Kepenuhan Kasih Allah Mendatangkan Kesembuhan Luka Hati

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yohanes 13:31-35

RHEMA HARI INI
Yohanes 13:34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

Ketika Wulan mengetahui suaminya telah berselingkuh, ia diserbu perasaan marah luar biasa. Selain suaminya kurang bertanggung jawab menghidupi keluarga, ketidaksetiaan selalu mewarnai kehidupan pernikahan mereka. Tidak sekali dua kali Wulan memergoki ulah suaminya, tapi Wulan selalu mau memaafkan. Namun tidak untuk kali ini, batin Wulan. Ia sudah lelah disakiti dan ia lelah berjuang sendiri untuk pernikahan mereka. Pertengkaran hebatpun terjadi dan sore itu suami Wulan pergi meninggalkan rumah. Wulan membulatkan hati untuk menceraikan suaminya. Seperti biasa, sebelum tidur Wulan bersaat teduh, walaupun suasana hatinya saat itu sama sekali tidak teduh. Ia merasa sangat membutuhkan petunjuk dan kekuatan dari Tuhan.

Masuk dalam pujian penyembahan, Tuhan bicara pada Wulan melalui peristiwa pengorbanan-Nya di kayu salib. Wulan seolah diingatkan sebelum ia bertobat, kehidupan Wulan pun penuh dengan dosa dan kesalahan. Masa lalunya yang kelam dan menjadi aib bagi keluarganya seperti terputar balik dalam ingatan. Begitupun Yesus tetap mengasihi dan menyelamatkannya. Yesus mau mengampuni berapa pun banyak dan berat kesalahan yang telah dibuatnya. Satu perumpamaan tentang hamba yang berhutang sepuluh ribu talenta (Matius 18:23-35) Tuhan ingatkan pada Wulan. Tangisnya pecah dengan hati yang hancur. Siapakah ia sampai tidak mau lagi mengasihi dan mengampuni suaminya? Malam itu juga, Wulan menghubungi suaminya dan memintanya baik-baik untuk kembali ke rumah.

Hanya ketika hati kita dipenuhi oleh kasih Allah, kita akan diberi kekuatan untuk mengasihi dan mengampuni. Mujizat pemulihan keluarga bisa terjadi begitu saja saat ada hati yang mengasihi. Luka hati disembuhkan, bahkan aib keluarga diubah menjadi kemuliaan. Senegatif apapun kondisi keluarga kita, Tuhan sanggup pulihkan dan buat menjadi indah. Janganlah menjauhkan diri dari Tuhan saat badai menerjang keluarga, mendekat dan terima kepenuhan kasih Allah dalam diri kita. Sebab hanya kasih Tuhan yang mampu menyembuhkan dan membawa pemulihan. (PF)

RENUNGAN
BUKALAH HATI dan alami KEPENUHAN KASIH ALLAH, maka kita akan mengalami KESEMBUHAN DARI LUKA HATI.

APLIKASI
1. Apakah Anda mempunyai luka batin yang belum sembuh sampai saat ini?
2. Pernahkan Anda merenungkan betapa Tuhan Yesus begitu mengasihi Anda?
3. Apa yang Anda rasakan setelah menerima kepenuhan kasih Allah dalam hidup Anda?

DOA HARI INI
“Tuhan Yesus, betapa besar kasih dan pengampunan-Mu pada kami. Walaupun kami sudah begitu menyakiti hati-Mu tapi Engkau tetap mengasihi. Ajari kami untuk mengasihi seperti Engkau, beri hati yang mengampuni. Agar kami dapat hidup saling mengasihi dalam kerukunan dan kesatuan. Terimakasih Tuhan, pemulihan terjadi atas keluarga kami. Didalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.