Jangan Memperburuk Keadaan Dengan Perkataan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Kolose 3:1-15

RHEMA HARI INI
Kolose 3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

Seusai ibadah, seorang ibu dan anaknya maju untuk altar call. Ibu itu memaksa dan setengah menyeret anaknya untuk maju menemui hamba Tuhan. “Pastor, tolong doakan anak saya. Anak ini nakal sekali, bandel, bodoh, tidak bisa diatur.” Pastor itu meminta pelayan Tuhan untuk membawa si anak ke belakang dahulu untuk menegur si ibu. “Ibu, tolong hentikan perkataan ibu. Tak ada gunanya saya tumpang tangan, selama ibu mengutuki anak ibu, apapun berkat yang saya berikan, dicuri oleh setan, oleh sebab perkataanmu. Ubahlah perkataan Anda.” Dan Pastor itu menuntun si ibu untuk mengubah perkataannya, bahwa ia berterimakasih pada Tuhan atas anak yang manis. Setelah mengucapkan pengakuan, Pastor mengundang si anak untuk di doakan, “Karena kamu itu mulia dan berharga di mata Tuhan. Kamu anak yang cerdas, anak yang pintar, didalam hatimu ada nurani yang baik.” Hari itu ibu dan anak rebah dalam kuasa Roh Kudus dan mengalami pemulihan.

Ketika pengakuan kita diubah, berubah jugalah keadaan kita. Apa yang kita akui dalam hidup kita, apa yang kita terus perkatakan, berkat atau kutuk, itulah yang akan kita alami. Sekalipun kita merasa istri kita keterlaluan, suami kita kasar, orang tua kita sewenang-wenang, anak-anak kita suka memberontak, firman Tuhan memberi nasehat kepada kita supaya tidak menggunakan perkataan untuk menambah buruk keadaan. Jangan kita malah mengesahkan atau memateraikan keadaan yang tidak baik dengan terus mengakuinya.

Percayalah kepada firman jangan kepada fakta, percayalah janji jangan pakai emosi. Jangan lihat perasaan, tetapi percayai firman dan akui itu. Gunakan perkataan yang baik untuk membangun, memperbaiki, mempercantik dan memperindah. Sehingga mereka yang mendengarnya beroleh kasih karunia. Perkataan yang baik membuat hati senang dan termotivasi untuk berbuat lebih baik lagi. Perkataan yang baik menenangkan, menghilangkan prasangka dan kecurigaan hingga hubungan menjadi harmonis. Nubuatkan semua yang baik, yang indah dan yang manis untuk keluarga kita. Tuhan akan pakai perkataan profetik untuk mendatangkan mujizat bagi pemulihan keluarga. (PF)

RENUNGAN
HINDARI mengeluarkan perkataan yang dapat MEMPERBURUK KEADAAN dalam keluarga.

APLIKASI
1. Apakah ada diantara keluarga Anda yang mempunyai tabiat yang tidak baik?
2. Bagaimana perkataan Anda selama ini dalam merespon keadaan yang tidak menyenangkan?
3. Coba pikirkan perkataan apa yang akan Anda ucapkan untuk membangun dan memperindah keadaan keluarga Anda.

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus kami mau bersyukur untuk keluarga kami yang luar biasa. Ampuni bila kami lepas kendali dan mengeluarkan kata-kata yang jahat, kami cabut semua perkataan yang melukai hati keluarga kami. Berkati keluarga kami dengan damai sukacita, kesatuan dan saling mengasihi. Kami percaya mujizat pemulihan terjadi atas keluarga kami. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.