Kunci Kesembuhan Batin Dan Kemerdekaan Sejati

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yohanes 8:30-36

RHEMA HARI INI
Yohanes 8:32 “dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Setiap hari, Dana merasa selalu saja melakukan kesalahan di mata Doni. Meski ia selalu berlaku ramah, sewaktu berpapasan, rekan kerjanya itu selalu mengabaikannya. Suatu pagi, belum juga ia sempat duduk, tiba-tiba terdengar teriakan Doni, “Kalau masuk, sepatunya dibersihkan dulu dong! Kotor banget nih ruangannya! Bikin ga nyaman kerja.” Dana menatap lantai. Ia baru sadar ternyata sepatunya meninggalkan jejak. Sambil meminta maaf, Dana segera keluar membersihkan sepatu. Meskipun Dana menyadari keteledorannya, tetapi perkataan Doni mengusik perasaannya. Namun, Dana tidak mau terjebak dalam sakit hati. Ia berusaha untuk tetap positif dan memiliki hati yang memancarkan kasih.

Tuhan Yesus mengajar kita untuk tetap berpegang kepada firman-Nya, supaya kita bisa mengetahui kebenaran dan memperoleh kemerdekaan. Hal itulah yang diperjuangkan Dana dari setiap peristiwa yang dialaminya. Ia berusaha untuk melihat segala sesuatu dengan kacamata Tuhan. Kacamata itulah yang akan selalu mengungkap kebenaran dan membawa kemerdekaan di balik setiap peristiwa yang terjadi.

Hari ini, mari kita belajar untuk selalu memakai kacamata Tuhan. Tanpa kacamata Tuhan, kita hanya akan melihat kegagalan, keterpurukan, penderitaan, kekecewaan, dan pahit hati. Karena itu, datanglah kepada Tuhan. Mintalah hikmat-Nya, supaya kita bisa mengambil sikap dan keputusan yang benar atas berbagai permasalahan yang ada. Teruslah pegang firman-Nya dengan semakin disiplin membaca Alkitab, semakin disiplin datang Pondok Daud, serta semakin disiplin doa dan berpuasa. Maka saat itulah, mata kita akan mampu melihat dengan jelas sesuai dengan pandangan Tuhan. Kita akan selalu bisa bersyukur, kita bisa mengampuni, kita bisa merespons dengan positif, dan kita bisa melakukan kehendak Tuhan. Tuhan pun tidak akan diam saja. Dia akan menyembuhkan kita dari pahit hati, sehingga kita bisa mengalami mujizat kesembuhan batin. Saat itulah, satu per satu rencana Tuhan akan digenapi secara sempura dalam hidup kita.

RENUNGAN
Hanya orang yang bisa MELIHAT DENGAN KACAMATA TUHAN yang akan mengalami KESEMBUHAN BATIN dan KEMERDEKAAN YANG SEJATI.

APLIKASI
1. Apakah saat ini Anda memiliki kepahitan atau Anda pernah menyakiti hati orang lain? Apakah akibatnya dalam keseharian Anda?
2. Dalam hal apakah Anda perlu untuk bisa melihat dengan kacamata Tuhan?
3. Bagaimana Anda bisa belajar untuk melihat dengan kacamata Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, berikanlah kami hikmat-Mu, supaya kami bisa melihat setiap peristiwa sesuai dengan pandangan-Mu. Ampunilah kesalahan kami yang telah menyakiti hati sesama kami dan kami pun mau mengampuni semua orang yang telah bersalah kepada kami. Kami mohon agar berkat damai sejahtera-Mu turun atas kami semua. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Janji Perkenanan Tuhan Dalam Pengampunan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 6:5-15

RHEMA HARI INI
Matius 6:14-15 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

Orangtua. Mereka adalah orang-orang pertama di dunia ini yang seharusnya membuat kita merasa aman, hangat, dan terlindungi. Namun, ingatan pertama masa kecil Joyce tentang ayahnya adalah bagaimana ia dilecehkan secara seksual. Saat berumur 9 tahun, ia memberitahukan kepada ibunya mengenai apa yang sang ayah selalu lakukan kepadanya, tetapi ibunya tak mempercayainya. Di umurnya yang ke-12 atau 13, ayah Joyce berkata hendak mengajarinya untuk menyetir. Namun itu hanyalah akal-akalan untuk dapat memperkosanya. Perlakuan tidak pantas dari ayahnya dari waktu ke waktu menghancurkan hati Joyce. Terlebih lagi ketika ibunya memergoki apa yang dilakukan suaminya kepada anak mereka. Bukannya menolong Joyce, ia malah keluar dari rumah dan kembali dua jam kemudian dengan sikap biasa-biasa saja. Seolah tak ada yang terjadi.

Dengan segala hal buruk yang menimpa Joyce, rasanya mustahil untuk dapat mengampuni kedua orangtuanya. Namun, ia melakukannya. Meski sang ayah selalu mengelak dan menyangkali kenyataan, beberapa kali ia mencari ayahnya dan berkata bahwa ia telah memaafkan sang ayah atas semua yang terjadi di masa lalu. Bahkan, ia dan suaminya membelikan rumah untuk kedua orangtuanya. Bertahun kemudian, sang ayah mengakui kesalahannya dan meminta pengampunan Joyce. Hubungan mereka pun Tuhan pulihkan dengan pertobatan sang ayah. Inilah kisah Joyce Meyer, salah satu pembicara dan penulis buku Kristen paling terkemuka dari Amerika. Kisah hidupnya telah menolong jutaan orang untuk menemukan pengharapan dalam masa-masa pahit hidup mereka.

Saat kepahitan menguasai hidup kita, mengampuni bukanlah topik yang ingin kita sentuh. Bahkan kalau bisa kita buang jauh-jauh. Namun, suka tidak suka, pengampunan adalah keharusan. Sebab, hanya dengan cara demikianlah, Tuhan bisa mengampuni kesalahan-kesalahan kita. Saat hati kita benar di hadapan Allah, perkenanan-Nya akan turun atas kita. Mujizat kesembuhan batin bukan hanya terjadi dalam kita, Tuhan bahkan dapat memakai hidup kita untuk mendatangkan kesembuhan atas kepahitan dalam hidup banyak orang. (MV.L)

RENUNGAN
Ketika kita BISA MENGAMPUNI, perkenanan Tuhan akan SEMAKIN NYATA dalam hidup kita.

APLIKASI
1. Apakah yang membuat Anda sulit untuk mengampuni orang yang bersalah kepada Anda?
2. Mengapa Anda harus bisa mengampuni?
3. Bagaimana Anda dapat mulai mengampuni orang tersebut?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, ajarkan kami untuk dapat mengampuni orang-orang yang melakukan kesalahan kepada kami. Alirkanlah kasih-Mu daam hati kami dan kuatkan hati kami, agar kami dapat melakukan apa yang berkenan di hati-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Kasih Allah Yang Memampukan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Ibrani 12:1-17

RHEMA HARI INI
Ibrani 12:15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Erik Fitzgerald sedang bersiap untuk menjadi ayah baru ketika dunianya berubah dalam sekejap. Erik, seorang pendeta muda dari Georgia, terbangun pada suatu pagi di bulan Oktober 2006 dengan berita bahwa mobil istrinya ditabrak oleh seorang petugas pemadam kebakaran yang tertidur di belakang kemudi saat pulang dari bertugas jaga 24 jam. Istrinya, June yang sedang hamil, meninggal seketika bersama dengan bayinya yang belum lahir. Faith, putrinya yang saat itu berusia 19 bulan, selamat dari kecelakaan itu.

Di tengah kesedihannya, Erik melihat bahwa ini adalah kesempatan yang diberikan Tuhan untuk mempraktikkan pengampunan seperti yang sudah ia terima sendiri dari Tuhan Yesus. Di tengah deraan rasa bersalah yang sangat berat yang dialami oleh Matt Swatzell si petugas pemadam kebakaran, Erik memohon hukuman yang ringan kepada pengadilan agar Matt dapat dibebaskan dari penjara dan hanya menjalani hukuman luar serta membayar denda. Saat mereka bertemu di peringatan 2 tahun kematian June, Erik memeluk Swatzell yang menangis penuh penyesalan. Peristiwa itu membuahkan persahabatan yang berlanjut hingga hari ini. Pengampunan yang diberikan oleh Erik telah menyembuhkannya dari rasa kehilangan dan memulihkan Swatzell dari rasa bersalah yang memenjarakannya.

Kita yang terlebih dahulu menerima kasih dari Allah akan dimampukan untuk mengasihi bahkan mengampuni. Orang yang tidak bisa mengampuni, sebenarnya belum mengalami kepenuhan kasih Allah. Kita perlu menyadari bahwa kita pun juga berdosa terhadap Tuhan namun Tuhan tetap mengasihi kita serta mengampuni kita. Itu sebabnya, hari ini marilah kita mengambil keputusan untuk mengampuni orang lain sehingga hidup kita dimerdekakan dari segala kepahitan hidup dan kita bisa menerima anugerah yang sangat besar dari Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.(ABU)

RENUNGAN
Yang MEMAMPUKAN kita bisa MENGAMPUNI orang lain adalah KASIH ALLAH YANG MEMENUHI HATI kita.

APLIKASI
1. Peristiwa menyakitkan apa yang pernah Anda alami?
2. Apakah respon Anda terhadap peristiwa tersebut?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil supaya Anda bisa melepaskan pengampunan terhadap orang yang sudah menyakiti Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami buka hati kami untuk menerima kepenuhan kasih-MU. Biarlah kasih-MU itu mengalir keluar dari hati kami kepada orang-orang yang ada di sekeliling kami, juga untuk orang-orang yang sudah menyakiti hati kami. Kami percaya kasih-MU akan memampukan kami untuk mengampuni. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Pemulihan Melalui Pengampunan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 18:21-35

RHEMA HARI INI
Matius 18:21-22 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

“Nggak, nggak mau, aku nggak bisa Jo.” Spontan kata-kata itu meluncur dari bibir Tedy saat Josef meminta Tedy melepaskan pengampunan pada Irwan adiknya. Josef bukan tidak tahu besarnya pengorbanan dan kasih Tedy pada adiknya. Berulangkali Tedy harus menghadapi masalah dan mengeluarkan sejumlah besar uang karena ulah Irwan. Kali ini sertifikat rumah warisan orang tua yang mereka tinggali, digadaikan oleh Irwan. Dan Irwan pergi tanpa meninggalkan pesan, Tedy lah yang harus berurusan dengan penagih hutang. Ia harus membayar cicilan sampai lunas atau rumah mereka disita. Habis sudah kesabaran Tedy, ia marah sekali pada adiknya. Hari-harinya jadi suram, usahanya mengalami kemunduran dan Tedy jadi menderita sakit lambung yang cukup parah. Josef bisa mengerti kepahitan hati Tedy.

Malam itu Tedy bermimpi, ia melihat Yesus di kayu salib yang masih tergeletak di tanah dengan tangan terentang dan paku setengah menancap di tangan-Nya. Saat Tedy teringat Irwan, amarah dan kebenciannya timbul, tangannya mengayun dan darah pun menyembur. Di tengah kebingungan Tedy melihat ada palu ditangannya, ternyata ia yang mengayun palu memukul paku di tangan Yesus. Tedy melihat Yesus tersenyum dan berkata, “Untuk inilah Aku disalib, untuk menebus dosa dan kesalahan. Sebab Aku mengasihi orang yang kamu benci.” Tedy membuang jauh-jauh palunya dan menangis sangat keras. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa jika ia tidak mau mengampuni berarti Tuhan harus mengucurkan darah lebih banyak lagi untuk menebus dosa orang yang tidak ia ampuni. Tedy terbangun dengan dada sesak dan terisak. Saat itu juga ia mengambil keputusan untuk mengampuni adiknya dan pemulihan mulai terjadi atas hidup Tedy.

Adakalanya seseorang begitu menyakiti dan melukai batin kita sampai kita kepahitan. Rasanya kita tidak akan bisa mengampuni karena terlalu menyakitkan. Tapi satu-satunya jalan untuk mendapat pemulihan batin hanyalah melalui pintu pengampunan. Tidak ada cara lain, alternatif lain atau cara yang instan. Suka tidak suka, mudah atau tidak, mau tidak mau hanya ada satu jalan pemulihan yaitu lewat pengampunan. Ini yang Tuhan ajarkan, ampuni dan berbuat baiklah pada orang yang berbuat jahat kepadamu. Mengampuni tanpa batas itulah yang diajarkan Tuhan Yesus. Mintalah kekuatan dan kemampuan untuk mengampuni bila kita tak sanggup. Sebab pengampunan sangat penting untuk memulihkan hidup kita, hubungan kita dengan Tuhan dan membawa kesembuhan atas akar pahit yang ada di hati kita. (PF)

RENUNGAN
Tidak ada cara lain untuk mengalami PEMULIHAN HATI DAN JIWA selain melalui PINTU PENGAMPUNAN.

APLIKASI
1. Apakah Anda mempunyai kepahitan dengan seseorang?
2. Coba periksa batin Anda, Anda tidak bisa atau tidak mau mengampuni?
3. Apa yang Anda rasakan jika Yesus yang harus menanggung dosa orang yang tidak kita ampuni? Keputusan apa yang akan Anda ambil?

DOA UNTUK HARI INI
Tuhan Yesus, terimakasih atas pengampunan-Mu kepada kami. Beri kami kemampuan untuk mengampuni orang-orang yang telah menyakiti kami ya Tuhan, beri kami hati yang mengasihi. Cabut semua kemarahan, kecewa dan akar kepahitan dalam hati kami. Biarlah hanya kasih-Mu yang mengisi dan memenuhi hati kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Hati Bukan Untuk Menyimpan Luka

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Amsal 4:1-27

RHEMA HARI INI
Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Silakan mengingat apa saja yang sudah kita alami, dari pagi sampai siang ini. Sudah berapa kali hati kita merasakan hal-hal yang tidak menyenangkan? Atau barangkali justru kita yang membuat hati orang-orang di sekitar kita menjadi tidak merasakan damai sejahtera. Kalau Anda merasa hari ini penuh dengan berkat, bersyukur, bersukacitalah, dan jadilah berkat. Tetapi jika Anda merasa hari ini ada ketidakberesan dalam hati, apakah itu kekecewaan, kemarahan, atau kebencian, segeralah bereskan tuntas dengan pertolongan Roh Kudus.

Pada tanggal 9 Mei 2019 yang lalu American Psychological Association menyatakan bahwa, daripada kesedihan, kemarahan terbukti lebih berpengaruh pada timbulnya penyakit kronis. Penyakit kronis adalah penyakit yang mungkin belum ada obatnya, seperti diabetes, jantung, dimensia, asma, kanker, dan lain-lain. Dr. Carsten Wrosch Salah, salah seorang peneliti di sana telah mempelajari kepahitan selama lebih dari lima belas tahun dan memperoleh kesimpulan bahwa kepahitan yang dipendam dalam waktu yang lama bisa menunjukkan pola ketidaknormalan biologis atau gangguan fisiologis yang bisa mempengaruhi metabolisme, respon imun dan fungsi organ serta penyakit fisik. Karena itu, segera bereskan jika masih ada kepahitan dalam hati kita. Jangan sampai kepahitan itu menimbulkan akar pahit, bahkan tumbuh dengan batang yang merusak, dan membuahkan butiran-butiran yang beracun.

Mengapa kita perlu segera membereskan hati kita? Ingatlah bahwa kita semua sudah ditetapkan sebagai tentara Allah. Tentara Allah adalah orang-orang yang memancarkan kasih Kristus untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. Pancaran kasih itu dimunculkan dari dalam hati. Amsal 4:23 menjelaskan bahwa dari hati kitalah terpancar kehidupan kita. Sebagai tentara Allah, pastilah kehidupan yang penuh damai sejahtera yang kita perjuangkan. Jika Roh Kudus menguasai hati kita maka perbuatan kita pun akan menunjukkan buah roh yang akan dirasakan manisnya oleh lingkungan sekitar kita. Karena itu berusahalah supaya jangan sampai hati kita dirusak oleh luka hati yang disimpan dan tidak dibereskan sehingga menjadi semakin parah dan menimbulkan akar pahit.

RENUNGAN
LUKA HATI yang DISIMPAN dan TIDAK DIBERESKAN akan menjadi semakin parah dan menimbulkan AKAR PAHIT.

APLIKASI
1. Masalah hati seperti apa yang paling sering Anda alami?
2. Mengapa Tuhan menghendaki supaya kita segera membereskan masalah hati kita?
3. Komitmen apa yang akan Anda lakukan supaya hati Anda senantiasa bersih dari segala akar pahit dan kebencian?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, tolong kami untuk menjaga hati kami supaya bersih dari segala kebencian dan luka hati. Kami percaya dengan kemampuan dan pertolongan-MU kami pasti dimampukan untuk selalu melepaskan pengampunan dan melihat segalanya dari sisi yang positif. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Luka Karena Orang Dekat

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Amsal 27:1-27

RHEMA HARI INI
Amsal 27:17 Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

Seringkali orang yang membuat kita sakit hati dan kecewa adalah justru orang yang penting bagi hidup kita. Seperti ungkapan bahwa orang yang memiliki peluang paling besar untuk menyakiti kita adalah orang yang paling kita sayangi. Namun, daripada bereaksi negatif, sebaiknya kita belajar untuk melihat sisi positifnya. Sesungguhnya, kita akan menyadari seberapa tangguh diri kita saat kita mengalami perlakuan atau menerima perkataan yang menyakitkan. Luka hati menyadarkan seseorang akan siapa dirinya, sudah seberapa jauh melangkah, dan apakah ia cukup tangguh untuk menjalani kehidupan.

Hari ini, biarlah kita menyadari bahwa adakalanya Tuhan memakai situasi dan orang-orang di sekitar kita sebagai sarana memproses, membentuk dan mendewasakan kita. Alkitab menggambarkan proses ini seperti besi menajamkan besi. Ketika besi menajamkan besi, pasti akan menimbulkan sebuah gesekan yang melukai dan menimbulkan api. Api berbicara tentang emosi, kemarahan, sakit hati, kepahitan, kejengkelan, kebencian dan berbagai luka yang menyakitkan. Melalui peristiwa atau hubungan dengan orang-orang di sekitar, sesungguhnya Tuhan sedang menggarap kita karena Dia adalah Sang Penjunan, yang tahu persis cara membentuk hidup seseorang.

Tujuan Tuhan menajamkan kita adalah supaya kita semakin matang, semakin sempurna, semakin berkenan dan semakin serupa dengan Kristus. Karena itu kita patut bersyukur untuk setiap masalah atau peristiwa yang terjadi dalam hidup ini, termasuk kehadiran orang-orang di sekitar kita. Jangan pernah menyalahkan keadaan atau mengambinghitamkan orang lain ketika harus melewati proses ini. Jadilah seperti Yusuf yang tidak pernah menyalahkan saudara-saudaranya meski mereka telah menyakiti dan membuat hidupnya menderita. Yusuf bahkan bisa berkata, “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” (Kejadian 50:20). Ketika kita bisa mengambil sikap yang positif seperti ini, maka justru melalui peristiwa menyakitkan yang kita alami, kita akan menerima anugerah yang sangat besar dari Tuhan.

RENUNGAN
SEMAKIN DEKAT HUBUNGAN kita dengan seseorang, SEMAKIN BESAR LUKA yang bisa ia timbulkan.

APLIKASI
1. Pernahkah Anda mengalami luka dari orang terdekat?
2. Apa reaksi Anda ketika mengalami hal itu?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya melalui peristiwa menyakitkan tersebut Anda bisa semakin bertumbuh di dalam Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami percaya bahwa Engkau selalu turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan dalam hidup kami. Kami menyerahkan semua luka hati kami akibat peristiwa menyakitkan yang kami alami. Engkau sanggup memulihkan kami dan kami percaya semuanya terjadi atas seijin-MU untuk menjadikan kami orang yang semakin kuat di dalam Engkau. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Kunci Mengalami Mujizat Kesembuhan Batin

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 35:1-23

RHEMA HARI INI
Mazmur 34:18-19 Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

Push atau Pray Until Something Happen, yang berarti berdoa sampai sesuatu terjadi adalah istilah yang sering dipakai para pendoa syafaat di dunia untuk mencapai sebuah rencana besar yang Tuhan berikan atas hidup mereka. Perlu kita ketahui, untuk mencapai jawaban doa yang kita rindukan, ada proses yang harus kita lewati. Seperti sebuah pintu, ia tidak akan bisa terbuka jika kita hanya diam saja atau kita hanya memasukkan anak kunci ke lubang kunci, tanpa kita memutar kunci tersebut, lalu mendorong daun pintu tersebut sampai terbuka. Dan, seperti sebuah pohon mangga, ia tidak akan bertumbuh dan menghasilkan buah mangga jika tidak melewati proses. Diperlukan sebuah proses dari membersihkan tanah dari batu-batuan atau apapun yang menghalangi pertumbuhan benih, mencangkul tanah agar subur, menabur benih, memberi pupuk, menyirami air dari hari ke hari sampai ia bertumbuh dari akar, batang, daun, bunga, sampai berbuah.

Selama hidup di dunia, setiap manusia pasti diperhadapkan pada suatu masalah, dan tidak jarang harus melibatkan perasaan yang berakhir pada luka hati yang mendalam. Bersyukur kita punya Yesus yang sudah berkorban, menebus semua luka hati kita. Oleh karena itu, tanggalkanlah semua beban dan dosa yang merintangi. Tuhan sudah mau datang. Jangan kita terkecoh dengan tipu daya iblis yang membuat anugerah keselamatan dalam hidup kita harus terenggut karena sakit hati yang tidak berkesudahan.

Jika sakit hati sudah terlanjur menguasai dan sulit untuk dilepaskan, datanglah pada Tuhan, Sang Penyembuh, melalui doa-doa kita. Keluarkanlah semua batu masalah di hati kita, curahkan isi hati kita dihadapan Tuhan. Biarkan diri kita tenggelam dalam hadirat dan kasih Tuhan yang indah itu. Dan mintalah Tuhan untuk bekerja menjamah dan menyembuhkan batin dan jiwa kita. Jangan berhenti berdoa. Karena kunci untuk mengalami mujizat kesembuhan batin adalah berseru-seru kepada Tuhan dalam doa. Seperti proses membuka pintu dan menanam pohon mangga, doa-doa kita baru akan dijawab ketika kita menyelesaikan setiap proses. Yaitu berseru-seru dan berdoa, pray until something happen, sampai mujizat kesembuhan batin atau jiwa terjadi di hidup kita.

RENUNGAN
Kunci untuk mengalami MUJIZAT KESEMBUHAN BATIN adalah BERSERU-SERU kepada Tuhan DALAM DOA.

APLIKASI
1. Apa kunci yang Anda perlukan untuk mengalami kesembuhan dari luka batin?
2. Mengapa Anda perlu terus berseru-seru kepada Tuhan dalam doa-doa Anda?
3. Apa saja langkah-langkah yang harus Anda lakukan saat berdoa di hadirat Tuhan, agar mujizat kesembuhan batin terjadi di hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa Yang Baik, betapa kami bersyukur memiliki Engkau. Sang Penyembuh bagi jiwa kami. Ajar kami untuk berdoa, beri kami hati yang konsisten untuk terus berseri-seru dan berdoa, sampai sesuatu terjadi, sampai mujizat kesembuhan batin terjadi dalam hidup kami. Terima kasih Tuhan atas mujizat kesembuhan batin yang Engkau curahkan atas hidup kami. Kami bersyukur. Di dalam Nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Pastikan Batin Kita Sembuh

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 9:14-17

RHEMA HARI INI
Matius 9:17 Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”

Lina memang seorang wanita yang memiliki kepribadian keras. Terkadang apa yang dikatakannya cenderung menyakiti hati dan perasaan orang lain. Sejak kecil Lina tinggal bersama kedua orang tuanya, namun ayah Lina adalah pemarah. Tidak jarang Lina merasa tertekan dengan sikap ayahnya. Dan akhirnya dia bertumbuh dengan luka hati yang dalam. Setelah Lina bekerja di luar kota, dia tinggal sendiri. Di kota itu dia berkenalan dengan Shinta yang aktif di gereja. Singkat cerita, Lina ikut beribadah dan melayani Tuhan di gereja bersama Shinta.

Suatu ketika saat KKR pencurahan Roh Kudus, Lina dijamah Tuhan luar biasa. Lina mulai menyadari luka hatinya dan ia dipulihkan, Lina menerima hati yang baru. Lina bisa mengampuni ayahnya. Bahkan ibunya juga heran dengan perubahan sikap Lina yang sangat berbeda. Sepenuhnya Lina menjadi ciptaan baru, sehingga dia mulai mengerti dan memahami apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidupnya. Tidak lama setelah Lina dipulihkan, ayahnya yang pemarahpun dijamah Tuhan karena melihat perubahan hidup Lina, dan satu keluargapun dipulihkan.

Itulah yang akan terjadi jika kita membereskan luka hati yang ada di dalam hidup kita, kita akan mengalami pemulihan yang ajaib dari Tuhan. Bahkan, bukan hanya itu saja, kitapun bisa dipakai oleh Tuhan untuk memulihkan hidup banyak orang di sekeliling kita. Bukankah itu suatu hal yang sangat indah, ketika kita bisa dipakai Tuhan untuk menjadi berkat bagi orang lain? Hidup kita berguna dan berdampak bagi sekeliling kita. Itu sebabnya penting sekali bagi kita untuk memastikan semua luka jiwa kita sembuh, agar kita bisa menjadi ciptaan baru sepenuhnya dan mengalami penggenapan rencana Tuhan.

RENUNGAN
Pastikan SEMUA LUKA JIWA kita SEMBUH, agar kita bisa menjadi CIPTAAN BARU SEPENUHNYA dan mengalami PENGGENAPAN RENCANA TUHAN.

APLIKASI
1. Masih adakah luka hati yang belum Anda bereskan dalam hidup Anda?
2. Mengapa luka hati bisa menghalangi kita mengalami penggenapan rencana Tuhan dalam hidup kita?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil supaya Anda bisa menyembuhkan luka hati dan mengalami penggenapan rencana Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih untuk firman-Mu hari ini. Saat ini kami mau membuka hati kami lebar-lebar pada Roh Kudus untuk menyembuhkan semua luka batin kami. Hancurkan semua penghalang, ya Bapa, sehingga setiap rencana-Mu tergenapi dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Jiwa Terluka Berdampak Pada Tubuh

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Amsal 17:1-28

RHEMA HARI INI
Amsal 17:22 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Pernikahan Jenita Simaremare dan Feri Sihotang awalnya bahagia. Namun, tidak lama kemudian, mulai kelihatan perilaku Jenita yang sering mengkritik suaminya. Di sisi lain, Feri juga mulai suka main tangan dan membentak istrinya dengan perkataan-perkataan yang kasar. Waktu berlalu, secara tidak sadar perbuatan Feri yang kasar dan suka main tangan itu meninggalkan bekas luka di hati Jenita. Sampai ketika Jenita hamil, ia merasakan tubuhnya mulai mengalami gangguan. Puncaknya adalah ketika ia merasakan kesakitan yang luar biasa, tekanan darahnya melonjak tinggi hingga mencapai 226/124. Secara medis, Jenita bisa kehilangan nyawanya. Saat itulah Feri melakukan pemberesan dengan Jenita, mereka saling meminta maaf, Feri juga minta ampun kepada Tuhan dan mencabut setiap perkataan negatif yang sudah dilontarkannya kepada Jenita. Ajaib, setelah pemberesan tersebut, kondisi Jenita berangsur-angsur membaik, ia bisa melahirkan anaknya dengan selamat, dan keluarga tersebut mengalami pemulihan yang luar biasa.

Ya, jiwa yang terluka bisa membawa dampak negatif pada tubuh seseorang. Saat jiwa seseorang terluka, maka tubuhnya bisa mudah lelah yang tidak wajar karena energinya akan selalu ‘bocor’ terbuang sia-sia oleh berbagai macam emosi-emosi negatif dalam dirinya. Jiwa yang terluka juga bisa mengakibatkan sakit penyakit masuk dalam tubuh kita.

Itu sebabnya hari ini ambilah komitmen untuk membuang semua luka hati yang mungkin masih ada dalam jiwa kita. Bereskanlah itu di hadapan Tuhan. Jujurlah kepada Allah. Jujurlah kepada-Nya bahwa hati kita terluka dan sakit. Jujurlah bahwa kita butuh Dia untuk memulihkan kita, maka Ia Allah yang setia akan membalut luka-luka kita, memulihkan hati kita dan menyembuhkan tubuh kita. Tuhan Yesus memberkati. (ABU)

RENUNGAN
JIWA YANG TERLUKA bisa membawa DAMPAK NEGATIF pada tubuh kita, sehingga kita MUDAH LELAH yang TIDAK PADA TEMPATNYA.

APLIKASI
1. Selidiki, apakah Anda masih memiliki jiwa yang terluka?
2. Bagaimana Anda mengatasi jiwa yang terluka tersebut?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil di hadapan Tuhan untuk menyembuhkan jiwa yang terluka?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami bawa hidup kami di hadapan-MU. Pulihkanlah hati kami dari luka hati, kami rindu hati kami bersih di hadapan-MU. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Terisolasi Karena Sulit Percaya

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Ibrani 10:19-39

RHEMA HARI INI
Ibrani 10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Hati Esti masih terasa sakit jika teringat pada Hana. Mereka dulunya begitu dekat dan bersama-sama melayani di gereja. Satu kali Hana meminjam dana yang cukup besar pada Esti untuk modal kerja. Karena percaya, Esti pun memberi pinjaman. Tapi berjalannya waktu, Hana jadi menjauh. Esti jadi sulit untuk bertemu Hana, ada saja alasannya. Dan jika Esti menanyakan tentang dana yang dipinjamnya, jawaban Hana selalu tidak jelas. Usahanya sedang sepilah, tagihan macetlah, di tipu oranglah, intinya Hana tidak bisa atau tidak mau mengembalikan uang Esti. Yang membuat Esti kesal, Hana bukannya menjelaskan baik-baik tapi malah menghindar dan seakan-akan tidak mau kenal dengannya lagi. Belakangan Esti mendengar dari teman-teman yang lain bahwa Hana menyebarkan cerita pribadi Esti yang hanya di baginya dengan Hana karena dianggap sebagai sahabat. Hal ini sungguh membuat Esti terpukul dan sakit hati.

Esti mundur dari pelayanan karena ia tidak mau bertemu dengan Hana. Ia mulai menjaga jarak dalam pertemanan dan selalu curiga bila ada teman yang dianggapnya bersikap terlalu baik kepadanya. Ajakan Ester teman segerejanya yang lain untuk ikut komsel, selalu ditolaknya. Tapi karena kesabaran Ester untuk memperjuangkan Esti, satu ketika Esti tak tahan dan menceritakan alasan kenapa ia malas ikut kegiatan gereja. Tak disangka Ester pun mempunyai pengalaman dikecewakan oleh teman baiknya. Lalu Ester memberi saran bagaimana supaya Esti bisa menyembuhkan luka batinnya yaitu dengan terbuka pada Tuhan dan memohon kesembuhan dan pemulihan bagi hati yang terluka. Roh Kudus menjamah hati Esti dan ia mau ikut komsel. Disana ia menemukan teman-teman baru yang baik dan Esti pun menemukan sukacitanya kembali.

Sebagai mahluk sosial, bergaul dengan sesama merupakan suatu kebutuhan bagi kita. Dan seperti ayat rhema kita hari ini, Tuhan pun ingin kita berkumpul dalam satu komunitas rekan seiman. Sebab dalam komunitas yang baik dan sehat kita akan saling membangun, menasihati, menghibur dan saling mendoakan. Sehingga kita akan makin bertumbuh di dalam iman dan kerohanian. Jangan biarkan sakit hati dan kecewa pada orang lain membuat kita jadi mengisolasi diri dan membuat tembok pemisah di hati kita. Akibatnya kita jadi merasa sendiri dan kesepian. Kita akan kehilangan bahagia dan sukacita karena takut untuk menjalin pertemanan. Jujur pada Tuhan, ungkapkan kesakitan kita dan biarkan Tuhan bekerja membawa mujizat kesembuhan bagi jiwa kita yang terluka. (PF)

RENUNGAN
KESULITAN PERCAYA kepada orang lain dapat MENGISOLASI diri kita sendiri dan akhirnya MEREBUT SUKACITA yang ingin Tuhan berikan.

APLIKASI
1. Jenis orang yang bagaimanakah Anda? Tertutup atau seorang yang suka bergaul?
2. Jika Anda seorang yang tertutup, apa yang membuat Anda membatasi diri?
3. Sudahkah Anda membuka hati dan jujur kepada Tuhan tentang semua perasaan Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami datang di hadapan-Mu membawa hati kami yang kecewa dan terluka. Sembuhkanlah dan beri kami hati yang baru Tuhan, hati yang rela mengampuni dan hati yang tidak menyimpan kepahitan. Agar kami bisa terus berjalan dan tidak menjadi penghalang bagi rencana-Mu yang sempurna dalam hidup kami. Terimakasih Tuhan, kami terima kesembuhan bagi jiwa kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.