Level Sukacita Saat Menaburkan Benih Profetik

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
2 Korintus 9:6-12

RHEMA HARI INI
2 Korintus 9:6-7 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Omzet toko Tika kian hari kian menurun. Merasa sedih, ia pun memutuskan untuk datang ke Pondok Daud. Malam itu Tika merasa Tuhan memintanya untuk memberikan seluruh tabungannya. Tika pun kaget. Dalam hatinya ia berkata, “Ya Tuhan, Engkau tahu apa yang ada di tabunganku ini adalah uang yang aku kumpulkan untuk membayar gajian bulan ini. Itu saja belum tentu cukup jumlahnya. Kalau semuanya aku persembahkan, lantas dengan apa aku membayar gaji karyawanku?” Hatinya lalu menjadi gelisah. Sesampainya di rumah, tiba-tiba Tuhan membukakan sebuah perikop firman Tuhan tentang janda miskin yang memberikan segala yang ia punya sebagai persembahan (Luk. 21:1-4). Akhirnya Tika pun mantap menyerahkan segala yang ia punya kepada Tuhan. Kali ini hatinya tidak hanya rela, tetapi juga bersukacita. Ia tahu apa yang dilakukannya menyenangan hati Tuhan. Ia percaya apa yang ia taburkan untuk pekerjaan Allah tidak akan pernah sia-sia.

Hari demi hari berlalu. Meski bulan itu tokonya tidak menjadi ramai, tetapi Tika mempunyai cukup uang untuk membayar gaji karyawannya. Beberapa bulan pun juga sudah terlewati dan omzet Tika masih seperti biasanya. Namun hati Tika tidak lagi penuh dengan kekuatiran. Ia percaya bahwa Tuhan yang ia sembah pasti memelihara. Sampai tiba-tiba Tika menerima telepon dari sebuah perusahaan besar yang menawarkan kerja sama. Nominalnya pun melebihi 10x omzet bulanannya selama ini.

Sering kali, manusia cenderung memiliki pemikiran bahwa kalau ia mempunyai sedikit dan ia memberikan yang sedikit itu, apa yang menjadi kepunyaannya akan habis. Akan tetapi, tidak demikian dengan rumus matematika sorga. Ketika kita melangkah untuk memberi dengan sukacita, apa yang kita tabur akan menjadi benih profetik, dan kita tidak akan menjadi kekurangan. Sebaliknya, justru bertambah kaya dan berkelimpahan (Ams. 11:24-25). Karena ketika menabur dengan sukacita, hal itu diperhitungkan Tuhan sebagai suatu langkah iman yang akan menarik tuaian mujizat keuangan besar terjadi dalam hidup kita.

RENUNGAN
LEVEL SUKACITA saat menaburkan BENIH PROFETIK menentukan LEVEL TUAIAN MUJIZAT yang terjadi.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda menabur dengan sukacita?
2. Mengapa kita perlu menabur dengan sukacita?
3. Menurut Anda, mengapa memberi merupakan sebuah langkah iman? Bagaimanakah Anda akan mempraktikkannya?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, ajarkan kami supaya kami dapat menuruti firman-Mu untuk dapat menabur dengan sukacita. Karena kami tahu bahwa setiap benih profetik yang kami tabur tidak akan menjadi sia-sia. Namun sebaliknya, akan bertumbuh dan berbuah lebat menjadi tuaian mujizat yang besar yang pasti terjadi dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.