Potensi Dalam Benih Profetik

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Kejadian 8:1-22

RHEMA HARI INI
Kejadian 8:22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.”

Ketika mendengar kotbah tentang janji iman, Wina merasa tergerak hatinya untuk ikut ambil bagian di dalamnya. Apalagi janji iman saat itu adalah untuk pembangunan gedung baru gereja yang nantinya bisa dipakai untuk menampung semakin banyak jiwa. Hati Wina yang cinta Tuhan serta dipenuhi dengan kerinduan untuk ikut ambil bagian dalam Amanat Agung Tuhan, membuatnya rindu bisa memberikan janji iman yang terbaik bagi Tuhan. Saat itu penghasilannya sebulan sebesar 1 juta rupiah, dikembalikan untuk persepuluhan seratus ribu, dan Wina merasa tergerak untuk memberikan janji iman sebesar seratus ribu perbulan. Sisanya dipakainya untuk membiayai kebutuhannya selama satu bulan.

Janji iman ini terus dilakukan Wina dengan setia, sampai pembangunan gedung gereja selesai. Saat itulah mujizat Tuhan dinyatakan, benih profetik yang ia taburkan bagi pekerjaan Tuhan, mendatangkan tuaian berlipat ganda dalam hidupnya. Saat gedung gereja selesai diresmikan, saat itulah Wina secara tiba-tiba menerima berkat sebesar seribu kali lipat dari jumlah janji imannya perbulan! Dengan berkat tersebut, Wina membeli sebuah rumah, sehingga saat rumah Tuhan selesai dibangun, Winapun bisa memiliki sebuah rumah sendiri! Ya, benih profetik janji iman yang dipersembahkannya dengan penuh ketulusan, menumbuhkan mujizat besar dalam hidupnya.

Satu hal yang harus kita tanamkan dalam hati kita adalah pengertian bahwa Tuhan sama sekali tidak membutuhkan uang kita. Tuhan itu maha kaya, Ia pemilik segalanya. Firman Tuhan yang memerintahkan kita untuk mengembalikan persepuluhan, menaburkan janji iman, atau memberikan persembahan, justru adalah kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk kita menabur di ladang Tuhan sehingga kita bisa menerima berkat Tuhan yang melimpah, sebab kehendak Tuhan adalah supaya kita diberkati untuk menjadi berkat. Hanya ketika kita berani menaburkan benih profetik kita bagi pekerjaan Tuhan untuk menggenapi Amanat Agung Tuhan, maka tuaian mujizat akan kita alami secara luar biasa dalam hidup kita.

RENUNGAN
Tuhan sudah menanamkan POTENSI dalam SETIAP BENIH PROFETIK, kalau ditaburkan PASTI MUNCUL tuaian mujizat.

APLIKASI
1. Apakah yang dimaksudkan dengan benih profetik?
2. Sudahkah Anda menaburkan benih profetik Anda?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda bisa menaburkan benih profetik Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami rindu iman kami terus dibangkitkan untuk kami berani menaburkan benih profetik kami bagi pekerjaan-MU di dunia ini. Berikan kali hati yang terus semakin mengasihi dan melekat kepada-MU. Kami rindu hati-MU disenangkankan dan Engkau berkenan atas setiap persembahan kami. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.