profetik. Sehingga mujizat keuangan besar dapat kami alami. Dan kami dapat menjadi saluran berkat dalam hal keuangan, dan menyaksikan kebesaran Tuhan, sehingga banyak jiwa datang kepada Tuhan dan diselamatkan. Di dalam Nama Yesus kami berdoa.
Amin.

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Menabur Benih Menuai Berkat

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Amsal 28:1-28

RHEMA HARI INI
Amsal 28:20 Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.

Seorang aktor menjalankan perannya, dia mendatangi orang-orang yang sedang makan pizza untuk meminta mereka berbagi makanan kepadanya, seolah ia sedang kelaparan dan tidak mempunyai cukup uang untuk membeli makanan. Tidak seorangpun dari orang-orang yang dijumpainya mau berbagi makan siang mereka, sampai akhirnya ia duduk di sebelah seorang tunawisma yang berapa saat sebelumnya mendapatkan sekotak pizza ukuran besar dari kru sang aktor. Kepada tunawisma ini kembali sang aktor menceritakan kalau dia sedang kelaparan dan tidak cukup uang untuk bisa membeli makan siang. Tak disangka tunawisma ini tanpa berpikir panjang menyodorkan dos pizza, dan memberikan sisa potongan pizza yang ada kepada sang aktor. Dengan antusias sang aktor mengambil pizzanya dan memakan dengan lahap. Sambil berterima kasih, sang aktor menceritakan tentang sulitnya hidup ini. Selesai makan, sambil berdiri sang aktor mengambil segepok uang dan memberikan kepada tunawisma itu sambil menyampaikan rasa kagumnya untuk kepeduliannya kepada sesama. Ini adalah kisah nyata yang terjadi di New York, dan videonya sempat viral di YouTube.

Segala sesuatu yang baik datangnya dari Allah, tidak ada seorangpun patut bermegah karena kehebatannya. Tunawisma itu menyadari bahwa pizza itu pemberian orang lain, sudah selayaknya dia juga berbagi kepada orang lain yang membutuhkan, bukankah seperti itu seharusnya kita berbuat? Ketika kita menyadari bahwa berkat yang ada pada kita adalah pemberian Tuhan, sudah selayaknya kita juga belajar berbagi ketika orang lain membutuhkan. Terlebih ketika ada kesempatan kita bisa memberkati lewat Gereja-Nya, taburlah benih yang Tuhan sudah berikan dalam hidup kita, itu akan menjadi alat untuk memperluas Kerajaan Allah di muka bumi ini. Makin banyak pekerjaan Tuhan bisa dikerjakan, makin banyak jiwa bisa dilayani, dan semakin luas Kabar Baik bisa disebarkan. Disaat kita punya komitmen untuk memperluas kerajaan Allah lewat apa yang Tuhan sudah percayakan kepada kita, Tuhan yang maha baik tidak akan tinggal diam, Dia akan lebih lagi mempercayakan berkat-berkat-Nya, mujizat keuangan besar akan terjadi dalam hidup kita, dan nama Tuhan semakin ditinggikan lewat kesaksian kita. Amin.

RENUNGAN
Ambillah komitmen untuk MEMPERLUAS KERAJAAN ALLAH, maka Tuhan juga akan komit MENAMBAHKAN MUJIZAT KEUANGAN BESAR kepada kita.

APLIKASI
1. Menurut Anda, mengapa kita harus komit memperluas kerajaan Allah melalui keuangan kita?
2. Apakah faedahnya kalau kita komit memperluas kerajaan Allah melalui keuangan kita?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat untuk memperluas kerajaan Allah melalui keuangan Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami menyadari bahwa semua berkat yang ada pada kami asalnya dari Engkau. Itu sebabnya kami rindu mengembalikannya bagi hormat kemuliaan bagi nama-MU. Ajar kami untuk berkomitmen memperluas kerajaan-MU melalui setiap berkat yang Engkau percayakan dalam hidup kami, supaya nama-MU semakin dipermuliakan melalui hidup kami. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Kelimpahan Yang Sangat Dahsyat

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Keluaran 3:1-22

RHEMA HARI INI
Keluaran 3:8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.

John Wesley yang berasal dari keluarga pendeta kurang mampu, tidak mengharapkan akan bisa menikmati penghidupan yang layak ketika ia terpanggil juga untuk terjun dalam pelayanan. Tetapi ternyata Wesley mengalami keadaan yang jauh lebih baik daripada orang tuanya. Penghasilannya bisa mencapai 30 poundsterling per tahun. Meskipun pada awalnya ia sempat salah dalam mengelola keuangannya, tetapi tuntunan Tuhan membawanya untuk mulai menyisihkan penghasilannya bagi pekerjaan Tuhan. Awalnya ia hanya menyisihkan 2 poundsterling sebab sebelumnya dipotong dulu untuk biaya hidupnya. Namun di tahun berikutnya, penghasilannya naik menjadi 60 poundsterling, sehingga ia bisa menaburkan 32 poundsterling untuk pekerjaan Tuhan. Selanjutnya, penghasilannya terus naik tiap tahunnya dan Wesley terus semakin memperbesar taburannya bagi pekerjaan Tuhan. Hidupnya tidak lagi berkekurangan atau sekedar berkecukupan, tetapi berkelimpahan sehingga ia bisa menjadi berkat yang sangat besar bagi pekerjaan Tuhan.

Ketika Tuhan membawa kita masuk ke tanah perjanjian, kita tidak akan lagi hanya berkecukupan, tetapi berkelimpahan sangat dahsyat. Kelimpahan bukanlah keadaan saat kita tidak kekurangan sesuatupun, kelimpahan sesungguhnya adalah saat dimana kita bisa memberi dengan sebebas-bebasnya dan menjadi berkat bagi kemuliaan Tuhan.

Rencana Tuhan untuk memberikan mujizat keuangan besar dalam hidup kita bukan dimaksudkan supaya kita tinggal dalam kenyamanan dan menikmati semuanya untuk kepentingan diri kita sendiri. Mujizat keuangan besar yang akan diberikan-Nya dimaksudkan supaya kita berkelimpahan di dalam menjadi berkat. Sebab rencana besar-Nya adalah keselamatan jiwa-jiwa, lawatan, serta tuaian besar. Dan melalui taburan kitalah lawatan besar itu bisa diwujudnyatakan.

RENUNGAN
Ketika Tuhan membawa kita MASUK KE TANAH PERJANJIAN, kita tidak akan lagi hanya berkecukupan, tetapi KELIMPAHAN YANG SANGAT DAHSYAT.

APLIKASI
1. Apa arti kelimpahan menurut Anda?
2. Apakah yang akan Anda lakukan kalau Anda hidup dalam kelimpahan?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya janji kelimpahan dari Tuhan sungguh-sungguh terjadi dalam hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Terimakasih Tuhan atas janji kelimpahan serta mujizat keuangan besar yang Engkau berikan dalam hidup kami. Ajar kami untuk terus menjadi berkat sehingga nama-MU dipermuliakan melalui hidup kami. Terima kasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.