Perjumpaan Yang Menyembuhkan

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 147:1-20

RHEMA HARI INI
Mazmur 147:3 Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;

Rendi sangat membenci kedua orang tuanya, terutama ibunya, karena sedari kecil ia selalu dibanding-bandingkan dengan saudara kembarnya, Fendi. Ya, memang ia tidak sepandai Fendi. Bahkan secara fisik Rendi pun menyadari bahwa saudaranya tidak hanya lebih tinggi perawakannya, namun juga lebih tampan dibanding dirinya. Rendi sendiri sudah cukup merasa minder dengan kenyataan itu. Namun yang membuatnya lebih sakit hati adalah mengetahui bahwa ayah ibunya lebih mengasihi saudara kembarnya dibanding dirinya. Bahkan ia pun kerap sekali dibanding-bandingkan oleh ibunya sendiri. Seolah-olah segala kekurangan yang ia miliki adalah karena kesalahannya sendiri.

Namun semuanya itu hanya ia simpan saja di dalam hatinya sedari kecil. Sehingga tanpa ia sadari, ia tumbuh menjadi pribadi yang rusak gambar dirinya. Ia menjadi pahit hati dan tidak lagi mempedulikan apa kata orang. Rendi memilih bersikap acuh tak acuh pada dunia sekitarnya. Segala perlakuan yang ia terima itu membuat Rendi menjadi tawar hati. Ia mudah sekali tersinggung apabila ada orang yang memberikan masukan, sekalipun itu adalah masukan yang membangun. Tidak hanya itu saja, Rendi pun menjadi mudah kuatir dan mudah stress, sehingga hal itu mempengaruhi kesehatannya juga. Sampai suatu ketika saudara kembarnya mengajak Rendi untuk beribadah ke gereja dan ia mengalami jamahan Tuhan. Sejak saat itu tidak hanya luka hatinya disembuhkan, namun hubungannya dengan orang tuanya pun juga dipulihkan, dan Rendi seolah-olah menjadi pribadi yang baru.

Ya, sebagai manusia roh yang memiliki jiwa dan tinggal di dalam tubuh jasmani, tidak hanya tubuh kita saja yang bisa terluka, namun juga jiwa kita. Dan luka batin tidak dapat disembuhkan dari luar seperti apabila tubuh jasmani kita terluka. Hanya ketika kita mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan saja lah luka batin kita akan dibebatnya, sehingga hidup kita dapat dipulihkan. Tuhan lah yang akan menjamah kita dan menjadikan kita ciptaan yang baru sepenuhnya.

RENUNGAN
Saat kita mengalami PERJUMPAAN PRIBADI DENGAN TUHAN, luka batin kita akan DISEMBUHKAN dan jiwa kita DIPERBARUINYA.

APLIKASI
1. Pernahkah Anda mengalami luka batin?
2. Sudahkah Anda sembuh dari luka batin Anda?
3. Menurut Anda, bagaimana caranya luka batin Anda dapat disembuhkan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, lawatlah setiap kami pribadi lepas pribadi, kami rindu untuk mengalami perjumpaan pribadi dengan-Mu. Dan sembuhkanlah luka batin kami, agar kami boleh menjadi ciptaan yang baru. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.