Hati Yang Disembuhkan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
2 Korintus 1:3-11

RHEMA HARI INI
2 Korintus 1:3-4 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.

Setelah beberapa waktu lamanya berpacaran, Enung dan Pimpin memutuskan untuk mengikat janji sehidup semati, pernikahanpun berlangsung. Waktu berjalan, Enung menemukan ada gelagat aneh yang ditunjukkan sang suami. Benar, pada suatu hari, ia menemukan secarik kertas di atas kulkas. Adapun isi kertas adalah tulisan sebuah alamat. Ketika Enung mendatangi alamat tersebut, ternyata disitu ia menemukan suaminya sedang berselingkuh dengan perempuan lain. Sakit rasanya hati Enung melihat suami yang dicintainya ternyata bersama dengan perempuan lain. Namun, demi menyelesaikan masalah, Enung dan WIL sang suami sepakat untuk menyelesaikannya dengan baik-baik. Pimpinpun menyesali segala perbuatannya. Namun, ternyata penyesalannya hanyalah bertahan sementara. Pimpin kembali jatuh ke dalam perselingkuhan. Kali ini, apa yang dilakukan Pimpin lebih parah daripada sebelumnya.

Menghadapi kenyataan ini, Enung marah besar sehingga terjadi pertengkaran hebat diantara mereka. Pimpinpun meninggalkan rumah dan tinggal bersama selingkuhannya. Marah, sedih, kecewa, dan sakit hati berkecamuk di dalam hati Enung. Sulit sekali baginya untuk bisa memaafkan perbuatan suaminya. Sampai suatu hari beberapa pendoa syafaat datang kepadanya dan mendoakannya. Mereka juga memberikan film Tuhan Yesus kepada Enung. Setelah melihat peristiwa penyaliban Tuhan Yesus melalui film tersebut, Enung disadarkan betapa Tuhan Yesus sudah mengampuni semua dosanya, bagaimana mungkin ia tidak bisa mengampuni apa yang sudah diperbuat suaminya kepadanya. Saat itulah ia mohon ampun kepada Tuhan dan ia melepaskan pengampunan bagi suaminya. Sementara itu di tempat lain, Pimpin tiba-tiba juga disadarkan bahwa selama ini ia sudah berbuat kesalahan yang sangat besar terhadap Tuhan dan keluarganya. Ia datang kepada Tuhan, mohon ampun dan bertobat. Dengan waktunya Tuhan, akhirnya Enung dan Pimpin bertemu kembali. Rekonsiliasi pun terjadi diantara mereka berdua. Kini rumah tangga mereka pun penuh dengan sukacita.

Kunci mujzat dalam keluarga adalah hati yang disembuhkan. Tanpa hati yang disembuhkan maka mustahil mujizat terjadi dalam keluarga kita. Apapun masalah yang kita hadapi dalam keluarga, kita harus mengalami kesembuhan hati terlebih dahulu sehingga Tuhan bisa mengubah aib keluarga menjadi kesaksian kemuliaan bagi keluarga kita. Tuhan Yesus memberkati. (ABU)

RENUNGAN
Hati kita perlu DISEMBUHKAN TERLEBIH DAHULU sebelum Tuhan MENGUBAH AIB keluarga menjadi KESAKSIAN KEMULIAAN keluarga kita.

APLIKASI
1. Adakah luka hati yang masih Anda simpan sampai hari ini?
2. Bagaimana luka hati Anda berdampak dalam keharmonisan rumah tangga Anda?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil supaya Tuhan bisa mengerjakan pemulihan dalam keluarga Anda?

DOA HARI INI
“Tuhan, kami bersyukur sebab Engkau Tuhan yang sanggup menyembuhkan semua luka yang ada di hati kami. Kami buka hati kami di hadapan-MU. Bekerjalah dalam hati kami dan perbaharuilah hati kami, sehingga kami bisa Engkau pakai untuk membawa pemulihan dalam keluarga kami. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.