Merasakan Roh Kudus Dengan Indera Roh

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Lukas 8:43-48

RHEMA HARI INI
Lukas 8:46 Tetapi Yesus berkata: “Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku.”

Sejak kita dilahirkan baru, Roh Kudus atau Roh Yesus tinggal di dalam kita dan tubuh kita disebut Bait Suci Roh Kudus. Suatu keuntungan yang luar biasa, sebab dengan adanya Roh Kudus di dalam kita, kapan saja kita bisa bersentuhan dengan Roh Yesus. Seperti saat kita menerima kelahiran seorang anak atau pasangan hidup, kita menerima kehadirannya dalam hidup kita. Kita ijinkan mereka masuk dan menjadi bagian dalam hidup kita. Ketika kita membayangkan atau teringat pada mereka hati kita bisa merasakan kehangatan atau getaran yang lain. Seringkali kita bisa merasakan apa yang mereka rasakan walau secara jasmani mereka sedang tidak ada di dekat kita. Ini karena kita sungguh-sungguh mengasihi dan hati kita terhubung pada mereka.

Demikian juga dengan Roh Kudus, jika oleh iman, kita menerima kehadiran-Nya dalam hidup kita dan menjadikan Dia bagian yang tak terpisahkan dari diri kita sebagai seorang pribadi yang hidup, maka kita akan dibawa ke satu dimensi yang baru. Kita akan dibawa masuk dalam negeri ajaib Roh Kudus. Kita akan mengalami banyak pengalaman baru yang luar biasa dan ajaib bersama Roh Kudus, sebab semua indera manusia roh kita diaktifkan. Yang tadinya hanya mengandalkan panca indera jasmani, tapi oleh iman sekarang indera roh kita menjadi hidup. Kita akan bisa merasakan hadirat Tuhan seperti gelombang atau getaran di sekujur tubuh kita.

Saat kita sakit dan berdoa minta kesembuhan, kita bisa merasakan kuasa-Nya mengalir pada bagian tubuh kita yang sakit. Kita bisa menangis saat dalam hadirat Tuhan karena bisa merasakan kasih-Nya yang begitu besar, begitu hangat dan begitu tanpa syarat melingkupi dan memeluk kita. Semua ini bukan hanya perasaan kita saja, tapi karena indera peraba kita diaktifkan, kita menjadi semakin peka dan bisa merasakan jamahan roh Kudus. Jika dengan iman kita menjamah Yesus, seperti perempuan yang 12 tahun pendarahan, maka kuasa yang sama akan bekerja, mengalir dan menyembuhkan kita. Makin kita mendekat dan menghidupi Roh Kudus di dalam kita, panca indera manusia roh kita akan makin peka dan kita akan sungguh-sungguh masuk dan merasakan dimensi ajaib Roh Kudus. Kuasa-Nya akan sangat nyata terjadi dalam hidup kita. (PF)

RENUNGAN
Oleh IMAN, kita bisa MERASAKAN atau MERABA ROH KUDUS dengan indera ROH kita

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah sungguh-sungguh menyadari bahwa roh Kudus tinggal didalam Anda?
2. Bagaimana cara Anda menyatakan bahwa roh Kudus adalah pribadi yang hidup?
3. Pengalaman apa yang sudah Anda alami bersama roh Kudus?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, dengan iman kami percaya bahwa Roh-Mu tinggal di dalam kami. Seorang teman setia yang menolong, memimpin dan menghibur kami. Bersama-Nya kami siap masuk dalam negri-Mu yang penuh keajaiban. Terimakasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus kami berdia. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.