Taat Pada Rhema Firman

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Amsal 3:1-26

RHEMA HARI INI
Amsal 3:5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Sejak siang Lukas merasakan pusing di belakang kepalanya. Pusing itu sudah dirasakannya sejak ia bertugas pelayanan fotografer siang tadi. Padahal setelah itu ia juga harus bertugas melayani musik di ibadah raya. Lukas bersikeras untuk menahan pusingnya dan tetap berangkat pelayanan musik. Karena belum sempat minum obat, ia berharap pusingnya akan hilang dengan sendirinya. Ternyata pemikirannya itu salah. Ia semakin merasakan pusing di kepalanya. Di saat jeda lagu pujian, beberapa kali ia memijat belakang lehernya demi meredakan sakitnya. Pada saat doa, tiba-tiba ia teringat pada rhema tentang berdoa profetik. Kemudian ia doakan pusingnya. Di dalam hatinya ia sempat ragu apakah mujizat kesembuhan akan terjadi. Namun, ia memutuskan untuk taat dan percaya sepenuhnya pada kuasa Tuhan yang menyembuhkan. Ia semakin sungguh-sungguh berdoa untuk pusingnya. Ternyata keajaiban terjadi! Berangsur-angsur dia tidak lagi merasakan pusing. Bahkan sampai malam sewaktu pulang, bukan hanya pusingnya sembuh tetapi ia juga tidak merasakan lelah.

Tuhan berkehendak agar kita percaya kepadaNya dengan segenap hati dan tidak bersandar pada pengertian kita sendiri. Di dalam cerita di atas tadi, semula Lukas yakin bahwa pusingnya hanya bisa disembuhkan dengan meminum obat. Tetapi ternyata, mujizat terjadi saat ia berdoa meminta kesembuhan. Dengan doa itu, bahkan bukan hanya pusingnya yang disembuhkan, capek dan lelahnya pun dihilangkan. Tuhan memberikan tenaga dan kekuatan baru pada Lukas.

Apa yang dialami Lukas membuktikan pentingnya sebuah rhema yang harus diimani dengan sungguh-sungguh. Berjalan dengan iman yang hanya tertuju pada rhema Firman tanpa melihat situasi dan kondisi yang bisa dilihat dengan mata jasmani itulah yang disebut dengan hidup dengan iman. Kebanyakan orang berkata bahwa sebagai manusia yang memiliki akal dan budi, sudah seharusnya menggunakannya untuk menemukan solusi. Semua masalah harus masuk logika dan nalar. Tetapi hal itu bertolak belakang dengan orang yang beriman. Karena begitu ia mendapatkan rhema dari Tuhan, maka semua pertimbangan manusia itu bisa menjadi hal yang tidak lagi penting. Orang yang beriman percaya sepenuhnya bahwa Tuhan berkuasa untuk melakukan segala perkara, termasuk hal-hal yang mustahil sekalipun. Kita sebagai orang yang beriman harus yakin, selama kita memiliki iman yang tertuju pada rhema maka kita akan selalu berjalan bersama Tuhan. Ketika kita berjalan bersama Tuhan maka semua yang semula kita anggap tidak mungkin akan menjadi mungkin, karena Tuhan sendiri yang berkarya mendatangkan segala mujizat.

RENUNGAN
TAAT berarti hidup dengan IMAN YANG TERTUJU pada RHEMA FIRMAN.

APLIKASI
1. Apakah rhema dari Tuhan bagi saudara hari ini?
2. Bagaimana cara saudara menaati rhema firman Tuhan?
3. Berdoalah untuk rhema yang anda peroleh hari ini!

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terima kasih atas kesaksian yang menyalakan api roh kami hari ini, sehingga rhema firman-Mu dapat menjadi pelita atas jalan yang kami lalui hari ini. Roh Kudus ajar kami untuk lebih peka akan firman Tuhan dan berpegang teguh pada rhema-Nya yang hidup, sehingga kami lebih taat lagi. Berilah kami hati yang taat Bapa, sehingga kami dapat lebih mengasihi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa, Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Diperlengkapi Dan Dilatih

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Samuel 17:12-39

RHEMA HARI INI
1 Samuel 17:34-35 Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.

Sejak lahir, Yessi dibesarkan di keluarga yang ideal. Tidak hanya harmonis, namun juga berkecukupan bahkan lebih dari cukup. Hidup Yessi dari kecil tidak pernah kekurangan baik secara materi maupun secara kasih dan perhatian. Bisa dikatakan bahwa hidup Yessi mendekati sempurna. Sekalipun orangtua Yessi membesarkannya dengan dasar-dasar kekristenan yang kuat, namun Yessi tidak pernah benar-benar merasa membutuhkan Tuhan karena ia sudah merasa cukup dengan semua yang ia miliki saat ini.

Akan tetapi sejak Yessi menikahi Dito, hidupnya berubah 180 derajat. Karena sudah tidak lagi hidup bersama orangtuanya, Yessi kini harus berjuang keras bersama suaminya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Akhirnya Yessi pun datang pada Yesus, dan ia mulai bersungguh-sungguh mencari Tuhan. Dari situlah kisah awal panggilan hidupnya dimulai. Singkat cerita, keadaan Yessi dipulihkan dan bahkan kini melalui kesaksian hidupnya, banyak jiwa mengenal Yesus dan diselamatkan.

Seringkali Tuhan mengijinkan sesuatu terjadi yang membuat kita bertanya-tanya hal positif apa yang akan dapat kita ambil dari semua ini. Sama seperti Yessi yang apabila ia tidak keluar dari zona nyaman di kehidupannya ketika lajang, pasti Yessi tidak akan menjadi Yessi yang sekarang yang dapat memberi dampak kepada banyak orang lewat kesaksian hidupnya. Tidak hanya Yessi saja, banyak tokoh Alkitab yang terkenal pun melalui proses pelatihan dari Tuhan seperti Yusuf, Daud dan masih banyak lagi. Mari kita sadari dan percaya, bahwa apapun yang sedang kita alami saat ini, itu adalah proses Tuhan untuk memperlengkapi dan melatih kita agar kita bisa bangkit menjadi pahlawan Allah untuk memperluas kerajaan-Nya di muka bumi ini.

RENUNGAN
Sadarilah bahwa Tuhan sedang MEMPERLENGKAPI dan MELATIH kita agar kita bisa BANGKIT menjadi PAHLAWAN YANG MENGGONCANG DUNIA

APLIKASI
1. Tahukah Anda bahwa setiap kita yang dipanggil menjadi pahlawan-Nya?
2. Menurut Anda, mengapa Tuhan perlu memperlengkapi dan melatih kita?
3. Tuliskanlah komitmen apa yang dapat Anda lakukan untuk dapat bangkit menjadi pahlawan Allah!

DOA UNTUK HARI INI
“Kami mau Engkau pakai menjadi pahlawan-Mu, ya Tuhan. Teruslah perlengkapi dan latih kami seturut kehendak-Mu, ya Bapa, agar kami dapat Engkau pakai untuk memperluas kerajaan-Mu di muka bumi ini. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Berani Selamatkan Jiwa

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Tesalonika 2:1-12

RHEMA HARI INI
1 Tesalonika 2:2 Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat.

Tidak semua orang bisa dengan mudah menaklukkan rasa takut. Jack Ma bisa bertahan menjalankan Alibaba padahal di 3 tahun pertama Jack Ma tidak mendapatkan apa-apa. Jika saat 3 tahun pertama Jack Ma dirundung ketakutan dan mundur karena Alibaba tidak mendapatkan keuntungan, maka Jack Ma tidak akan menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Banyak hal yang bisa membuat kita takut dan putus asa sehingga membuat kita gagal menjalankan sebuah usaha atau pekerjaan. Pada saat itu Jack Ma sangat yakin dengan apa yang dilakukannya. Dia tidak memperdulikan apa kata orang, tapi hanya fokus pada keyakinannya dan Jack Ma sangat yakin dengan apa yang dilakukannya bahwa akan ada pelipatgandaan dan percepatan dengan usahanya. Saat ini Jack Ma sukses dengan usahanya.

Begitu juga dengan Gembala Sidang kita Bp. Pdt. Obaja Tanto Setiawan. Jika saat itu beliau hanya mendengarkan sindiran orang dan tidak fokus dengan pekerjaan Tuhan, maka tidak akan pernah ada GBI Keluarga Allah yang sekarang. Beliau mampu mengatasi rasa takut sehingga beliau bisa dipakai Tuhan untuk menyelamatkan banyak jiwa dan mengembangkan gereja kita Keluarga Allah.

Jika kita ingin menjadi pahlawan Allah dan pahlawan bagi keluarga kita, kita harus bangkit dan mengobarkan api kasih mula-mula supaya terus menyala dalam hidup kita. Kalahkan semua ketakutan dan intimidasi yang datang kepada kita dan bangkitlah menjadi pahlawan penyelamat jiwa yang gagah berani. Percayalah bahwa semua yang kita lakukan di dalam Tuhan tidak akan pernah sia-sia. Ketika kita bangkit menjadi pahlawan penyelamat jiwa, maka kita bisa dipakai Tuhan dan mendapat kesempatan untuk mendapatkan mahkota di sorga.

RENUNGAN
Orang-orang yang berhasil MENAKLUKKAN RASA TAKUT akan muncul sebagai PAHLAWAN PENYELAMAT JIWA yang GAGAH BERANI.

APLIKASI
1. Ketakutan apakah yang ada dalam hati Anda untuk bersaksi kepada orang lain?
2. Bagaimana Anda mengatasi ketakutan tersebut?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda bisa bangkit menjadi pahlawan penyelamat jiwa yang gagah berani?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami mau bangkit menjadi pahlawan penyelamat jiwa yang gagah berani. Urapilah kami dengan Roh Kudus-MU sehingga perkataan kami akan dipenuhi dengan kuasa-MU dan kami bisa membawa banyak jiwa datang kepada-MU. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Kasih Allah Yang Menggerakkan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 9:35-38

RHEMA HARI INI
Matius 9:36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

Seorang mahasiswa diminta untuk mengajar kelas sekolah minggu di gereja dekat kampus. Ia diberi tugas kecil yaitu melayani seorang anak berumur 11 tahun. Tidak berapa lama, anak sekolah minggu ini mengajak seorang temannya lagi, jadilah sang pemuda melayani dua orang anak sekolah minggu. Setelah beberapa minggu, pemuda ini merasa kecewa dengan pelayanan yang seolah tidak memuaskan, ia mendatangi pengawas untuk minta berhenti. Pengawas itu berkata, “Saya tidak ingin memberikan kelas ini kepadamu sejak semula, karena saya pikir pasti engkau akan jemu, dan saya benar.” Respon pengawas itu membuat pemuda tersebut marah, tersinggung, dan malu, sehingga akhirnya ia minta waktu untuk berpikir ulang.

Setiap sore selama seminggu penuh, pemuda ini berdoa dan merenungkan pelayanannya. Ia merasa ditegur Tuhan dan setiap hari terbayang terus akan kasih Tuhan yang sudah dialaminya. Berangsur-angsur hatinya terasa hangat dan dipenuhi dengan Kasih Allah dan rasa ingin berbuat lebih lagi untuk melayani, ia lalu mendoakan murid sekolah minggunya dan minta kekuatan dari Tuhan. Hari minggunya ia kembali ke gereja dengan semangat yang baru, ia kalahkan egonya, rasa malas, dan minggu depannya, tiba-tiba Tuhan kirimkan anak-anak lain datang ke kelasnya. Pada akhir tahun, kelasnya itu sudah berkembang menjadi lima puluh anak, semuanya telah menerima Kristus dan banyak dari keluarga mereka yang juga datang beribadah di gereja itu.

Apakah Anda sudah terlibat dalam pelayanan? Bagaimana keadaan dan kondisi pelayanan Anda? Apakah rasa jenuh, capek dan malas lebih mendominasi hati dan perasaan Anda? Hari ini mari kita mengevaluasi kondisi hati dan pelayanan kita, apakah kita melayani karena paksaan dari orang-orang di sekitar kita, ataukah kita melayani karena hati kita meluap dengan kasih Allah dalam kehidupan kita? Disaat kita mengingat perbuatan-Nya yang ajaib dalam hidup kita, tidak ada alasan untuk kita tidak melayani dengan penuh semangat, memang ada harga yang harus kita bayar, berkorban dengan berkurangnya waktu untuk hobi dan kesenangan kita, energi bahkan uang kitapun harus kita korbankan. Selamatkan jiwa berapapun harganya bukan lagi kalimat yang jauh di angan. Apa yang Tuhan percayakan pada kita saat ini, itu yang menjadi bagian yang kita harus kerjakan. Tanpa pengorbanan tidak akan ada jiwa baru yang dimenangkan. Penuhi hati kita dengan kasih Allah, dan kita pasti bergerak selamatkan jiwa.

RENUNGAN
Hanya HATI YANG DIPENUHI KASIH ALLAH yang akan BERGERAK untuk SELAMATKAN JIWA BERAPA PUN HARGANYA.

APLIKASI
1. Bagaimanakah Anda merasakan kasih Allah dalam hidup Anda?
2. Mengapa penting kita membagikan kasih Allah kepada orang lain?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda bisa membagikan kasih Allah dan menyelamatkan jiwa?

DOA UNTUK HARI INI
“Kami bersyukur atas kasih-Mu yang luar biasa yang Engkau nyatakan dalam hidup kami Ya Tuhan. Kami rindu membagikan kasih-MU kepada orang-otang di sekeliling kami. Pakailah hidup kami sebagai alat bagi pelebaran kerajaan-MU di muka bumi ini. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Keberhasilan Adalah Keharusan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Korintus 9 : 1 – 27

RHEMA HARI INI
1 Korintus 9:26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.

Ada seorang pria yang bekerja sebagai pembuat sepatu di Inggris pada tahun 1700 yang menempelkan peta dunia ke dalam tokonya. Dia berkata bahwa hal itu dilakukan untuk mengingatkan dia berdoa bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia. Tidak cukup dengan berdoa, dia juga ingin menyampaikan kabar baik bagi orang-orang yang belum mengenal Tuhan dengan menjadi seorang misionaris. Akan tetapi, pada waktu dia menyampaikan keinginannya dalam rapat gereja, bukannya mendapat dukungan justru olok-olok diperolehnya dari mereka yang ada di ruang rapat tersebut.

Dialah William Carey, sang pembuat sepatu yang kemudian tetap memperjuangkan kerinduannya menyampaikan kabar baik ke seluruh penjuru dunia. Walaupun tidak ada orang yang mendukungnya, dia tetap percaya Tuhan akan membantunya. Dengan penuh keyakinan, dia memulai perjalanan misinya ke negara India. Pada awal pelayanan misinya memang tidak berjalan mulus, tetapi Carey bisa melaluinya dan bertahan. Hingga akhirnya perjuangan Carey menjadikan dia seorang yang dikenang sebagai seorang penginjil yang hebat dan berpengaruh. William Carey juga berhasil menerjemahkan Alkitab ke berbagai bahasa.

Kitapun bisa menjadi seperti William Carey yang berhasil menyelamatkan banyak jiwa. Kuncinya adalah memiliki dedikasi yang tinggi, yaitu siap melakukan apa saja demi keberhasilan. Ya, keberhasilan menjangkau banyak jiwa. Bagi orang yang berdedikasi, keberhasilan adalah sebuah keharusan, bukan moga-moga. Orang berdedikasi akan memiliki keyakinan yang pasti dalam apa yang dikerjakannya meskipun seolah-olah itu sulit. Mengapa? Karena Tuhan pasti akan membantu dan berada di pihak kita. Keberhasilan bukan hanya keinginan semata, tetapi suatu tujuan yang diperjuangkan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, marilah kita ambil keputusan untuk berdedikasi penuh dalam proyek penyelamatan jiwa. Mulailah dengan diri kita sendiri dan gerakkan orang lain di sekeliling kita utnuk memiliki kerinduan dan dedikasi yang sama untuk memberitakan kabar baik. Percayalah Allah Sang Sumber Kuasa itu akan memberikan urapan berkuasa pada kita untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. (LEW)

RENUNGAN
Bagi orang yang berdedikasi, KEBERHASILAN adalah KEHARUSAN, bukan moga-moga.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda berdedikasi dalam penyelamatan jiwa-jiwa saat ini ? Jika sudah atau belum, mengapa?
2. Bagaimana cara Anda untuk mencapai keberhasilan dalam memberitakan berita keselamatan kepada orang yang belum mengenal Tuhan?
3. Sebutkan komitmen Anda dalam pelayanan menyelamatkan jiwa-jiwa yang belum mengenal Tuhan!

DOA UNTUK HARI INI
Bapa, kami bersyukur untuk setiap hal yang Engkau percayakan kepada kami. Kami mau memiliki dedikasi yang tinggi dalam penyelamatan jiwa-jiwa. Kami percaya, keberhasilan menyelamatkan jiwa pasti Engkau berikan bagi kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Urapan Berkuasa Untuk Selamatkan Jiwa

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yesaya 42:1-9

RHEMA HARI INI
Yesaya 42:6 “Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,

Gereja kita, Keluarga Allah, saat ini terus berkembang hingga ke beberapa daerah di Indonesia. Sungguh luar biasa, kegerakan rohani yang pada mulanya muncul dari semangat pelayanan 7 orang yang rutin berkumpul dan berdoa di rumah Pdt. Obaja Tanto Setiawan di Solo, kini telah berkembang pesat ke berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, gereja kita juga diberkati dengan banyak pelayanan melalui media. Melalui pelayanan media, dampak dari perkembangan gereja kita semakin terasa di berbagai daerah. Upaya gereja kita untuk membangun berbagai gereja lokal di Indonesia dan di seluruh dunia bertujuan agar Firman Tuhan dan berita keselamatan dapat menjangkau semakin banyak orang. Melalui pelayanan yang berkembang dan bertumbuh ini, banyak mujizat dan terobosan terjadi dalam kehidupan rohani jemaat, banyak orang diselamatkan, dan nama Tuhan semakin dipermuliakan.

Yesaya 42:6 menjelaskan kepada kita bahwa Tuhan memanggil kita semua untuk maksud penyelamatan jiwa-jiwa. Lalu bagaimanakah tanggapan kita tentang maksud panggilan Tuhan itu? Sampai sejauh mana kita meresponi dan melakukan maksud panggilan itu? Padahal gereja kita, Keluarga Allah adalah gereja yang bertumbuh dari semangat pelayanan menyelamatkan jiwa. Kemajuan dan perkembangan gereja kita adalah bukti penghargaan dan kepercayaan dari Tuhan atas semua perjuangan visi dan misi menyelamatkan jiwa, maka sudah seharusnya kita pun harus aktif dan tidak boleh ketinggalan untuk bersama-sama melaksanakan visi tersebut.

Melihat pertumbuhan dan perkembangan gereja kita yang luar biasa ini, kita tidak boleh lupa bahwa kemajuan dan perkembangan gereja kita bukanlah karena usaha kita, tetapi karena semata-mata anugerah urapan Tuhan. Tuhanlah yang membuat gereja kita menjadi besar dan terus berkembang. Semua yang dialami oleh gereja kita adalah karena perkenanan Tuhan. Tuhan berkenan memberikan urapan karena kita mau, siap, dan terus bergerak untuk maksud penyelamatan dari Tuhan ini. Itulah bagian kita, bersedia, siap, dan terus bergerak untuk menyelamatkan banyak jiwa. Ketika kita menjalankan bagian kita, maka seperti janjiNya dalam kitab Yesaya tadi, Tuhan pun akan segera menyatakan janjiNya, tanganNya akan memegang kita dan menjadikan kita sebagai terang bagi bangsa-bangsa.

RENUNGAN
Hanya orang yang MAU DIPAKAI TUHAN untuk MENYELAMATKAN JIWA yang akan DIPERLENGKAPI dengan URAPAN UNTUK BERKUASA.

APLIKASI
1. Renungkanlah, bagaimana seharusnya kita menanggapi tentang maksud panggilan Tuhan atas diri kita?
2. Renungkanlah, apakah selama ini kita sudah bersungguh-sungguh melakukan maksud panggilan kita? Ambilah komitmen baru untuk melakukan panggilan Tuhan!
3. Bersyukurlah karena Tuhan telah berkenan memanggil kita dan menjadikan kita sebagai alatNya untuk menyelamatkan banyak jiwa, berdoalah agar Tuhan berkenan mengurapi kita dengan kuasaNya sehingga kita mampu menjangkau semakin banyak jiwa!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami bersyukur karena Engkau berkenan memakai kami menjadi alat kerajaanMu. Kami mau, siap, dan berjanji untuk terus bergerak melakukan maksud panggilanMu atas kami, menjangkau dan menyelamatkan banyak jiwa. Kami mohon urapanMu supaya Roh KudusMu berkarya sepenuhnya dalam diri kami sehingga kami mampu melakukan perkara-perkara besar supaya semakin banyak jiwa diselamatkan dan memuliakan NamaMu. Di dalam Nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Kuasa Dari Tuhan Untuk Mengadakan Mujizat

BACAAN HARI INI
Lukas 9:1-6

RHEMA HARI INI
Lukas 9:1 Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.

Seorang ibu menceritakan kesaksiannya kepada Bp. Pdt. Obaja. Bayinya yang baru berumur 15 hari didiagnosa dokter menderita radang selaput otak atau yang dikenal dengan nama meningitis, dan harapan hidupnya tinggal 50%. Hati ibu ini hancur mendengar diagnosa dokter tersebut. Namun ketika ia mendengar kotbah di gereja kita bahwa ini adalah tahun mujizat besar, ibu ini menangkap dengan iman. Selama masa pengobatan anaknya, ibu ini terus memperkatakan perkataan profetik bahwa anaknya pasti sembuh, anaknya kuat, mujizat besar pasti terjadi. Ibu ini terus menyanyikan untuk anaknya lagu-lagu yang membangkitkan iman, bahkan ia meminta kuasa Roh Kudus memenuhi hidup anaknya.

Keajaiban Tuhan dinyatakan secara luar biasa. Dua belas hari setelah pengobatan, dokter mengatakan bahwa bayi ibu ini memiliki daya juang yang sangat tinggi dan saat ini dokter menyatakan bahwa bayi ibu ini sudah sembuh total! Tidak ada lagi peradangan selaput otak, semuanya sudah disembuhkan total secara ajaib oleh Tuhan Yesus! Luar biasa! Melalui kejadian ini, ibu ini semakin yakin dan percaya bahwa mujizat Tuhan itu nyata, dan iman itu sungguh berkuasa.

Kalau kita perhatikan, sekarang ini sudah bukan jamannya lagi jemaat mencari-cari hamba Tuhan untuk minta didoakan, tetapi jemaat bisa mendoakan pergumulannya sendiri dan mujizat terjadi. Sebab sesungguhnya setiap kita yang percaya sudah diberi kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat. Mujizat bukan hanya bisa dikerjakan oleh hamba-hamba Tuhan saja, tetapi setiap orang yang percaya diberi kemampuan oleh Tuhan untuk mengerjakan mujizat. Kuasa untuk mengerjakan mujizat itu diberikan Tuhan kepada kita supaya kita bisa menjadi saksi-Nya, memberitakan bahwa Tuhan itu nyata, Tuhan itu besar kuasanya. Ketika kita menggunakan kuasa yang sudah Tuhan berikan kepada kita itu untuk bersaksi kepada banyak orang, maka hidup kita akan dipenuhi dengan anugerah Tuhan, kita bisa dipakai Tuhan menyelamatkan banyak jiwa dan memuliakan nama Tuhan.

RENUNGAN
Hanya ketika Tuhan memberikan TENAGA dan KUASA, kita bisa memperoleh kuasa untuk MENGADAKAN MUJIZAT.

APLIKASI
1. Percayakah Anda bahwa Tuhan sudah memberikan kuasa kepada Anda untuk melakukan mujizat?
2. Pernahkah Anda mengerjakan mujizat? Mujizat apa yang pernah Anda alami karena hasil doa Anda sendiri?
3. Apa komitmen Anda supaya Anda bisa mengerjakan mujizat dan menjadi saksi Tuhan dalam hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Terimakasih Tuhan atas karunia-MU yang luar biasa bagi kami. Kami percaya bahwa kami sudah diberi kuasa untuk mengerjakan mujizat supaya kami bisa menjadi saksi-MU dan membawa banyak jiwa datang kepada-MU. Pakailah hidup kami bagi kemuliaan-MU. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Respon Segera

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Kisah Para Rasul 26:12-23

RHEMA HARI INI
Kisah Para Rasul 26:19 Sebab itu, ya raja Agripa, kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat.

Sedari kecil menjadi seorang pengusaha adalah impian Paul. Tetapi malam itu ketika ia sedang bergumul dan mendoakan jurusan pilihannya untuk mendaftar kuliah, ia dengan sangat jelas mendengar suara dalam hatinya berkata: “Dokter!” Paul segera menyadari bahwa itu adalah suara Tuhan. Sekalipun ia tak pernah memiliki keinginan menjadi dokter, namun Paul tetap memutuskan untuk taat. Alih-alih memilih jurusan International Business Management, akhirnya ia menjatuhkan pilihannya di jurusan Kedokteran.

Sepuluh tahun berlalu, kini Paul telah menjadi seorang ahli bedah yang sukses dipakai Tuhan luar biasa. Tidak hanya ia mengobati pasien dengan ilmu yang ia dapatkan di bangku kuliah, tetapi juga melalui profesinya itu, sudah banyak sekali pasiennya yang mengenal Yesus karena Paul. Dan tidak pernah sekalipun ia menyesali keputusannya menjawab panggilan Tuhan tersebut sekalipun itu berarti ia harus mengubur cita-citanya sendiri.

Ya, setiap kita diciptakan Tuhan dengan panggilan hidup kita masing-masing. Bahkan mulai dari dalam kandungan, kita sudah dipanggil menjadi pahlawan Allah untuk memperluas kerajaan-Nya di muka bumi ini. Meski demikian, tidaklah jarang bahwa apa yang Tuhan ingin kita lakukan bukanlah hal yang sejatinya kita inginkan. Namun ketika kita memutuskan untuk taat dan merespon panggilan Tuhan, maka pasti akan ada anugerah besar yang telah Tuhan sediakan menanti di hadapan kita.

RENUNGAN
Belajarlah untuk SEGERA MERESPON setiap kali Tuhan MEMANGGIL kita untuk melakukan sesuatu bagi-Nya.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda merespon panggilan Tuhan dalam hidup Anda?
2. Menurut Anda, mengapa Tuhan ingin agar kita segera meresponi panggilan-Nya?
3. Apakah yang dapat kita lakukan agar panggilan Tuhan dalam hidup kita dapat tergenapi?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami tahu Engkau punya rencana yang besar dalam hidup kami. Kami mau mengambil komitmen untuk belajar taat dan dengan segera meresponi panggilan-Mu, ya Tuhan. Karena kami mau dapat Engkau pakai menjadi pahlawan-Mu untuk memperluas kerajaan Allah di muka bumi ini. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Pahlawan Yang Bekerja Di Ladang-Nya

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 20:1-16

RHEMA HARI INI
Matius 20:1 “Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.”

Saat ini negara kita sedang gencar membangun infrastruktur, berupa jalan tol, pelabuhan, bandara, jalan raya, bendungan untuk mendukung perekonomian dan distribusi barang dan jasa di daerah. Dalam proses pembangunan infrastruktur ada target waktu yang ditentukan. Para pekerja memeras tenaga dan pikiran untuk bisa mengejar deadline pengerjaan supaya bisa tepat waktu. Mulai dari merekrut pekerja dari daerah sekitar, merekrut tenaga ahli, memikirkan distribusi bahan bangunan, membuat rancangan anggaran, membuat desain, dan lain sebagainya. Pekerjaan besar dimulai dan peralatan berat berdatangan, para pekerja berduyun-duyun datang, kesibukan besar dimulai.

Saat membutuhkan pekerja, tidak semua orang merespon lowongan yang dibuka. Bagi yang merespon panggilan pekerjaan maka orang itu akan menerima upah dari hasil pekerjaannya. Bagi yang bersedia lembur juga pasti akan menerima upah yang lebih. Bagi pekerja yang memiliki loyalitas, pekerja keras, rajin, jujur pasti juga akan menerima hasil yang berbeda dari yang lain. Jika ada pekerja yang undur maka para mandor harus dengan gigih mencari pekerja pengganti supaya bisa memenuhi target pekerjaan.

Saat ini Tuhan juga mempunyai pekerjaan besar yang sudah dikejar deadline. Pekerjaan ini adalah pekerjaan yang sangat mulia, yaitu menyelamatkan jiwa. Tuhan sangat membutuhkan pahlawan-pahlawan yang militan. Pekerjaan besar Tuhan ini adalah masalah hidup di surga, bagi yang percaya dan merespon panggilan Tuhan. Pekerja-pekerja Tuhan ini nantinya akan ditempa menjadi pahlawan-pahlawan yang tangguh. Pahlawan yang tahan banting sesuai dengan panggilannya. Pahlawan-pahlawan Allah ini nantinya akan di didik dalam Sekolah Orientasi melayani, Encounter dan ESBC, jika ingin lebih spesifik bisa belajar di STT El Shaddai. Saat ini waktunya semakin menipis sedangkan tuaian sangat banyak dan pekerjanya sangat sedikit. Untuk menjadi pahlawan Allah, kita bisa selamatkan jiwa melalui pekerjaan atau profesi kita dengan menceritakan kebaikan Tuhan yang tidak pernah habis dalam hidup kita. Setiap kita memiliki latar belakang yang berbeda, melalui perbedaan inilah Tuhan memanggil kita supaya kita bisa menjadi pahlawan-pahlawanNya untuk selamatkan jiwa melalui talenta yang kita miliki.

RENUNGAN
Tuhan mau MELIBATKAN sebanyak mungkin PAHLAWAN untuk BEKERJA DI LADANG-NYA.

APLIKASI
1. Mengapakah Tuhan membutuhkan banyak pahlawan untuk bekerja di ladang-Nya?
2. Apa respon Anda terhadap kesempatan yang Tuhan berikan ini?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda bisa dipakai Tuhan menjadi pahlawan di ladang-Nya?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami bersyukur sebab Engkau memberikan kesempatan kepada kami untuk bekerja di ladang-MU. Kami mau menghargai kesempatan ini dan bekerja dengan sungguh-sungguh untuk membawa terang serta memberitakan kabar keselamatan kepada banyak orang untuk kemuliaan nama-MU. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Tuhan Tahu Keperluanmu

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Petrus 5:1-11

RHEMA HARI INI
1 Petrus 5:6-7 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Hendra adalah pengusaha yang memproduksi pakaian bayi dan anak-anak. Bulan lalu rekan kerja yang biasa memasarkan produksinya sampai ke kota-kota lain mendadak memutuskan kerja sama mereka. Praktis Hendra kehilangan pasar untuk produksi pakaiannya. Ia sudah mencoba memasarkan sendiri sampai ke Surabaya, namun hasilnya masih jauh dari target yang dibutuhkan. Siang itu saat tengah mengendarai mobil bersama istrinya, Hendra yang selalu memutar radio El-Shadday mendengar bapak Obaja sedang siaran suara gembala. Tiba-tiba ada suara dalam hati Hendra yang menggerakkannya untuk menabur. Padahal waktu itu ia dalam kondisi susah dan masih harus membayar sejumlah cek tagihan. Dalam hati Hendra berkata, jika ini benar suara Tuhan, istriku pasti setuju bila kami menabur untuk pekerjaan Tuhan.

Dan istrinya ternyata setuju ketika Hendra mengutarakan bahwa ia tergerak ingin memberikan taburan. Singkat cerita mereka menghubungi sekertaris pak Obaja dan mengatur waktu untuk bertemu dengan beliau. Waktu pak Obaja bertanya ingin di doakan apa, Hendra malah bingung, karena ia hanya menuruti apa kata Tuhan. Akhirnya pak Obaja mendoakan dan memberkati keluarga dan pekerjaan Hendra. Dua minggu setelahnya, Joko, pegawai kepercayaan rekan kerjanya dahulu datang menemuinya untuk melamar pekerjaan di tempat Hendra. Joko merasa tidak damai sejahtera lagi bekerja disana. Lama mengobrol, Joko bertanya, “Bapak tidak mencoba memasarkan di Jakarta?” Hendra menjawab belum karena tidak kenal siapa-siapa dan tidak tahu harus memasarkan kemana. Jawaban Joko sungguh tak disangka, “Saya beri alamat-alamatnya pak, supaya tidak usah repot mencari-cari.” Setelahnya usaha Hendra dan istrinya maju pesat dan mereka kini menjadi berkat bagi Tuhan dan sesama.

Setiap kita tentunya bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun Yesus berkata janganlah kamu kuatir tentang apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum. Sebab Bapa kita di surga tahu bahwa kita membutuhkan hal-hal itu, Bapa tahu setiap kebutuhan kita sekecil apapun. Belajarlah untuk jujur dan rendah hati mengakui bahwa kita memang membutuhkan hal-hal duniawi. Dan justru saat kita mengakui kebutuhan kita, namun kita memilih untuk mendahulukan kepentingan kerajaan Allah, untuk memajukan pekerjaan Tuhan dan menyelamatkan jiwa-jiwa yang hilang, saat itulah urapan untuk berkuasa akan di berikan pada kita. Untuk menjadi pahlawan Allah kita tidak perlu maju ke medan pertempuran secara fisik, apapun yang kita lakukan dalam posisi kita saat ini, yang bertujuan untuk memperluas kerajaan Allah, maka kita telah ikut berjuang sebagai pahlawan-pahlawan Allah. Utamakan Tuhan, carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua akan ditambahkan kepada kita. (PF)

RENUNGAN
Sementara kita mendahulukan Kerajaan Allah, belajarlah JUJUR dan RENDAH HATI untuk MENGAKUI bahwa kita memiliki BANYAK KEPERLUAN.

APLIKASI
1. Selama ini manakah yang selalu Anda dahulukan? Kepentingan Anda atau kerajaan Allah?
2. Tindakan mendahulukan Tuhan apa yang sudah Anda lakukan?
3. Dengan posisi Anda sekarang, apa yang bisa Anda lakukan untuk menjadi pahlawan Allah?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa di surga, kebutuhan kami memang banyak tapi kami mau belajar untuk mengutamakan Engkau. Membangun kerajaan-Mu dan memajukan pekerjaan-Mu. Kami percaya Engkau akan memenuhi segala keperluan kami menurut kekayaan dan kemuliaan-Mu. Terimakasih Bapa, dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.