Pentingnya Visi Dari Tuhan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Kejadian 15:1-6

RHEMA HARI INI
Kejadian 15:5-6 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

“Salah! Bukan begitu caranya!” seru teman satu tim Ria. Saat itu Ria sedang mengikuti sebuah acara dan para pesertanya dibagi menjadi beberapa kelompok. Lalu mereka diminta untuk membuat bangunan setinggi-tingginya dengan sedotan. Karena tidak terbayang mau membuat bangunan seperti apa, kelompok Ria pun memutuskan agar masing-masing dari mereka membuat rangka dan rencananya akan mereka susun ke atas. Yang penting hasilnya nanti tinggi. Namun, saat mereka hendak menyatukan bagian-bagian yang mereka buat, mereka kesulitan untuk menjaga keseimbangannya dan akhirnya malah meleot dan roboh.

Hal ini menunjukkan, sebelum membuat sesuatu, alangkah baiknya kita memiliki gambaran atau rancangannya terlebih dahulu. Bahkan para arstitektur dan pelukis paling piawai sekalipun selalu memulai proyek besar mereka dari sketsa terlebih dahulu. Itulah visi. Visi adalah apa yang kita lihat dalam imajinasi kita, bahkan sebelum apa yang kita bayangkan ada wujud nyatanya di hadapan kita. Visi menolong kita dalam perencanaan, sehingga kita dapat menetapkan langkah-langkah selanjutnya dan tujuan kita pun bisa tercapai. Sang Pencipta kehidupan kita mengetahui dengan pasti pentingnya sebuah visi. Itulah sebabnya, Tuhan memastikan agar Abraham menangkap visi besar-Nya. Saat Abraham bisa melihat dengan hatinya bahwa ia akan memiliki keturunan sebanyak bintang di langit, kuasa untuk mencipta pun mulai bekerja melaluinya.

Firman Tuhan berkata bahwa kita diciptakan serupa dan segambar dengan Allah, berarti kita pun memiliki daya cipta. Lebih dari menciptakan benda-benda duniawi, dengan mengaktivasikan manusia roh kita, kita pun bisa membentuk masa depan dan hal-hal yang berlangsung dalam hidup kita. Namun, jika kita ingin mengubah atau menjadikan sesuatu dalam hidup kita, kita perlu memiliki visi terlebih dahulu. Bukan sembarang visi, tetapi visi dari Tuhan. Saat itulah, kuasa Allah akan bekerja menyertai langkah-langkah iman kita sehingga visi tersebut menjadi realita dalam hidup kita. (MV.L)

RENUNGAN
Untuk dapat MENCIPTAKAN sesuatu, kita harus terlebih dahulu MENERIMA VISI DARI TUHAN.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda menerima visi dari Tuhan? Visi apakah itu?
2. Mengapa Anda perlu menerima visi dari Tuhan?
3. Bagaimana Anda dapat menerima visi dari Tuhan dan menciptakan sesuatu?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih karena rencana-Mu besar dan indah dalam hidup kami. Buat kami mengerti kehendak-Mu lebih lagi atas kami, beri kami visi yang dari-Mu. Kami mau menggunakan setiap waktu hidup kami untuk melangkah demi memenuhi visi-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.