Taburan Yang Menyukakan Hati Tuhan

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Ibrani 11:1-6

RHEMA HARI INI
Ibrani 11:4a Karena imanlah Habel menaati Allah dan membawa persembahan yang lebih menyukakan hati Allah daripada persembahan Kain. (FAYH)

Hari ini Kakek Bram berulang tahun ke-70. Saat acara buka kado, cucu-cucunya heboh membanggakan kado mereka masing-masing. Hanya Sasha yang terdiam. Pasalnya, kadonya bukan apa-apa dibandingkan dengan para kakak dan kakak sepupunya yang sudah diberikan uang saku. Sebenarnya, tidak ada yang mengharapkan Sasha yang masih kecil turut memberikan sesuatu. Ketika giliran kado Sasha yang dibuka, sang kakek mengeluarkan sebuah sisir kecil. Kado yang tampak begitu sederhana dibandingkan yang lainnya. Namun, esok hari dan setiap hari setelahnya, hanya kado Sasha yang dibicarakan dan dibawa-bawa sang kakek. Meski pemberian itu hampir tidak ada artinya, tetapi ia mengetahui bagaimana cucunya harus memecahkan celengan yang isinya tidak seberapa demi sisir kecil tersebut.

Ya, terkadang saat memberikan sesuatu, kita begitu terfokus pada nilai pemberian kita. Padahal, ada satu aspek yang tidak kalah pentingnya. Hati di balik pemberian kita. Inilah aspek yang membuat persembahan Habel lebih diindahkan Tuhan daripada Kain. Alkitab mencatat Kain mempersembahkan sebagian hasil tanahnya. Tidak dijelaskan sebagian kecil, atau sebagian besar. Namun, bukan seberapa banyak yang Tuhan permasalahkan. Kain jelas-jelas memberikan persembahan atas dasar kewajiban, karena sudah seharusnya. Namun, Habel menyembelih anak dombanya yang sulung, lalu mempersembahkan bagian yang paling baik kepada Tuhan (Kej. 4:4 BIS). Persembahan yang didasari hati yang ingin memberikan yang terbaik kepada Tuhan inilah yang menyentuh hati Tuhan.

Oleh sebab itu, saat kita datang kepada Tuhan untuk memberikan persembahan kita, pastikan motivasi hati kita sudah benar. Sebab Allah pemilik segala sesuatu tidak membutuhkan apa-apa dari kita. Dia hanya menginginkan hati yang mengasihi-Nya lebih dari segalanya. Taburan benih profetik yang disertai dengan sukacita, yang tidak mengharapkan balasan apa-apa selain dari menyukakan hati-Nya, itulah persembahan yang berkenan di hati Tuhan dan akan mendatangkan mujizat keuangan besar atas hidup kita. (MV.L)

RENUNGAN
Tuhan TIDAK MEMBUTUHKAN PEMBERIAN kita, tetapi taburan yang disertai dengan rela hati dan sukacita MENYUKAKAN HATI-NYA.

APLIKASI
1. Menurut Anda apakah Tuhan yang membutuhkan pemberian Anda atau Andalah yang lebih butuh memberikan persembahan kepada-Nya? Mengapa demikian?
2. Mengapa Tuhan menyukai taburan yang disertai dengan rela hati dan sukacita?
3. Bagaimana Anda dapat membereskan motivasi hati Anda saat menaburkan benih profetik?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, ampuni kami apabila kami masih memiliki motivasi yang salah dalam memberikan persembahan. Bapa, kami menyadari, kamilah yang lebih butuh untuk menyenangkan hati-Mu. Bentuk hati kami, Tuhan, agar kami memiliki hati yang sepenuhnya tertuju kepada-Mu, agar kami pun dapat membawa persembahan kami dengan sukacita, karena kami tahu, kami boleh ikut mengambil bagian dalam membangun Kerajaan-Mu di bumi ini. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.