Perkataan Profetik Untuk Membangun Keluarga

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Amsal 12:1-28

RHEMA HARI INI
Amsal 12:18 Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.

Sebagai pekerja sosial, Yana sering mendapati keluarga-keluarga dengan tingkat pendidikan dan ekonomi rendah dengan mudahnya mengeluarkan kata-kata yang seringkali melemahkan bagi orang yang mendengarnya. Saat anak mereka tidak bisa mengikuti pelajaran, dengan mudahnya mereka mengatakan anak mereka bodoh dan bahkan tidak berguna. Saat suami mereka tidak seperti harapan mereka, dengan mudahnya mereka katakan suami yang tidak berguna dan pemalas. Masih banyak lagi perkataan-perkataan negatif yang dengan mudah mereka ucapkan karena keadaan tidak baik mereka alami.

Yana yang mengetahui cerita-cerita tersebut tentu saja tidak tinggal diam. Diapun berusaha mengubah pemikiran ibu-ibu dengan tingkat ekonomi rendah itu, agar perkataan yang mereka ucapkan bisa berubah menjadi kata-kata yang membangun meskipun keadaan kurang baik mereka alami. Sedikit demi sedikit, perlahan, ibu-ibu tersebut belajar mengubah kata-kata yang diucapkan, sehingga siapa saja yang mendengarnya akan dibangun dan dikuatkan pula.

Tanpa kita sadari, terkadang kitapun mungkin dengan mudahnya mengeluarkan kata-kata negatif saat keadaan keluarga kita tidak baik., entah itu dengan orangtua kita, pasangan kita, atau anak kita. Keadaan pun tidak membaik justru memburuk karena perkataan kita bukalnlah perkataan yang membangun. Jika demikian, mari kita ganti perkataan yang sering kita ucapkan, khususnya bagi keluarga kita. Walaupun keadaan belum baik dan sesuai harapan kita, selalu perkatakan perkataan yang positif. Gunakanlah Perkataan Profetik untuk membangun, menyejukkan, dan memberkati keluarga kita. Lihatlah Kuasa Allah akan bekerja secara luarbiasa, dan Mujizat Pemulihan Keluarga akan terjadi. Dengan perkataan profetik, siapapun yang mendengar akan beroleh kasih karunia. Inilah yang akan Tuhan pakai untuk mendatangkan Mujizat Pemulihan Keluarga kita.(LEW)

RENUNGAN
UCAPKAN perkataan yang MEMBANGUN, supaya yang mendengar bisa beroleh KASIH KARUNIA.

APLIKASI
1. Perkataan seperti apa yang biasanya Anda ucapkan ketika keadaan keluarga kita tidak baik?
2. Apakah Anda sudah mengucapkan perkataan-perkataan yang membangun saat keadaan tidak baik terjadi dalam keluarga Anda ? Jika sudah atau belum, mengapa?
3. Sebutkan komitmen Anda secara nyata ketika menghadapi masalah keluarga yang belum kunjung ada jalan keluarnya!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami bersyukur untuk masalah keluarga yang kami hadapi saat ini. Kami mau terus ucapkan perkataan yang membangun sehingga keluarga kami mengalami pemulihan dan siapa saja yang mendengar beroleh kasih karunia. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.