Keterbatasan Kasih Manusia

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Lukas 6:27-36

RHEMA HARI INI
Lukas 6:32 Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.

Jodi dan Nina sudah berumah tangga selama 5 tahun. Namun, Nina tidak pernah menunjukkan perasaan cintanya kepada Jodi, padahal sebenarnya dia begitu mencintainya tetapi Nina takut jika Jodi meninggalkannya. Berbeda dengan Jodi yang selalu menunjukkan rasa cintanya kepada Nina. Di awal-awal pernikahannya, Nina selalu melakukan hal yang jika dilihat sepertinya dia tidak mencintai Jodi. Akan tetapi, Jodi dengan sabar selalu memaklumi seperti apapun tindakan Nina. Jodi hannya berdoa kepada Tuhan di malam hari menceritakan apa yang sudah dilakukan oleh istrinya hari itu.

Hari-hari dalam pernikahan Nina dan Jodi menjadi kurang harmonis, karena Nina selalu berusaha menghindar jika Jodi mengajaknya duduk, berbicara bersama. Jodi menjadi sedih, Nina yang dikenalnya selama masa pacaran berubah menjadi pribadi yang berbeda. Jodi hanya bisa berdoa dan berdoa, meminta Tuhan mengembalikan kasih mula-mula Nina untuknya agar rumah tangga yang mereka bina selama ini menjadi keluarga yang penuh dengan kasih.

Ya, kasih manusia memang ada batasnya dan kebanyakan kasih manusia menuntut adanya imbal balik atau ada balasannya. Dan terkadang kasih manusia dikalahkan oleh keegoisannya sendiri, sehingga kebanyakan kasih manusia hanya menuntut dirinya bahagia tanpa mau berkorban untuk orang lain. Apabila hanya ada kasih manusia dalam keluarga kita, maka mudah sekali bagi kita untuk melakukan hal-hal yang mengerikan terhadap orang yang kita kasihi. Dan inilah yang akan menjadi aib serta skandal dalam keluarga kita. Berbeda dengan Tuhan Yesus, yang memberikan kasih-Nya sepenuhnya bagi kita tanpa menuntut balasan dari kita. Jika saat ini kita sedang menghadapi pergumulan dalam masalah keluarga, kasih dalam keluarga kita mulai hilang, datanglah pada Yesus. Penuhilah hati kita dengan kasih Allah, sehingga mujizat pemulihan keluarga akan terjadi dalam keluarga kita, bahkan keadaan yang seolah-olah sudah tidak ada harapan pasti Tuhan akan pulihkan dan dijadikan-Nya penuh kemuliaan. (LEW)

RENUNGAN
Kasih manusia SANGATLAH TERBATAS, sebab kasih manusia begitu MUDAH DIKALAHKAN oleh KEEGOISAN MANUSIA itu sendiri.

APLIKASI
1. Bagaimana cara Anda mengasihi pasangan/keluarga Anda saat ini?
2. Sudahkah Anda menyatakan kasih Anda sepenuh hati kepada pasangan/keluarga Anda? Jika sudah atau belum, mengapa?
3. Sebutkan tindakan nyata Anda dalam menyatakan kasih Anda kepada pasangan atau orangtua/anak Anda!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, terima kasih untuk teladan kasih-Mu bagi kami. Ajarkanlah kami bisa mengasihi orang lain dengan sepenuh hati kami, agar kami bisa mengalahkan keegoisan kami sehingga pemulihan keluarga akan kami alami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.