Nubuat Yang Menjadikan Sesuatu

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yakobus 5:12-20

RHEMA HARI INI
Yakobus 5:17-18 Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya.

Jika kita merenungkan kembali tentang kuasa perkataan, maka kita akan menemukan, seratus persen kehidupan di bumi ini ditentukan oleh perkataan. Bapa di sorga menciptakan bumi dari perkataan, yaitu firman Allah sendiri. Bahkan kuasa gelap pun bekerja melalui perkataan. Profesor Robert Kiyosaki menemukan hasil yang menakjubkan melalui eksperimennya terhadap nasi putih yang ditempatkan pada dua wadah. Wadah pertama yang diberi perkataan positif menghasilkan warna yang bagus dan berfermentasi dengan baik. Sedangkan pada wadah kedua yang diberi perkataan negatif menghasilkan warna kehitaman dan berbau tidak sedap. Dari eksperimen tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa perkataan yang kita ucapkan sangat menentukan hasil yang akan kita terima beberapa waktu kedepan. Perkataan orang dunia saja mengandung kuasa dan dapat mengubah sesuatu, apalagi perkataan yang disertai pengurapan dan diperkatakan dihadapan Allah. Sudah pasti keajaiban, terobosan, dan kemenangan besar semata-mata yang akan kita terima.

Kitab Yakobus menggambarkan, Elia yang hanya seorang manusia biasa. Namun karena ia telah bersungguh-sungguh berdoa dan memperkatakan perkataan profetik, maka langit menjadi tunduk kepada ucapannya. Kitab Lukas 4:36 menceritakan bahwa semua orang takjub kepada kuasa perkataan Yesus, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar.”

Kita telah belajar mengenai pentingnya kuasa perkataan profetik atau bernubuat. Bukan nubuat yang harus menunggu keadaan atau kenyataan berubah terlebih dahulu. Melainkan bernubuatlah terlebih dahulu, baru keadaan atau kenyataan akan berubah menjadi sesuatu seturut perkataan kita. Janganlah kita hanya berdiam diri saja, ataupun hanya memohon, apalagi terus-terusan mengeluh dalam doa-doa kita. Berubahlah! Nubuatkanlah dan pakailah kuasa serta pengurapan dari Allah, sehingga kita melahirkan sesuatu, sebuah kegerakan Tuhan yang dahsyat di akhir jaman.

RENUNGAN
JANGAN BERDIAM DIRI ketika kita doa profetik, NUBUATKANLAH dan PAKAILAH KUASA serta PENGURAPAN dari Allah untuk menjadikan sesuatu.

APLIKASI
1. Menurut Anda, apa alasan Tuhan meminta Anda untuk tidak berdiam diri saja saat menaikkan doa?
2. Apa saja yang perlu kita lakukan saat menaikkan doa di hadapan Tuhan?
3. Sudahkah Anda melakukan doa profetik atas keluarga, gereja, kota, dan atas bangsa Indonesia tercinta? Jika sudah apa hasil yang Anda peroleh dari doa profetik tersebut, tuliskan!

DOA UNTUK HARI INI
Bapa terimakasih atas karunia bernubuat yang Engkau berikan bagi kami. Kami tidak mau berdiam diri lagi. Kami mau mengaktifkan karunia bernubuat dan memakai kuasa serta pengurapan yang Engkau taruh di dalam kami, sehingga kami boleh melahirkan sesuatu kegerakan Allah yang dahsyat dan ajaib. Dalam Nama Yesus kami berdoa. Amin.

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.