Peka Mengecap Perkara Roh

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Mazmur 119:97-106

RHEMA HARI INI
Mazmur 119:103 Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.
Fena lahir, tumbuh, dan besar di lingkungan kristiani. Kebetulan, keluarga mereka beraliran karismatik, sehingga bahasa roh atau tumbang dalam roh menjadi hal yang tidak asing bagi Fena. Seiring bertambahnya usia, Fena pun rindu bisa mengalami apa yang sering dilihatnya. Dalam hati kecilnya, ia bertanya kepada Tuhan, “Kapan ya Tuhan aku bisa seperti mereka? Bisa berbahasa roh, merasakan hadirat-Mu lebih lagi?”

Kemudian Fena pindah ke kota lain untuk melanjutkan kuliah. Di kota itu, ia mulai aktif di gereja dan suatu kali ia mengikuti sebuah retreat. Di retreat itu, pembicaranya bertanya, “Siapa yang belum bisa berbahasa roh dan ingin bisa berbahasa roh?” Fena tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia sungguh rindu bisa berbahasa roh. Akhirnya Fena didoakan dan ia sungguh-sungguh datang pada Tuhan, meminta karunia tersebut. Tanpa ia sadari, bibirnya bergerak sendiri, semakin lama semakin cepat, dan saat itu Fena merasakan hadirat Tuhan yang luar biasa. Rasa-rasanya, Fena tidak ingin berhenti dan beranjak dari manisnya hadirat Tuhan yang dikecapnya saat itu. Ia merasa masuk ke dalam sebuah dimensi yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Bahasa roh adalah tanda bahwa kita kepenuhan Roh Kudus. Saat Roh Kudus memenuhi diri kita, manusia roh kita akan diaktivasikan. Sehingga indra roh kita pun ikut aktif. Dalam Mazmur 119:103, Daud menggambarkan janji firman Tuhan itu terasa manis bagi langit-langitnya. Dengan kata lain, sedemikian rupanya Daud tenggelam dalam firman, sampai-sampai manusia rohnya bisa merasakan janji firman Tuhan itu terasa manis di langit-langitnya. Demikian pula halnya dengan kita, kalau kita membiarkan diri kita masuk sangat dalam di dimensi roh, maka indra roh kita akan semakin peka, sehingga kita juga bisa mengecap perkara-perkara roh seperti yang dialami oleh Daud. Oleh karena itu, teruslah aktifkan manusia roh kita dan rasakan diri kita masuk dalam negeri ajaibnya Roh Kudus.(LEW)

RENUNGAN
Jika kita MASUK LEBIH DALAM di dimensi roh, maka INDRA ROH kita akan semakin PEKA MENGECAP perkara-perkara roh.

APLIKASI
1. Mengapa Anda perlu masuk lebih dalam di dimensi roh dan menjadi peka terhadap perkara-perkara roh?
2. Sudahkah Anda memiliki kepekaan dalam mengecap perkara-perkara roh? Ceritakanlah!
3. Bagaimana cara Anda agar Anda semakin masuk lebih dalam dalam dimensi roh?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajarkan kami untuk semakin peka dalam dimensi roh. Bawa kami masuk lebih dalam lagi di dimensi roh, ya Tuhan. Sehingga indra roh kami semakin peka mengecap perkara-perkara roh. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.